Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2026

Apa peranan suami istri dalam keluarga?



Jawaban
Meskipun laki-laki dan perempuan setara dalam hubungannya dengan Kristus, Alkitab memberi peran yang khusus kepada mereka masing-masing dalam konteks pernikahan.

Suami harus mengepalai keluarga (1 Korintus 11:3; Efesus 5:23). Kepemimpinan ini tidak boleh bersifat diktator, merendahkan atau menghina istri, namun harus sesuai dengan teladan Kristus dalam memimpin gereja.

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman” (Ef 5:25-26). Kristus mengasihi gereja (umat-Nya) dengan belas kasihan, kemurahan, pengampunan, hormat dan tidak mementingkan diri.

Demikian pula suami harus mencintai istri.

Istri harus tunduk pada otoritas suami mereka. “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu” (Ef 5:22-24).

Meskipun perempuan harus tunduk kepada suami mereka, Alkitab juga berkali-kali memberitahu laki-laki bagaimana seharusnya memperlakukan istri mereka. Suami tidak boleh berlaku sebagai diktator, namun harus menghormati istri dan pendapatnya.

Kenyataannya, Efesus 5:28-29 menasihati laki-laki untuk mencintai istri mereka sama seperti mereka mencintai tubuh sendiri, memberi makan dan merawatnya. Cinta seorang laki-laki terhadap istri harus sama seperti kasih Kristus terhadap tubuh-Nya, gereja.

“Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia” (Kol 3:18-19). “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang” (1Pet 3:7).

Dari ayat-ayat ini, kita melihat bahwa kasih dan rasa hormat mewarnai peranan suami istri. Kalau itu ada, maka otoritas, kepala, kasih dan ketaatan tidak akan menjadi masalah untuk pasangan manapun.

Dalam kaitan dengan pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga, Alkitab memerintahkan suami untuk menyediakan nafkah bagi keluarganya. Ini berarti dia harus bekerja dan mencari nafkah yang cukup untuk mencukupi semua kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya. Tidak melakukan ini pasti memiliki konsekuensi rohani yang.

“Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman” (1 Tim 5:8).

Tidak berarti istri tidak bisa membantu menghidupi keluarga – Amsal 31 menunjukkan bahwa istri yang rohani jelas melakukan itu – namun mencukupi kebutuhan keluarga bukanlah tanggung jawab utamanya; itu adalah tanggung jawab suaminya.

Sekalipun suami sepatutnya membantu mengurusi anak-anak dan pekerjaan rumah tangga (sehingga memenuhi kewajibannya untuk mencintai istrinya), Amsal 31 juga menyatakan dengan jelas bahwa rumah tangga adalah wilayah tanggung jawab utama perempuan. Sekalipun dia harus tidur pada larut malam dan bangun pagi-pagi, keluarganya tidak sampai kekurangan apapun.

Ini bukanlah gaya hidup yang mudah bagi banyak perempuan – khususnya di negara Barat yang maju. Namun demikian, terlalu banyak perempuan yang sudah begitu stress dan hampir “meledak.” Untuk mencegah stress semacam itu, baik suami maupun istri harus berdoa, mengatur kembali prioritas mereka dan mengikuti petunjuk-petunjuk Alkitab untuk peranan mereka masing-masing.

Konflik mengenai pembagian tugas dalam pernikahan pasti akan terjadi. Namun, jika kedua pihak tunduk kepada Kristus, konflik ini akan minim.

Kalau satu pasangan sering ribut dan panas dalam soal ini, ataupun ketika perselisihan terlihat mewarnai pernikahan, akar masalahnya biasanya bersifat rohani. Dalam keadaan begini, pasangan harus terlebih dahulu berdoa dan menundukkan diri kepada Kristus, baru kemudian berbicara kepada pasangannya dalam sikap kasih dan hormat.

