Rabu, 25 Desember 2019

UMAT GIDI KLASIS TIMIKA BERSUKACITA MERAYAKAN NATAL


 
Pengkhotbah Ev. Piter Karoba, S.Th.
Timika Sulhit.com. Umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Natal yang jatuh setiap tanggal 25 Desember. Beragam pernak-pernik dan simbol, seperti sinterklas, lampu, hiasan, dan juga pohon Natal didekorasi sedemikian rupa menyambut hari raya umat Kristiani ini. Umat GIDI Klasis Timika  juga bersukacita merayakan Natal di Gereja Induk Jemaat Filadelfia, Jile-Jale Timika,  Rabu 25 Desember 2019.  

Selasa, 24 Desember 2019

SIAPAKAH SAHABAT YESUS


Kasih Yang Lebih Besat

Refleksi Natal
 oleh Pdt. Lenis Kogoya

Saudaraku,
Jika belum ada benih yang ditabur, maka sia-sialah kita mengharapkan pertumbuhan hingga pembuahan. Artinya, jika belum ada yang mau berkorban atau mau membayar harga secara sukarela, maka hasilnya memang tak akan nampak, tapi yang ada hanyalah kegiatan dan aktivitas belaka kekristenan. Ingat, Yesus membayar harga secara sukarela dengan cara: Ia bersedia datang ke dunia, mau mengambil rupa manusia, menderita dan mati di salibkan, maka dunia diselamatkan. 

Senin, 23 Desember 2019

BENIH YANG DITABUR

Hasil Dari Benih

Oleh:  Pdt. Lenis Kogoya


Adalah anugerah dan hak spesial bila kita dipercaya Tuhan untuk melayani di ladang-Nya. Itu merupakan hak yang sangat istimewa. Dan ingatlah bahwa kita ini hanyalah alat di tangan Tuhan. Apa saja kedudukan yang kita miliki dan apa saja yang kita kerjakan itu kekuatan dan karya Allah. 

Minggu, 22 Desember 2019

KEDAMAIAN DAN SUKACITA NATAL DIRENGGUT KETAKUTAN DAN DUKACITA

Ilustrasi Tangisan dan Trauma Orang Papua


Refleksi Realitas Papua Saat Natal
Oleh Pdt. Lenis Kogoya

Inti dari Natal adalah damai dan sukacita. Damai dan sukacita dialami oleh manusia ketika mengalami kasih Allah yang dinyatakan di dalam dan melalui Kristus Yesus yang adalah Tuhan dan Juruselamat kita itu. Damai dan sukacita dialami oleh setiap manusia yang telah kehilangan kemuliaan Allah itu ketika merespon kehadiran Yesus melalui iman. Setiap orang yang telah percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat hidupnya secara sungguh-sungguh, maka pasti mengalami damai dan Sucita secara permanen dan tampil keluar dari dalam hidupnya.

Sabtu, 21 Desember 2019

𝐏𝐄𝐏𝐄𝐑𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 πˆπŒπ€π πŽπ‘π€ππ† ππ„π‘π‚π€π˜π€

Peperangan Iman Orang Percaya

(π–¬π–Ίπ—“π—†π—Žπ—‹ 25:10)
𝘚𝘦𝘨𝘒𝘭𝘒 𝘫𝘒𝘭𝘒𝘯 π˜›π˜œπ˜π˜ˆπ˜• 𝘒π˜₯𝘒𝘭𝘒𝘩 𝘬𝘒𝘴π˜ͺ𝘩 𝘴𝘦𝘡π˜ͺ𝘒 π˜₯𝘒𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘯𝘒𝘳𝘒𝘯 𝘣𝘒𝘨π˜ͺ 𝘰𝘳𝘒𝘯𝘨 𝘺𝘒𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘦𝘨𝘒𝘯𝘨  𝘱𝘒π˜₯𝘒 𝘱𝘦𝘳𝘫𝘒𝘯𝘫π˜ͺ𝘒𝘯-π˜•π˜Ίπ˜’ π˜₯𝘒𝘯  𝘱𝘦𝘳π˜ͺ𝘯𝘨𝘒𝘡𝘒𝘯-𝘱𝘦𝘳π˜ͺ𝘯𝘨𝘒𝘡𝘒𝘯-π˜•π˜Ίπ˜’.

Jumat, 06 Desember 2019

Natal Bersama Pemuda GIDI Klasis Timika, Tahun 2020 Pemuda Siap Untuk Melanjutkan Pelayanan di Ladang Tuhan

Suasana Ibadah Natal Bersama Pemuda GIDI Klasis Timika Tahun 2019


Timika Sulit.Com. Pemuda GIDI Se-Klasis Timika telah melaksanakan Ibadah Penyambutan Natal 25 Desember 2019, Jumat 6 Desember 2019.

Dalam momentum ini pemuda GIDI Klasis Timika telah mengangkat tema: "Sukacita Berjumpa Dengan Yesus“ diambil dari  Injil (Lukas 2:12) dan Sub Tema : "Melalui Momen Natal ini setiap Pemuda/I GIDI Klasis Timika memastikan bahwa telah berjumpa dengan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat" .

Dalam Ibadah tersebut  dihadiri  oleh semua Pemuda-Pemudi, para senior dan  juga tua-tua Gereja. Sebagai mentor yang selalu mensupport Pemuda untuk terus maju dalam pelayanan. 
Dalam kesempatan istimewa ini khotbah di bawakan oleh Pdt. Luther Kogoya, B.Th. Menjadi  pesan dalam  Natal bersama  tahun 2019 ini adalah kita harus kembali ke Tema Aung di keluarkan oleh Badan Pekerja Pusat,  Gereja Injili Di Indonesia (GIDI). Jadi di luar Yesus tidak ada sukacita yang abadi, di luar Yesus tidak ada kedamaian dan tidak ada kebahagiaan yang sejati. Jalan satu-satunya untuk mendapatkan beberapa hal diatas adalah hanya di dalam Yesus.  Didalam Yesus  ada sukacita dan damai sejahtera. Ujar Kogoya dalam khotbahnya.

