Kamis, 18 Februari 2021

Pernikahan Beda Agama Menurut Kristen Protestan


Seseorang yang telah lahir ke dunia akan mengalami pertumbuhan perkembangan, mulai dari pertumbuhan anak-anak. Lalu bertumbuh sampe remaja dan langsung bertumbuh sampai kita tumbuh dewasa. Biasanya setelah kita dewasa kita akan menentukan arah hidup kita, apakah kita akan langsung melanjutkan kerja atau kita akan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Kalangan orang tua yang sering kali banyak menginginkan anaknya cepat menikah. Padahal apabila kita menikah, kita harus memantapkan pasangan yang memang sudah serius kita punya. Namun, banyak kalangan wanita bahkan pria yang terkadang tidak ingin cepat-cepat menikah atau mereka lebih menginginkan menjenjang karirnya terlebih dahulu.

i yang mengakibatkan sering kali orang tua menjodohkan anak-anak mereka. Namun, hal lainnya bila anda sudah punya pacar sendiri namun hubungan anda tidak disetujui oleh orang tua anda. Mungkin ada banyak faktor hubungan anda tidak disetujui oleh orang tua, berikut beberapa faktornya sebagai berikut:

1. Perbedaan Ras, dan Suku

Orang tua sering sekali menuntut pasangan anda dengan lewat ras dan suku. Biasanya orang tua lebih menginginkan mempunyai pasangan yang memiliki satu ras dan suku yang sama. Sering sekali anak dari orang tua tersebut yang memperkenalkan pasangannya, namun sering sekali mengalami banyak pertentangan dari orang tua.

2. Pekerjaan, dan Status Keluarga

Selain perbedaan ras dan suku yang tidak disetujui, bisanya orang tua akan menanyakan pekerjaan pasangan anda. Dan latarbelakang tentang keluarga pasangan anda tersebut. Orang tua sering kali menuntut mempunyai pasangan yang mempunyai pekerjaan yang lebih tinggi atau minimal setara dibandingkan perempuannya. Orang tua anda biasanya akan menanyakan tentang kehidupan keluarga anda dengan harus keterangan yang baik.

3. Perbedaan Agama

Sering kali kalau kita menemukan pasangan yang mempunyai perbedaan agama dalam mereka menjalinkan hubungan. Banyak sekali pasangan yang menjalin hubungan dengan perbedaan agama, mereka akan melakukan hubungan yang diam-diam karena mereka tahu pasti hubungan cinta mereka akan terlarang dan tidak disetujui.

Baca juga: Renungan Singkat Kristen – Sejarah Natal

Alasan Pasangan Banyak Memilih Pasangan Beda Agama

Pertentangan-pertentangan yang sering terjadi pada beda agama, banyak sekali faktor yang tidak menyetujui. Masalah faktor utamanya adalah tidak ada restu pada masing-masing orang tua pasangan. Walau sering sekali mendapatkan banyak tantangan sering kali pasangan ini melakukan pertetangan dari nasehat orang tua dengan melakukan hubungannya atau sering kali melakukan nikah lari atau sering disebuat nikah diam-diam tanpa persejutuan orang tua. Lalu mengapa alasan mereka untuk melanjutkan hubungannya atau melangkah yang lebih serius? Berikut alasan pasangan banyak memilih pasangan yang berbeda agama:

  • Sudah Terlanjur Cinta

Pasangan yang berbeda agama bila kita sering menanyakan mengapa melanjutkan hubungannya kembali? Mereka pasti akan menjawab bahwa mereka sudah saling telanjur cinta mati atau tidak bisa move on dari pasangannya. Pelakuan ini biasanya akan disampaikan oleh salah satu pasangannya untuk melanjutkan hubungannya dengan tahap yang serius lagi

  • Sudah Nyaman dengan Pacaranya

Jalinan yang sudah dijalankan dalam pasangan anda dalam waktu yang panjang dan sudah memiliki pacar yang memang sudah sangat terjalin dalam mengetahui masalah sulit dan masalah senangnya. Biasanya mereka tidak akan mau dipisahkan atau ditentang orang tua. Biasanya mereka akan kabur dan melakukan keluarga hubungan yang baru bersama pasangan anda.

