Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2026

Apa peranan suami istri dalam keluarga?



Jawaban
Meskipun laki-laki dan perempuan setara dalam hubungannya dengan Kristus, Alkitab memberi peran yang khusus kepada mereka masing-masing dalam konteks pernikahan.

Suami harus mengepalai keluarga (1 Korintus 11:3; Efesus 5:23). Kepemimpinan ini tidak boleh bersifat diktator, merendahkan atau menghina istri, namun harus sesuai dengan teladan Kristus dalam memimpin gereja.

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman” (Ef 5:25-26). Kristus mengasihi gereja (umat-Nya) dengan belas kasihan, kemurahan, pengampunan, hormat dan tidak mementingkan diri.

Demikian pula suami harus mencintai istri.

Istri harus tunduk pada otoritas suami mereka. “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu” (Ef 5:22-24).

Meskipun perempuan harus tunduk kepada suami mereka, Alkitab juga berkali-kali memberitahu laki-laki bagaimana seharusnya memperlakukan istri mereka. Suami tidak boleh berlaku sebagai diktator, namun harus menghormati istri dan pendapatnya.

Kenyataannya, Efesus 5:28-29 menasihati laki-laki untuk mencintai istri mereka sama seperti mereka mencintai tubuh sendiri, memberi makan dan merawatnya. Cinta seorang laki-laki terhadap istri harus sama seperti kasih Kristus terhadap tubuh-Nya, gereja.

“Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia” (Kol 3:18-19). “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang” (1Pet 3:7).

Dari ayat-ayat ini, kita melihat bahwa kasih dan rasa hormat mewarnai peranan suami istri. Kalau itu ada, maka otoritas, kepala, kasih dan ketaatan tidak akan menjadi masalah untuk pasangan manapun.

Dalam kaitan dengan pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga, Alkitab memerintahkan suami untuk menyediakan nafkah bagi keluarganya. Ini berarti dia harus bekerja dan mencari nafkah yang cukup untuk mencukupi semua kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya. Tidak melakukan ini pasti memiliki konsekuensi rohani yang.

“Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman” (1 Tim 5:8).

Tidak berarti istri tidak bisa membantu menghidupi keluarga – Amsal 31 menunjukkan bahwa istri yang rohani jelas melakukan itu – namun mencukupi kebutuhan keluarga bukanlah tanggung jawab utamanya; itu adalah tanggung jawab suaminya.

Sekalipun suami sepatutnya membantu mengurusi anak-anak dan pekerjaan rumah tangga (sehingga memenuhi kewajibannya untuk mencintai istrinya), Amsal 31 juga menyatakan dengan jelas bahwa rumah tangga adalah wilayah tanggung jawab utama perempuan. Sekalipun dia harus tidur pada larut malam dan bangun pagi-pagi, keluarganya tidak sampai kekurangan apapun.

Ini bukanlah gaya hidup yang mudah bagi banyak perempuan – khususnya di negara Barat yang maju. Namun demikian, terlalu banyak perempuan yang sudah begitu stress dan hampir “meledak.” Untuk mencegah stress semacam itu, baik suami maupun istri harus berdoa, mengatur kembali prioritas mereka dan mengikuti petunjuk-petunjuk Alkitab untuk peranan mereka masing-masing.

Konflik mengenai pembagian tugas dalam pernikahan pasti akan terjadi. Namun, jika kedua pihak tunduk kepada Kristus, konflik ini akan minim.

Kalau satu pasangan sering ribut dan panas dalam soal ini, ataupun ketika perselisihan terlihat mewarnai pernikahan, akar masalahnya biasanya bersifat rohani. Dalam keadaan begini, pasangan harus terlebih dahulu berdoa dan menundukkan diri kepada Kristus, baru kemudian berbicara kepada pasangannya dalam sikap kasih dan hormat.

Minggu, 15 Februari 2026

Memberi Dengan Sukacita Meraih Kemenangan

     Foto : Istimewa

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S. Th 

Bacaan: 2 KORINTUS 9:6-15. 

 Nas: "Lagi pula, Allah sanggup melimpahkan segala anugerah kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam berbagai perbuatan baik." (2 Korintus 9:8)

 Jemaat Korintus berjanji untuk memberikan persembahan bagi jemaat Yerusalem. Hal itu membuat Paulus membanggakan mereka di hadapan jemaat Makedonia. Bahkan, niat baik mereka juga merangsang orang lain untuk melakukan kebaikan yang sama. Namun, jemaat Korintus tidak segera mewujudkan janjinya. Karena itu, Paulus mendorong mereka untuk segera mewujudkan janjinya sambil memotivasi mereka menggunakan hukum tabur tuai. Meski demikian, Paulus tidak bermaksud mengajar jemaat Korintus untuk memberi dengan motivasi supaya mendapat imbalan atau memancing berkat yang lebih besar. Paulus menekankan semangat memberi dengan kerelaan hati, sukacita tanpa paksaan. Lagi pula, Tuhan tidak akan pernah membiarkan umat-Nya kekurangan. Ini bukan hanya berbicara tentang hal duniawi (materi), melainkan kasih karunia secara menyeluruh (hikmat, sukacita, dan damai sejahtera). Terlebih pelayanan kasih melalui pemberian berdampak melimpahkan ungkapan syukur bagi Allah. Sebab, orang yang menerima pemberian kita akan bersyukur kepada Allah. Karena pemberian yang kita bagikan, mereka juga memuliakan Allah. Tuhan memberikan kelimpahan kepada umat bukan supaya umat dapat berfoya-foya, melainkan untuk tujuan yang rohani, yakni berbagai perbuatan baik. Ini berarti bahwa sesungguhnya di balik setiap berkat yang Tuhan curahkan, ada tugas yang mesti kita emban, yaitu menjadi saluran berkat. Dengan demikian, tolak ukur berkat bagi orang percaya bukan lagi banyaknya harta yang dimiliki, melainkan banyaknya kebaikan yang dilakukan." 

 "TUHAN MELIMPAHKAN KASIH KARUNIA UNTUK DIBAGIKAN DALAM SEGALA KEBAJIKAN, BUKAN UNTUK DISIMPAN ATAU DIPAMERKAN."

  Pembacaan Setahun: Bilangan 8‐10


Sabtu, 14 Februari 2026

PUISI : PERAYAAN HUT GIDI KE-63Th 12 Februari 2026

 
      Foto : Istimewah



Spirit Penginjilan Gereja GIDI
Oleh : Yosua Noak Douw

Dari gunung yang sunyi,
dari lembah yang sepi,
lahirlah sebuah iman
yang tidak ditulis oleh tinta,
tetapi oleh air mata doa.

Bukan dari kota besar,
bukan dari bangunan megah,
melainkan dari hati yang sederhana
yang mengenal Tuhan
lebih dalam dari siapa pun.

Mereka tidak punya banyak kata,
tidak punya gelar,
tidak punya kemewahan.
Hanya satu yang mereka punya:
iman… yang menyala.

Mereka bertanya,
“Apakah masih ada orang di balik gunung?”
Dan ketika jawabannya: “Ada,”
mereka tidak menunggu,
mereka tidak ragu,
mereka pergi.

Mereka berjalan jauh,
melewati hutan,
mendaki gunung,
menyeberangi sungai,
membawa Injil
di dalam hati mereka.

GIDI lahir bukan dari rencana manusia,
tetapi dari panggilan Allah.
Bertumbuh bukan karena kekuatan,
tetapi karena kesetiaan.

Di sana,
orang-orang sederhana berkata:
“Kami berdiri sendiri.”

Bukan karena sombong,
tetapi karena yakin—
Tuhan yang memanggil,
Tuhan yang memimpin,
Tuhan yang menyertai.

Hari demi hari,
tahun demi tahun,
Injil terus berjalan.

Dari pedalaman,
ke pesisir,
dari Papua,
ke seluruh Indonesia,
bahkan sampai ke bangsa-bangsa.

GIDI bukan sekadar gereja.
Ia adalah langkah iman.
Ia adalah perjalanan kasih.
Ia adalah saksi
bahwa Tuhan bekerja
melalui orang-orang sederhana.

Enam puluh tiga tahun…
bukan waktu yang singkat.

Ada air mata.
Ada luka.
Ada pengorbanan.
Ada sukacita.

Namun satu yang tidak berubah:
Injil tetap diberitakan.
Doa tetap dinaikkan.
Tuhan tetap disembah.

Hai generasi hari ini,
dengarlah suara para perintis:

Jangan padamkan api itu.
Jangan tinggalkan panggilan itu.
Jangan tukar iman
dengan kenyamanan.