Dalam kesempatan yang sama Pdt.  Sudirman Harianja, S.Th, Menyampaikan pesan Natal 2019 adalah pesan sukacita yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama pendiri Gereja Injili Di Indonesia GIDI. Cita-cita bersama nya dan perjuangan bersama dengan Tuhan, bagi kemanusiaan warga GIDI yang bersukacita.
Dengan penuh sukacita, kita merayakan pesta kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, Raja Damai yang datang untuk merobohkan tembok pemisah yakni perseteruan yang memecah belah umat GIDI. Sambil merayakan natal dengan penuh sukacita dan syukur kepada Tuhan Yesus pemuda ditantang meneruskan Misi Gereja Injili Di Indonesia GIDI dan terlibat langsung dalam pelayanan di tubuh Gereja Injili Di Indonesia. Tutur Pdt. Sudirman dalam sambutan atau kesan pesan Natal bersama Pemuda GIDI Klasis Timika.

Kita merasa kehilangan ketiga pahlawan Iman atau  hamba Tuhan yang gugur di medan perang atau di  ladang Tuhan. Mereka adalah  pendiri dan tua-tua Gereja yakni; Bpk Pdt. Andome Kogoya, Bpk Pdt. Nano Ekwa Kogoya. Beliau adalah salah satu pendiri Gereja Injili Di Indonesia di Wilayah Toli dan Bpk Pdt. Depius Kogoya. Tuhan memanggil mereka dalam waktu yang sama tahun 2019.  Ketiga hamba ini telah menyelesaikan tugas dengan baik, kita (Pemuda) harus mengisi kekosongan tersebut artinya kita harus meneruskan pelayanan yang ditinggalkan oleh bapak-bapak ini.

Merayakan Natal dalam terang kehadiran Ilahi yang menawarkan persahabatan berlandaskan cinta kasih merupakan panggilan bagi kita untuk keluar dari sekat-sekat suku, budaya, agama, dan lain-lain. Bagi umat GIDI panggilan tersebut merupakan suatu panggilan untuk menjadi murid sejati, yang mempraktikkan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga, Gereja, dan masyarakat. Pesan Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama Gereja Injili Di Indonesia, cita-cita bersamanya, dan perjuangan bersama bagi kemanusiaan, bagi manusia yang bermartabat.

Semoga Natal ini sungguh-sungguh menjadi saat bagi kita untuk berdukacita dan bergembira. Yesus Sang Imanuel dan hikmat Allah bagi kita dan memimpin kita untuk hidup dalam hikmat Allah selamat Natal. 

PEMUDA GIDI KLASIS TIMIKA
 β„³β„―π“ƒβ„Šπ“Šπ’Έπ’Άπ“…π“€π’Άπ“ƒ 
SELAMAT NATAL 2019  &  TAHUN BARU 2020

Rabu, 04 Desember 2019

Jadikan Setiap Langkah Anda Berarti


Jadikan Setiap Langkah Berarti


1 Korintus 9: 25-26
 “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.”

Selasa, 10 September 2019

Sabtu, 24 Agustus 2019

Dari yang Terkecil Muncul Pemimpin Besar

Dari yang terkecil menjadi terbesar


Oleh: Pdt. Alokasih Gulo

Mikha 5:2-5 
(5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. 
(5-2) Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. 
(5-3) Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, 
(5-4) dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia. 

Senin, 19 Agustus 2019

Dampak Pengusiran Mahasiwa Papua dan Aksi Rasialis di Surabaya, Tanah Papua Rusuh Hari ini

Masa aksi di Kantor Gubernur Papua

Oleh: Willem Wandik, S. Sos

Papua Sulhit News. Tiga hari yang lalu, saat momentum perayaan 17 agustus, saat penyerangan terhadap Mahasiswa Tanah Papua di Kota Surabaya terjadi, bahwa kami telah mengingatkan, peristiwa itu akan berdampak luas di Tanah Papua, sebab Mahasiwa adalah simbol kehormatan intelektual bagi masyarakat dan komunitas di Tanah Papua.. Nasi sudah menjadi bubur, aksi sentimen antara masyarakat Papua dan Masyarakat di Kota Surabaya, menghasilkan ekses sosial yang tidak pernah di duga.. kerusuhan dalam skala besar di sejumlah kota utama di Tanah Papua yang tersebar di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Sabtu, 17 Agustus 2019

17 Agustus 2019 Bendera Bintang Kejora Berkibar di Asmat Papua

Bendera Bintang Kejora sedang Berkibar di atas Menara

Asmat Sulhit News. Detik-detik memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang  Ke-74, bendera bintang kejora atau bendera Bangsa Papua Barat  telah berkibar di Kota Agats Ibu kota Kabupaten Asmat,  pada  menara navigasi, Jln. Josudarso, belakang pangkalan ojek Ayam kecil,  Sabtu 17 Agustus 2019.

Senin, 12 Agustus 2019

Hukum di Pengadilan Allah


Oleh : Jazwan W. Yanengga

"Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri." ( Ulangan 24:16)

Dosa turunan dari Adam dan Hawa telah di hapus oleh Tuhan Yesus ketika mati diatas  kayu salib, dikubur dan bangkit pada hari yang ketiga, melalui kebangkitan Yesus  telah mengalahkan semua kuasa maut. Namun bagaimana dengan Dosa kita pada  zaman Anugrah ini? 

Dosa turunan telah di hapus maka pada zaman anugrah ini setiap orang akan mempertangungjawabkan perbuatannya masing-masing di meja hijau  pengadilan Allah, tanpa belibatkan siapapun artinya, Dosa ayah tidak melibatkan istri, anak, saudara/I lainnya dan sebaliknya.

Ingat..!!!
Sekali lagi, hukuman Allah akan dijatuhkan sesuai dengan perbuatan Dosa kita masing-masing. 
Hukum di Dunia, meskipun salah bisa dibenarkan dengan membayar senilai uang tetapi di sorga tidak ada namanya jual-beli hukum, sudah divonis salah maka tetap akan salah benar maka tetap akan benar.