  • Terlanjur Melakukan Pernikahan

Alasan ini juga merupakan salah satu dari mereka melanjutkan pernikahan, hubungan yang terus disegaja dilakukan ini biasanya agar pasangan ini mendapatkan pengakuan dan luluhan dari orang tuanya. Namun, hanya ada beberapa orang tua yang menyetujuinya dan pada sebagaian orang tua tidak menyetujuinya. Lalu biasanya mereka akan melakukan putus hubungan keluarga.

Ada tiga alasan yang sudah dijelaskan sedikit mengapa sering kali orang tua menantang, hubungan anda. Namun dari beberapa hal yang sudah dijelaskan tentang alasan mengapa orang tua melarang, biasanya terkadang orang tua akan menyetujui alasan yang pertama dan kedua. Pada alasan yang ketiga sering kali orang tua tidak menyetujuinya, untuk alasan anak apapun. Karena dalam perbedaan agama apabila disatukan, tidak akan pernah menjadi satu menurut prinsip orang tua. Apabila anda melakukan pernikahan hubungan kepada pasangan yang berbeda agama akan sekali menimbulkan banyak masalah sebagai berikut:

  • Kecocokan pendapat dalam penafsiran agama, ini juga sering kali terjadi pada hubungan yang mempunyai beda agama. Akan biasanya terjadi konflik kecil walaupun dalam hal masa spele.
  • Pemberian kekecokan nilai agama terhadap anak-anaknya, biasanya pasangan yang berbeda agama setelah itu mepunyai anak. Sering kali orang tua akan mengajarkan agama, ini sering kali ada perebutan dalam pemilihan agama untuk anak tersebut.
  • Pertengkaran kecil dengan adanya berita masalah seseorang pada ke jelekan agamanya. Pasangan tersebut akan menuntut untuk pasangan yang agama dijelekkan agar perpindahan pasangan agama pasangannya.

Pandangan Menikah Menurut Agama Kristen Yang Benar

Jika kita sudah membaca dari adanya faktor yang tidak disetujui dari berbagai dari banyak orang tua, dan sampai menjelasskan masalah konflik yang terjadi dalam rumah tangga dalam perbedaan agama. Lalu apa yah pandangan agama Kristen tentang adanya pernikahan agama yang terjadi pada anggota jemaatnya.

Berikut pandangan agama Kristen menurut dengan pasal pada alkitab:

  • Mustahil bagi kita akan bisa mendekatkan kembali hubungan dan kerja sama kita kepada Tuhan. Maksudnya dalam pernikahan Kristen menjalinkan hubungan bersama dengan Tuhan. Apabila salah satu pasangan kita berbeda agama, Tuhan tidak akan menerima pernikahan kalian.
  • Anda akan mendapatka batu sandungan setelah anda menikah, biasanya anda akan menghadapi masalah-masalah seperti tidak diterima lagi dalam gereja anda, dicaci maki oleh para tetangga ataupun teman anda yang memiliki agama yang sama dengan anda, dan menggangap anda orang yang tidak setia kepada Tuhan.
  • Akan menyakiti perasaan Tuhan, pada ajaran yang sering disampaikan pada agama Kristen untuk saling menikahi pasangan-Mu pada sesama agama ini akan membuat hati Tuhan lebih kecewa, karena apa yang diajarkan perintah Tuhan tidak pernah anda lakukan dan malah anda langgar.

2 Korintus 6:14: Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Maksudnya dari nas epistel ini adalah bahwa kita harus memilih pasangan yang tepat dalam pasangan calon anda, jangan pernah memiliki perbedaan dalam ajaran Tuhan. Tuhan hanya menginginkan keluarga yang sama-sama saling utuh dan saling menghargai satu agama yang dimiliki oleh keluarga barunya tersebut. Persamaan yang akan terjalin dalam hidup keluarga anda dalam pasangan baru anda akan membuat hati anda lebih tenang, dan jarang menghadapi berbagai cobaan dari luar. Karena hubungan pernikahan keluarga anda sudah terlindungi didalam Tuhan.

