Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2026

Apa peranan suami istri dalam keluarga?



Jawaban
Meskipun laki-laki dan perempuan setara dalam hubungannya dengan Kristus, Alkitab memberi peran yang khusus kepada mereka masing-masing dalam konteks pernikahan.

Suami harus mengepalai keluarga (1 Korintus 11:3; Efesus 5:23). Kepemimpinan ini tidak boleh bersifat diktator, merendahkan atau menghina istri, namun harus sesuai dengan teladan Kristus dalam memimpin gereja.

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman” (Ef 5:25-26). Kristus mengasihi gereja (umat-Nya) dengan belas kasihan, kemurahan, pengampunan, hormat dan tidak mementingkan diri.

Demikian pula suami harus mencintai istri.

Istri harus tunduk pada otoritas suami mereka. “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu” (Ef 5:22-24).

Meskipun perempuan harus tunduk kepada suami mereka, Alkitab juga berkali-kali memberitahu laki-laki bagaimana seharusnya memperlakukan istri mereka. Suami tidak boleh berlaku sebagai diktator, namun harus menghormati istri dan pendapatnya.

Kenyataannya, Efesus 5:28-29 menasihati laki-laki untuk mencintai istri mereka sama seperti mereka mencintai tubuh sendiri, memberi makan dan merawatnya. Cinta seorang laki-laki terhadap istri harus sama seperti kasih Kristus terhadap tubuh-Nya, gereja.

“Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia” (Kol 3:18-19). “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang” (1Pet 3:7).

Dari ayat-ayat ini, kita melihat bahwa kasih dan rasa hormat mewarnai peranan suami istri. Kalau itu ada, maka otoritas, kepala, kasih dan ketaatan tidak akan menjadi masalah untuk pasangan manapun.

Dalam kaitan dengan pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga, Alkitab memerintahkan suami untuk menyediakan nafkah bagi keluarganya. Ini berarti dia harus bekerja dan mencari nafkah yang cukup untuk mencukupi semua kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya. Tidak melakukan ini pasti memiliki konsekuensi rohani yang.

“Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman” (1 Tim 5:8).

Tidak berarti istri tidak bisa membantu menghidupi keluarga – Amsal 31 menunjukkan bahwa istri yang rohani jelas melakukan itu – namun mencukupi kebutuhan keluarga bukanlah tanggung jawab utamanya; itu adalah tanggung jawab suaminya.

Sekalipun suami sepatutnya membantu mengurusi anak-anak dan pekerjaan rumah tangga (sehingga memenuhi kewajibannya untuk mencintai istrinya), Amsal 31 juga menyatakan dengan jelas bahwa rumah tangga adalah wilayah tanggung jawab utama perempuan. Sekalipun dia harus tidur pada larut malam dan bangun pagi-pagi, keluarganya tidak sampai kekurangan apapun.

Ini bukanlah gaya hidup yang mudah bagi banyak perempuan – khususnya di negara Barat yang maju. Namun demikian, terlalu banyak perempuan yang sudah begitu stress dan hampir “meledak.” Untuk mencegah stress semacam itu, baik suami maupun istri harus berdoa, mengatur kembali prioritas mereka dan mengikuti petunjuk-petunjuk Alkitab untuk peranan mereka masing-masing.

Konflik mengenai pembagian tugas dalam pernikahan pasti akan terjadi. Namun, jika kedua pihak tunduk kepada Kristus, konflik ini akan minim.

Kalau satu pasangan sering ribut dan panas dalam soal ini, ataupun ketika perselisihan terlihat mewarnai pernikahan, akar masalahnya biasanya bersifat rohani. Dalam keadaan begini, pasangan harus terlebih dahulu berdoa dan menundukkan diri kepada Kristus, baru kemudian berbicara kepada pasangannya dalam sikap kasih dan hormat.

Minggu, 15 Februari 2026

Memberi Dengan Sukacita Meraih Kemenangan

     Foto : Istimewa

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S. Th 

Bacaan: 2 KORINTUS 9:6-15. 

 Nas: "Lagi pula, Allah sanggup melimpahkan segala anugerah kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam berbagai perbuatan baik." (2 Korintus 9:8)

 Jemaat Korintus berjanji untuk memberikan persembahan bagi jemaat Yerusalem. Hal itu membuat Paulus membanggakan mereka di hadapan jemaat Makedonia. Bahkan, niat baik mereka juga merangsang orang lain untuk melakukan kebaikan yang sama. Namun, jemaat Korintus tidak segera mewujudkan janjinya. Karena itu, Paulus mendorong mereka untuk segera mewujudkan janjinya sambil memotivasi mereka menggunakan hukum tabur tuai. Meski demikian, Paulus tidak bermaksud mengajar jemaat Korintus untuk memberi dengan motivasi supaya mendapat imbalan atau memancing berkat yang lebih besar. Paulus menekankan semangat memberi dengan kerelaan hati, sukacita tanpa paksaan. Lagi pula, Tuhan tidak akan pernah membiarkan umat-Nya kekurangan. Ini bukan hanya berbicara tentang hal duniawi (materi), melainkan kasih karunia secara menyeluruh (hikmat, sukacita, dan damai sejahtera). Terlebih pelayanan kasih melalui pemberian berdampak melimpahkan ungkapan syukur bagi Allah. Sebab, orang yang menerima pemberian kita akan bersyukur kepada Allah. Karena pemberian yang kita bagikan, mereka juga memuliakan Allah. Tuhan memberikan kelimpahan kepada umat bukan supaya umat dapat berfoya-foya, melainkan untuk tujuan yang rohani, yakni berbagai perbuatan baik. Ini berarti bahwa sesungguhnya di balik setiap berkat yang Tuhan curahkan, ada tugas yang mesti kita emban, yaitu menjadi saluran berkat. Dengan demikian, tolak ukur berkat bagi orang percaya bukan lagi banyaknya harta yang dimiliki, melainkan banyaknya kebaikan yang dilakukan." 