Happy Sunday

Sabtu, 10 Agustus 2019

Mahasiswa Jaman Now: Gaya Hidup Sosialita, Orang Tua Susah Di Kampung

 


Pernah mendengar gaya hidup sosialita? Apa itu gaya hidup sosialita?

Sosialita atau sosialite merupakan akronim yang diserap dari bahasa Inggris. Sosialite berasal dari dua kata yakni sosial dan elite.

Sosial dapat berarti Suka memperhatikan kepentingan umum (suka menolong, menderma, dan sebagainya), sedangkan elite dapat berarti Kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, kaum berduit dan lain sebagainya).

Jika dilihat dari pengertian diatas, maka sosialite atau sosialita merupakan sekelompok orang yang terpandang dan memiliki derajad tinggi namun mereka memiliki jiwa sosial dengan memperhatikan kehidupan orang-orang yang kurang mampu atau miskin.

Namun seiring perubahan jaman, sosialita mengalami pergeseran makna. Sekarang ini arti kata sosialita dikaitkan dengan kehidupan mewah, glamour dan menghabis-habiskan uang.

Gaya hidup tak sesuai kemampuan kemudian mendorong mereka cenderung mengambil jalan pintas dengan menghalalkan segala cara. Mereka ingin merasakan kenyamanan yang semu.

Salah satu yang paling nampak dari gaya hidup sosialita sekarang ini adalah pada kehidupan mahasiswa di Indonesia.

Mahasiswa jauh merantau dari kampung, tinggal di kota, hidupnya berlagak orang kaya di perantauan. Sekali jalan habis ratusan ribu, sekali makan kena ratusan ribu.

Pernahkah saat kamu menghabiskan uang yang begitu banyak untuk sekedar kesenangan, biar dikatakan “gaul”, kamu pernah memikirkan keluargamu yang di kampung ?

Pernahkah kamu pikirkan berapa penghasilan orang tuamu sehari dibandingkan banyaknya pengeluaranmu sekali jalan? Pernahkah kau pikirkan apa yang mereka makan saat kamu makan di restoran mewah?

Apakah kamu malu jadi orang miskin sehingga kamu berpura pura jadi orang yang berada di perantauan ini? Bukankah kamu menyangkal orang tuamu yang hidup tak seenak hidupmu di perantauan?

Ingat tujuanmu diperantauan ini. Mengapa harus mudah terpengaruh ajakan yang membuatmu lupa siapa sebenarnya dirimu. Yang membuatmu menyangkal dirimu sendiri dan berpura pura jadi orang lain. Bukannya kita iri atau tidak bisa seperti kamu. Tetapi kami masih tau batas. 

Hiduplah sederhana tidak akan membuatmu mati.  Kejar dan capailah dulu tujuaan utamamu di perantauan. Kelak kamu sukses dan kaya, kamu bisa ajak orang tuamu merasakan kesenangan itu.

Referensi:
1. Wikipedia
2. Fanpage Facebook: Filsafat dan Refleksi

Jumat, 26 Juli 2019

Pengurus FPP-KT Mengklarifikasi Penyalagunaan Nama Organisi Dalam Aksi Demo Masyarakat Tolikara di Pengadilan Negeri Jayapura


Karubaga Sulhit.Com. Pendiri dan pengurus wadah Forum Peduli Pembangunan Kabupaten Tolikara (FPP-KT) mengklarifikasi penyalagunaan nama wadah yang dilakukan oleh masyaraka,  untuk melakukan aksi demo di Kantor Pengadilan Negeri Jayapura, Selasa 23 Juli 2019.

Senin, 08 Juli 2019

Jejak Kekerasan TNI di Longoboma Tolikara Papua: Memoar Perjuangan Kasim Tuduho (1970–1980)

Ilustrasi Foto Operasi TNI

Sejarah seringkali tertulis dalam darah dan air mata mereka yang berada di garis depan pengabdian. Di balik keindahan bentang alam Karubaga, Kabupaten Jayawijaya (kini bagian dari Kabupaten Tolikara), tersimpan memori kelam tentang penindasan, stigma, dan keteguhan seorang pemimpin masyarakat. Ini adalah kisah Kasim Tudoho, seorang pria kelahiran Fak-Fak yang mendedikasikan hidupnya sebagai Kepala Kampung Longoboma demi melindungi rakyatnya dari badai kekerasan militer di era Orde Baru.

Dedikasi di Tengah Pusaran Konflik
Pada tahun 1980, Kasim Tuduho dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Kampung Longoboma, Distrik Karubaga. Dengan semangat kemandirian, ia membangun kantor desa menggunakan dana pribadi dan sumbangan swadaya masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, birokrasi kampung dijalankan secara disiplin; setiap staf memiliki ruang kerja dan diwajibkan mengikuti apel pagi guna memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
Kasim tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membina ekonomi rakyat melalui tiga pilar pemberdayaan: perkebunan, perikanan, dan peternakan. Selama satu dekade, program-program ini membawa angin segar bagi kemajuan masyarakat lokal. Namun, keberhasilan ini justru memicu kecemburuan. Fitnah mulai beredar, menyebut Kasim sebagai bagian dari "gerombolan" (istilah Orde Baru untuk kelompok separatis), sebuah tuduhan yang nyaris merenggut nyawanya.

Konfrontasi dengan Kekuasaan: Menghadap Bupati Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Jos Buce Wenas.
Akibat laporan palsu tersebut, Kasim dipanggil oleh Bupati Jayawijaya saat itu, Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Jos Buce Wenas. Ia menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki dari Karubaga menuju Wamena. Setibanya di sana, Kasim menghadapi ujian mental yang berat. Di ruang kerja bupati, ia diperintahkan berdiri dengan satu kaki selama satu jam sebagai bentuk hukuman sebelum diizinkan duduk.
Dengan tenang dan berani, Kasim menyerahkan laporan kerjanya. "Bapak jangan hanya bertanya kepada saya, tetapi lihatlah hasil kerja saya dalam membina masyarakat," tegasnya. Keberanian dan bukti nyata kinerjanya melunakkan hati Bupati Wenas, yang akhirnya menerima laporan tersebut dan mendorongnya untuk terus mengembangkan program pemberdayaan.