Minggu, 15 Januari 2023

Jangan Pernah Mencintai Orang Kerena Rupa dan Hartanya

Ilustrasi Harta

Oleh : Pdt. Karlos Buburayai

Jangan pernah mencintai seorang karena rupa dan hartanya tetapi cintailah kesuciannya karena kesucian menjadikan hidupmu bahagia, yang akan membawah hidupmu menuju kekekalan abadi. Damai sejahtera menyertaimu disepanjang masa. Sebab ada tertulis : "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." Yohanes 14 : 27.

Bila Mentari Berubah Merah disaat Sangsurya Mulai Terbenam

Oleh : Pdt. Karlos Buburayai 

Bila mentari berubah merah disaat sangsurya mulai terbenam. Sang jangkrik berbisik kalbu mengantarkan kita memasuki kala terjaga  dilelapnya  malam menyambut indahnya sang rembulan. Bersyukurlah kepada-Nya didalam pujian penyembahan kepada Dia yang layak menerima itu. Sebab ada tertulis : "Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat! Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan cepacap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! " Mazmur 150 : 2 - 6.

Selasa, 15 November 2022

SAMBUTLAH KASIH

Ketika kasih itu hadir mengetuk dipintu hatimu, janganlah membirkan dia pergi. Tetapi sambutlah dia dan simpanlah direlung hatimu. Sebab ada tertulis dengan tinta emas bersinar bagi kau dan aku, yang berkata : "Dari jauh TUHAN menampakan diri kepadanya : "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu." 

Yeremia 31 : 3.


Pdt. Karlos Buburayai

 

KASIH YANG LUAR BIASA



Kasih yang luar biasa ialah menerima seorang yang sangat sederhana dengan cara yang istimewa. Sebab tiada kata sehelai jiwa dan Tiada ucapan selembut sutera. Simpanlah kasih itu direlung hatimu kekal abadi. Sebab ada tertulis : "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih." 

1. Korintus 13 : 13.


Oleh  : Karlos Buburayai, S. Th

Senin, 01 Juni 2020

Sukacita Iman atau Rohaniah Yang Melimpah Bag. Kedua

Ilustrasi Pencurahan Roh Kudus

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S.Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado

SYALOM......
Salam sejahtera bagi kita keluarga Allah di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan, kerena hari ini Tuhan Yesus telah tibahkan kita hari pertama bulan Juni 2020, juga kita dalam suasana sukacita merayakan PASKAH KE DUA bagi kita keluarga Allah. 

Oleh karena itu saya mengajak kita untuk memuliakan Tuhan Allah melalui merenungkan Firman Allah, lanjutan ibadah Paskah Pertama; kemarin terambil dari : 
✓ Kisah P Rasul 2:1-40
✓ Ayat Nast KPR 2:4,14
✓ Tema: "SUKACITA IMAN/ROHANI YANG MELIMPAH"

Saudara- saudari ku Keluarga yang terkasih, renungan Firman Allah hari ini adalah lanjutan dari renungan ibadah paskah pertama dari Alkitab teks dan tema yang sama tersebut di atas dalam dua bagian, diantaranya; 
1. Hari Pentakosta adalah Baptisan Api Roh Kudus (ayat 1-13).
2. Hari Pentakosta adalah Dampak Pekerjaan Roh Kudus (ayat 14-40).
Oleh karena itu, hari ini Paskah ke dua kita bersama-sama  merenungkan poin yang ke dua...

