Tampilkan postingan dengan label Photography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Photography. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2024

Pelayanan Menyeluruh



Ilustrasi Memberi Makan



Bacaan: LUKAS 9:10-17

Bacaan Setahun: Keluaran 28-29


Nas: Tetapi, Ia berkata kepada mereka, "Kamu harus memberi mereka makan!" (Lukas 9:13)

 

Pelayanan Menyeluruh

Terkadang ada orang yang memahami bahwa pelayanan adalah hanya sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan rohani di gereja maupun persekutuan. Pelayanan hanya terbatas, seperti, menjadi pembawa renungan, pemimpin pemahaman Alkitab, pemimpin pujian, pemusik ibadah, dan pendoa syafaat. Hanya itukah sebuah pelayanan?

Ketika orang banyak terus mengikuti Yesus, Dia tetap melayani mereka dengan menyampaikan berita tentang Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang yang sakit. Menjelang malam murid-murid-Nya meminta Yesus menyuruh orang banyak pergi agar dapat mencari tempat menginap dan makan. Tetapi alangkah terkejutnya para murid ketika Yesus mengatakan bahwa mereka harus memberi makan orang banyak itu. Para murid mungkin berpikir bahwa memberi makan bukanlah menjadi tanggung jawab mereka sebagai pelayan. Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya suatu tanggung jawab pelayanan yang lebih luas dan menyeluruh. Sebab, ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu menjenguk Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku (Mat. 25:35-36).

Ketika melihat di sekitar kita, ada banyak sekali pelayanan yang bisa kita lakukan bagi Tuhan dengan mengasihi dan menolong sesama. Ada orang-orang yang mungkin lapar, haus, telanjang, sakit, dipenjara, dan tidak punya tempat tinggal, mari kita mengambil bagian, melayani dengan menolong dan meringankan beban mereka. 


Sumber : ANT/www.renunganharian.net


Sabtu, 22 Oktober 2022

CERITA SI BOCAH DAN NENE DARI DESA

Ilustrasi Seorang Nene di Sebuah Gubuk

Seorang nene bersama cucunya tinggal di sebuah rumah yang tak layak huni di  pedesaan. Suatu hari kakeknya jatuh sakit, tak kunjung sembuh sampai dua bulan. Selama nenenya sakit stok makanan di dalam rumahpun   semua  padahabis, karena yang kuat kerja menafkahi hidup mereka  adalah neneknya.

Suatu hari Bocah itu pergi ke tempat jual gorengan, ia berdiri  di samping gerobak gorengan sambil mengamati setiap pembeli.

 Seorang pemuda datang mengunakan sepeda motor, ia memarkir kendaraannya lalu  membeli gorengan di tempat itu juga, setelah beli ia  terima telepon dari rekannya.  

Tanpa sadar pemuda itu meletakkan gorengannya di atas meja kecil di samping gerobak gorengan.

Bocah itu dengan sekejap ambil gorengan  lalu kabur ke pedesaan.  Penjual beritahu pada pemuda itu, mas gorenganmu dibawa kabur oleh si bocah . Si  Pemuda  mengejar dari belakang   sampai Bocah itu tiba di gubuk yang tak layak di huni.

Didalam rumah itu ada  seorang nenek yang sakit  sedang berbaring tanpa makan dan minum selama tiga hari. Pemuda itu  masuk dalam rumah nenek dan  Bocah lalu  dengar suara dari kamarnya, nenek sedang bertanya pada Bocah. Nah,  dapat uang dari mana lalu beli gorengan,? Kau tidak mencuri to, jawab si Bocah, Iya Nenek di belikan teman ku.

Pertanyaan Nenek didengar oleh  pemuda itu. Pemuda itu pergi ke arah pintu kamar lalu mengetuk pintu dengan pelan kemudian masuk di dalam kamar itu, Bocah itu  terdiam karena takut dipukul oleh pemilik gorengan, tetapi pemuda itu menatap ke Nenek lalu katakan pada Nenek " Selamat Makan Nene", Setelah itu ia pun kekuar dari rumah dan pulang melanjutkan perjalanan.

Bocahpun  keluar mengejar pemuda itu sampai di jalan raya, pemuda itu sedang star kendaraanya untuk melanjutkan perjalanan. Bocah berkata kepada Pemuda,  Om minta maaf ya. Pemuda itu memeluk Bocahlalu katakan kepadanya gorengan itu untuk anda dan Nenekmu, jangan merasa bersalah, kalian yang lebih membutuhkan daripada saya, lalu pemuda itu pergi. 

Dari cerita diatas kita  menyimpulkan bahwa, Setiap orang mencuri karena ada niatnya, satu karena punya niat yang jahat untuk merugikan orang lain, kedua karena membalas dendam, ketiga karena ekonomi tidak mendukung, keempat karena memusatkan mata pencaharian disitu tanpa mengenal dosa.

Kadang orang curi bukan karena niat jahat tetapi  karena  tutuntan kebutuhan hidup yang  tidak bisa di lewatkan, seperti makan minum. Kita selalu memukul,  seseorang yang mencuri barang milik kita tetapi kita tidak tau alasan yang membuat mereka harus mencuri  barang milik orang lain.  Jika seseorang mengambil barang milik kita, tanyakan pada dirinya, mengapa engkau mencuri barangku? Pasti mereka jawab karena lapar..

