Minggu, 26 Juli 2020

Keselamatan Hanya Karena Kemurahan Tuhan


Oleh : Jazwan W Yanengga


Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
 (1 Timotius 1:15)

Kasih Tuhan tanpa batas meskipun kita melakukan hal yang tidak sesuai dengan perintah dan hukum Tuhan, namun  kasih-Nya tidak bisa membedakan antara orang yang turut melakukan pada perintah-Nya dan yang tidak  melakukan kedua-duanya sama-sama  terima berkat Tuhan dan menikmati  serta merasakan.
Contohnya adalah, nafas hidup, Waktu, sinar matahari, kesehatan yang kita peroleh dari Tahun hari ini. Orang yang tidak mengenal Tuhan juga terima dan rasakan tetapi ia tidak menyadari bahwa semua yang ia peroleh adalah berkat daripada Tuhan, maka tak pernah mensyukuri apa yang ia terima setiap waktu itu.

Mengapa kasih Tuhan itu tanpa perbedaan antara orang yang tidak mengenal Tuhan dan orang yang   sudah mengenal dan  terima Yesus.? Padahal kita melihat di  zaman dahulu, orang yang melanggar  perintah dan hukum  Allah, Ia langsung  murka kepada mereka dan  memusnahkan dari bumi ini.

Kita harus bersyukur karena sekarang kita ada di zaman anugerah sehingga Tuhan masih memberi kita kesempatan dan waktu untuk  bertobat lalu berbalik kepada Tuhan. Namun sampai saat ini kita tidak merasakan hal itu, masih terus mencintai Dunia.  Kita terus mencintai Dunia atau kembali berbalik kepada Tuhan, jawaban nya ada di tangan saudara dan saya secara pribadi.
Saudaraku yang terkasih, hidup kita di dunia ini hanya singkat dan sementara, selagi kita masih bisa bernafas dan masih bisa berbuat apa-apa tinggalkan Dunia lalu berbalik kepada Tuhan.
Penghalang terbesar hubungan antara Allah dengan kita adalah Dosa,  tetapi ketika mengaku dosa kita Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni semua dosa-dosa kita dengan darahnya. (1 Yohanes 1:9)

Kadang kalah kita merasa malu untuk mengaku dosa kita terhadap hamba Tuhan, teman, Saudara,  atau orang yang lebih tua dari kita untuk di do'akan. Hal ini wajar saja karena sebagai manusia  berpikir bahwa apa yang kita ceritakan  pasti ia akan kembali menceritakan kepada orang lain lagi, kecuali hamba Tuhan, mereka tentu menutupi semua dosa kita,  dengan pemikiran ini membuat kita malu dan  ketakutan  untuk susah mengaku dosa kepada orang lain, terlebih lagi kepada Tuhan. 

Kita tahu  bahwa hubungan pribadi kita dengan Allah itu tidak ada perantara dengan siapapun. Garis komunikasi dan hubungan kita dengan Allah itu secara langsung. Apa yang kita pikirkan dan  lakukan hari ini Tuhan semua mengetahui, maka kita harus mengaku setip dosa kita lalu minta pengampunan kepada  Tuhan secara langsung tanpa perantara.
Sebagaimana seorang anak berkomunikasi dengan ayahnya melalui seluler secara langsung, demikian juga hubungan komunikasi kita dengan Allah. Jika setiap saat kita selalu komunikasi dengan bapak maka Dia sangat mengenal suara kita sehingga Ia akan mengabulkan seruan doa-doa kita.

Pintu pengampunan dosa tetap terbuka untuk semua orang tanpa memandang bulu, asalkan kita mengakui setip kesalahan dan  dosa-dosa   kita di hadapan Tuhan lalu minta pengampunan kepada  Tuhan, maka ia akan  mengampuni setiap salah dan dosa kita. 


Minggu, 19 Juli 2020

PENAMPILAN DAN KEHIDUPAN



Bacaan: 1Samuel 16:1-13
NATS: Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1Samuel 16:7)

Selama beberapa jam pertama acara reuni 30 tahun universitas mereka, Mary Schmich bersama teman-temannya sebagian besar menghabiskan waktu untuk membicarakan paras teman-teman sekelas mereka. Akan tetapi, pada saat acara terus berlangsung, fokus perhatian mereka pun perlahan-lahan mulai berubah. Selanjutnya, di kolom Chicago Tribune, Mary menulis demikian, "Pada saat Anda telah terbiasa dengan fakta bahwa waktu ternyata telah merampas setiap hal dari kepunyaan Anda -- atau menambahkannya di tempat yang salah ... maka berhentilah untuk berpikir tentang penampilan [dan] mulailah berbicara tentang kehidupan." 