II. HARI PENTAKOSTA ADALAH DAMPAK PEKERJAAN ROH KUDUS  (ayat 14-40). Ay. Nast 14.

Saudara-saudariku yang terkasih di dalam kasih Kristus, Hari Pentakosta merupakan peristiwa yang sangat menggemparkan di kota Yerusalem, dan menjadi titik balik bagi kehidupan orang percaya pada jemaat Gereja mula-mula. Pada saat itu jumlah orang yang berkumpul dan berdoa menantikan janji Tuhan Yesus adalah 120 orang. Kesemuanya itu mengalami lawatan Tuhan melalui pencurahan Kuasa Roh Kudus. 
Salah seorang dari semua orang percaya yang menantikan janji Tuhan itu adalah Petrus, murid Yesus yang semula menyangkal Dia sebanyak tiga kali; setelah mengalami jamahan Kuasa Roh Kudus hidupnya berubah 180 derajat. Petrus yang dahulunya dihantui oleh perasaan ragu dan takut yang menyebabkannya menyangkal Yesus telah diubahkan menjadi sosok pribadi yang benar-benar  berbeda. Ia mengasihi Tuhan Yesus Kristus dengan penuh totalitas dan berani menghadapi resiko apa pun karena imannya yang sungguh-sungguh, di hadapan ribuan orang Petrus bersaksi tentang Kristus, karyaNya, KebenaranNya, dan kedasyatan kuasaNya. "Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yg kamu tahu" (KPR 2:22).
Hal itu menunjukkan bahwa tidak ada kemampuan dan kekuatan dari diri kita sedikit pun untuk kita dapat bertumbuh dan mengalami pembaharuan, terlebih untuk kita dapat melakukan apa yang menjadi kehandak Allah, untuk dapat menjadi penurut-penurut Tuhan, apa lagi dipercaya untuk menjadi kawan sekerja Allah di ladangNya, kecuali oleh pertolongan Kuasa Roh Kudus dan pengurapanNya.  
Alkitab telah mencatat bahwa setelah mendengar khotbah dari Petrus banyak orang dapat mengalami pertobatan karena Kuasa Roh Kudus. "Orang-orang yang menerima perkataan itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa."( KPR 2:41). 
Kegerakan rohani Kristen terjadi,  Jemaat mula-mula sangat benar-benar mengalami kasih mula-mula kepada Tuhan, setiap hari mereka bertekun dalam pengajaran, bersekutu, dan bersehati sepikir untuk berdoa di rumah Tuhan, serta bertambah banyak orang yang telah diselamatkan. 

"Melalui karya Roh Kudus, kita telah memiliki pengharapan yg baru dan pasti, karena karya Roh Kudus itu akan terus memperbaharui dan menjadikan kita ciptaanNya yang baru dan kehadiran Roh Kudus di dalam hati setiap orang percaya, akan selalu menghasilkan kuasa dan mujizat-mujizat bagi umat Allah di muka bumi.

Akhirnya kami selaku pelayan Tuhan bersama keluarga, menyampaikan Selamat memperingati PENCURAHAN KUASA ROH KUDUS untuk menolong GerejaNya dalam karya menjanhkau jiwa-jiwa guna perluasan Kerajaan Allah. "IMANUEL"

Minggu, 31 Mei 2020

Sukacita Iman atau Rohaniah Yang Melimpah | Bag. Pertama

Ilustrasi Pencerahan Roh Kudus

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S.Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado

SHALOM... TerPujilah Tuhan Yesus Kristus! Salam sejahtera bagi kita keluarga Allah. Marilah kita patut bersyukur atas rahmat dan anugerahNya telah menyertai kita sampai pagi hari Minggu ini dengan kondisi yang aman dan selamat. 

Hari ini adalah seluruh umat manusia yang telah menjadi anak-anak Allah dengan sukacita iman memuliakan Anak Allah, Tuhan Yesus atas karyaNya yang telah rela berkorban untuk kita ( kelahiran di kandang yang hina, kematianNya menderita disalibkan, dikuburkan di dalam kuburan orang mati dan KebangkitanNya kubur kosong) dan hari ini kita memperingati hari PENCURAHAN KUASA ROH KUDUS sesuai dengan janjiNya. 
Bapak/ibu/sdr/i yang kami kasihi di dalam Tuhan Yesus Kristus, marilah kita dengan sukacita merenungkan Firman Allah yang terambil dari: 
Kisah Para Rasul 2:1-40
✓ Ayat Nast (KPR 2:4,14)
✓ Thema : "SUKACITA IMAN / ROHANIAH YANG MELIMPAH"

Saudara-saudariku Keluarga Allah yang terkasih, bahwa "Pentakosta" merupakan peristiwa penting yang menggemparkan dan membuat tercengang seluruh penduduk di kota Yerusalem, karena dari peristiwa penting ini terjadi kegerakan rohani yang luar biasa. 
Hal ini adalah penggenapan dari perkataan Yesus Kristus sebelum Ia terangkat naik ke Sorga, "kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan samaria dan sampai ke ujung bumi."(KPR 1:8).