 "TUHAN MELIMPAHKAN KASIH KARUNIA UNTUK DIBAGIKAN DALAM SEGALA KEBAJIKAN, BUKAN UNTUK DISIMPAN ATAU DIPAMERKAN."

  Pembacaan Setahun: Bilangan 8‐10


Minggu, 04 Februari 2024

Menjaga Hati


Bacaan: AMSAL 4:23

Bacaan Setahun: Imamat 11-13


Nas: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)


Menjaga Hati

Sejak menempati rumah baru, kami mendapati baju seragam putih anak-anak kami kusam, tidak putih bersinar, bak mandi lebih cepat kuning dan lantai kamar mandi lekas berlumut. Belakangan baru diketahui hal tersebut disebabkan oleh kualitas air tanah yang tidak baik, berwarna, dan berbau karat. Akhirnya, kami memasang alat pengolah air. Meskipun hasilnya tidak maksimal, sedikit banyak telah mengurangi dampak air tanah yang kualitasnya buruk. Kualitas air yang buruk berdampak buruk pula bagi beberapa hal di rumah.

Hati ibarat sumber air yang harus dijaga dengan baik seperti kata firman Tuhan. Tuhan memerintahkan kita menjaga hati di atas segalanya. Hati adalah pusat kehidupan yang menentukan jalan hidup kita. Hati penuh dosa menggerakkan tubuh kepada tindakan dosa. Hati yang bersih membawa kepada kehidupan yang berharga. Kita dapat menjaga hati kita dengan cara: memenuhi pikiran kita dengan firman Tuhan, taat kepada Allah dan melawan iblis (Yak 4:7). Begitu seriusnya dampak dari hati, demikian pula kita harus menjaganya dengan serius.

Penuhilah hati kita dengan kebenaran firman Tuhan setiap hari. Penuhilah hati dengan pengaruh dari komunitas yang benar. Hati yang penuh firman Tuhan akan membawa kehidupan kita penuh dengan syukur, mengampuni, mengasihi, melayani Tuhan dan sesama dengan ketulusan. Komunitas yang benar menolong kita belajar memiliki hati yang terarah kepada kebenaran firman Tuhan.

 

Sumber : --AWS/www.renunganharian.net

 

BEGITU SERIUSNYA DAMPAK SEBUAH HATI,

SERIUS PULA KITA HARUS MENJAGANYA."

Kamis, 01 Februari 2024

Pelayanan Menyeluruh



Ilustrasi Memberi Makan



Bacaan: LUKAS 9:10-17

Bacaan Setahun: Keluaran 28-29


Nas: Tetapi, Ia berkata kepada mereka, "Kamu harus memberi mereka makan!" (Lukas 9:13)

 

Pelayanan Menyeluruh

Terkadang ada orang yang memahami bahwa pelayanan adalah hanya sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan rohani di gereja maupun persekutuan. Pelayanan hanya terbatas, seperti, menjadi pembawa renungan, pemimpin pemahaman Alkitab, pemimpin pujian, pemusik ibadah, dan pendoa syafaat. Hanya itukah sebuah pelayanan?

Ketika orang banyak terus mengikuti Yesus, Dia tetap melayani mereka dengan menyampaikan berita tentang Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang yang sakit. Menjelang malam murid-murid-Nya meminta Yesus menyuruh orang banyak pergi agar dapat mencari tempat menginap dan makan. Tetapi alangkah terkejutnya para murid ketika Yesus mengatakan bahwa mereka harus memberi makan orang banyak itu. Para murid mungkin berpikir bahwa memberi makan bukanlah menjadi tanggung jawab mereka sebagai pelayan. Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya suatu tanggung jawab pelayanan yang lebih luas dan menyeluruh. Sebab, ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu menjenguk Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku (Mat. 25:35-36).

Ketika melihat di sekitar kita, ada banyak sekali pelayanan yang bisa kita lakukan bagi Tuhan dengan mengasihi dan menolong sesama. Ada orang-orang yang mungkin lapar, haus, telanjang, sakit, dipenjara, dan tidak punya tempat tinggal, mari kita mengambil bagian, melayani dengan menolong dan meringankan beban mereka. 