Jadilah seperti labu
yang terus merambat,
dipetik—tetapi hidup,
dihambat—tetapi bertumbuh.

Karena gereja ini
bukan milik manusia.
Gereja ini milik Kristus.

Dialah Kepala.
Dialah Penuntun.
Dialah Penjaga.

Selama Injil diberitakan,
gereja akan hidup.

Selama doa dinaikkan,
Tuhan akan bekerja.

Selama Yesus di tengah pelayanan,
GIDI tidak akan pernah hilang arah.

Hari ini,
dan sampai nanti,
dari generasi ke generasi,

biarlah satu hal tetap tinggal:
iman yang sederhana,
kasih yang nyata,
dan keberanian
untuk memberitakan Kristus.

Selamat ulang tahun, GIDI.
Engkau bukan hanya gereja,
engkau adalah rumah iman.

Engkau bukan hanya sejarah,
engkau adalah panggilan.

Dan selama Tuhan Yesus hidup,
GIDI… akan terus hidup.

Amin.


Minggu, 04 Februari 2024

Menjaga Hati


Bacaan: AMSAL 4:23

Bacaan Setahun: Imamat 11-13


Nas: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)


Menjaga Hati

Sejak menempati rumah baru, kami mendapati baju seragam putih anak-anak kami kusam, tidak putih bersinar, bak mandi lebih cepat kuning dan lantai kamar mandi lekas berlumut. Belakangan baru diketahui hal tersebut disebabkan oleh kualitas air tanah yang tidak baik, berwarna, dan berbau karat. Akhirnya, kami memasang alat pengolah air. Meskipun hasilnya tidak maksimal, sedikit banyak telah mengurangi dampak air tanah yang kualitasnya buruk. Kualitas air yang buruk berdampak buruk pula bagi beberapa hal di rumah.

Hati ibarat sumber air yang harus dijaga dengan baik seperti kata firman Tuhan. Tuhan memerintahkan kita menjaga hati di atas segalanya. Hati adalah pusat kehidupan yang menentukan jalan hidup kita. Hati penuh dosa menggerakkan tubuh kepada tindakan dosa. Hati yang bersih membawa kepada kehidupan yang berharga. Kita dapat menjaga hati kita dengan cara: memenuhi pikiran kita dengan firman Tuhan, taat kepada Allah dan melawan iblis (Yak 4:7). Begitu seriusnya dampak dari hati, demikian pula kita harus menjaganya dengan serius.

Penuhilah hati kita dengan kebenaran firman Tuhan setiap hari. Penuhilah hati dengan pengaruh dari komunitas yang benar. Hati yang penuh firman Tuhan akan membawa kehidupan kita penuh dengan syukur, mengampuni, mengasihi, melayani Tuhan dan sesama dengan ketulusan. Komunitas yang benar menolong kita belajar memiliki hati yang terarah kepada kebenaran firman Tuhan.

 

Sumber : --AWS/www.renunganharian.net

 

BEGITU SERIUSNYA DAMPAK SEBUAH HATI,

SERIUS PULA KITA HARUS MENJAGANYA."

Kamis, 01 Februari 2024

Pelayanan Menyeluruh



Ilustrasi Memberi Makan



Bacaan: LUKAS 9:10-17

Bacaan Setahun: Keluaran 28-29


Nas: Tetapi, Ia berkata kepada mereka, "Kamu harus memberi mereka makan!" (Lukas 9:13)

 

Pelayanan Menyeluruh

Terkadang ada orang yang memahami bahwa pelayanan adalah hanya sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan rohani di gereja maupun persekutuan. Pelayanan hanya terbatas, seperti, menjadi pembawa renungan, pemimpin pemahaman Alkitab, pemimpin pujian, pemusik ibadah, dan pendoa syafaat. Hanya itukah sebuah pelayanan?

Ketika orang banyak terus mengikuti Yesus, Dia tetap melayani mereka dengan menyampaikan berita tentang Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang yang sakit. Menjelang malam murid-murid-Nya meminta Yesus menyuruh orang banyak pergi agar dapat mencari tempat menginap dan makan. Tetapi alangkah terkejutnya para murid ketika Yesus mengatakan bahwa mereka harus memberi makan orang banyak itu. Para murid mungkin berpikir bahwa memberi makan bukanlah menjadi tanggung jawab mereka sebagai pelayan. Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya suatu tanggung jawab pelayanan yang lebih luas dan menyeluruh. Sebab, ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu menjenguk Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku (Mat. 25:35-36).

Ketika melihat di sekitar kita, ada banyak sekali pelayanan yang bisa kita lakukan bagi Tuhan dengan mengasihi dan menolong sesama. Ada orang-orang yang mungkin lapar, haus, telanjang, sakit, dipenjara, dan tidak punya tempat tinggal, mari kita mengambil bagian, melayani dengan menolong dan meringankan beban mereka. 


Sumber : ANT/www.renunganharian.net


Selasa, 30 Januari 2024

Kelangkaan Kasih di Dunia


Kelangkaan Kasih

Kelangkaan Kasih


Bacaan: KISAH PARA RASUL 9:36-43

Bacaan Setahun: Keluaran 36-38


Nas: Berkemaslah Petrus dan berangkat bersama mereka. Setibanya di sana, ia dibawa ke ruang atas. Semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya baju-baju dan pakaian yang dibuat Dorkas waktu ia masih bersama mereka. (Kisah Para Rasul 9:39).


Apakah yang langka di dunia ini? Mungkin terpikir oleh kita hewan-hewan yang hampir punah, seperti orangutan, vaquita (sejenis lumba-lumba) dan saola (sejenis sapi). Atau tumbuhan seperti raflesia, acung jangkung, dan rotan inun. Atau sumber daya alam seperti batu bara dan minyak bumi. Benar, memang semuanya itu langka. Namun, ada satu lagi yang kerap tidak kita sadari. Apakah itu? Kasih!

Sewajarnya jika manusia yang hidup di dunia ini mati. Namun, saat kematian terjadi pada Dorkas, orang-orang di Yope bertindak tidak wajar. Dua orang diutus kepada Petrus dengan permintaan, "Segeralah datang ke tempat kami" (ay. 38). Kebetulan Petrus berada di Lida, tidak jauh dari Yope. Begitu Petrus tiba di situ, datang semua janda berdiri dekatnya dan menangis (ay. 39). Terlihat hati tidak rela ditinggal mati oleh perempuan itu. Seakan mereka semua berkata kepada Petrus, "Tolong lakukan sesuatu untuk kami!" Dapat dimengerti mereka bertindak demikian karena selama hidupnya Dorkas telah melakukan hal yang langka. Ia menabur kasih dengan banyak sekali berbuat kebaikan dan memberi sedekah (ay. 36). Bagi para janda yang mayoritas ialah kaum papa, Dorkas membuatkan baju dan pakaian.

Banyak orang mengaku sebagai anak Tuhan, tetapi kehilangan kasih. Sungguh menyedihkan mengetahui kasih ternyata langka mengingat anak Tuhan dikenal sebagai pembawa kasih. Rindukah kita membalik kenyataan ini? Rindukah kita mengubah "langka" menjadi "limpah"? Sekiranya ya, maka mulai hari ini mari menabur kasih dalam kehidupan sehari-hari. Perbuatlah kebaikan dan tunjukkan kemurahan hati. Hiburkan mereka yang susah, topanglah mereka yang lemah, bantulah mereka yang menderita.


Ayat Alkitab: KISAH PARA RASUL 9:36-43

9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita--dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.

9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.

9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami."

9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.

9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.

9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.

9:42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

9:43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit."

 

Sumber : www.renunganharian.net


Senin, 29 Januari 2024

Ketaatan dan Menjatuhkan Hukuman


Ilustrasi Menjatuhkan Hukuman



Bacaan: IBRANI 8

Bacaan Setahun: Keluaran 33-35

Nas: Ketika Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Apa yang telah menjadi tua dan usang, akan segera lenyap. (Ibrani 8:13)


Sudah Usang


Dulu kita menggunakan telepon rumah, telepon umum, atau pergi ke wartel untuk menelepon. Kini, kebanyakan orang menggenggam telepon di tangannya masing-masing. Kita hidup dengan teknologi yang lebih baru. Perangkat kuno tadi sudah ketinggalan zaman, sudah usang.

Perjanjian Baru jauh lebih agung daripada Perjanjian Lama, yang menuntut ketaatan sempurna dari orang-orang yang tidak sempurna. Dalam Perjanjian Baru, Yesus sebagai Imam Besar mempersembahkan persembahan yang sempurna. Melalui ketaatan-Nya, orang-orang yang percaya kepada-Nya mendapatkan pembenaran.

