Minggu, 28 Juni 2020

Penderitaan Kristus Menjadi Teladan


Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado


Syalom....!!!!!
Salam sejahtera di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita bagi keluarga Allah. Saudara-saudara ku yang terkasih, marilah saat ini kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena berkat kasih sayang dan pemeliharaanNya kita masih ada dalam kondisi yang aman dan selamat. Pagi hari ini kita telah diberikan kesempatan untuk memuliakan Allah melalui Ibadah Raya Minggu Tanggal 28 Juni 2020.
Oleh karena itu, saudara-saudari ku Keluarga Allah Marilah kita merenungkan Firman Allah yang terambil dari : 
• 1 Petrus 3:18-22
• Ayat Nast 3:18
• Tema: "PENDERITAAN KRISTUS MENJADI TELADAN"

Saudara-saudariku Keluarga Allah yang saya kasihi, renungan Firman Allah saat ini bertolak dari Matius 16: 18,  Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, "Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jeamaatKu". 
Ketika Petrus menulis bagian ini, ia sama sekali tidak mengira bahwa akan dikelompokkan sebagai salah satu bagian yang paling sukar dalam Perjanjian Baru. Para penafsir yang baik dan saleh telah bergumul ayat-ayat ini, berdebat dan saling berbeda pendapat dan tidak selalu memberikan pertolongan rohani yang berarti. Kini kita ingin mendapatkn pertolongan  Allah yang diberikan Petrus untuk mendorong orang-orang Kristen yg sedang mengalami penderitaan. 

Bagian ini ada tiga pelayanan yang berbeda. Jika kita mengalami ada Pelayanan yg berbeda, kita akan lebih mampu mengikuti penderitaan di dalam kehendak Allah dan memuliakan Kristus. Petrus menampilkan Yesus Kristus sebagai teladan yang sempurna telah diperlakukan secara tidak adil, namun Yesus tetap taat kepada Allah melalu:

1). KEMATIAN YESUS KRISTUS (ay 18). 

Dalam ayat 17 Petrus menyebut tentang penderitaan, karena berbuat baik bukan karena berbuat jahat. Petrus menunjukkan Yesus Kristus sebagai teladan. Dan memang Yesus Kristus adalah teladan yang benar (Kis 3:14), tetapi Yesus diperlakukan dengan tidak benar. Mengapa demikian? Karena Yesus mati bagi orang yang benar dan membawa mereka kepada Allah! Yesus mati sebagai pengganti orang berdosa (1 Pet 2:24), Ia mati hanya satu kali (Ibr 9:24-28). Pengertian lain Yesus mati menderita atas perbuatan baik. Ia mati bukan atas dosa-dosa Dia sendiri, karena Dia tidak pernah berbuat dosa (1Pet 2:22). 

Ungkapan "membawa kita kepada Allah" merupakan istilah tehnis yang berarti "memperoleh dukungan di pengadilan". Karena karya Kristus di kayu salib, maka kini kita telah beroleh jalan masuk kepada Allah (Ef. 2:18; 3:12). Kita boleh datang penuh dengan keberanian untuk menghampiri tahtaNya (Ibr 10:19 dst)! 
Kita juga beroleh jalan masuk kepada kasih karunia-Nya yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari (Rum 5:2). Ketika tirai Bait Allah terbelah dua hal itu melambangkan jalan baru dan jalan itu terbuka  bagi manusia kepada Allah hanya melalui Yesus Kristus.

2). PROKLAMASAI YESUS KRISTUS (Ay. 19-20).

Ungkapan "yang telah dibangkitkan menurut Roh" yang telah menimbulkan persoalan bagi manusia. Tetapi Kebenaran bagian  lain bisa menguatkan bahwa: "Dibunuh berkenaan dengan tubuh jasmani tetapi dibangkitkan berkenaan dengan roh." Dalam hal ini yang berlawanan adalah soal daging dan roh, seperti halnya dalam (Mat 26:41 dan Rom 1:3-4) & bukan tubuh manusiawi Kristus dan Roh Kudus.

Tuhan Yesus mempunyai tubuh jasmani (Mat 26:26), jiwa (Yoh 12:27), dan roh (Luk 23:46). Dia bukanlah Allah yang mendiami manusia, tetapi Dialah manusia sekaligus Allah yang sesungguhnya. Saat Ia mati, Ia menyerahkan rohNya kepada Allah Bapa (Luk 23:46; Yak 2:26). Bagaimana pun juga terbukti bahwa jika Ia "telah dibangkitkan menurut Roh", pasti pada suatu saat rohNya pernah mati. Mungkin hal itu terjadi ketika Ia menjadi berdosa krn kita dan ditinggalkan oleh BapaNya (Mar 15:34; 2 Kor 5:21). Ungkapan "yang telah dibangkitkan menurut Roh" bukan berarti kebangkitan Karena kebangkitan itu berhubungan dengan TUBUH.