Sumber : ANT/www.renunganharian.net


Selasa, 30 Januari 2024

Kelangkaan Kasih di Dunia


Kelangkaan Kasih

Kelangkaan Kasih


Bacaan: KISAH PARA RASUL 9:36-43

Bacaan Setahun: Keluaran 36-38


Nas: Berkemaslah Petrus dan berangkat bersama mereka. Setibanya di sana, ia dibawa ke ruang atas. Semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya baju-baju dan pakaian yang dibuat Dorkas waktu ia masih bersama mereka. (Kisah Para Rasul 9:39).


Apakah yang langka di dunia ini? Mungkin terpikir oleh kita hewan-hewan yang hampir punah, seperti orangutan, vaquita (sejenis lumba-lumba) dan saola (sejenis sapi). Atau tumbuhan seperti raflesia, acung jangkung, dan rotan inun. Atau sumber daya alam seperti batu bara dan minyak bumi. Benar, memang semuanya itu langka. Namun, ada satu lagi yang kerap tidak kita sadari. Apakah itu? Kasih!

Sewajarnya jika manusia yang hidup di dunia ini mati. Namun, saat kematian terjadi pada Dorkas, orang-orang di Yope bertindak tidak wajar. Dua orang diutus kepada Petrus dengan permintaan, "Segeralah datang ke tempat kami" (ay. 38). Kebetulan Petrus berada di Lida, tidak jauh dari Yope. Begitu Petrus tiba di situ, datang semua janda berdiri dekatnya dan menangis (ay. 39). Terlihat hati tidak rela ditinggal mati oleh perempuan itu. Seakan mereka semua berkata kepada Petrus, "Tolong lakukan sesuatu untuk kami!" Dapat dimengerti mereka bertindak demikian karena selama hidupnya Dorkas telah melakukan hal yang langka. Ia menabur kasih dengan banyak sekali berbuat kebaikan dan memberi sedekah (ay. 36). Bagi para janda yang mayoritas ialah kaum papa, Dorkas membuatkan baju dan pakaian.

Banyak orang mengaku sebagai anak Tuhan, tetapi kehilangan kasih. Sungguh menyedihkan mengetahui kasih ternyata langka mengingat anak Tuhan dikenal sebagai pembawa kasih. Rindukah kita membalik kenyataan ini? Rindukah kita mengubah "langka" menjadi "limpah"? Sekiranya ya, maka mulai hari ini mari menabur kasih dalam kehidupan sehari-hari. Perbuatlah kebaikan dan tunjukkan kemurahan hati. Hiburkan mereka yang susah, topanglah mereka yang lemah, bantulah mereka yang menderita.


Ayat Alkitab: KISAH PARA RASUL 9:36-43

9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita--dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.

9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.

9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami."

9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.

9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.

9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.

9:42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

9:43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit."

 

Sumber : www.renunganharian.net


Senin, 29 Januari 2024

Ketaatan dan Menjatuhkan Hukuman


Ilustrasi Menjatuhkan Hukuman



Bacaan: IBRANI 8

Bacaan Setahun: Keluaran 33-35

Nas: Ketika Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Apa yang telah menjadi tua dan usang, akan segera lenyap. (Ibrani 8:13)


Sudah Usang


Dulu kita menggunakan telepon rumah, telepon umum, atau pergi ke wartel untuk menelepon. Kini, kebanyakan orang menggenggam telepon di tangannya masing-masing. Kita hidup dengan teknologi yang lebih baru. Perangkat kuno tadi sudah ketinggalan zaman, sudah usang.

Perjanjian Baru jauh lebih agung daripada Perjanjian Lama, yang menuntut ketaatan sempurna dari orang-orang yang tidak sempurna. Dalam Perjanjian Baru, Yesus sebagai Imam Besar mempersembahkan persembahan yang sempurna. Melalui ketaatan-Nya, orang-orang yang percaya kepada-Nya mendapatkan pembenaran.

Allah juga menuliskan hukum-Nya dalam akal budi dan hati orang percaya (ay. 10). Menurut Yeremia 31:34, hukum ini membuat orang mengenal Allah tanpa perlu diajari oleh orang lain. Nubuatan ini mengacu pada "hukum Roh yang memberi hidup" (Rm. 8:2). Roh Kuduslah yang mengajarkan segala sesuatu kepada kita (Yoh. 14:26). Kita tidak lagi diatur oleh hukum yang tertulis pada loh batu, tetapi dipimpin oleh Roh Kudus yang tinggal di dalam hati kita.

Martin Luther menggambarkan perbedaan antara Perjanjian Lama dan Baru sebagai berikut, "Hukum Taurat berkata, 'Lakukan hal ini, ' dan hal tersebut tidak pernah terlaksana. Anugerah berkata, 'Percayalah akan hal ini, ' dan segala sesuatunya sudah diselesaikan." Apakah kita menjalani hidup ini dengan cara lama-mengandalkan ketaatan pribadi pada aturan-aturan agamawi-ataukah dengan cara baru-mengandalkan anugerah dan pimpinan Roh Kudus? 


