Sabtu, 29 Oktober 2022

Pesan Allah Kepada Mereka yang Merasa Seperti Orang yang Gagal



Ada korelasi langsung antara kecenderungan seorang Kristen untuk memakai topeng dan kecenderungan Allah untuk membukanya.

Meskipun ini sulit, ingatlah bahwa itu adalah kasih karunia Allah. Allah adalah Allah yang penuh belas kasihan yang, dengan rahmat-Nya, membuka topeng dan mengalahkan agenda tersembunyi kita.

Pribadi Allah yang baik memungkinkan kita untuk berbuat dosa ... dan kadang-kadang dosa yang besar. Yah, mungkin akan lebih baik untuk mengatakan bahwa Allah yang baik akan secara jelas mengungkapkan dosa Anda kepada Anda atau Dia secara jelas akan mengungkapkannya kepada orang lain. Dia akan mengungkapkan kebesaran dosa Anda kepada Anda atau memungkinkan Anda untuk berbuat dosa besar.

Contoh: Natan memperlihatkan kepada Daud tentang pembunuhan dan perzinahannya dalam 2 Samuel 12. Jika itu tidak membuat Anda tersentak, ada sesuatu yang salah dengan Anda. Kemudian, Daud menulis salah satu pengakuan paling mendalam yang dapat ditemukan di seluruh Alkitab, yaitu Mazmur 51.

Bacalah Mazmur itu dan lihatlah bagaimana Allah merobek topeng Daud. Itu akan memberikan harapan kepada pendosa besar (yaitu Anda dan saya) bahwa Allah adalah Allah yang pengasih dan pemaaf. Dan tidak hanya itu, Anda akan tahu sumber kekuatan Daud, alasan sehingga ia dapat membuat sesuatu seperti menulis Mazmur yang luar biasa dan hidup, dan mengapa ia disebut "seorang pria yang berkenan di hati (Allah)" (1 Sam. 13:14).


Karunia terbesar dari Tuhan untuk orang-orang yang dikasihi-Nya adalah dosa mereka ... saat mereka mengetahuinya. Dan, kutukan terbesar untuk orang Kristen adalah ketaatan Kristen itu... saat mereka mengetahuinya.

Sebagaimana yang saya pahami, Alkitab mengajarkan bahwa orang-orang berdosa karena kita berbuat dosa ... kita semua. Dosa, pemberontakan dan pembangkangan telah menyusup ke dalam serat dari setiap ciptaan Allah dan semua makhluk ciptaan Allah. Itu bukan karena Allah menyukai dosa. Dia membenci dosa karena itu merusak dan berbahaya untuk segala sesuatu yang penting. Itu bukan karena Tuhan tidak menginginkan kita untuk bersenang-senang. Dia bukan "perusak" seperti yang ditunjukkan oleh beberapa pengkhotbah dan orang-orang religius. Hal itu bukan karena Dia mengambil kesenangan dalam menghukum kita saat kita keluar dari jalur. Astaga, Allah malah melakukan hal yang sebaliknya dan melakukan ketidakadilan terbesar dalam sejarah dunia, hukuman dicurahkan pada Anak-Nya sendiri sebagai "pendamaian bagi dosa-dosa kita" (1 Yohanes 2: 2, AYT).

Allah mengizinkan dosa demi kemegahan dan keagungan-Nya (Alkitab menyebut itu "kemuliaan"-Nya) dan untuk kebebasan Anda. Demi Tuhan, jangan buang dosa Anda; akuilah. Jangan menendang untuk menghalaunya. Berhati-hatilah merencanakan agenda perlindungan Anda, atau mengencangkan topeng agar tidak ada orang yang melihat. Selain itu, karena Allah mengasihi Anda, Ia tidak akan membiarkan Anda melakukannya. Kemudian Anda akan bebas.

Allah membenci bagaimana rasa malu, rasa takut dan rasa bersalah dari agenda kita yang tersembunyi dan topeng-topeng merampok kita dari kebebasan dan sukacita. Ia begitu membencinya sehingga Ia melewati "kekacauan" dari kesulitan dan penderitaan untuk membebaskan kita.


Setelah Anda sudah cukup menderita, cukup malu, cukup salah, dan cukup berdosa, Ia akan memeluk Anda dan mengundang Anda ke pesta yang Ia selenggarakan bagi orang-orang yang benar-benar bebas, yang tidak begitu peduli pada apa yang dipikirkan orang lain, dan yang memiliki cinta yang sangat mendalam ketika mereka tidak layak mendapatkannya.


Anda akan menjadi lebih baik nanti.