Allah juga menuliskan hukum-Nya dalam akal budi dan hati orang percaya (ay. 10). Menurut Yeremia 31:34, hukum ini membuat orang mengenal Allah tanpa perlu diajari oleh orang lain. Nubuatan ini mengacu pada "hukum Roh yang memberi hidup" (Rm. 8:2). Roh Kuduslah yang mengajarkan segala sesuatu kepada kita (Yoh. 14:26). Kita tidak lagi diatur oleh hukum yang tertulis pada loh batu, tetapi dipimpin oleh Roh Kudus yang tinggal di dalam hati kita.

Martin Luther menggambarkan perbedaan antara Perjanjian Lama dan Baru sebagai berikut, "Hukum Taurat berkata, 'Lakukan hal ini, ' dan hal tersebut tidak pernah terlaksana. Anugerah berkata, 'Percayalah akan hal ini, ' dan segala sesuatunya sudah diselesaikan." Apakah kita menjalani hidup ini dengan cara lama-mengandalkan ketaatan pribadi pada aturan-aturan agamawi-ataukah dengan cara baru-mengandalkan anugerah dan pimpinan Roh Kudus? 


Sumber : ARS/www.renunganharian.net


* * *

HUKUM TAURAT MENUNTUT KETAATAN DAN MENJATUHKAN HUKUMAN,

ROH KUDUS MEMBERIKAN HIDUP DAN MENYEDIAKAN KEMERDEKAAN"

Senin, 30 Agustus 2021

PENGANIAYAAN YANG BERBALIK


Ilustrasi-penganiayaan-terhadap-seorang-pria



Bacaan: 1Petrus 2:18-25
NATS: Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya (1Petrus 2:21)

Pada tahun 64 M, Roma dibakar. Beberapa hari kemudian, dua per tiga dari kota itu tinggal puing-puing yang membara. Desas-desus yang tersebar mengatakan bahwa Kaisar Nero yang telah membakar kota itu sebab ia ingin membangunnya kembali dan menamai kota itu dengan namanya sendiri. Karena ia memerlukan kambing hitam untuk melepaskan diri dari kursi panas yang terkenal itu, ia memilih menyalahkan minoritas yang tak berdaya dan tak disukai orang, yaitu orang-orang kristiani. Kemudian, ia memulai penganiayaan yang begitu dahsyat sehingga ia disebut sebagai antikristus yang pertama. Orang-orang meyakini bahwa Petrus dan Paulus mati sebagai martir pada waktu itu. 

Karena kekristenan merupakan hal baru dan pengikutnya relatif sedikit, perlakuan sadis yang dilancarkan Nero kepada orang-orang beriman, termasuk memakai mereka sebagai obor-obor hidup untuk menerangi taman istananya, berlangsung tanpa perlawanan yang berarti. 

Meskipun demikian, penganiayaan tersebut akhirnya berbalik arah. Bukannya menjadi semakin lemah, kepercayaan yang baru itu malah semakin kuat. Sejarah mengisahkan kepada kita bahwa beberapa abad kemudian kekristenan menjadi begitu berpengaruh sehingga Kaisar Konstantin menjadikannya agama resmi Kekaisaran Roma. 

Allah selalu mempunyai maksud dalam setiap penganiayaan. Dia akan memakainya untuk kebaikan apabila kita mau mengikuti teladan Kristus, "ketika Ia menderita ... menyerahkan diri-Nya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil" (1Petrus 2:23).


LEBIH BAIK MENDERITA KARENA KRISTUS DARIPADA KRISTUS MENDERITA KARENA KITA

Rabu, 31 Maret 2021

Apa yang Begitu Baik tentang Jumat Agung?

 



Apa itu Jumat Agung dan mengapa kita menyebut Jumat Agung "Agung", sementara itu merupakan sebuah peristiwa yang gelap dan suram untuk memperingati hari kesengsaraan dan kematian Yesus?

Bagi orang Kristen, Jumat Agung adalah sebuah hari yang sangat penting dalam setahun karena merayakan apa yang kita percayai sebagai minggu yang paling penting dalam sejarah dunia. Sejak Yesus mati dan bangkit, orang Kristen memproklamirkan salib dan kebangkitan Yesus sebagai titik balik yang menentukan bagi semua ciptaan. Paulus menganggapnya sebagai "yang terpenting" bahwa Yesus mati untuk dosa kita, dikuburkan, dan bangkit pada hari yang ketiga, semua sesuai dengan yang Allah janjikan di seluruh Kitab Suci (1 Korintus 15:3).

Pada hari Jumat Agung, kita mengingat hari ketika Yesus rela menderita dan mati disalibkan sebagai korban terbesar untuk dosa-dosa kita (1 Yohanes 1:10). Dilanjutkan dengan Paskah, perayaan mulia akan hari ketika Yesus dibangkitkan dari antara orang mati, menggembar-gemborkan kemenangan-Nya atas dosa dan kematian, dan menunjukkan kebangkitan pada masa yang akan datang bagi semua yang dipersatukan dengan-Nya dalam iman (Roma 6:5).

Arti Sebutan "Jumat Agung"

Tetap saja, mengapa kita menyebut hari kematian Yesus dengan "Jumat Agung", bukannya "Jumat Buruk" atau sesuatu yang mirip semacam itu? Tradisi Kristen melakukan pendekatan ini: di Jerman misalnya, hari itu disebut Karfreitag, atau "Jumat Penuh Sengsara." Dalam Bahasa Inggris, sesungguhnya, istilah asli "Agung" diperdebatkan: beberapa orang yakin itu dikembangkan dari sebutan yang ada sebelumnya, "Jumat milik Allah." Terlepas dari asal-usulnya, sebutan Jumat Baik sepenuhnya tepat karena kesengsaraan dan kematian Yesus, yang memang mengerikan, melambangkan puncak rencana Allah yang dramatis untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.

Rencana Penebusan Allah

Agar kita bisa memaknai kabar baik Injil, pertama-tama kita harus mengerti kabar buruk tentang kondisi kita sebagai orang berdosa yang ada di bawah kutukan. Kabar baik tentang pembebasan hanya masuk akal begitu kita melihat betapa terbelenggunya kita. Cara lain untuk mengatakan ini adalah penting untuk mengerti dan membedakan antara hukum Taurat dan Injil dalam Kitab Suci. Kita membutuhkan hukum Taurat terlebih dahulu untuk menunjukkan betapa tidak berdayanya kondisi kita; kemudian Injil anugerah Yesus datang dan membawa kelepasan dan keselamatan bagi kita.

Demikian juga, Jumat Agung adalah "agung" karena sama seperti mengerikannya hari itu, kengerian itulah yang seharusnya kita alami agar menerima sukacita Paskah. Murka Allah atas dosa harus ditumpahkan kepada Yesus, korban pengganti yang sempurna, agar pengampunan dan keselamatan dicurahkan untuk bangsa-bangsa. Tanpa hari yang sangat mengerikan dari penderitaan, kedukaan, dan darah yang tercurah di kayu salib, Allah tidak akan menjadi "benar dan juga Pembenar" bagi mereka yang percaya kepada Yesus (Roma 3:26). Paradoksnya, hari yang tampaknya menjadi kemenangan iblis yang terbesar, sebenarnya adalah pukulan maut dalam rencana baik Allah yang mulia untuk menebus dunia dari perbudakan dosa.

Kebenaran Sejajar dengan Belas Kasihan

Salib adalah tempat kita melihat perjumpaan antara penderitaan dahsyat dan pengampunan Allah. Mazmur 85:10 menyanyikan sebuah hari ketika "kebenaran dan damai sejahtera" akan "bercium-ciuman". Salib Yesus adalah tempat di mana itu terjadi, syarat Allah, kebenaran-Nya, setara dengan belas kasihan-Nya. Kita menerima pengampunan, belas kasihan, dan damai sejahtera ilahi karena Yesus rela menggantikan hukuman Allah atas kita karena kebenaran Allah bertentangan dengan dosa. "Demi sukacita yang ditetapkan bagi-Nya" (Ibrani 12:2) Yesus menanggung salib pada hari Jumat Agung, tahu bahwa itu akan menuju kepada kebangkitan-Nya, keselamatan kita, dan awal pemerintahan Allah atas kebenaran dan damai sejahtera.

Jumat Agung melambangkan hari ketika murka dan belas kasihan bertemu di kayu salib. Itulah sebabnya, mengapa Jumat Agung begitu gelap sekaligus begitu Agung.