Jadi, di kayu salib Tuhan Yesus yang telah menderita dan mati. TubuhNya dibunuh, dan rohNya mati ketika Ia dijadikan berdosa karena kita. Walaupun demikian rohNya telah dibangkitkan dan Ia menyerahkannya kepada Allah Bapa. Beberapa saat antara kematianNya dan kebangkitanNya, Yesus telah mengadakan suatu proklamasi secara khusus kepada "roh-roh yang ada dalam penjara". 
Yang mengatakan bahwa 'roh-roh yang di dalam penjara" ini adalah roh-roh orang berdosa yang telah meninggal dunia yg di alam maut (dunia orang mati=Hades), kepada mereka Yesus memberitakan kabar kesukaan tentang keselamatan. Yesus memberitakan suatu deklarasi kemenangan atas Iblis dan para pengikutnya melalui kematian di kayu salib.

3). KEBANGKITAN YESUS KRISTUS (ay. 21).

Kematian terjadi apa bila roh meninggalkan tubuh (Yak 2:26), maka kebangkitkan mencakup kembalinya roh ke dalam tubuh (Luk 8:55). Allah Bapa membangkitkan Yesus dari antara orang mati (Rom 6:4; 8:11), tetapi Anak Allah juga memiliki wewenang untuk membangkitkan diriNya sendiri (Yoh 10:17-18). Hal ini suatu mujizat! Karena kebangkitkanNya, orang Percaya kepada Yesus Kristus memilki "hidup yang penuh dgn pengharapan" (1Pet 1:3-4). 

Janganlah mengecilkan pentingnya kebangkitkan Yesus Kristus. KebangkitanNya menyatakan bahwa Ia adalah Allah (Rom 1:4), pekerjaan keselamatan telah digenapi dan digenapi Allah Bapa (Rom 4:25), dan bahwa maut telah dikalahkan (1 Tes 4:13-18; Wah 1:17-18). Pekabaran Injil mencakup juga hal kebangkitkan (1Kor 15:1-4) karena seorang Juruselamat yang mati tidak dapat menyelamatkan seorang pun. Hanya Kristus yang bangkitlah yang memberi kita kuasa yang kita perlukan sebagai dasar untuk hidup dan pelayanan sahari-hari kita (Gak 2:29).

4). KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SORGA (ay 22).

Empat puluh hari setelah kebangkitkan Yesus, menampakkan diri kepada para muriNya dalam menguatkan hati dan menyenangkan imannya, Yesus naik ke surga duduk di tahta sebelah kanan Allah Bapa, penuh kemuliaan (Maz 110:1; Kis 2:34-36; Fil 2:5-11). Orang-orang percaya akan mendapat tempat bersama-sama dengan Dia di surga (Efe 2:4-6) dan melalui karyaNya kita bisa hidup dan berkuasa (Rom 5:17). Ia melayani jemaatNya sebagai imam besar Agung (Ibr 7:25; 4:14-16) dan Ia menjadi pengantara kita. Ia juga telah berjanji menyiapkan suatu tempat bagi umatNya (Yoh 14:1-6) dan pada suatu saat Ia akan datang kembali untuk menjemput dan membawa pulang anak-anakNya ke tempatNya.

Pokok utama yang harus ditekankan disini adalah kemenangan Kristus yang sempurna atas segala "malaikat, kuasa, dan kekuatan" (1 Pet 3:22), juga menunjuk kepada roh-roh jahat dan kepada Iblis (Efe 6:10-12; Kol 2:15). Para Malaikat yang tidak berdosa selalu taat kepada Dia. Sebagai orang-orang  percaya atau nak-anak Allah kita tidak berperang untuk memperoleh Kemenhan, tetapi dari kemenangan s/d kemenangan yang luar biasa, yang telah diperoleh Yesus Kristus untuk kita dalam kematianNya, kebangkitkanNya dan kenaikanNya. Amin.

Akhirnya kami gembala jemaat pribadi, Keluarga dan BPH menyampaikan selamat beribadah kepada ALLAH dan selamat menjaga kesehatan rohani dan jasmani secara pribadi, keluarga, dan kelompok di tempat tinggal masing-masing Semoga Doa syafaat kami Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati kita. "IMANUEL "

0 comments:

Posting Komentar