Saya tahu, saya tahu. Saya benci ketika orang mengatakannya kepada saya. Namun, dalam kasus ini, itu benar. Mungkin tidak "lebih baik" tetapi bebas, dan itu benar-benar lebih baik. (t/N. Risanti)


Nama situs : Charisma Mag

Alamat URL : http://www.charismamag.com/life/women/27125-god-s-message-to-those-who-feel-like-a-failure

Judul asli artikel : God's Message to Those Who Feel Like a Failure

Penulis artikel : Steve Brown

Tanggal akses : 28 Juli 2016

Minggu, 23 Oktober 2022

Kebencian Tak Akan Pernah Berakhir

 Kebencian tidak akan pernah berakhir dengan kebencian lagi, melainkan dengan cinta," dan suatu kesalah pahaman tidak pernah bisa diakhiri dengan perdebatan, melainkan dengan taktik, diplomasi penyelesaian, dan hasrat yang simpatik untuk melihat sudut pandang orang lain.

Sabtu, 22 Oktober 2022

CERITA SI BOCAH DAN NENE DARI DESA

Ilustrasi Seorang Nene di Sebuah Gubuk

Seorang nene bersama cucunya tinggal di sebuah rumah yang tak layak huni di  pedesaan. Suatu hari kakeknya jatuh sakit, tak kunjung sembuh sampai dua bulan. Selama nenenya sakit stok makanan di dalam rumahpun   semua  padahabis, karena yang kuat kerja menafkahi hidup mereka  adalah neneknya.

Suatu hari Bocah itu pergi ke tempat jual gorengan, ia berdiri  di samping gerobak gorengan sambil mengamati setiap pembeli.

 Seorang pemuda datang mengunakan sepeda motor, ia memarkir kendaraannya lalu  membeli gorengan di tempat itu juga, setelah beli ia  terima telepon dari rekannya.  

Tanpa sadar pemuda itu meletakkan gorengannya di atas meja kecil di samping gerobak gorengan.

Bocah itu dengan sekejap ambil gorengan  lalu kabur ke pedesaan.  Penjual beritahu pada pemuda itu, mas gorenganmu dibawa kabur oleh si bocah . Si  Pemuda  mengejar dari belakang   sampai Bocah itu tiba di gubuk yang tak layak di huni.

Didalam rumah itu ada  seorang nenek yang sakit  sedang berbaring tanpa makan dan minum selama tiga hari. Pemuda itu  masuk dalam rumah nenek dan  Bocah lalu  dengar suara dari kamarnya, nenek sedang bertanya pada Bocah. Nah,  dapat uang dari mana lalu beli gorengan,? Kau tidak mencuri to, jawab si Bocah, Iya Nenek di belikan teman ku.

Pertanyaan Nenek didengar oleh  pemuda itu. Pemuda itu pergi ke arah pintu kamar lalu mengetuk pintu dengan pelan kemudian masuk di dalam kamar itu, Bocah itu  terdiam karena takut dipukul oleh pemilik gorengan, tetapi pemuda itu menatap ke Nenek lalu katakan pada Nenek " Selamat Makan Nene", Setelah itu ia pun kekuar dari rumah dan pulang melanjutkan perjalanan.

Bocahpun  keluar mengejar pemuda itu sampai di jalan raya, pemuda itu sedang star kendaraanya untuk melanjutkan perjalanan. Bocah berkata kepada Pemuda,  Om minta maaf ya. Pemuda itu memeluk Bocahlalu katakan kepadanya gorengan itu untuk anda dan Nenekmu, jangan merasa bersalah, kalian yang lebih membutuhkan daripada saya, lalu pemuda itu pergi. 

Dari cerita diatas kita  menyimpulkan bahwa, Setiap orang mencuri karena ada niatnya, satu karena punya niat yang jahat untuk merugikan orang lain, kedua karena membalas dendam, ketiga karena ekonomi tidak mendukung, keempat karena memusatkan mata pencaharian disitu tanpa mengenal dosa.

Kadang orang curi bukan karena niat jahat tetapi  karena  tutuntan kebutuhan hidup yang  tidak bisa di lewatkan, seperti makan minum. Kita selalu memukul,  seseorang yang mencuri barang milik kita tetapi kita tidak tau alasan yang membuat mereka harus mencuri  barang milik orang lain.  Jika seseorang mengambil barang milik kita, tanyakan pada dirinya, mengapa engkau mencuri barangku? Pasti mereka jawab karena lapar..

Kita tidak pernah marah dan pukul pencuri kelas kakap  yang mencuri hak milik orang lain lalu berfoya-foya menikmati di dalam mobil kaca gelap dan rumah tingkat tetapi kita memukul pencuri gorengan karena hak  mereka sudah dicuri oleh para pemimpin tertinggi di daerah itu.

Pencuri perabotan dan makanan kita pukul sampai mati-matian tetapi pencuri uang rakyat kecil kita di hormat sampai disanjung tinggi, lalu menyiksa rakyat kecil yang curi karena lapar. Kenyataan hidup di Dunia ini memang keras tetapi terbalik.