Sebuah Doa Jumat Agung

Hari ini, ya Tuhan, aku mohon agar Engkau mengajarku untuk berduka. Jangan biarkan aku terburu-buru untuk mengalami Paskah pada hari Minggu terlalu cepat. Berikanku anugerah untuk tetap tinggal di sana, di tempat kedukaan bertemu dengan penebusan. Jadikan kematian-Mu sangat nyata bagiku seperti kebangkitan-Mu. Biarlah aku selalu dekat ke salib.

Saat aku menanti di kaki salib, ya Tuhan, singkapkan sekali lagi kepadaku betapa mahalnya harga yang harus dibayar karena dosa-dosaku. Jangan biarkan aku hidup dalam dunia khayalan yang akhir bahagia Paskah membuat keegoisanku menyimpang. Ingatkan aku bahwa anugerah-Mu yang sempurna diperoleh dengan harga yang termahal. Ampuni aku ada masa-masa ketika aku hidup seakan-akan dosa bukanlah sesuatu yang serius, seakan-akan Jumat Baik tidak pernah benar-benar terjadi.

Penuhi aku dengan sukacita dan dukacita, rasa takut dan rasa syukur yang hadir sebelum penguburan Jumat Agung: sukacita karena kemenangan-Mu, dukacita karena kematian-Mu, rasa takut karena kekudusan-Mu, rasa syukur karena anugerah-Mu. Jangan biarkan aku hanya menempatkan salah satu dari emosi-emosi itu dengan mengurbankan yang lain. Beri aku hati yang cukup besar untuk memegang semuanya dengan erat. Jadikanku cukup berani untuk mengejar kebenaran yang benar-benar sejati, bukan hanya kebenaran yang sesuai dengan keinginanku.


Sumber : Wanita Sabda. org

Minggu, 05 Juli 2020

Mengenal Tuhan Yang Benar


Oleh :Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Maando

Syalom...!!!
Salam sejahtera di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita keluarga Allah. Saudara- saudari ku yang terkasih, marilah saat ini kita patut bersyukur kepada Tuhan karena berkat kasih sayang dan pemeliharaanNya kita masih ada dalam kondisi yang aman dan selamat dari segala serangan covid 19. Pagi hari ini kita diberi kesempatan untuk memuliakan Allah melalui Ibadah Raya Minggu 5 Juli 2020. Karena itu, marilah saudara- saudari ku Keluarga Allah, kita merenungkan Firman Allah yg terambil dari Alkitab:
  • Hosea 6:1-6
  • Ayat Nast 6:3
  • Tema : "MENGENAL TUHAN YANG BENAR"

Banyak orang Kristen yang merasa dirinya sudah mengenal Tuhan Allah dengan baik, dibuktikan dengan rajin beribadah, terlibat dalam pelayanan dan memberi persembahan banyak. Pada hal hal-hal tersebut tidak menjamin sepenuhnya bahwa seseorang memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan Allah. Apa yang dimaksud dengan "mengenal" bukanlah sekedar tahu, tetapi lebih dari itu, yaitu "memiliki hati yang melekat pada Tahun Yesus Kristus dan ada persekutuan yang karib dengan Dia yang terjadi terus-menerus. Bila hanya sekedar tahu saja, orang tidak akan mengetahui isi hatiNya dan semua karakterNya. 

Ada beberapa tokoh pahlawan iman Kristen menjadi contoh dalam mengenal Tuhan Allah dan hidup melekat kepadaNya. Hidup yang melekat kepada Tuhan berarti orang percaya tidak pernah melakukan kesalahan atau dosa, tetapi mereka punya hati yang selalu mau dibentuk, ditegur, dan dikoreksi, serta punya kerendahan hati untuk jujur mengakui setiap kesalahan dan kelemahan jatuh dalam dosa.
Ada beberapa berkat yang luar biasa bagi orang yang mengenal Tuhan Yesus dengan benar, yaitu:

1. Tuhan Allah selalu melindungi dan membentengi hidupnya. (Bacalah Mazmur 91:14).

2. Tuhan Allah selalu mendengar dan menjawab doa-doanya. Orang yang mengenal Tuhan Allah dengan benar, doanya pasti dijawab oleh Tuhan, sebagaimana yang Tuhan telah Firman kepada Nabi Yeremia. (Bacalah, Yeremia 29:12-13). 

3. Tuhan memberkati dgn umur panjang (Maz.91:16), meliputi: kesehatan dan damai sejahtera (Amsal 3:2).

4. Memperoleh keselamatan hidup kekal (Maz 91:16; Yos 1:6; Yoh 3:15; I Yoh 5:11,12). Ada jaminan keselamatan dan hidup kekal bagi orang-orang yang mengenal dan menerima Tuhan Yesus Kristus selalu juruselamat pribadinya.

Oleh karena itu, marilah kita selalu dan semakin bersungguh-sunguh memiliki hubungan intim di dalam Tuhan Yesus lebih lagi. Mengenal Tuhan Allah berarti mengerti isi hatiNya, mengerti kehendakNya, mengerti rencanaNya, menyesuaikan setiap langkah hidupNya dan tekun menuruti Firman-Nya serta berusaha untuk tidak menyakiti hati mengecewakan Tuhan dengan ketidaktaatan.
KALAU KITA MENGENAL TUHAN DENGAN BENAR, PASTI KITA DIKASIHINYA!... Amin.

Akhirnya kami gembala jemaat pribadi, Keluarga dan BPH menyampaikan selamat beribadah kepada Tuhan Allah di dalam Roh dan Kebenaran dan Selamat menjaga kesehatan jasmani dan rohani dalam kehidupan pribadi, Keluarga, kelompok di tempat tinggal masing-masing Semoga Doa syafaat kami Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati kita. .

Minggu, 28 Juni 2020

Penderitaan Kristus Menjadi Teladan


Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado


Syalom....!!!!!
Salam sejahtera di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita bagi keluarga Allah. Saudara-saudara ku yang terkasih, marilah saat ini kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena berkat kasih sayang dan pemeliharaanNya kita masih ada dalam kondisi yang aman dan selamat. Pagi hari ini kita telah diberikan kesempatan untuk memuliakan Allah melalui Ibadah Raya Minggu Tanggal 28 Juni 2020.
Oleh karena itu, saudara-saudari ku Keluarga Allah Marilah kita merenungkan Firman Allah yang terambil dari : 
• 1 Petrus 3:18-22
• Ayat Nast 3:18
• Tema: "PENDERITAAN KRISTUS MENJADI TELADAN"

Saudara-saudariku Keluarga Allah yang saya kasihi, renungan Firman Allah saat ini bertolak dari Matius 16: 18,  Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, "Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jeamaatKu". 
Ketika Petrus menulis bagian ini, ia sama sekali tidak mengira bahwa akan dikelompokkan sebagai salah satu bagian yang paling sukar dalam Perjanjian Baru. Para penafsir yang baik dan saleh telah bergumul ayat-ayat ini, berdebat dan saling berbeda pendapat dan tidak selalu memberikan pertolongan rohani yang berarti. Kini kita ingin mendapatkn pertolongan  Allah yang diberikan Petrus untuk mendorong orang-orang Kristen yg sedang mengalami penderitaan. 

Bagian ini ada tiga pelayanan yang berbeda. Jika kita mengalami ada Pelayanan yg berbeda, kita akan lebih mampu mengikuti penderitaan di dalam kehendak Allah dan memuliakan Kristus. Petrus menampilkan Yesus Kristus sebagai teladan yang sempurna telah diperlakukan secara tidak adil, namun Yesus tetap taat kepada Allah melalu:

1). KEMATIAN YESUS KRISTUS (ay 18). 

Dalam ayat 17 Petrus menyebut tentang penderitaan, karena berbuat baik bukan karena berbuat jahat. Petrus menunjukkan Yesus Kristus sebagai teladan. Dan memang Yesus Kristus adalah teladan yang benar (Kis 3:14), tetapi Yesus diperlakukan dengan tidak benar. Mengapa demikian? Karena Yesus mati bagi orang yang benar dan membawa mereka kepada Allah! Yesus mati sebagai pengganti orang berdosa (1 Pet 2:24), Ia mati hanya satu kali (Ibr 9:24-28). Pengertian lain Yesus mati menderita atas perbuatan baik. Ia mati bukan atas dosa-dosa Dia sendiri, karena Dia tidak pernah berbuat dosa (1Pet 2:22). 