Selama ini kita banyak mencurahkan waktu dan perhatian untuk penampilan fisik yang kita anggap sebagai aspek terpenting kehidupan. Akan tetapi, Alkitab telah memberi peringatan kepada kita bahwa Allah menghendaki agar kita memandang diri sendiri dan orang lain dengan cara pandang yang berbeda. 

Ketika Tuhan mengutus Samuel untuk mengurapi seorang raja baru atas bangsa Israel (1Samuel 16:1), Allah mengingatkannya untuk tidak sekadar melihat ciri-ciri fisik, "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi .... Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati" (ayat 7). 

Firman Allah memberi terguran yang keras kepada mereka yang memuja penampilan (Yakobus 2:1,2). Tatkala kita mulai memandang orang lewat cara pandang Allah, fokus kita akan berubah dari penampilan menjadi kehidupan.


CERMIN KITA MEMPERLIHATKAN PENAMPILAN LUAR 

CERMIN ALLAH MEMPERLIHATKAN KONDISI HATI

Minggu, 05 Juli 2020

Mengenal Tuhan Yang Benar


Oleh :Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Maando

Syalom...!!!
Salam sejahtera di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita keluarga Allah. Saudara- saudari ku yang terkasih, marilah saat ini kita patut bersyukur kepada Tuhan karena berkat kasih sayang dan pemeliharaanNya kita masih ada dalam kondisi yang aman dan selamat dari segala serangan covid 19. Pagi hari ini kita diberi kesempatan untuk memuliakan Allah melalui Ibadah Raya Minggu 5 Juli 2020. Karena itu, marilah saudara- saudari ku Keluarga Allah, kita merenungkan Firman Allah yg terambil dari Alkitab:
  • Hosea 6:1-6
  • Ayat Nast 6:3
  • Tema : "MENGENAL TUHAN YANG BENAR"

Banyak orang Kristen yang merasa dirinya sudah mengenal Tuhan Allah dengan baik, dibuktikan dengan rajin beribadah, terlibat dalam pelayanan dan memberi persembahan banyak. Pada hal hal-hal tersebut tidak menjamin sepenuhnya bahwa seseorang memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan Allah. Apa yang dimaksud dengan "mengenal" bukanlah sekedar tahu, tetapi lebih dari itu, yaitu "memiliki hati yang melekat pada Tahun Yesus Kristus dan ada persekutuan yang karib dengan Dia yang terjadi terus-menerus. Bila hanya sekedar tahu saja, orang tidak akan mengetahui isi hatiNya dan semua karakterNya. 

Ada beberapa tokoh pahlawan iman Kristen menjadi contoh dalam mengenal Tuhan Allah dan hidup melekat kepadaNya. Hidup yang melekat kepada Tuhan berarti orang percaya tidak pernah melakukan kesalahan atau dosa, tetapi mereka punya hati yang selalu mau dibentuk, ditegur, dan dikoreksi, serta punya kerendahan hati untuk jujur mengakui setiap kesalahan dan kelemahan jatuh dalam dosa.
Ada beberapa berkat yang luar biasa bagi orang yang mengenal Tuhan Yesus dengan benar, yaitu:

1. Tuhan Allah selalu melindungi dan membentengi hidupnya. (Bacalah Mazmur 91:14).

2. Tuhan Allah selalu mendengar dan menjawab doa-doanya. Orang yang mengenal Tuhan Allah dengan benar, doanya pasti dijawab oleh Tuhan, sebagaimana yang Tuhan telah Firman kepada Nabi Yeremia. (Bacalah, Yeremia 29:12-13). 

3. Tuhan memberkati dgn umur panjang (Maz.91:16), meliputi: kesehatan dan damai sejahtera (Amsal 3:2).

4. Memperoleh keselamatan hidup kekal (Maz 91:16; Yos 1:6; Yoh 3:15; I Yoh 5:11,12). Ada jaminan keselamatan dan hidup kekal bagi orang-orang yang mengenal dan menerima Tuhan Yesus Kristus selalu juruselamat pribadinya.

Oleh karena itu, marilah kita selalu dan semakin bersungguh-sunguh memiliki hubungan intim di dalam Tuhan Yesus lebih lagi. Mengenal Tuhan Allah berarti mengerti isi hatiNya, mengerti kehendakNya, mengerti rencanaNya, menyesuaikan setiap langkah hidupNya dan tekun menuruti Firman-Nya serta berusaha untuk tidak menyakiti hati mengecewakan Tuhan dengan ketidaktaatan.
KALAU KITA MENGENAL TUHAN DENGAN BENAR, PASTI KITA DIKASIHINYA!... Amin.

Akhirnya kami gembala jemaat pribadi, Keluarga dan BPH menyampaikan selamat beribadah kepada Tuhan Allah di dalam Roh dan Kebenaran dan Selamat menjaga kesehatan jasmani dan rohani dalam kehidupan pribadi, Keluarga, kelompok di tempat tinggal masing-masing Semoga Doa syafaat kami Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati kita. .