![]() |
| Ilustrasi Seorang Nene di Sebuah Gubuk |
Seorang nene bersama cucunya tinggal di sebuah rumah yang tak layak huni di pedesaan. Suatu hari kakeknya jatuh sakit, tak kunjung sembuh sampai dua bulan. Selama nenenya sakit stok makanan di dalam rumahpun semua padahabis, karena yang kuat kerja menafkahi hidup mereka adalah neneknya.
Suatu hari Bocah itu pergi ke tempat jual gorengan, ia berdiri di samping gerobak gorengan sambil mengamati setiap pembeli.
Seorang pemuda datang mengunakan sepeda motor, ia memarkir kendaraannya lalu membeli gorengan di tempat itu juga, setelah beli ia terima telepon dari rekannya.
Tanpa sadar pemuda itu meletakkan gorengannya di atas meja kecil di samping gerobak gorengan.
Bocah itu dengan sekejap ambil gorengan lalu kabur ke pedesaan. Penjual beritahu pada pemuda itu, mas gorenganmu dibawa kabur oleh si bocah . Si Pemuda mengejar dari belakang sampai Bocah itu tiba di gubuk yang tak layak di huni.
Didalam rumah itu ada seorang nenek yang sakit sedang berbaring tanpa makan dan minum selama tiga hari. Pemuda itu masuk dalam rumah nenek dan Bocah lalu dengar suara dari kamarnya, nenek sedang bertanya pada Bocah. Nah, dapat uang dari mana lalu beli gorengan,? Kau tidak mencuri to, jawab si Bocah, Iya Nenek di belikan teman ku.
Pertanyaan Nenek didengar oleh pemuda itu. Pemuda itu pergi ke arah pintu kamar lalu mengetuk pintu dengan pelan kemudian masuk di dalam kamar itu, Bocah itu terdiam karena takut dipukul oleh pemilik gorengan, tetapi pemuda itu menatap ke Nenek lalu katakan pada Nenek " Selamat Makan Nene", Setelah itu ia pun kekuar dari rumah dan pulang melanjutkan perjalanan.
Bocahpun keluar mengejar pemuda itu sampai di jalan raya, pemuda itu sedang star kendaraanya untuk melanjutkan perjalanan. Bocah berkata kepada Pemuda, Om minta maaf ya. Pemuda itu memeluk Bocahlalu katakan kepadanya gorengan itu untuk anda dan Nenekmu, jangan merasa bersalah, kalian yang lebih membutuhkan daripada saya, lalu pemuda itu pergi.
Dari cerita diatas kita menyimpulkan bahwa, Setiap orang mencuri karena ada niatnya, satu karena punya niat yang jahat untuk merugikan orang lain, kedua karena membalas dendam, ketiga karena ekonomi tidak mendukung, keempat karena memusatkan mata pencaharian disitu tanpa mengenal dosa.
Kadang orang curi bukan karena niat jahat tetapi karena tutuntan kebutuhan hidup yang tidak bisa di lewatkan, seperti makan minum. Kita selalu memukul, seseorang yang mencuri barang milik kita tetapi kita tidak tau alasan yang membuat mereka harus mencuri barang milik orang lain. Jika seseorang mengambil barang milik kita, tanyakan pada dirinya, mengapa engkau mencuri barangku? Pasti mereka jawab karena lapar..
Kita tidak pernah marah dan pukul pencuri kelas kakap yang mencuri hak milik orang lain lalu berfoya-foya menikmati di dalam mobil kaca gelap dan rumah tingkat tetapi kita memukul pencuri gorengan karena hak mereka sudah dicuri oleh para pemimpin tertinggi di daerah itu.
Pencuri perabotan dan makanan kita pukul sampai mati-matian tetapi pencuri uang rakyat kecil kita di hormat sampai disanjung tinggi, lalu menyiksa rakyat kecil yang curi karena lapar. Kenyataan hidup di Dunia ini memang keras tetapi terbalik.