Ungkapan "membawa kita kepada Allah" merupakan istilah tehnis yang berarti "memperoleh dukungan di pengadilan". Karena karya Kristus di kayu salib, maka kini kita telah beroleh jalan masuk kepada Allah (Ef. 2:18; 3:12). Kita boleh datang penuh dengan keberanian untuk menghampiri tahtaNya (Ibr 10:19 dst)! 
Kita juga beroleh jalan masuk kepada kasih karunia-Nya yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari (Rum 5:2). Ketika tirai Bait Allah terbelah dua hal itu melambangkan jalan baru dan jalan itu terbuka  bagi manusia kepada Allah hanya melalui Yesus Kristus.

2). PROKLAMASAI YESUS KRISTUS (Ay. 19-20).

Ungkapan "yang telah dibangkitkan menurut Roh" yang telah menimbulkan persoalan bagi manusia. Tetapi Kebenaran bagian  lain bisa menguatkan bahwa: "Dibunuh berkenaan dengan tubuh jasmani tetapi dibangkitkan berkenaan dengan roh." Dalam hal ini yang berlawanan adalah soal daging dan roh, seperti halnya dalam (Mat 26:41 dan Rom 1:3-4) & bukan tubuh manusiawi Kristus dan Roh Kudus.

Tuhan Yesus mempunyai tubuh jasmani (Mat 26:26), jiwa (Yoh 12:27), dan roh (Luk 23:46). Dia bukanlah Allah yang mendiami manusia, tetapi Dialah manusia sekaligus Allah yang sesungguhnya. Saat Ia mati, Ia menyerahkan rohNya kepada Allah Bapa (Luk 23:46; Yak 2:26). Bagaimana pun juga terbukti bahwa jika Ia "telah dibangkitkan menurut Roh", pasti pada suatu saat rohNya pernah mati. Mungkin hal itu terjadi ketika Ia menjadi berdosa krn kita dan ditinggalkan oleh BapaNya (Mar 15:34; 2 Kor 5:21). Ungkapan "yang telah dibangkitkan menurut Roh" bukan berarti kebangkitan Karena kebangkitan itu berhubungan dengan TUBUH.

Jadi, di kayu salib Tuhan Yesus yang telah menderita dan mati. TubuhNya dibunuh, dan rohNya mati ketika Ia dijadikan berdosa karena kita. Walaupun demikian rohNya telah dibangkitkan dan Ia menyerahkannya kepada Allah Bapa. Beberapa saat antara kematianNya dan kebangkitanNya, Yesus telah mengadakan suatu proklamasi secara khusus kepada "roh-roh yang ada dalam penjara". 
Yang mengatakan bahwa 'roh-roh yang di dalam penjara" ini adalah roh-roh orang berdosa yang telah meninggal dunia yg di alam maut (dunia orang mati=Hades), kepada mereka Yesus memberitakan kabar kesukaan tentang keselamatan. Yesus memberitakan suatu deklarasi kemenangan atas Iblis dan para pengikutnya melalui kematian di kayu salib.

3). KEBANGKITAN YESUS KRISTUS (ay. 21).

Kematian terjadi apa bila roh meninggalkan tubuh (Yak 2:26), maka kebangkitkan mencakup kembalinya roh ke dalam tubuh (Luk 8:55). Allah Bapa membangkitkan Yesus dari antara orang mati (Rom 6:4; 8:11), tetapi Anak Allah juga memiliki wewenang untuk membangkitkan diriNya sendiri (Yoh 10:17-18). Hal ini suatu mujizat! Karena kebangkitkanNya, orang Percaya kepada Yesus Kristus memilki "hidup yang penuh dgn pengharapan" (1Pet 1:3-4). 

Janganlah mengecilkan pentingnya kebangkitkan Yesus Kristus. KebangkitanNya menyatakan bahwa Ia adalah Allah (Rom 1:4), pekerjaan keselamatan telah digenapi dan digenapi Allah Bapa (Rom 4:25), dan bahwa maut telah dikalahkan (1 Tes 4:13-18; Wah 1:17-18). Pekabaran Injil mencakup juga hal kebangkitkan (1Kor 15:1-4) karena seorang Juruselamat yang mati tidak dapat menyelamatkan seorang pun. Hanya Kristus yang bangkitlah yang memberi kita kuasa yang kita perlukan sebagai dasar untuk hidup dan pelayanan sahari-hari kita (Gak 2:29).

4). KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SORGA (ay 22).

Empat puluh hari setelah kebangkitkan Yesus, menampakkan diri kepada para muriNya dalam menguatkan hati dan menyenangkan imannya, Yesus naik ke surga duduk di tahta sebelah kanan Allah Bapa, penuh kemuliaan (Maz 110:1; Kis 2:34-36; Fil 2:5-11). Orang-orang percaya akan mendapat tempat bersama-sama dengan Dia di surga (Efe 2:4-6) dan melalui karyaNya kita bisa hidup dan berkuasa (Rom 5:17). Ia melayani jemaatNya sebagai imam besar Agung (Ibr 7:25; 4:14-16) dan Ia menjadi pengantara kita. Ia juga telah berjanji menyiapkan suatu tempat bagi umatNya (Yoh 14:1-6) dan pada suatu saat Ia akan datang kembali untuk menjemput dan membawa pulang anak-anakNya ke tempatNya.

Pokok utama yang harus ditekankan disini adalah kemenangan Kristus yang sempurna atas segala "malaikat, kuasa, dan kekuatan" (1 Pet 3:22), juga menunjuk kepada roh-roh jahat dan kepada Iblis (Efe 6:10-12; Kol 2:15). Para Malaikat yang tidak berdosa selalu taat kepada Dia. Sebagai orang-orang  percaya atau nak-anak Allah kita tidak berperang untuk memperoleh Kemenhan, tetapi dari kemenangan s/d kemenangan yang luar biasa, yang telah diperoleh Yesus Kristus untuk kita dalam kematianNya, kebangkitkanNya dan kenaikanNya. Amin.

Akhirnya kami gembala jemaat pribadi, Keluarga dan BPH menyampaikan selamat beribadah kepada ALLAH dan selamat menjaga kesehatan rohani dan jasmani secara pribadi, keluarga, dan kelompok di tempat tinggal masing-masing Semoga Doa syafaat kami Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati kita. "IMANUEL "

Minggu, 21 Juni 2020

Pertobatan Sejati


Pertobatan Sejati

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado


Syalom....!!!!
         Salam sejahtera bagi kita keluarga Allah di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita. Marilah saat ini kita patut bersyukur kepada  Tuhan, Karena berkat penyertaanNya kita masih ada dalam kondisi yang aman dan selamat dan pagi hari ini kita boleh ada mengadakan Ibadah Raya Minggu tanggal 21 Juni 2020. 
Oleh karena itu, saudara-saudra ku Keluarga Allah saya mengajak kita merenungkan Firman Allah yg terambil dari Alkitab dari :
✓ Injil Matius 4:12-17
✓ Ayat Nast 4:17
✓ Tema: "PERTOBATAN YANG SEJATI".

Saudara-saudara ku Keluarga Allah yang saya kasihi, renungan Firman Allah saat ini seruan untuk 'bertobat'. Karena 'Bertobat' adalah perkataan yang pertama disampaikan oleh Tuhan Yesus pada saat Ia memulaikan Pelayanan dan tema utama dalam PelayananNya di bumi. Berita tentang pertobatan ini juga yang diseru-serukan oleh Yohanes Pembaptis di Padang gurun Yudea, di awal pelayanan & tema utama pelayanannya kepada umat Israel. Jadi sebenarnya hidup dalam pertobatan adalah kehendak Tuhan Allah bagi semua orang, terutama kita yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus, sebab yang menjadi dasar pertobatan sejati adalah mempunyai iman yang benar kepada Tuhan Yesus Kristus.

Untuk menuju kepada  pertobatan yang sejati ada beberapa langkah yang harus kita perhatikan: 

1). Kita harus menyadari bahwa diri kita ini adalah orang berdosa. Ada banyak orang menganggap dirinya orang yang benar dan suci sehingga ia merasa bahwa dirinya tidak perlu bertobat. Pengakuan jujur sbg orang berdosa yang memerlukan pengampunan dosa dari Tahun Yesus adalah langkah awal pertobatan. Pengakuan diri kita orang berdosa secara jujur adalah bukti bahwa kita rela mau merendahkan diri di hadapan Tuhan Yesus Kristus, sebab "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan Kebenaran tidak ada di dalam kita" (1 Yoh 1:8). Apa bila kita mau datang kepada Tuhan Yesus dan mengakui segala dosa kita, "...maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan". (1 Yoh 1:9). 
Bahkan Nabi Yesaya dalam  nubuatannya berkata "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba". (Yes 1:18). Itulah sebabnya, kita harus percaya dan mengakui bahwa Yesus telah mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita, dikuburkan dan bangkit pada hari yang ke tiga, akhirnya telah mengalahkan kuasa maut yaitu Iblis.