Teror Orde Baru di Longoboma
Era 1970 hingga 1980-an merupakan masa-masa gelap bagi warga Longoboma. Di bawah rezim militeristik, kesalahan kecil bisa berujung pada eksekusi atau mutilasi. Longoboma menjadi target operasi militer Koramil Karubaga selama bertahun-tahun. Catatan kelam menunjukkan bahwa kekerasan tidak hanya menyasar nyawa dan harta benda, tetapi juga menyisakan trauma mendalam bagi perempuan dan anak di bawah umur yang menjadi korban kekerasan seksual aparat.
Puncak ketegangan terjadi ketika Wakil Danramil Karubaga melaporkan ke Kodim 752 Wamena bahwa Longoboma adalah tempat latihan gerombolan. Hal ini memicu mobilisasi Pasukan 733 dari Ambon untuk melakukan operasi besar-besaran. Tanpa akses jalan darat yang memadai saat itu, pasukan berjalan kaki dari Wamena, sementara komandannya, Letnan Jhon, tiba menggunakan helikopter dan menyamar sebagai dokter di Puskesmas Karubaga untuk mengumpulkan informasi intelijen.

Diplomasi di Meja Makan
Menyadari ancaman besar yang mengintai desanya, Kasim Tuduho mengambil langkah diplomatis yang berisiko. Ia mengundang Danramil dan Letnan Jhon untuk makan malam di rumahnya di Ampera. Dalam percakapan yang krusial itu, Letnan Jhon secara terbuka menanyakan tentang keberadaan markas gerombolan.
Kasim menjawab dengan tegas, "Tidak ada, Pak. Saya kepala kampung di sana dan saya tidak tahu-menahu soal gerombolan. Jika Bapak punya bukti, silakan datang sendiri dan berinteraksi langsung dengan rakyat saya."
Berkat koordinasi yang cerdik bersama Kapolsek Karubaga saat itu, Bapak Kamorang Karema, Kasim berhasil meyakinkan pihak militer untuk tidak melakukan operasi kekerasan, melainkan hanya kunjungan langsung untuk memverifikasi keadaan.

Membela Rakyat di Garis Depan
Kebenaran akhirnya terungkap saat kunjungan lapangan berlangsung. Ketika beberapa aparat mencoba memprovokasi dengan menembak ternak warga (babi) dengan alasan "mencungkil tanah", Kasim menunjukkan dengan mata kepala sendiri bahwa ketakutan warga berasal dari perilaku aparat, bukan dari keberadaan gerombolan. Malu atas tindakannya yang terbukti salah sasaran, Wakil Danramil akhirnya ditarik dan diadili di Wamena.
Di masa-masa sulit, Kasim Tuduho bersama Pdt. Linge Nugur Wenda menyisir hutan-hutan dan gua-gua untuk menjemput masyarakat yang mengungsi karena ketakutan. Ia memberikan jaminan keamanan dengan taruhan nyawanya sendiri. "TNI dan Polri harus membunuh saya terlebih dahulu sebelum mereka bisa menyentuh kalian," ucapnya kepada warga yang ketakutan.

Penutup: Warisan Keberanian
Perjuangan Kasim Tuduho tidak terbatas di Longoboma, tetapi juga mencakup wilayah Konda, Anawi, Guburini, dan sekitarnya. Didukung oleh sosok-sosok seperti Kamorang Karema, Labetubun, dan Luaran Muri, Kasim membuktikan bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang melindungi yang tertindas.
Catatan ini ditulis agar sejarah tidak melupakan pengorbanan rakyat kecil dan keberanian seorang pemimpin yang teguh berdiri di atas kebenaran, bahkan di bawah bayang-bayang senjata.

Kisah ini disusun berdasarkan penuturan langsung mantan Kepala Kampung Longoboma Bapak Kasim Tuduho, yang menyaksikan dan merasakan langsung penindasan di tanah Papua.


Oleh : Jazwan W. Yanengga
Penulis


Minggu, 07 Juli 2019

Pembaptisan Dua Pemuda GIDI di Klasis Timika


Kedua Gembala Sedang Membaptis Pemuda yang Sudah
 Menerima Yesus

Timika Sulhit News.
 Gereja Injili di Indonesia ( GIDI) Wilayah Pantai Selatan Klasis Timika, telah melakukan pembaptisan pada Dua pemuda yang bertobat dan telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi  Minggu 07 Juli 2019, di  Selamat Datang SP Tiga Jile-Jale Timika Papua. 
Dalam kesempatan ini pelayanan Firman Tuhan  di bawakan oleh Ketua Klasis GIDI Timika Pdt.Sudirman Harianja, S.Th.

Minggu, 30 Juni 2019

YESUS DATANG UNTUK ORANG BERDOSA



Oleh : Jazwan W. Yanengga

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.  ( Lukas 5:32) 

Memang wajar kalau para ahli Taurat dan orang Farisi tidak bisa menerima fakta Yesus bertandang ke rumah Lewi si pemungut cukai dan makan bersamanya. Dalam tradisi orang Yahudi, makan adalah bentuk persekutuan. Bagaimana mungkin, orang benar, bahkan seorang rabi, bersekutu dengan orang-orang berdosa? Apa yang ditolak karena dianggap najis, justru itulah yang Yesus lakukan. Yesus dan para murid menghadiri perjamuan makan yang diadakan Lewi untuk diri-Nya. Bahkan Ia duduk semeja dengan mereka yang disebut orang berdosa oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

Bagi Yesus, yang penting dari undangan perjamuan makan adalah respons Lewi yang menerima kehadiran-Nya dalam hidupnya, dan kehadiran orang-orang ‘berdosa’ lainnya untuk mengenal dan menerima Dia seperti yang telah terjadi pada Lewi. Bagi Yesus, hidup-Nya jauh lebih berguna untuk mereka yang menyadari diri sebagai orang berdosa, daripada untuk mereka yang merasa diri orang benar dan tidak memerlukan Juruselamat. 