Cara Mencoba Hubungan yang Baru Dengan Satu Iman Kristiani

Lalu anda pasti sering menanyakan bagaimana saya harus bisa berpindah dengan pasangan saya yang berbeda agama ini. Pertanyaan ini sebenarnya mudah dijawab namun juga sulit untuk dijawab, keputusan jawabannya biasanya terletak dari hati dan kemauan anda. Jangan pernah pikirkan hanya pada enak sementara dalam menjalikan pernikahan, yang namun akan membuat pernikahan anda lebih berantakan dengan sendirinya. Cara kalian mencoba hubungan baru dengan sesama iman sebagai berikut:

  1. Mulailah melakukan pemutusan hubungan kepada pasangan anda yang memiliki beda agama ini.
  2. Mulai mencoba melupakan tentang kenangan masa pacaran anda bersama pasangan anda.
  3. Aktiflah dalam ke gereja atau datang acara-acara ibadah pada gereja.
  4. Buatlah hari weekend anda lebih mendekat kepada Tuhan dan anggota iman lainnya.
  5. Lakukanlah pertemanan dan mulai membangun hubungan yang baru kepada sesama anggota gereja
  6. Mulai membuka diri untuk menyukai anggota sesama gereja.

Keenam cara ini bisanya akan bisa anda lakukan dengan niat dan keputusan tekad anda sendiri. Bila hanya melakukan karena paksaan atau karena dari ada paksaan orang tua, sebaiknya anda pikir terlebih dahulu. Jangan sampe apa yang anda lakukan dengan setengah-setengah dalam prinsip cara anda berpindah dalam hubungan pasangan anda. Anda biasanya akan mengalami kebingungan dan kembimbangan dalam anda memilih keputusan anda yang akan membuat hidup anda menjadi aka lebih stress yang berkepanjangan.

Ingatlah apa yang sudah disampaikan dalam artikel ini, semoga bisa jadi manfaat dan wawasan dalam anda mengalami masalah yang sama pada artikel ini. Pilihlah makna dan keputusan yang tepat dalam hidup anda menjalinkan hubungan yang benar dan tepat.

Sabtu, 06 Februari 2021

Membangun Kesadaran di Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua yang Ke-166


Tugu Injil Masuk di Pulau Mansinam Manokwari


Oleh : Pdt. Dr.Lenis Kogoya, M.Th, M. Pdk.


REFLEKSI MISI UNTUK TANAH PAPUA TAHUN 2021: Melawan Lupa/Jadi Waras Jangan hanya kejar parasnya saja. Temukan Nilai-nilai Dasar OAP Yang Pernah Berjumpa dan Mendaratkan Injil Di Tanah ini pada 166 Tahun Silam itu. Jangan terus mengekspor nilai-nilai dari budaya lain yang hanya terus menambah beban, tantangan dan problem bahkan menjerat pergerakan misi di tanah Papua. Dengan demikian, kita tidak terjebak pada dikemah yang saya sebut "latihan lain, main lain," atau "realitas lain, omong lain," atau "orang mau makan ubi, malah sodorkan nasi."

Back to the history atau harus kembali kepada sejarah Misi di Papua sebagai Dasar untuk membangun kesadaran bagi semua orang yang ada di atas Tanah ini. Sebab rupanya Tanah Papua ini sudah di persembahkan sejak awal kepada Tuhan oleh Carl Willem Ottow dan Johan Gottlod Geissler dengan berkata: "Dengan nama Tuhan kami menginjak kaki di tanah ini”. Dengan doa itulah kedua hamba Tuhan yang saya sebut sebagai "Founding Fathers" tersebut memulai pekabaran Injil di Tanah Papua pada tahun 1855 di Mansinam. 

Dampak dan berkat doa kedua orang penting itulah yang menyebabkan Kekristenan hari ini masih bertahan meski harus berjuang. Dan entah sampai kapan, bagaimana dan kenapa Papua dengan sebutan "Tanah Injil" itu akan ada. Jika model misinya tak berubah, pemainnya tidak berganti kostum dan intonasi bunyi toanya tetap tidak merdu, maka akan tetap kelihatan kerja bahkti, rutinitas belaka, berkeringatan dan hosa-hosa saja tanpa capaian-capaian yang bernilai bertahan. Jika demikian, maka Nilai kekristenan sudah mati suri tapi agama Kristen masih merayalela di bumi Cenderawasih. 

Beberapa tahun kemudian, ada doa sulung oleh seorang Izaak Samuel Kijne melalui karyanya dengan berkata: "Di atas batu ini, saya meletakkan Peradaban Orang Papua. Sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan marifat tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini, bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri” (Wasior, 25 Oktober 1925).