Kita tidak pernah marah dan pukul pencuri kelas kakap  yang mencuri hak milik orang lain lalu berfoya-foya menikmati di dalam mobil kaca gelap dan rumah tingkat tetapi kita memukul pencuri gorengan karena hak  mereka sudah dicuri oleh para pemimpin tertinggi di daerah itu.

Pencuri perabotan dan makanan kita pukul sampai mati-matian tetapi pencuri uang rakyat kecil kita di hormat sampai disanjung tinggi, lalu menyiksa rakyat kecil yang curi karena lapar. Kenyataan hidup di Dunia ini memang keras tetapi terbalik.


Selasa, 19 Januari 2021

Dimensi Tentang Manusia













Dimensi tentang manusia selalu tidak terbatas, mengapa kemudian Manusia disebut MAKROKOSMOS, karena angan, mimpi dan apa yang ada dalam hati manusia tidak pernah dibatasi oleh apapun. 
Manusia adalah makhuk sosial dan dinamis. sudah menjadi hukumnya manusia membutuhkan manusia yang lain.
 
Dalam buku Pengelolaan Lingkungan Sosial (2005), sebagai makhluk sosial, manusia tidak pernah bisa hidup seorang diri.

Di mana pun dan bila mana pun, manusia senantiasa memerlukan kerja sama dengan orang lain.

Manusia membentuk pengelompokan sosial di antara sesama dalam upaya mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan.

Dalam kehidupan bersamanya, manusia memerlukan pula adanya organisasi, yaitu jaringan interaksi sosial antar sesama untuk menjamin ketertiban sosial.

Interaksi-interaksi itulah yang kemudian melahirkan sesuatu yang dinamakan lingkungan hidup, seperti keluarga inti, keluarga luas, atau kelompok masyarakat.

Di Asmat sendiri, jumlah penduduk (manusia) adalah sekitar 144.764 jiwa (sumber: Wikipedia - 2019), dengan luas wilayah kurang lebih 31.984 km persegi, dengan kondisi alam dan budaya yang luar biasa. 
keunikan dan kekayaan alam serta budaya Asmat kemudian menjadikannya sebagai salah satu ikon PARIWISATA di  Papua secara khusus, Nasional bahkan Mancanegra. 

telah menjadi Rahasia umum bahwa Pariwisata di kabupaten Asmat kian hari kian terkenal, dengan adanya usaha dari pemerintah, Keuskupan, serta banyak pihak lain yang melihat Asmat dalam keunikan serta kekayaannya. 

sayangnya, potensi kekayaan dan keunikan alam serta budaya Asmat lebih besar daripada kenyataan Asmat sebagai ikon pariwisata saat ini. 

melihat kenyataan diatas dan atas dasar kesadaran sebagai MANUSIA yang mendiami tanah Asmat, komunitas Asmat Fotografi yang mana terhimpun atas dasar kesamaan hobi, yang kemudian menghimpun individu-individu yang memiliki ketertarikan dalam dunia fotografi yang berdiri sejak tahun 2011, melihat ini sebagai persoalan kongkrit. 

selain sebuah komunitas seni, Asmat Fotografi juga menyadari diri sebagai komunitas sosial, sebagai makrokosmos, kemudian berupaya dengan kemampuan dan keterbatasan berusaha memperkenalkan potensi Asmat di mata luar. 

Asmat Fotografi secara mandiri, melihat alam dan kehidupan sosial masyarakat Asmat sebagai sebuah keunikan, mulai dari pemukiman yang tidak berdiri langsung di tanah, bertempat di tengah-tengah hutan mangrove, belum lagi budaya yang luar biasa, danbdikenal lewat festival budaya yang diakan setiap tahun, adalah suatu daya tarik dan potensi pariwisata yang sulit ditemukan di belahan dunia manapun. 

atas dasar itu Asmat Fotografi kemudian membangun sebuah spirit untuk pariwisata, yaitu "ASMAT ADALAH RAKSASA PARIWISATA YANG SEDANG TIDUR" di selatan Papua.
spirit ini terus mebakar semangat Asmat Fotografi dalam upaya-upaya kecil untuk mempromosikan dan mengembangkan PARIWISATA ASMAT dengan karya-karyanya. 

sebagai contoh, tempat rekreasi kampung KAYE (KAMPUNG PELANGI) adalah awal Asmat Fotografi secara serius ingin nengembangkan Pariwisata Asmat, dengan harapan suatu ketika, pariwisata Asmat dapat berkembang sehingga lahir masyarakat yang mandiri serta terciptanya ekonomi kreatif di Masyarakat sebagai pelaku pariwisata. 

untuk itu, komunitas membutuhkan dukungan semangat dari seluruh masyarakat Asmat guna cita-cita tersebut. Asmat Fotografi adalah komunitas yang mandiri, yang tidak terikat dengan badan atau organisasi manapun. 

tanpa menyinggung, mengucilkan dan mendiskreditkan siapapun dan pihak manapun, mari kita sama-sama, bergandeng tangan memajukan pariwisata Asmat dengan kemampuan dan kreativitas dari posisi kita masing-masing. 
mimpi Asmat Fotografi adalah mimpi kita bersama, mari kita gapai mimpi itu, mari bangkitkan RAKSASA PARIWISATA YANG SEDANG TIDUR INI

di akhir tulisan ini,
saya mengutip bahasa mantan presiden Amerika Serikat yaitu "jangan tanyakan apa yang tanah ini berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang engkau berikan untuk tanah ini"  John F Keneddy

Ja Asamanam Apcamar

hormat kami, Komunitas Asmat Fotografi

Dormom o..