Sebagaimana Yesus datang untuk menyelamatkan orang berdosa, demikianlah seharusnya hidup kita, anak-anak Tuhan yang sudah terima Yesus sebagai juruselamat  adalah untuk menjadi berkat untuk sesama kita, terutama mereka yang masih  berada dalam dosa.


Sabtu, 22 Juni 2019

KERELAAN HIDUP ATAU MATI


(Dok Sulhit. News)



( Filipi 1:21)

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Kematian itu adalah suatu penderitaan yang mengerikan bagi manusia yang tidak memiliki keyakinan, bahkan sesuatu yang sangat ditakuti. Kematian dianggap sebagai akhir dari segalanya, akhir dari kehidupan ini.

Kamis, 20 Juni 2019

Rabu, 19 Juni 2019

Selasa, 18 Juni 2019

KEMALASAN MENDATANGKAN KEMISKINAN"

Oleh : Jazwan W Yanengga

Amsal 10:4 
Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. 

Siapakah mereka itu, yang sekalipun kaya pasti saja akan jatuh menjadi miskin, yaitu mereka yang lamban tangannya, yang tak acuh dan ceroboh dalam bekerja, dan tidak mau tahu mana yang harus didahulukan, dan tidak pernah bersemangat menggunakan tangan mereka untuk bekerja atau mengerjakannya dengan tekun. Mereka adalah orang-orang yang bekerja dengan tangan yang penuh tipu daya.

Orang-orang yang berpikir untuk memperkaya diri mereka dengan jalan muslihat dan tipu daya, pada akhirnya akan menjadikan diri mereka miskin, bukan saja karena kutuk Allah menimpa apa yang mereka miliki, melainkan juga karena lenyapnya nama baik mereka di hadapan manusia. Tidak akan ada orang yang mau berurusan dengan orang-orang yang bekerja menggunakan tipu daya dan yang tampak bersikap jujur dari luar saja.

2. Siapakah mereka itu, yang walaupun kini miskin akan menjadi kaya, yaitu mereka yang rajin dan jujur, yang cermat dalam mengerjakan urusan mereka, serta mengerjakan apa pun yang dijumpai oleh tangan mereka dengan segenap kekuatan mereka, dengan cara yang jujur dan terhormat. Apa yang telah mereka miliki punya harapan akan menjadi semakin banyak. Tangan orang cerdik (demikian menurut beberapa orang), yaitu tangan orang-orang yang tajam, tetapi tidak curang, tangan yang giat (demikian menurut yang lain), tangan yang bekerja, pasti menghasilkan uang. Ini juga berlaku dalam perkara rohani, seperti halnya dalam perkara duniawi. Kemalasan dan kemunafikan mengakibatkan kemiskinan rohani, tetapi mereka yang rohnya menyala-nyala dan melayani Tuhan , sangat mungkin akan menjadi kaya dalam iman serta kaya dalam kebajikan .


Jumat, 14 Juni 2019

Memenuhi Panggilan Tuhan

Pdt. Yusuf Yikwa/ Akrab di panggil bapak Mantri (Jazwanphoto)

Pelayanan terbesar yang dapat kita berikan kepada Tuhan adalah memenuhi panggilan untuk menjadi saksi Kristus.
Kisah Para Rasul 1:8 merupakan Moto Gereja Injili di Indonesia (GIDI) menjadi landasan dan pegangan utama  bagi umat GIDI terutama parah hamba Tuhan dalam menjalankan pelayanan untuk memenangkan jiwa-jiwa yang tersesat berada dalam kuasa kegelapan saat ini. Serta  Demi mewujudkan Visi dan Misi Kristus untuk memberitakan Injil di seluruh dunia.

Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi saksi atas apa yang telah Yesus lakukan di dalam kita dan bagi kita. Untuk menuntun orang kepada Kristus, kita tidak perlu dapat menjelaskan setiap persoalan teologis atau menjawab setiap pertanyaan. Yang harus kita lakukan adalah menjelaskan apa yang telah kita saksikan di dalam hidup kita sendiri melalui salib dan kebangkitan Juruselamat kita. Luar biasanya lagi, kita tidak perlu bergantung kepada diri kita sendiri untuk melakukannya. Yesus berkata, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis. 1:8).

Ketika kita bergantung kepada kuasa Roh Kudus, kita dapat membawa orang-orang yang terluka di tengah dunia ini kepada Kristus yang sanggup menebus mereka. Dengan pertolongan-Nya, kita bisa bersaksi tentang kuasa kehadiran-Nya dalam diri kita yang sanggup mengubahkan hidup!

 Pdt. Yusuf Yikwa, adalah salah satu  penginjil yang di utus dari Klasis Konda- Wilayah Toli ke Kamur   Wilayah Pantai Selatan,  Distrik Pantai Kasuari  Kab. Asmat Pada Tahun 1973, di tengah-tengah Suku Sawi. Selama pelayanan disana  tiga misi yang ia jalani adalah sebagai Penginjil, Mantri dan tukang Bangunan.  

Menurut cerita beliau, tantangan awal yang beliau dan istrinya alami adalah belajar bahasa, budaya dan  mengemudi  perahu kayu. Meskipun demikian beliau dengan istrinya Neniamban  Wenda,  tetap berusaha untuk belajar. Karena di lihat dari medannya begitu luas dan rawa, kunjungi umat, mencari makan di hutan semuanya dengan perahu karena  satu-satunya akses jalan dari kampung ke kampung lain melalui air, tidak ada jalan darat.  Banyak tantangan yang Ia hadapi dalam pelayanan namun beliau dengan istrinya  tetap optimis, sebab mereka tahu bahwa Tuhan ada bersama mereka. Atas Rahmat dan campur tangan Tuhan, mereka belajar semua yang mereka anggap tidak bisa itu, baik bahasa, budaya dan belajar mengemudi perahu kayu. 