2). Kita harus mengaku dengan mulut & percaya Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat.  Sebab Rasul Paulus berkata "... dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan". Jadi kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik kita, tetapi semata-mata karena anugerahNya. Hal tersebut tertulis dalam, "...kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaan mu: jangan ada orang yang membanggakan diri" (Efe. 2:8-9). 
Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus, berarti mau hidup hanya dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak lagi hidup menurut jalan kehendak hati kita sendiri. Dalam Amsal 3:5-6 dikatakan bahwa: percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dlm segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu". Jika kita hidup seturut dengan Firman Allah dan mau hidup ini hanya dipimpin oleh Roh Kudus, perjalanan kita tidak akan tersesat. "Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat" (Amsal 10:17).

3). Kita harus berbalik arah hidup dari segala perilaku yang jahat. 
Berarti kita berbalik dari  kesukaan melakukan segala dosa kepada harus membenci segala perilaku berbuat dosa dan selalu suka hidup dalam kebenaran, yang artinya selalu hidup dalam ketaatan. Ketika hidup dalam ketaatan, kita sedang hidup dalam perjanjian berkat Tuhan; kita akan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan. Dengan kata lain kita menikmati berkat-berkat yang disediakan Tuhan sebagai upah dari ketaatan kita. 

Berbalik dari perilaku yang jahat berarti menanggalkan manusia atau cara hidup yang lama dan menggenakan cara hidup manusia yang baru, seperti ada tertulis: "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2 Kor 5:17). Berbalik dari perilakunya yang jahat juga berarti, sikap hidup yang tegas terhadap dosa-dosa dan tidak kompromi dengan dosa lagi. 
Seperti dorongan Firman Allah, "...barang siapa yang benar, biarlah ia terus berbuat Kebenaran; barang siapa yang Kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya! (Wahyu 22:11). Kasih sayang Tuhan Yesus itu tidak terbatas, dengan penuh kesabaran Ia menunggu anak-anak-Nya berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Karena itu janganlah sia-siakan waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan. 

Saudara-saudari ku yang terkasih, Firman Allah hari ini  telah datang dan kita sudah merenungkan masing-masing, bahkan Firman Allah juga mengarahkan sesuai dengan kondisi kehidupan rohani kita. Pertanyaannya saat ini, kah kita mengalami pertobatan sejati? Karena pertobatan sejati pasti menghasilkan buah-buah Roh dan buah-buahan itu berdampak atau berguna bagi  orang-oranh lain yang ada di sekitar kita.

Percaya kepada Tuhan Yesus Kristus berarti menyerahkan seluruh segenap jiwa dan raga hidup hanya kepada Dia.
Karena itu, dengarlah ajakkan Firman Allah: "Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, Firman Tuhan, dan janganlah menjamah  apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu". (2 Korentus 6:17). Amin.

Akhirnya kami sebagai gembala jemaat; pribadi dan keluarga menyampaikan Selamat Beribadah dan selamat menjaga kesehatan rohani dan jasmani secara; pribadi, Keluarga dan kelompok di tempat tinggal masing-masing,  Semoga Doa syafaat kami, Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati kita. IMANUEL

Senin, 01 Juni 2020

Sukacita Iman atau Rohaniah Yang Melimpah Bag. Kedua

Ilustrasi Pencurahan Roh Kudus

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S.Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado

SYALOM......
Salam sejahtera bagi kita keluarga Allah di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan, kerena hari ini Tuhan Yesus telah tibahkan kita hari pertama bulan Juni 2020, juga kita dalam suasana sukacita merayakan PASKAH KE DUA bagi kita keluarga Allah. 

Oleh karena itu saya mengajak kita untuk memuliakan Tuhan Allah melalui merenungkan Firman Allah, lanjutan ibadah Paskah Pertama; kemarin terambil dari : 
✓ Kisah P Rasul 2:1-40
✓ Ayat Nast KPR 2:4,14
✓ Tema: "SUKACITA IMAN/ROHANI YANG MELIMPAH"

Saudara- saudari ku Keluarga yang terkasih, renungan Firman Allah hari ini adalah lanjutan dari renungan ibadah paskah pertama dari Alkitab teks dan tema yang sama tersebut di atas dalam dua bagian, diantaranya; 
1. Hari Pentakosta adalah Baptisan Api Roh Kudus (ayat 1-13).
2. Hari Pentakosta adalah Dampak Pekerjaan Roh Kudus (ayat 14-40).
Oleh karena itu, hari ini Paskah ke dua kita bersama-sama  merenungkan poin yang ke dua...

II. HARI PENTAKOSTA ADALAH DAMPAK PEKERJAAN ROH KUDUS  (ayat 14-40). Ay. Nast 14.

Saudara-saudariku yang terkasih di dalam kasih Kristus, Hari Pentakosta merupakan peristiwa yang sangat menggemparkan di kota Yerusalem, dan menjadi titik balik bagi kehidupan orang percaya pada jemaat Gereja mula-mula. Pada saat itu jumlah orang yang berkumpul dan berdoa menantikan janji Tuhan Yesus adalah 120 orang. Kesemuanya itu mengalami lawatan Tuhan melalui pencurahan Kuasa Roh Kudus. 
Salah seorang dari semua orang percaya yang menantikan janji Tuhan itu adalah Petrus, murid Yesus yang semula menyangkal Dia sebanyak tiga kali; setelah mengalami jamahan Kuasa Roh Kudus hidupnya berubah 180 derajat. Petrus yang dahulunya dihantui oleh perasaan ragu dan takut yang menyebabkannya menyangkal Yesus telah diubahkan menjadi sosok pribadi yang benar-benar  berbeda. Ia mengasihi Tuhan Yesus Kristus dengan penuh totalitas dan berani menghadapi resiko apa pun karena imannya yang sungguh-sungguh, di hadapan ribuan orang Petrus bersaksi tentang Kristus, karyaNya, KebenaranNya, dan kedasyatan kuasaNya. "Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yg kamu tahu" (KPR 2:22).
Hal itu menunjukkan bahwa tidak ada kemampuan dan kekuatan dari diri kita sedikit pun untuk kita dapat bertumbuh dan mengalami pembaharuan, terlebih untuk kita dapat melakukan apa yang menjadi kehandak Allah, untuk dapat menjadi penurut-penurut Tuhan, apa lagi dipercaya untuk menjadi kawan sekerja Allah di ladangNya, kecuali oleh pertolongan Kuasa Roh Kudus dan pengurapanNya.  
Alkitab telah mencatat bahwa setelah mendengar khotbah dari Petrus banyak orang dapat mengalami pertobatan karena Kuasa Roh Kudus. "Orang-orang yang menerima perkataan itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa."( KPR 2:41). 
Kegerakan rohani Kristen terjadi,  Jemaat mula-mula sangat benar-benar mengalami kasih mula-mula kepada Tuhan, setiap hari mereka bertekun dalam pengajaran, bersekutu, dan bersehati sepikir untuk berdoa di rumah Tuhan, serta bertambah banyak orang yang telah diselamatkan. 

"Melalui karya Roh Kudus, kita telah memiliki pengharapan yg baru dan pasti, karena karya Roh Kudus itu akan terus memperbaharui dan menjadikan kita ciptaanNya yang baru dan kehadiran Roh Kudus di dalam hati setiap orang percaya, akan selalu menghasilkan kuasa dan mujizat-mujizat bagi umat Allah di muka bumi.

Akhirnya kami selaku pelayan Tuhan bersama keluarga, menyampaikan Selamat memperingati PENCURAHAN KUASA ROH KUDUS untuk menolong GerejaNya dalam karya menjanhkau jiwa-jiwa guna perluasan Kerajaan Allah. "IMANUEL"

Minggu, 31 Mei 2020

Sukacita Iman atau Rohaniah Yang Melimpah | Bag. Pertama

Ilustrasi Pencerahan Roh Kudus

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S.Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado

SHALOM... TerPujilah Tuhan Yesus Kristus! Salam sejahtera bagi kita keluarga Allah. Marilah kita patut bersyukur atas rahmat dan anugerahNya telah menyertai kita sampai pagi hari Minggu ini dengan kondisi yang aman dan selamat. 