Pernyataan ini merupakan sebuah kata-kata prophesi yang berharga baik bagi OAP maupun OP. Kata perkata dalam tulisan ini perlu dianalisis sambil renung untuk bertindak nyata. Artinya, idrntifikasi dan introspeksi diri, percaya diri, berdiri di kaki sediri, makan dari kebun sendiri, minum dari sumur sendiri. Dengan demikian, kita menjadi pemeran atau pemain utama bukan cadangan atau korban sandiwara pewayangan. Orang Asli Papua itu hasil kreasi Mega Karya Sang Kreator. Orang Asli Papua itu asli manusia sejak awal. Dan manusia asli itu perlu diajar untuk mengerti segala sesuatu. Dan karena itu, pengajaran itu sudah dimulai sejak tahun 1855 hingga kini sudah 166 tahun di tahun 2021 ini. Lalu pertanyaan ialah: Apakah kita masih cari orang pintar, orang terdidik, orang berakal budi di luar sana atau masih mau dipimpin? Mari kita bangun kesadaran diri, lawan lupa akan pernyataan sejarah yang bernuansa prophetik ini. 

Stop diskriminasi sesama Anak Asli Papua. Stop merasa sudah memahami OAP padahal lamanya Anda di Papua tidak s banding dengan lamanya para Founding fathers kita di atas. Stop membanding-bandingkan sesama OAP apalagi oleh OP yang tidak ada nilai dasar dengan kesukuan Papua. Mari kita berdayakan OAP dengan jujur, ikhlas dan tindakkan nyata, bukan memperdaya mereka dengan maksud dan cara-cara yang tidak manis atau tidak elok seperti mencari keutungan atas mereka, mencari muka atas nama.mereka, menjebak mereka dan sebagainya. Sebab hal-hal ini adalah trend dan gaya baru dari imperialisme dan kolonialism termasuk yang berjubahkan jabatan-jabatan gerejawi. Dan hal ini sungguh-sungguh menjerat pergerakan misi di atas Tanah ini

Setelah mendoakan, memperhatikan dan mengalami bersama OAP bertehun-tahun, maka menarik kesimpulan oleh seorang Izaak Samuel Kijne dengan pesan: "Barang Siapa yang bekerja di Tanah ini dengan setia, jujur ​​dan dengar-dengaran, maka ia akan berjalan dari tanda heran yang satu tanda heran yang lain.” ( Pdt. I. S. Kijne, 1947).


Mengapa kesimpulan ini dibuat? Saya yakin, bahwa alasannya ialah, bahwa aslinya OAP di mata para misionaris lintas budaya ini adalah polos-polos, jujur dan hidup apa adanya di atas kekayaan alam yang kaya raya dan melimpah ruah ini. Dikuatirkan bila ada tangan-tangan jahil di tanah ini bisa membodohi OAP dan tidak mengalami keajaiban-keajaiban Allah, justru timbul kejahatan, pencurian, pembunuhan seperti yang dialami dewasa ini. 


Saudaraku yang terkasih,

Dalam momen penting, pada HPI 166 tahun ini, saya merasa penting sekaligus menjadi kebutuhan untuk membangun kesadaran bersama sebagai sesama anak Tuhan dan sesama Anak Papua. Sebab kita semua yang tinggal dan hidup di Tanah Papua terlihat sudah tidak sesuai dengan tatanan dan nilai peradaban hidup Orang Asli Papua. Telah terkikis dan sudah kabur doa sulung di atas dengan adalah nilai-nilai dan tatanan budaya lain. Entah sampai kapan, siap yang memulai dan bagaimana caranya? Hanya Tuhan yang tahu dan kita semua hanya berharap dengan doa kepada Tuhan. 


Akhirnya saya, Pdt. Lenis Kogoya bersama keluarga mengucapkan Selamat Memperingati HPI Di Tanah Papua yang ke 166 tahun pada tanggal 05 bulan Februari tahun 2021. Semoga model dan metode harus dikembalikan kepada nilai dasar orang asli Papua untuk misi kepada orang Papua. Jangan ubah form dan model kecuali untuk sasaran kepada yang lain. Tuhan Yesus Kepala Gereja Tuhan di Tanah Papua memberkati. 


Wa wa wa