"Dalam Penginjilan jangan pernah secara langsung memaksakan orang lokal untuk berubah kehidupannya untuk mengikuti kehidupan kita, tetapi kita sendiri  yang harus berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan mereka. Maka mudah dalam penyesuaian dengan lingkungan yang ada dalam hal belajar bahasa dan budaya setempat, demi kemajuan Injil keselamatan, sebab mereka akan paham ketika kita menyampaikan Firman dengan bahasa mereka sendiri dan mengambil ilustrasi dengan kehidupan mereka dalam sehari-hari "  ( Pdt. Yusuf Yikwa)

Beliau dikaruniai dua putra dan satu putri, ketiganya sudah memiliki keluarga sendiri-sendiri.
Satu putra dengan keluarganya tinggal  bersama orang tua di kamura saat itu, putra yang kedua tugas di Merauke sebagai Guru, dan putri sudah  memiliki keluarga juga.  Kemudian dua anak sawi yang menjadi anak  angkat dalam keluarganya.

Sekian tahun beliau melayani  di suku sawi, Setelah orang sawi bisa berdiri sendiri di atas negerinya misionaris dari luar Negara dan dari Papua meninggalkan mereka lalu keluar.

Beliau ini di angkat sebagai PNS di lingkungan pemerintah kabupaten Merauke, dan di tugaskan  Distrik Bupul Kab. Merauke sebagai mantri,  Setelah pensiun dari pemerintah beliau kembali ke kota Merauke pada tahun 2011.

Selama di Merauke, beliau melayani di Jemaat GIDI Efesus Jati-Jati Merauke, sebagai majelis, dan penasehat pemuda, mantri serta tukang bangunan.

Di luar dari pelayanan di Gereja beliau  juga sebagai penasehat Himpunan Mahasiswa Tolikara (HMT) di Merauke saat itu.  Banyak nasehat dan pengalaman yang ia bagikan kepada Mahasiswa Tolikara di Merauke,  bukan hanya dengan teori saja namun  beliau juga ajarkan langsung kepada Mahasiswa, cara Bagun Rumah. 

Atas berkat dorongan dari orang tua  sehingga roda organisasi berjalan dengan baik dan lancar semua kepengurusan dalam organisasi tersebut. Baik dalam hal komunikasi antara, mahasiswa, pelajar, masyarakat dan Pemda Tolikara maupun Pemda Merauke. dan kegiatan fisik, memperingati hari-hari raya besar umat Kristen serta kegiatan non fisik. 

Pada usia tua beliau bukan istirahat dari perjalanan dalam pelayanan cukup panjang itu namun kembali mencari jiwa ke ladang Tuhan.
Pada Tahun 2012, beliau mengambil keputusan untuk kembali melayani di rimba Korowai, tepatnya pos Danogawe dimana tempat tugas bapak Yowenus Wonda. Saat ini beliau dengan keluarganya masih melayani di Danowage bersama bapak Yowenus Wenda.
Ketika beliau ada di rimba korowai, putranya yang pertama telah di panggil Tuhan di kediamannya Kompleks pertanian Jati-Jati Merauke.
Almarhum telah meninggalkan istrinya dan ketiga putranya di Merauke.

Bapak/Ibu, saudara/i, terus mendukung beliau dalam Doa agar Tuhan berikan usianya yang panjang dan sehat dalam pelayanan di Rimba Korowai.

Penulisan cerita ini kurang lengkap  dan jauh dari kesempurnaan perjalanan seorang  bapak  yang akrab di panggil bapak Mantri ini.



Senin, 03 Juni 2019

TIGA KLASIS GIDI WILAYAH PANSEL KABUPATEN ASMAT BERSAMA PANITIA SIAP MENSUKSESKAN RAPAT BPL GIDI PUSAT TAHUN 2019 DI KLASIS MARO MERAUKE



Foto Bersama Usai Kegiatan Sosialisasi (Dok Sulhit)

Asmat Sulhit.News.  Badan Pekerja Pusat, Gereja Injili di Indonesia (BPP GIDI), Badan Pekerja Wilayah (BPW)  Pansel, bersama Panitia pelaksana BPL GIDI  telah melaksanakan kegitan sosialisasi, Program Pelayanan Gereja  GIDI, Hasil Keputusan Konferensi GIDI Ke- IXX di  Wilayah Bogo dan  Hasil  Keputusan Rapat Panitia, mengenai sumbangan wajib  perKlasis  untuk mendukung kegiatan Rapat BPL kepada pengurus ketiga Klasis, Kader GIDI serta seluruh Anggota Jemaat GIDI Se- Kabupaten Asmat di gedung Gereja GIDI Jemaat Antiokia Agats, Sabtu, 01 Juni 2019 . 

Sabtu, 18 Mei 2019

SEBENARNYA SIAPAKAH ISTERI ?


 
Ilustrasi Seorang Istri dan Suami

Orang selalu berkata, "ada bekas istri/suami, tapi tidak ada bekas anak atau bekas orangtua". Seorang Profesor melakukan riset kecil kepada mahasiswa2nya yang sudah berkeluarga. Dia lalu meminta 1 orang mahasiswa untuk maju ke depan papan tulis.

Rabu, 15 Mei 2019

PANITIA SIAP MENSUKSESKAN BPL GIDI PUSAT TAHUN 2019 DI WILAYAH PANTAI SELATAN


Wapres Menyerahkan  SK Penyelengaraan Kegiatan BPL GIDI  Pusat di Wilayah 
Pantai Selatan Kepada Panitia Terpilih ( Nikiphoto)
Video Ibadah Pelantikan dan KKR 

Merauke Sulhit News: Panitia BPL siap mensukseskan kegiatannya, pada bulan November yang akan datang ujar ketua terpilih Pnt. Jhon M. Kayame, S.Stp, dalam ibadah Pelantikan dan serah terima SK pelaksanaan kegiatan. Minggu 12 Mei 2019. 

Selasa, 14 Mei 2019

TRI TUNGGAL ALLAH

Tri Tunggal Allah
□. Banyak orang berpikir bahwa Allah orang Kristen itu tiga. Benarkah pemikiran ini? . Tentu tidak, lebih jelas untuk kita pahami tritunggal Allah,  bisa melihat diagram Tritunggal dan ayat refrensi Firman  dibawah ini.