Sumber : ARS/www.renunganharian.net


* * *

HUKUM TAURAT MENUNTUT KETAATAN DAN MENJATUHKAN HUKUMAN,

ROH KUDUS MEMBERIKAN HIDUP DAN MENYEDIAKAN KEMERDEKAAN"

Sabtu, 21 Oktober 2023

APAKAH HUKUMAN BAGI ORANG YANG MURTAD, DAN BAGAIMANA CIRI-CIRINYA




Bacaan: Ibrani 3:7-19).

Dalam teks asli bahasa Yunani, APHISTEMI yang berarti:meninggalkan, mundur, enyah, murtad.

Berdasarkan Bacaan Ibr. 3:7-19, Berikut ini kita akan melihat apakah sebabnya terjadi kemurtadan dan bagaimana ciri-ciri orang yang telah murtad, dan apa akibatnya bagi mereka yang telah murtad itu.

1. Apakah Sebabnya Terjadi Kemurtadan?

a. Mengeraskan hati saat Firman Tuhan menegur kesalahan untuk bertobat dan mengikuti jalan TUHAN, (Ibrani 3:7-9, 15).

b. Hati mereka tersesat, (ayat 10).  Orang yang sesat hatinya, sulit untuk mempercayai Kebenaran; sulit untuk mengerti dan memahami.

c. Hatinya jahat dan tidak percaya, (ayat 12)

d. Hatinya penuh dengan tipu daya, (ayat 13).


2. Apakah ciri-ciri orang yang telah murtad ?

a. Hatinya keras, tidak mau bertobat dan berubah hidupnya, sekalipun berulangkali mendengar Firman Tuhan, (Ibrani 3:8, 15).

b. Hatinya jahat dan tidak percaya dan tidak mau taat kepada Tuhan, (Ibrani 3:11, 18-19).


3. Apakah akibatnya jika seseorang murtad dari Tuhan,?

a. TUHAN murka dan mereka tidak akan masuk ke dalam Kerajaan-Nya (hari perhentian yang kekal), (Ibrani 3:10, 11, 18).

Di akhir zaman nanti tidak ada tempat ketiga untuk kita bisa lari dari hadapan TUHAN Allah.

Hanya ada dua tempat saja tempat bagi kita semua orang, yaitu Sorga dan neraka.

Orang-orang yang telah murtad itu akan dimurkai Allah dan akan dibinasakan oleh TUHAN Allah dalam api neraka secara kekal untuk selama-lamanya.


Kesimpulan:


Bahwa ada dua jenis orang yang telah murtad:

1. Orang yang murtad itu sudah tidak lagi percaya kepada Tuhan.  Mereka kembali ke cara hidup yang lama. Tidak lagi ikut dalam kegiatan peribadatan.  Karena hati mereka tersesat dan tak mampu mengerti dan memahami kebenaran Firman TUHAN. Ibarat benih yang jatuh diatas tanah yang berbatu-batu, tumbuh sebentar dan mati, karena tidak berakar di dalam Tuhan Yesus Kristus.

2. Orang yang masih ikut beribadah di gereja.  Namun hatinya telah tersesat.

Orang murtad jenis kedua ini, ciri-cirinya: Tidak Mau bertobat dan lahir baru atau mengubah hidupnya, masih ikut minum mabuk, masih berbuat dosa zinah, selingkuh, mencuri, bertengkar, tidak mau ambil bagian dalam pelayanan, tidak bisa berdoa, merokok, menipu, KTP Kristen tetapi tidak beribadah, tidak terlalu perduli dengan kegiatan ibadah, lebih fokus kepada urusan duniawi daripada sorgawi, masih mempercayai mitos-mitos dan cerita nenek moyang, masih takut dengan roh-roh jahat, tidak bisa membedakan agama mana yang benar dan mana yang tidak benar, dan sebagainya.

Semua perbuatan antitesis itu adalah ciri-ciri orang Kristen yang hatinya telah murtad, meskipun statusnya beragama Kristen.

Jika Anda telah murtad dari TUHAN, hukumnya adalah binasa.


Pertanyaannya adalah:

Apakah Anda Sudah Murtad atau Masih Percaya dan sedang mengikuti TUHAN Allahmu dengan sepenuh hati?...

Silahkan menjawab dan merenungkan Firman Tuhan hari ini.


Tuhan Yesus memberkati kita semua Amin. 



Sumber : Grup Whatsapp

Rabu, 11 Oktober 2023

PERCAYALAH BAHWA YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN YANG BERKUASA ATAS SELURUH ALAM SEMESTA INI

 



(Bacaan: Matius 8:23-27)


NAS: Matius 8:25-27 (TB) Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa.

Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" 

Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

Dalam kehidupan kita sehari-hari tidak berhenti yang namanya gelombang pencobaan, tantangan dan berbagai persoalan hidup.

Membuat kita berdoa dan berseru meminta pertolongan Tuhan Yesus.

Kita tidak bisa tenang, seringkali kita merasa gelisah, susah dan bingung sendiri dengan setiap keadaan dan gelombang permasalahan hidup yang kita hadapi.


APAKAH YANG SEHARUSNYA KITA BUAT?

Yang harus kita lakukan saat kita menghadapi berbagai tantangan dan persoalan dalam hidup kita adalah *"tenang",* dan *"percaya",* bahwa Tuhan Yesus sedang berada bersama dengan kita.