Hari ini adalah seluruh umat manusia yang telah menjadi anak-anak Allah dengan sukacita iman memuliakan Anak Allah, Tuhan Yesus atas karyaNya yang telah rela berkorban untuk kita ( kelahiran di kandang yang hina, kematianNya menderita disalibkan, dikuburkan di dalam kuburan orang mati dan KebangkitanNya kubur kosong) dan hari ini kita memperingati hari PENCURAHAN KUASA ROH KUDUS sesuai dengan janjiNya. 
Bapak/ibu/sdr/i yang kami kasihi di dalam Tuhan Yesus Kristus, marilah kita dengan sukacita merenungkan Firman Allah yang terambil dari: 
Kisah Para Rasul 2:1-40
✓ Ayat Nast (KPR 2:4,14)
✓ Thema : "SUKACITA IMAN / ROHANIAH YANG MELIMPAH"

Saudara-saudariku Keluarga Allah yang terkasih, bahwa "Pentakosta" merupakan peristiwa penting yang menggemparkan dan membuat tercengang seluruh penduduk di kota Yerusalem, karena dari peristiwa penting ini terjadi kegerakan rohani yang luar biasa. 
Hal ini adalah penggenapan dari perkataan Yesus Kristus sebelum Ia terangkat naik ke Sorga, "kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan samaria dan sampai ke ujung bumi."(KPR 1:8).

Oleh karena itu, dalam perayaan memperingati Pentakosta kali ini kita merenungkan dua hal penting yang memberi motivasi dan menguatkan hati dan iman kita: 

I. HARI PENTAKOSTA KENYATAAN BAPTISAN ROH KUDUS ( Ayat 1-13 ).

Saudar/i dalan kasih Kristus, kita perhatikan ayat 4, "Maka penuhlah mereka dgn Roh Kudus..." Dalam Perjanjian Lama, Bahasa Ibrani (shavouth) yang artinya masa raya 7 Minggu, ditandai dengan dibawanya persembahan  pemuaian hasil hulu yang dikenal sebagai 'bikkurim', artinya persembahan hasil hulu kedua. Dalam perhitungan tradisi bangsa  Israel, puncak perayaan ini adalah saat di mana Tuhan menurunkan 10 hukum Taurat kepada Musa di gunung Sinai, tepat pada hari ke 50 sesudah Paskah atau tepat sesudah perayaan buah sulung.
Hari raya ini populer dengan  nama Pentakosta dalam Perjanjian Baru. Hari Pentakosta adalah hari pencurahannya Kuasa Roh Kudus untuk menyertai kehidupan umat Allah. 
Ini merupakan penggenapan nubuat dari Nabi Yoel (Yoel 2:28-32). Sesuai dengan artinya sebagai hari ke 50, perhitungannya dimulai sesudah Kristus bangkit dari kematianNya, saat Dia menampakkan diri selama 40 hari, dan selama 10 hari para  muridNya menunggu akan janji Bapa itu dan akhirnya janji itu digenapiNya (KPR 2:1-3).

Peristiwa ini juga merupakan penggenapan pernyataan Yohanes Pembaptis: "Aku membaptis kamu dengan air ..." (Mat 3:11). 
Salah satu lambang Roh Kudus adalah api. Alkitab menyatakan bahwa Tuhan adalah api yang  menghanguskan (Ibrani 23:29). Ketika apiNya turun menjamah hati setiap orang percaya  api itu akan 'membakar, menghanguskan dan membersihkan' semua kotoran yang ada, maka seluruh kehidupannya akan menjadi baru (2 Kor 5:17).

Melalui karya Roh Kudus maha Kudus ini, kita memiliki pengharapan yang baru, karena Roh Kudus akan terus memperbaharui dan menjadikan kita ciptaanNya yang baru di dalam kasih karunia Allah. 

Selamat berhari Minggu dan selamat merayakan hari Pentakosta dalam ibadah raya, Minggu 31 Mei 2020. Kiranya ibadah kita hari menjadi ibadah yang membawa perubahan hidup dan kehidupan kita yang menyenangkan hati Tuhan Yesus Kristus. 

Renungan Poin ke II akan di bagikan pada PASKAH KE DUA tanggal 1 Juni 2020 besok. Doaku Tuhan YESUS KRISTUS kepala Gereja akan menyertai dan memberkati kita 🤝 IMANUEL.🙏🙏🙏

SORGA ATAU NERAKA


   Oleh. Pither P. Karoba

Tuhan Allah menghadapkan manusia kepada dua macam akhirat yaitu SORGA dan NERAKA. Demikian juga ada dua pribadi yang disembah oleh manusia (kita) yakni Yesus Kristus atau Iblis. 

Setiap orang harus memilih salah satu, Kristus atau Iblis, Sorga atau Neraka. Jikalau seseorang memilih Kristus maka pasti ia akan masuk ke Sorga dan kalau seseorang memilih Iblis maka pasti ia akan masuk ke Neraka dan tiap-tiap orang yang menolak Kristus berarti ia memilih Iblis, biarpun ia menginsafi hal itu atau tidak. 

Satu hal yang harus kita tahu bahwa Neraka adalah tempat yang dijadikan untuk Iblis dan malaikat-malaikat yang jahat, tetapi manusia yang menolak Kristus serta memilih Iblis mau tak mau akan menyertai Iblis dalam tempatnya. 

Alkitab tidak menyatakan dengan jelas di mana Neraka itu, tetapi Neraka itu tetap ada. Dan satu hal yang nyata adalah orang-orang di tempat itu terpisah dari Allah dan tidak mendapat pertolongan lagi  dari Allah.

Kita tidak perlu bingung, ragu dan gelisah di dalam mengikuti Kristus. Karena Kristus sudah memberikan jaminan dan kepastian ultima,riil,konkrit bagi kita.

Kita bersyukur karena Kristus sudah menuntun kita kepada jalan keselamatan, sebab Dialah jalan, kebenaran dan hidup. (Yohanes 14:6)

Minggu, 24 Mei 2020

Kehidupan Yang Berkenan Tuhan Allah

Oleh :Pdt. Thomas Wenda, S.Th

Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado

SHALOM... Puji Tuhan,  Salam sejahtera bagi kita semua keluarga Allah. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang telah tibahkan kita pagi dengan Selamat untuk memuji dan memuliakan Allah kita. Hari kamis lalu kita telah memperingati KENAIKAN YESUS KRISTUS ke SORGA. Kini hari ke tiga dan tujuh hari lagi tanggal, 31 kita akan memperingati PENCURAHAN KUASA ROH KUDUS khusus bagi orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Saudara/i dan bapak/ibu yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, untuk itu hari ini kita patut bersyukur kepada Allah yang mana kita diberikan kesempatan yang istimewa untuk beribadah di masing-masing tempat tinggal: baik di Asrama, Gubuk, Kos-Kosan serta Keluarga. Marilah kita merenungkan Firman Allah yang terambil dari :
✓ Kejadian 6:1-22
✓ Ayat Nas 6 : 8
✓ Tema : "KEHIDUPAN YANG BERKENAN TUHAN ALLAH"

Bapak/ibu/sdr/i, yang Tuhan Yesus kasihi, Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa pada zaman Nuh semua manusia telah rusak berat perbuatannya, bahkan " Segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata"
(ay 5). Begitu banyaknya kejahatan sampai Tuhan merasa menyesal telah menjadikan manuisa. Namun di tengah-tengah dunia yang begitu jahat itu, Tuhan masih mendapati satu pribadi yg berkenan di hatiNya yaitu Nuh, "... seorang yang benar dan tidak bercela diantara orang-orang sezamannya;"(ay 9). Menurut bahasa asli, Nuh berasal dari kata 'Noah atau Noa yang berarti istirahat, tentram, juga memiliki makna Sabat atau Penghiburan.

Faktor apa saja yang membuat hidup Nuh dikenan oleh Tuhan?

1). Nuh memiliki persekutuan intim yang karib dengan Tuhan (ay 9). Terjemahan lainnya menjelaskan bahwa Nuh senantiasa mengikuti kehendak Tuhan dan hidup dalam hubungan yang erat dengan  Tuhan. Artinya Nuh dan Tuhan senantiasa terjalin komunikasi yang intim dan terhadap orang yang bergaul karib denganNya. Ia memberitahukan rencana dan perjanjianNya (Maz 25:14). Berfirmanlah Tuhan kepada Nuh, " Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mrk bersama-sama dengan bumi. Buatlah bagimu sebuah bahtera dr kayu gofir, (Kejad 6:13-14). 