Sabtu, 11 Mei 2019

RANCANGAN MANUSIA VS RANCANGAN TUHAN

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” ” 1 Korintus 2:9

Manusia boleh merancangkan segala sesuatu dalam hidupnya. Tuhan memberikan kita akal dan pikiran untuk digunakan memecahkan masalah dan mengantisipasi segala masalah yang akan timbul. Kita dapat merencanakan segala hal yang akan kita jalani di depan kita. Dan seringkali kita berharap bahwa apa yang kita rencanakan dapat berjalan dengan sempurna.

Sebagai umat Tuhan, kita harus sadari juga bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:28). Oleh karena itu apapun yang terjadi setelah kita merencanakan segala sesuatu, patut kita syukuri. Entah hal itu baik ataupun buruk, kita harus tetap mengucap syukur kepada Tuhan karena Dia pasti memberikan yang terbaik bagi kita.

Segala hal yang terjadi dalam hidup kita merupakan bagian dari proses yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Proses itu akan membuat hidup kita menjadi lebih dekat lagi dengan Tuhan, membuat kita lebih lagi mengandalkan Tuhan, membuat kita lebih lagi berserah kepadaNya.

Tidak jarang juga apa yang kita rencanakan tidak berjalan seperti yang kita kehendaki. Bahkan bisa juga semuanya berubah menjadi kebalikannya. Hal-hal yang tidak kita inginkan bisa terjadi. Dan tentunya hal ini sangat mengecewakan bagi kita.

Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.” Amsal 19:21

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Yesaya 55:8-9

Manusia boleh berencana, tetapi Tuhanlah yang memutuskan. Bahkan kita bisa membuat rencana 1, rencana 2, plan A, plan B, dan seterusnya. Tetapi pada akhirnya kita harus menyerahkan segalanya kepada kehendak Tuhan.

Hal ini bukan berarti kita tidak perlu merencanakan segala sesuatu dengan baik. Tuhan tetap menginginkan agar umatNya tetap memaksimalkan akal dan pikirannya untuk merencanakan segala sesuatu dalam hidupnya dengan baik.

Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.” Amsal 15:22

Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.” Amsal 20:18

Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.” Amsal 21:5

Setelah menyiapkan segala rencana, kita tinggal menyerahkan semuanya itu kepada Tuhan dan mulai melangkah dengan iman. Di situ kita akan melihat bahwa Tuhan sanggup mencurahkan kuasaNya untuk memberikan apa yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Tuhan sanggup memberikan apa yang kelihatan mustahil bagi kita. Dia sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada.

Di saat kita benar-benar mengandalkan kuasa Tuhan, kita akan melihat hal-hal yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. Kita akan tercengang melihat kebesaran dan kemurahan Tuhan yang terjadi dalam hidup kita. Apa yang tidak pernah timbul dalam hati kita, itu yang Dia berikan bagi kita.

Oleh karena itu jangan kuatir akan apa yang ada di masa depan kita dan apa yang akan kita hadapi dalam hidup kita. Tuhan senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita yang senantiasa mengasihi Dia.

Hal-hal buruk boleh terjadi, tetapi di balik semuanya itu Tuhan telah menyediakan hal yang terbaik bagi hidup kita. Tuhan akan memberikan kelepasan dan kemenangan bagi hidup kita. Mujizat pasti terjadi. Haleluya!

Sumber : Pelita Kasih

Jumat, 10 Mei 2019

LAHIR BARU


Yesus menginginkan kita menjadi manusia baru, manusia yang hidup di dalam Dia dan manusia yang dibaharui di dalam roh dan pikirannya seperti pada Injil Efesus 4 : 17 – 18 ”Sebab itu kukatakan dan dan kutegaskan: jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikiranya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.

Kamis, 09 Mei 2019

KLASIS KONDA TELAH MELAKSANAKAN IBADAH GABUNGAN DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI LAHIRNYA GIDI KE- 56



Pdt. Enki Pele, MA dan Pdt. Yermias Wandik. (Jazwanphoto)
     
Karubaga Sulhit Nesw. Gereja injili di indonesia (GIDI) yang lahir, besar dan berkembang  di pendalaman Papua hingga mendunia, kini memasuki usia yang  56, dengan rasa syukur dan sukacita yang mendalam seluruh umat GIDI Klasis Konda, telah menyelengarahkan ibadah gabungan di lapangan terbang karubaga, ibu kota kabupaten Tolikara  pada 12 februari 2019.

Selasa, 30 April 2019

Minggu, 07 April 2019

Takut Untuk Berubah, Kamu Wajib Baca dan Renungkan 5 Ayat Alkitab ini!


Budhi Marpaung

Dunia berubah, sekeliling berubah, haruskah kita juga ikut berubah? Jawaban atas pertanyaan ini sebenarnya ada di diri kita masing-masing. Bagi yang melihat perubahan adalah sesuatu yang baik untuk dilakukan, mereka akan turut di dalam perubahan. Namun, bagi yang melihat perubahan adalah sesuatu yang menakutkan, tidak ada kepastian, kecenderungannya mereka akan bersikap defensif atau memilih untuk tetap dengan cara lama yang selalu mereka lakukan.

Namun, sesungguhnya untuk mengetahui apakah keputusan yang kita ambil ini tepat atau tidak adalah lihatlah pada hasil atau dampaknya. Ketika berubah menunjukkan efek yang baik walaupun proses untuk melihatnya sedikit lama, berarti itu adalah keputusan yang tepat. Namun, jika tidak atau justru mengarah ke hasil yang negatif, berarti perubahan yang kita lakukan justru adalah keputusan keliru.

Sebaliknya, saat kita memilih untuk tetap pada pola lama (tidak berubah) ternyata hasilnya adalah kita mengalami stagnasi, tidak ada terobosan dalam hal keuangan maka keputusan untuk tidak berubah adalah kurang tepat. Akan tetapi, ketika kita memutuskan untuk tidak berubah dan hasilnya adalah kita tetap berkembang, pendapatan kita sehat maka keputusan untuk berubah adalah tepat adanya.