Kita juga harus percaya, bahwa Tuhan Yesus adalah Pencipta alam semesta ini dan berkuasa atasnya.

Kita harus percaya, bahwa Tuhan Yesus memperhatikan kita, dan tidak membiarkan kita menanggung beban dan persoalan hidup kita sendirian. 

Yesus Kristus adalah sahabat kita yang sejati.

Ia menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran (Amsal 17:17).  

Bandingkan, Tuhan Yesus menyebut para pengikut-Nya, bukan lagi hamba, melainkan sahabat.(Yohanes 15:15).

Sebagai sahabat, Ia tahu persoalan apa yang sedang kita hadapi.

Ia turut merasakan penderitaan hidup kita di dunia ini, dan Ia sanggup menolong dan memberikan jalan keluar dari setiap persoalan yang kita hadapi.


APA KATA TUHAN YESUS KEPADA SETIAP ORANG YANG MERASAKAN LETIH LESUH DAN BERBEBAN BERAT?

Tuhan Yesus berkata:

Matius 11:28-30 (TB)  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Tuhan Yesus meminta kita untuk membawa beban dan persoalan hidup kita kepada-Nya.

Karena hanya Tuhan Yesus yang sanggup menolong dan memberikan kelegaan atau meringankan beban kita.

Ketika Tuhan Yesus hadir dalam hidup kita dan berjalan bersama kita, menghadapi berbagai tantangan dan persoalan hidup bersama Tuhan Yesus Dia akan selalu membuat masalah kita menjadi ringan, sehingga kita sanggup menghadapi semua permasalahan hidup kita.

Ketika Tuhan Yesus menolong kita, kita akan merasakan ketenangan dan kelegaan, sehingga jiwa kita akan menjadi tenang.

Barulah kita akan mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat.  Dia selalu ada siap sedia untuk menolong kita.

Oleh karena itu, percayalah kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh. Jangan ada keraguan sedikitpun ada di dalam hatimu.

Hadirkan Tuhan Yesus dalam setiap aktivitas, karena kehadiran-Nya akan membuat kita sukses. Amin!


Selamat beraktifitas tetap semangat dan salam sukses selalu.

Tuhan Yesus memberkati kita semua Amin!. 

Minggu, 15 Januari 2023

Jangan Pernah Mencintai Orang Kerena Rupa dan Hartanya

Ilustrasi Harta

Oleh : Pdt. Karlos Buburayai

Jangan pernah mencintai seorang karena rupa dan hartanya tetapi cintailah kesuciannya karena kesucian menjadikan hidupmu bahagia, yang akan membawah hidupmu menuju kekekalan abadi. Damai sejahtera menyertaimu disepanjang masa. Sebab ada tertulis : "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." Yohanes 14 : 27.

Bila Mentari Berubah Merah disaat Sangsurya Mulai Terbenam

Oleh : Pdt. Karlos Buburayai 

Bila mentari berubah merah disaat sangsurya mulai terbenam. Sang jangkrik berbisik kalbu mengantarkan kita memasuki kala terjaga  dilelapnya  malam menyambut indahnya sang rembulan. Bersyukurlah kepada-Nya didalam pujian penyembahan kepada Dia yang layak menerima itu. Sebab ada tertulis : "Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat! Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan cepacap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! " Mazmur 150 : 2 - 6.

Jumat, 22 Oktober 2021

Hutang Telah dibayar Lunas

 Yesus Mebayar Utang Dengan Darah-Nya

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:30)

Sebagai seorang ibu tak sanggup untuk Manahan tangisan dan merelahkan  anaknya untuk disalibkan.

Kadang kalah kita  sulit untuk merelakan anak kita untuk  sekolah kebenaran atau Teologi, banyak pertimbangan dalam hidup kita sebagai ayah dan ibu. Hanya sekolah saja tetapi kita pikirkan apalagi kita menyerahkan untuk dibunuh. Saya yakin seratus persen tidak ada yang berani di dunia ini.

Pada perjanjian lama hanya Abraham sendiri yang  berani menyerahkan anaknya yang sulung  yaitu Isak  dipersembahkan sebagai kurban  bakaran  di gunung sinai untuk Tuhan Allah. (Kej 22:1-19)

Pada zaman ini saudara dan saya, berani untuk menyerahkan anak seperti Abraham lakukan.? Tentu tidak.

Hal yang serupa juga dilakukan oleh Allah untuk menyerahkan Yesus kepada musuh untuk  dibunuh dan disalibkan demi menebus dosa saudara dan saya.

Andaikan anda dan  saya ketika melihat saudara atau keluarga diantara kita disalibkan seperti penyaliban  Yesus ini, bagaimana respon saudara.?

Sebagai manusia tentu tidak terima baik atas  tindakan  seperti ini.

Murid-murid-Nya dan saudaranya telah melihat penyaliban Yesus  namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sebab itu waktunya untuk Yesus harus disalibkan  membayar hutang yang telah kita lakukan yaitu Dosa saudara dan saya.