2). Nuh selalu Taat Melakukan Kehendak Tuhan Allah (ay 22-23). 
Sekalipun perintah Tuhan itu sulit untuk dilakukan dan sangat tidak masuk akal, Nuh tidak  melakukan perbantahan dengan Tuhan, mengeluh atau berdalih, tapi Nuh tetap TAAT. Padahal Nuh belum pernah melihat hujan dan ia hidup jauh samudera, belum lagi proses pembuatan bahtera yang memakan waktu bertahun-tahun dengan peralatan juga serba terbatas. Nuh sangat rela berkorban dan melakukan yang terbaik hanya bagi Tuhan sekalipun banyak tantangan, hambatan dan hinaan dari dalam maupun dari luar masyarakat di sekitar. 

Akhirnya ketaatan Nuh pun terbayarkan! Ketika semua manusia maupun makhluk yang hidup di zaman itu mengalami kebinasaan, "Hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu." (Kejad 7:23).
Saudara- saudari ku yang terkasih di dalam Kristus, dengan  mendengarkan uraian renungan Firman Allah tersebut, marilah kita membuka mata hati dan telinga rohani untuk merespons lawatanNya, bahwa Tuhan sedang mencari 'Nuh-Nuh' akhir zaman, orang-orang yang mau taat melakukan kehendak Tuhan Allah dan hidupnya tanpa kompromi dengan segala macam tawaran dunia!

Selamat berhari Minggu dan selamat beribadah Raya, Minggu 24 Mei 2020. Kiranya ibadah kita sebagai persembahan kita yang hidup hanya untuk menyenangkan hati Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dari Allah, Damai sejahtera dari Yesus Kristus dan penghiburan serta kekuatan dr Roh Kudus menyertai kita semua dr sekarang sampai Tahun Yesus menjemput kita sbg saleh2Nya. Amin.

Kamis, 21 Mei 2020

Lebih Berguna Yesus Naik Ke Sorga

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S.Th
Gambala Jemaat GIDI Anugerah Manado

SHALOM...Pujilah Tuhan!
Salam sejahtera bagi kita keluarga Allah. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita dari kuasa kerajaan maut dan telah memanggil serta mempercayakan pekerjaan dengan kasih karuniaNya yang mulia untuk berkerja di ladangNya. 
Pada pagi hari yang sangat berbahagia ini kita perlu bersyukur dan memperingati "KENAIKAN YESUS KE SORGA".

Saudara/i yang terkasih dalam Yesus, Marilah kita dengan sukacita  merenungkan Firman Allah yg terambil dari : 
✓ Kisah P Rasul 1:6-11
✓ Ayat Nas ( KPR 1:6 )
✓Tema: "LEBIH BERGUNA YESUS NAIK KE SORGA"

Para Rasul terus memilki pengharapan yang begitu besar utk pemulihan bagi bangsanya, dan harapan itu semakin nampak nyata di depan mata mereka saat menyaksikan bahwa Kristus telah bangkit dari kematianNya di hari ke-3 lalu. "Selama 40 hari Ia telah berulang kali menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah (KPR 1:3b).   Oleh karena itulah para muridNya dengan penuh keberanian mereka mempertanyakan hal itu secara langsung kepada Tuhan, "Tuhan, maukah Engkau pada  masa ini memulihkan Kerajaan bagi Israel? (ayat nas). Mereka berharap Kristus akan tetap tinggal bersama-sama dengan mereka di bumi sampai kerajaan Israel benar-benar dipulihkan. Tetapi Kristus menjawab,  engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya (KPR 1:7). Ini menunjukkan bahwa pemikiran dan kehendak manusia itu berbeda dgn kehandak Allah Bapa. 

Apa yang terjadi kemudian?  Dengan mata kepala sendiri mereka menyaksikan  Kristus naik ke Sorga: 
"Terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah 2 orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada  mereka: Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke Sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yg sama seperti kamu melihat Dia naik ke Sorga."(KPR 1:9-11). 

Sesungguhnya Yesus telah menegaskan kepada  mereka bahwa "adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku Tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu." (Yoh. 16:7). Saudara/i yg terkasih di dlm kasih Kristus, dgn semua Kebenaran Firman Allah di atas, ada beberapa Keuntungan dr Yesus Kristus Naik ke Sorga bg kita sbg orang percaya kepada Dia :
1. Yesus Telah Menyelesaikan tugas-Nya di Muka Bumi.
2. Yesus Kristus Harus Kembali ke (asal) Sorga.
3. Yesus Kristus ke Sorga untuk Mengirim Roh Kudus di Bumi.
4. Yesus Kristus ke Sorga untuk menjadi pengantara  dan menyedikan tempat bagi anak-anakNya.

Saudara/i yang terkasih di dalam  Kritus, sangat perlu dipahami bahwa, kehadiran Kristus di bumi dalam wujud manusia sudah selesai dan sudah kembali kepada Bapa-Nya, tetapi  Ia "...tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu."(Yoh 14:18a) sebab Ia "...akan minta kpd Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya," (Yoh 14;16). Manfaat terbesar yang akan diterima oleh para murid-murid setelah Tuhan Yesus Kristus naik ke Sorga adalah kedatangan Roh penolong, penghibur dan penginsaf segala dosa yaitu Roh Kudus. Hanya melalui Roh Kudus, Kristus menyatakan kehadiran-Nya di tengah-tengah umatNya yang kudus.

Selamat merayakan kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Sorga yang sangat bermanfaat bagi kita sebagai anak-anakNya dan Selamat Beribadah Raya di dalam kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus. IMANUEL.

Rabu, 20 Mei 2020

MAKNA KENAIKAN YESUS KRISTUS


Makna Kenaikan Kristus

Oleh. Pither P. Karoba

Tanggal 21 merupakan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus ke sorga yang diperingati seluruh umat Kristiani di dunia, hari kenaikan merupakan lanjutan dari rangkaian karya keselamatan Yesus Kristus yang menyatakan identitas dan peran-Nya dalam karya keselamatan, setelah Ia menyelesaikan karya penebusan. Kenaikan Yesus ke Surga juga merupakan kelanjutan dari peristiwa-peristiwa Kristologis lainnya, yaitu hari raya kematian dan kebangkitan.

Arti kenaikan Yesus Kristus yaitu Ia dipisahkan dari murid-murid-Nya serta dibawa ke sorga. Peristiwa ini terjadi setelah kebangkitan-Nya, dengan disaksikan oleh murid-murid-Nya ketika mereka sedang berkumpul bersama dengan Dia di bukit Zaitun. Peristiwa itu ditulis dalam (KPR. 1:9-11).

Sesudah Tuhan Yesus bangkit dari antara orang mati, maka Ia mempunyai tubuh kebangkitan, tubuh yang nyata, dapat dilihat  oleh rasul-rasul-Nya. Tuhan Yesus naik ke sorga dengan tubuh yang serupa dengan tubuh-Nya pada waktu Ia berada di bumi, hanya tubuh-Nya adalah tubuh yang dimuliakan. 

Tubuh kemuliaan-Nya itu tidak bercampur darah, melainkan tulang dan daging saja. Bisa dilihat (Luk. 24:39) sebab darah telah tertumpah karena dosa-dosa manusia.

Sangat perlu kita ketahui bersama adalah maksud kenaikan Kristus. 

1. Yesus Kristus kembali ke sorga untuk menjadi perintis orang percaya (kita) artinya Ia mendahului kita untuk menyediakan tempat bagi kita (Yohanes 14:2-3)

2. Kenaikan Kristus memastikan kita untuk dapat menghadap hadirat Allah dengan hati yang berani. Jadi janganlah kita takut menghampiri takhta anugerah Allah. 

3. Kenaikan Kristus memberikan pengharapan kepada kita untuk mendapat tubuh yang tidak dapat binasa. (2Kor. 5:1-8). Kenaikan Kristus memberikan kepastian bahwa orang percaya akan dapat tubuh kebangkitan yang tidak dapat binasa yang serupa dengan tubuh kemudian Tuhan Yesus. 

Selamat hari kenaikan YESUS KRISTUS. 🙏🙏

Senin, 18 Mei 2020

Yesus Akan Datang Kembali

Yesus akan Datang Kembali



Yohanes 14:18 
"Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu."

Saudaraku yang dikasih dalam Kristus Yesus. Dari pembacaan nats ini kita bisa melihat  Janji Tuhan kepada murid-murid dan semua orang percaya  Sebelum Ia Naik Ke Surga.
Manusia bisa ingkar janji, tetapi Tuhan? Jika Ia berjanji, janji itu pasti digenapi! Meski belum menjadi kenyataan, tetaplah sabar menunggu, dan percaya, dan saudara takkan kecewa. Janji Tuhan pasti digenapi tepat pada waktunya.