Oleh karena itu, dalam perayaan memperingati Pentakosta kali ini kita merenungkan dua hal penting yang memberi motivasi dan menguatkan hati dan iman kita: 

I. HARI PENTAKOSTA KENYATAAN BAPTISAN ROH KUDUS ( Ayat 1-13 ).

Saudar/i dalan kasih Kristus, kita perhatikan ayat 4, "Maka penuhlah mereka dgn Roh Kudus..." Dalam Perjanjian Lama, Bahasa Ibrani (shavouth) yang artinya masa raya 7 Minggu, ditandai dengan dibawanya persembahan  pemuaian hasil hulu yang dikenal sebagai 'bikkurim', artinya persembahan hasil hulu kedua. Dalam perhitungan tradisi bangsa  Israel, puncak perayaan ini adalah saat di mana Tuhan menurunkan 10 hukum Taurat kepada Musa di gunung Sinai, tepat pada hari ke 50 sesudah Paskah atau tepat sesudah perayaan buah sulung.
Hari raya ini populer dengan  nama Pentakosta dalam Perjanjian Baru. Hari Pentakosta adalah hari pencurahannya Kuasa Roh Kudus untuk menyertai kehidupan umat Allah. 
Ini merupakan penggenapan nubuat dari Nabi Yoel (Yoel 2:28-32). Sesuai dengan artinya sebagai hari ke 50, perhitungannya dimulai sesudah Kristus bangkit dari kematianNya, saat Dia menampakkan diri selama 40 hari, dan selama 10 hari para  muridNya menunggu akan janji Bapa itu dan akhirnya janji itu digenapiNya (KPR 2:1-3).

Peristiwa ini juga merupakan penggenapan pernyataan Yohanes Pembaptis: "Aku membaptis kamu dengan air ..." (Mat 3:11). 
Salah satu lambang Roh Kudus adalah api. Alkitab menyatakan bahwa Tuhan adalah api yang  menghanguskan (Ibrani 23:29). Ketika apiNya turun menjamah hati setiap orang percaya  api itu akan 'membakar, menghanguskan dan membersihkan' semua kotoran yang ada, maka seluruh kehidupannya akan menjadi baru (2 Kor 5:17).

Melalui karya Roh Kudus maha Kudus ini, kita memiliki pengharapan yang baru, karena Roh Kudus akan terus memperbaharui dan menjadikan kita ciptaanNya yang baru di dalam kasih karunia Allah. 

Selamat berhari Minggu dan selamat merayakan hari Pentakosta dalam ibadah raya, Minggu 31 Mei 2020. Kiranya ibadah kita hari menjadi ibadah yang membawa perubahan hidup dan kehidupan kita yang menyenangkan hati Tuhan Yesus Kristus. 

Renungan Poin ke II akan di bagikan pada PASKAH KE DUA tanggal 1 Juni 2020 besok. Doaku Tuhan YESUS KRISTUS kepala Gereja akan menyertai dan memberkati kita 🤝 IMANUEL.🙏🙏🙏

SORGA ATAU NERAKA


   Oleh. Pither P. Karoba

Tuhan Allah menghadapkan manusia kepada dua macam akhirat yaitu SORGA dan NERAKA. Demikian juga ada dua pribadi yang disembah oleh manusia (kita) yakni Yesus Kristus atau Iblis. 