Jikalau Yesus tidak mati dan disalibkan  maka hari ini saudara dan saya tidak bisa menikmati  berkat Tuhan, rohani maupun jasmani. 

Hanya karena kemurahan Tuhan saudara dan saya dapat diselamatkan  terlebih lagi hari ini kita bisa terima nafas hidup secara cuma-cuma tanpa dibayar sepersenpun seperti Yesus lakukan.

Rabu, 20 Oktober 2021

𝗘𝗺𝗮𝘀 𝗺𝘂𝗿𝗻𝗶 𝗱𝗶𝗸𝗲𝗻𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗱𝗶𝘂𝗷𝗶


𝖤𝗆𝖺𝗌 𝗆𝗎𝗋𝗇𝗂 𝖽𝗂𝗄𝖾𝗇𝖺𝗅𝗂 𝗄𝖾𝗍𝗂𝗄𝖺 𝖽𝗂𝗎𝗃𝗂."  (𝖫𝖾𝗈𝗇𝖺𝗋𝖽𝗈 𝖽𝖺 𝖵𝗂𝗇𝖼𝗂).
Demikian sifat keaslian manusia,  orang lain  akan tahu ketika kita diuji oleh orang lain.

𝑷𝒆𝒏𝒄𝒐𝒃𝒂𝒂𝒏-𝒑𝒆𝒏𝒄𝒐𝒃𝒂𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒂𝒍𝒂𝒎𝒊 𝒊𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒑𝒆𝒏𝒄𝒐𝒃𝒂𝒂𝒏-𝒑𝒆𝒏𝒄𝒐𝒃𝒂𝒂𝒏 𝒃𝒊𝒂𝒔𝒂, 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒎𝒆𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉𝒊 𝒌𝒆𝒌𝒖𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒏𝒖𝒔𝒊𝒂. 𝑺𝒆𝒃𝒂𝒃 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒕𝒊𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝑰𝒂 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒊𝒂𝒓𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒅𝒊𝒄𝒐𝒃𝒂𝒊 𝒎𝒆𝒍𝒂𝒎𝒑𝒂𝒖𝒊 𝒌𝒆𝒌𝒖𝒂𝒕𝒂𝒏𝒎𝒖. 𝑷𝒂𝒅𝒂 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒅𝒊𝒄𝒐𝒃𝒂𝒊 𝑰𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂𝒎𝒖 𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏 𝒌𝒆 𝒍𝒖𝒂𝒓, 𝒔𝒆𝒉𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒏𝒈𝒏𝒚𝒂.
 (1 𝑲𝒐𝒓𝒊𝒏𝒕𝒖𝒔 10:13)

Setiap jalan tidak ada yang mulus pasti ada tikungan, ada lubang dan ada gelombang. Jika kita baru pertama kali melewati jalan itu maka tabrak sembarang saja tapi kita akan merasakan ketika ketemu dengan ketiga hal diatas, lama-kelamaan kita melewati jalan itu lalu kita akan tahu dan kuasai jalan itu.

Perjalanan hidup kita seperti itu awalnya kita pikir baik-baik saja tetapi kita tidak tahu  persoalan yang kita hadapi di depan sana.

Syukurilah semua yang terjadi dalam hidup kita ini, walau dalam hati  kita sulit untuk menerima kenyataan atas apa yang terjadi dalam hidup dan kehidupan kita.
Pengalaman buruk mengajarkan kita untuk tetap kuat  menghadapi tantangan demi tantangan yang datang pada diri kita.

Tuhan lebih mengerti apa yang kita rasakan saat ini, tetapi tantangan yang kita hadapi adalah kecil daripada kuasa Tuhan.
 Percayalah bahwa Tuhan Yesus sanggup untuk menyelesaikan semua persoalan yang terjadi dalam hidup kita dan sagup memulihkan hati yang terluka karena masa lalu yang buruk.

 Setiap orang pasti punya persoalan hidup seperti yang kita hadapi tetapi mengapa mereka biasa-biasa saja?

Bukan berarti mereka sudah kuat  dan   masalah itu sudah jadi garam dalam kehidupan mereka, tetapi mereka  hanya bersabar dan hadapi dengan hati yang penuh harapan, karena   mereka tau ada jalan keluar dari persoalan hidup, sebab  satu-satunya jalan keluar dan  jawaban persoalan hidup kita adalah Yesus Kristus, sebab Yesus berkata "  "𝘼𝙠𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥. 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙪𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝘽𝙖𝙥𝙖, 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪𝙞 𝘼𝙠𝙪. (𝙔𝙤𝙝𝙖𝙣𝙚𝙨 14:6)

Kita dapat menanggung segala pencobaan dan menemukan jalan keluar jika kita benar-benar menginginkannya dan bergantung kepada kuasa dan kesetiaan Allah.

Selamat pagi dan selamat beraktivitas semuanya, Tuhan Yesus memberkati setiap langkah kita hari ini dan selamanya.