Setuju atau tidak, pada faktanya berubah itu adalah sesuatu yang ditakutkan oleh sebagian besar manusia. Kita cenderung enggan untuk mencoba hal-hal yang baru, yang akan mengusik kebiasaan kita selama ini. Bagi kamu yang saat ini kesulitan untuk berubah atau merasa khawatir dengan perubahan, berikut 5 ayat Alkitab untuk membangkitkan dirimu untuk melangkah kepada perubahan.


1. Yosua 1:9

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."


2. Mazmur 18:3

Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!



3. Efesus 4:6-8

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.


4. Ratapan 3:21-23

Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!


5. Yeremia 29:11

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Jangan takut dengan perubahan. Bila kamu yakin bahwa Tuhan yang mau kamu melakukannya di dalam pekerjaan atau pun bisnismu maka lakukanlah. Lihatlah itu sebagai sesuatu yang positif bagi hidupmu termasuk finansialmu.   

Sumber : biblestudytools.com

 

Kamis, 04 April 2019

FORUM PEDULI PEMBANGUNAN KABUPATEN TOLIKARA BERSAMA PEMUDA GIDI WILAYAH TOLI MEMUSNAHKAN MIRAS DAN PINANG


(Dok sulhit news. Pemusnahan Miras, Milo dan Pinang di Kabupaten Tolikara)


Karubaga Sulhit News.  Forum Peduli Pembangunan Kabupaten Tolikara  bersama Pemuda Gereja Injili di Indonesia (GIDI)  Wilayah Toli, memusnahkan  Minuman Keras (MIRAS) dan Pinang,   hasil operasi   di sejumlah kios,  pada 02 April 2019,  di karubaga ibu kota kabupaten Tolikara.  Hal   ini dimulai dari 27 februari 2019,  setelah  memperingati HUT GIDI  Ke- 56, dan melihat kondisi kota   karubaga kian memburuk akibat pembuangan ludah pinang dan  pembuangan sampah  dengan sembarangan yang di lakukan oleh warga setempat.

Pemusnahan di lakukan di depan Gereja GIDI Jemaat Jerusalam Karubaga, atau  Jln. Kogome.  Dalam Pemusnahan  barang operasi  ini di hadiri  dan disaksikan oleh  Ketua Umum Forum Peduli Pembangunan Kabupaten Tolikara dan seluruh anggotanya,  ketua Wilayah Toli Pdt. Marthen Jingga, S.Th, Sekda kabupaten Tolikara, Kapolsek Tolikara,Koramil 756,  Kadis Kesehatan Tolikara, Kepala Suku Tolikara, Bpk Teyur Wandik, Tokoh perempuan, tokoh Pemuda,  serta seluruh lapisan masyarakat Tolikara.
Tujuan utama   daripada kegiatan ini adalah  untuk  memulihkan  kota karubaga dari pembuangan  ludah pinang dan sampah dengan sembarangan,  sejak berdirinya kabupaten Tolikara hingga kini tak kunjung berhenti terus meningkat, baik sampah organik maupuan anorganik.
 Kesadaran wargapun kian menghilang jadikan sampah sebagai hal biasa  tanpa berpikir dampak buruk yang ditimbulkan  bagi kesehatan pada tubuh masyarakat  saat ini maupun beberapa tahun akan datang.  ujar ketua FPPKT, dalam telepon selulernya.  
Generasi mudah merupakan agen perubahan daerah, maka kini saatnya untuk kita bangkit dan  memulihkan kembali kota karubaga seperti semula pada zaman missionaris.   Karena karubaga dikenal sebagai kota injil lahirnya Gereja GIDI namun setelah masuknya kabupaten Tolikara, karubaga semakin rusak akibat, pembuangan sampah  dengan sembarangan.  Masyarkat tanpa disadari membuang ludah pinang pada sembarang tempat, maka menjadi tempat menetes nyamuk. Miras dan Pinang bukan saja merusak pemandangan tata kota tetapi  merusak tubuh  sebagai bait Allah.    
Kami mengajak kepada seluruh  pimpinan Gereja, Pemerintah Kabupaten Tolikara Se- Wilayah Toli, serta seluruh masyarakat  Tolikara, untuk  menjaga bersama dan memulihkan kembali Kota karubaga dari   Minuman Keras (MIRAS) dan  sampah.
Kita tidak berhenti sampai disini tetapi kita akan terus melakukan operasi MIRAS, Togel dan Penjulan Pinang hingga  tuntas.  Dan kita akan terus berupaya untuk  menjadikan perda dalam sidang paripurna DPR terpilih  tahun 2019. Karena  karubaga merupakan kota injil. Bukan hanya kota karubaga saja tetapi selururh kabupaten Tolikara kita akan terus mengelilingi untuk memusnahkan barang-barang ini.
Apabilah ada kedapatan penjualan Minuman Keras (MIRAS), Menjual Pinang dan bandar togel kita akan mencabut surat ijin usaha lalu memulangkan ke kota asal nya.  
Dalam waktu dekat  Pemuda Forum Peduli Pembangunan Kabupaten Tolikara akan melengkapi semua kordianator masing-masing bidang  dan merancang anggaran dasar (AD) dan anggaran Rumah Tangga (ART)  organisasi untuk mendaftar ke kesbagpol kabupaten tolikara.
 Kami tidak membedakan siapapun tetapi kami merangkul semua pemuda dan parah intelektual untuk mendukung kami dalam pembentukan organisasi ini.(*)

Kamis, 21 Maret 2019

UMAT GIDI WASPADA DENGAN ALIRAN LAIN



Isu hangat tentang umat GIDI yang diam-diam ikut aliran lain semakin meraya lelah di kalangan umat GIDI dan menjadi bahan perdebatan antara umat GIDI dan umat yang mengikuti aliran lain  di Tanah Papua. Maka parah pemimpin gereja dari tingkat pusat hingga daerah jangan berdiam diri di tempat tetapi harus tegas kepada setiap  jemaat  dan mencari informasi terkait pada  jemaat yang ada, apakah umat GIDI ada yang ikut aliran tersebut ataukah belum?. Tentu tidak bisa memastikan karena banyak aliran yang muncul