![]() |
| Hidup Karena Anugerah Allah |
Bacaan: Roma 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Dalam Roma 3:23, Paulus menjelaskan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Injil Yohanes juga menyatakan bahwa Allah begitu mengasihi manusia berdosa sehingga Ia mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan mereka (Yoh. 3:16). Keselamatan adalah anugerah. Namun, manusia yang sudah diselamatkan oleh Allah, seringkali mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai orang-orang yang telah menerima anugerah atau kemurahan Allah.
Manusia sebagai makhluk yang egois tak pernah memgucap syukur atas semua kebaikan yang Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita masing-masing. Sebenarnya kita tidak layak hidup di Dunia ini karena pelanggaran dosa awal di taman Eden oleh nenek moyang kita, tetapi hari ini kita bersyukur bahwa kita masih ada, karena kemurahan Allah melalui putranya yaitu Yesus Kristus yang mati di atas kayu salib untuk menagung semua dosa saudara dan saya.
Mengapa Yesus yang tidak bersalah harus di hina, di ejek, di ludai, disiksa, dicabul hingga disalibkan ? Ataukah saat itu memang tidak ada keluarga dekat Yesus untuk membelanya?
Saudara, ambil nafas yang panjang lalu renungkan dalam hatimu, sanggupkah anda melihat lalu bertahan ketika melihat saudaramu diperlakukan seperti mereka lakukan terhadap Yesus.? Sebagai manusia tentu tidak terima dengan baik.
Yesus punya kekuatan yang dahsyat untuk, karena dia adalah Anak Allah yang satu-satunya, Ia bisa mengalahkan semua perlakuan manusia itu namun hanya karena 'KEMURAHAN' sehingga ia bertahan menerima penderitaan dan memikul semua beban kita sampai mati diatas kayu salib.
Jika kita melihat kembali di Roma 3:23. semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, artinya bahwa disaat manusia jatu ke dalam dosa, kemuliaan Allah telah hilang dan hubungan dengan Allah telah rusak tolal. Seperti gelas yang jatuh di bawah lantai lalu pecah, meskipun gelas itu kita baru beli namun kalau sudah pecah atau rusak tidak berguna lagi, pasti buang di tempat sampah. Demikian juga dengan kita manusia ini, tetapi hanya karena "KEMURAHAN ALLAH" kita dapat diselamatkan kembali.
Apa yang harus kita lakukan kepada Yesus sekarang, sebagai balas budi...?
Saudaraku yang terkasih, kita sebagai manusia yang lemah tidak sanggup untuk membalas semua pengorbanan Yesus di atas kayu salib untuk kita.
Kita punya emas, punya rumah yang mewah, punya mobil, punya uang serta segala macam harta kekayaan yang kita miliki tetapi dengan itu kita tidak bisa menebus.
Yesus tidak minta apapun dari kita untuk ganti rugi atas tubuhnya. Dia hanya minta satu hal yaitu, " Menyerahkan Tubuh Kita Sebagai Persembahan Yang Kudus, Tak Bercat-cat di Hadapan-Nya".
Kita bukan milik kepunyaan Ayah, Ibu, om atau keluarga lainnya tetapi kita adalah milik kepunyaan Allah, salah satu anugrah terindah yang Tuhan titipkan di tengah-tengah keluarga maka kita kembalikan seutuhnya kepada pemiliknya. Tubuh kita digunakan untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan, jagan lagi gunakan tubuh kita untuk Dunia. Yesus Kristus tidak memberikan nyawanya separu tetapi sepenuhnya Ia berikan maka kitapun demikian.
Setiap tingkah laku dalam perkataan dan perbuatan kita menjadi panutan bagi orang lain, sebab hal itu merupakan ibadah yang sejati. Pergi ke tempat-tempat ibadah atau persekutuan keluarga dengan pakaian yang rapi tetapi tubuh, jiwa dan roh kita tidak sepenuhnya menyerahkan kepada Tuhan maka semua amal dan ibadah kita sia-sia. Maka serahkanlah seluruh tubuh, jiwa dan roh kita kepada Tuhan sebagai persembahan untuk dikenang hati Tuhan.
Kesimpulan
Hidup kita karena anugerah Tuhan maka kita harus bersyukur kepada-Nya. Serahkan seluruh hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan sebagai persembahan yang bernilai di mata Tuhan.

0 comments:
Posting Komentar