By. Jazwan W. Yanengga
Agamua, 20 Oktober 2021



Senin, 30 Agustus 2021

PENGANIAYAAN YANG BERBALIK


Ilustrasi-penganiayaan-terhadap-seorang-pria



Bacaan: 1Petrus 2:18-25
NATS: Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya (1Petrus 2:21)

Pada tahun 64 M, Roma dibakar. Beberapa hari kemudian, dua per tiga dari kota itu tinggal puing-puing yang membara. Desas-desus yang tersebar mengatakan bahwa Kaisar Nero yang telah membakar kota itu sebab ia ingin membangunnya kembali dan menamai kota itu dengan namanya sendiri. Karena ia memerlukan kambing hitam untuk melepaskan diri dari kursi panas yang terkenal itu, ia memilih menyalahkan minoritas yang tak berdaya dan tak disukai orang, yaitu orang-orang kristiani. Kemudian, ia memulai penganiayaan yang begitu dahsyat sehingga ia disebut sebagai antikristus yang pertama. Orang-orang meyakini bahwa Petrus dan Paulus mati sebagai martir pada waktu itu. 

Karena kekristenan merupakan hal baru dan pengikutnya relatif sedikit, perlakuan sadis yang dilancarkan Nero kepada orang-orang beriman, termasuk memakai mereka sebagai obor-obor hidup untuk menerangi taman istananya, berlangsung tanpa perlawanan yang berarti. 

Meskipun demikian, penganiayaan tersebut akhirnya berbalik arah. Bukannya menjadi semakin lemah, kepercayaan yang baru itu malah semakin kuat. Sejarah mengisahkan kepada kita bahwa beberapa abad kemudian kekristenan menjadi begitu berpengaruh sehingga Kaisar Konstantin menjadikannya agama resmi Kekaisaran Roma. 

Allah selalu mempunyai maksud dalam setiap penganiayaan. Dia akan memakainya untuk kebaikan apabila kita mau mengikuti teladan Kristus, "ketika Ia menderita ... menyerahkan diri-Nya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil" (1Petrus 2:23).


LEBIH BAIK MENDERITA KARENA KRISTUS DARIPADA KRISTUS MENDERITA KARENA KITA

Jumat, 11 Juni 2021

SI ANJING YANG MALANG

Suatu hari seekor anjing berlari-lari dengan gembira membawa tulang yang didapatnya dari dari tong sampah.

Ketika melewati jembatan, ia menunduk dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air sungai. Ia mengira, ada anjing lain membawa tulang yang lebih besar dari miliknya.

Tanpa berpikir panjang, ia menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke air. Anjing itu akhirnya harus bersusah payah berenang ke tepian.

Akhirnya, ia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang dibawanya tadi sudah hilang.

Cerita ini menggambarkan sikap tidak berpuas diri yang berkembang menjadi keserakahan. Agur bin Yake belajar untuk menghindarinya. Ia memohon dua hal pada Tuhan. "Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan." (Mazmur 30:7-8). Intinya, ia memohon agar Tuhan memberikan apa yang memang menjadi bagiannya. Permohonan Agur menunjukkan kepercayaannya: bahwa Tuhan sudah menyiapkan berkat khusus baginya.

Menyadari bahwa kita memiliki bagian kita sendiri akan menghindarkan kita dari keserakahan atau mengingini milik orang lain. Keserakahan berpotensi membuat kita kehilangan kebaikan-kebaikan yang kita miliki. Jiwa kita akan dirundung oleh kekecewaan dan kekhawatiran.

Karena itu, baiklah kita belajar bersyukur atas bagian khusus itu. Dalam pemeliharaan-Nya, kita tidak akan mengalami kekurangan. Dalam penjagaan-Nya, kita akan mengalami kepuasan dan kecukupan yang sesungguhnya. Keserakahan mendatangkan kekurangan, rasa syukur membuahkan kecukupan.

Jumat, 15 Januari 2021

MENJADI ANAK-ANAK TERANG

Foto Ilustrasi Terang (jazwanphoto)


Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S.Th 
(𝙶𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚊 𝙹𝚎𝚖𝚊𝚊𝚝 𝙶𝙸𝙳𝙸 𝙰𝚗𝚞𝚐𝚎𝚛𝚊𝚑 𝙼𝚊𝚗𝚊𝚍𝚘)
Yohanes 12:34 46

Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak anak terang.
 Yohanes 12:36

Yesus adalah terang dan Dia ingin manusia yang hidup di dalam dunia yang gelap oleh dosa memperoleh terang. Caranya cukup dengan percaya sungguh sungguh kepada Yesus selagi ada kesempatan, maka kita akan menjadi anak anak terang.

Apa ciri anak anak terang? Pertama, ia tidak senang di dalam kegelapan. Tuhan Yesus menyatakan, Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. (Yoh. 12:46). Sebagai orang percaya, kita diberi kemampuan untuk bisa menang atas kebiasaan buruk, bahkan kekuatan untuk mengalahkan setan dan dosa. Memang dunia masih penuh dosa dan tubuh jasmani kita adalah tubuh dosa, jadi kita masih mungkin jatuh ke dalam dosa. Namun, orang percaya tidak akan betah berkubang dalam dosa. Ia selalu akan merasa gelisah dan berusaha keluar dari segala dosa yang menjeratnya.