Setiap orang harus memilih salah satu, Kristus atau Iblis, Sorga atau Neraka. Jikalau seseorang memilih Kristus maka pasti ia akan masuk ke Sorga dan kalau seseorang memilih Iblis maka pasti ia akan masuk ke Neraka dan tiap-tiap orang yang menolak Kristus berarti ia memilih Iblis, biarpun ia menginsafi hal itu atau tidak. 

Satu hal yang harus kita tahu bahwa Neraka adalah tempat yang dijadikan untuk Iblis dan malaikat-malaikat yang jahat, tetapi manusia yang menolak Kristus serta memilih Iblis mau tak mau akan menyertai Iblis dalam tempatnya. 

Alkitab tidak menyatakan dengan jelas di mana Neraka itu, tetapi Neraka itu tetap ada. Dan satu hal yang nyata adalah orang-orang di tempat itu terpisah dari Allah dan tidak mendapat pertolongan lagi  dari Allah.

Kita tidak perlu bingung, ragu dan gelisah di dalam mengikuti Kristus. Karena Kristus sudah memberikan jaminan dan kepastian ultima,riil,konkrit bagi kita.

Kita bersyukur karena Kristus sudah menuntun kita kepada jalan keselamatan, sebab Dialah jalan, kebenaran dan hidup. (Yohanes 14:6)

Sabtu, 30 Mei 2020

TINDAKAN NYATA UNTUK BERNILAI KEKAL


Oleh : Pdt. Dr. Lenis Kogoya, M. Th

Saudaraku, 
Kita tinggal di dunia,  bekerja di dunia tetapi kita bukan orang dunia ini.  Kita berwarga kerajaan surga yang diizinkan Allah menumpang di dunia dengan menjadi warga bumi di salah satu negara di bumi ini. 

Jadi selama kita masih menumpang di dunia ini,  kita harus lakukan sesuatu sesuai dengan apa yang kita dengar,  kita pelajari dan kita yakini dari Bapa Surgawi. Artinya lakukan pekerjaan apapun di dunia ini bukan sekedar untuk manusia tetapi seperti untuk Tuhan.  

"Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi." (Kol. 3:1-2).

Caranya bagaimana? 
Pikirkan perkara di atas artinya lakukan apapun pekerjaan di dunia dengan selalu takut akan Allah.  Lakukan pekerjaan yang dipercayakan Tuhan Allah dengan motivasi yang benar,  cara-cara yang benar agar bernilai kekal,  yang dapat dipertanggungjawabkan kepada Hakim yang Adil. Jangan berpura-pura baik di hadapan manusia, "tetapi jadilah orang tidak baik demi menyenangkan hati Bapa, sebab memang kita menyangkal diri lebih dahulu untuk menjadi anak Allah."

Senin, 18 Mei 2020

Yesus Akan Datang Kembali

Yesus akan Datang Kembali



Yohanes 14:18 
"Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu."

Saudaraku yang dikasih dalam Kristus Yesus. Dari pembacaan nats ini kita bisa melihat  Janji Tuhan kepada murid-murid dan semua orang percaya  Sebelum Ia Naik Ke Surga.
Manusia bisa ingkar janji, tetapi Tuhan? Jika Ia berjanji, janji itu pasti digenapi! Meski belum menjadi kenyataan, tetaplah sabar menunggu, dan percaya, dan saudara takkan kecewa. Janji Tuhan pasti digenapi tepat pada waktunya.

Senin, 09 Mei 2016

Makna Pembatisan


Makna Pembatisan

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru." (Roma 6:3-4)

Minggu, 17 Januari 2016

Poligami


Ilustrasi Poligami

Dalam hati nurani setiap orang beragama, tentunya termasuk Kristen, ada kesadaran bahwa beristri (atau bersuami) lebih dari satu adalah dosa. Poligami adalah hal yang tercela. Tidak heran jikalau hidup di tengah masyakarat yang agamanya "memberi peluang" untuk poligami sekalipun, poligami secara terang-terangan hanya dilakukan oleh segelintir orang yang perasaannya tidak terlalu peka terhadap suara hati nurani orang banyak.