Kedua, ia menjadi terang bagi yang lain. Yesus berkata, Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (Mat. 5:14). Orang percaya akan mengalami proses perubahan menjadi kudus oleh Roh Kudus. Pelan pelan sikap, karakter, dan emosinya akan diubahkan. Perubahannya tidak bisa disembunyikan, semua orang akan melihatnya, apalagi orang orang yang tinggal serumah. Ateng tinggal di lingkungan yang keras. Ia akrab dengan berbagai kebiasaan buruk dan berdosa, seperti perkelahian fisik. Ketika bertobat, pelan pelan ia mulai tidak suka berkelahi. Walau sesekali jatuh ke dalam perkelahian tetapi ia segera menyesalinya. Perubahan karakter Ateng dari seorang yang temperamental menjadi suka cinta damai, menjadi pembicaraan orang di sekitarnya. Hidupnya telah diubahkan oleh Kristus dan firman Nya.

Ketiga, ia akan menjadi alat kesaksian Tuhan. Yesus berkata, Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Mat. 5:16). Orang percaya akan berusaha sedemikian rupa untuk menjadi kesaksian, baik lewat kehidupan pribadi maupun karyanya di dalam keluarga dan masyarakat. Juga melalui ucapannya yang menghargai, menghibur, dan menguatkan serta memberitakan kasih Kristus. Melalui kehidupannya anak terang akan bisa memuliakan Bapa di
Sorga.

Salam jadi anak terang.

Refleksi Diri:

Apakah Anda sudah menjadi anak anak terang yang membenci dosa dan mengalami perubahan karakter karena Roh Kudus?

Bagaimana Anda akan menjadi alat kesaksian Yesus di tengah lingkungan Anda?

Selamat pagi, selamat menjadi alat kesaksian Yesus !

Kamis, 15 Oktober 2020

Jangan Pernah Irih Pada Orang Lain Tetapi Syukuri Apa Yang Ada Pada Kita

Dulu, aku pernah iri pada seorang teman yg cantik. Setiap kali brjalan denganny, semua orang memandangny. Belasan thn kmdian ak bertemu lagi, hampir ak tak mengenalnya. Wajahnya berjerawat, badanny 2x lebih besar dari ak. Kulitny menghitam. Ia sakit.⁣⁣

⁣⁣.

Dulu, aku pernah iri pada tetanggaku, rumahny besar, mobilny bagus. Kalo bertemu, perhiasan di tangan & lehernya bersinar. Tak lama setelah ak pindah, ak melihatnya di TV, ia meninggal karna dibunuh seseorang, karena utang ratusan juta yg tak kunjung ia bayar.⁣⁣

Dulu, aku pernah iri pada temanku, ia selalu cerita pacarnya tampan, anak org kaya, kuliah di luar negeri. Kemudian ak tau, ia dibawa lari pacarnya, lalu hamil di luar nikah, dan skrg ia ditinggalkan. Mereka bercerai.⁣⁣

Dulu, aku iri pada teman senamku. Ia mau kuliah S3 di negara tetangga. Pulang ke Indonesia sebulan sekali. Aku marah pada suamiku yg tak mengizinkanku kuliah lagi. Belakangan, aku sering baca status medsos suaminya. Lalu aku tau, mereka bercerai, karena temanku lebih memilih pria lain di negara tempatnya kuliah. Keluarganya berantakan.⁣⁣

Dulu, aku iri pada sahabatku. Ia selalu masuk sekolah favorit. Kuliah di universitas terkenal. Lulus PNS dg mudah. Tapi bulan kemarin ia menghubungiku. Mau pinjam uang. Gajinya tak cukup utk mmbayar semua cicilan barang2nya.⁣⁣

Dulu, aku iri pd teman sekolahku. Ia selalu rangking 1. Guru2 menyukainya. Lalu kuliah di univ terkenal. Kerja di perusahaan besar. Teman2 memujinya. Tapi kemarin ia menyapaku d WA. Minta pekerjaan. Ia baru aja di PHK. Perusahaan tempatny bekerja baru aja bangkrut.⁣⁣


Hidup itu sawang sinawang. Apa yang kita lihat indah, blm tentu seindah aslinya. Apa yg dulu kamu sesali, bisa jd skrg kamu syukuri. Ktika dulu nangis2 karna tak bisa seperti org lain, sekarang bilang alhamdulillah telah menjadi dirimu sendiri. Kunci nikmati hidup adalah bersyukur. Apa yg kamu lihat di orang lain belum tentu seperti apa yg kamu kira. Setiap orang diuji dengan cara yg berbeda.⁣⁣

Mungkin ada yg iri melihat saya nampak hidup enak. Padahal aslinya, sy juga ngalamin masukin air ke botol sampo pas habis.⁣⁣

⁣.

.

Penulis: Dinifitriyah⁣⁣

Foto: indahkusuma

#skripsi follow @pembimbingmahasiswa 😊

Senin, 28 September 2020

Tuhan Meninggikan Orang Rendah

Mazmur 113

Sebelum membicarakan orang rendah dan yang direndahkan, pemazmur terlebih dahulu memuji Tuhan sebagai Pribadi yang mahatinggi mengatasi segala bangsa dan penuh kemuliaan. Siapa pun yang memandang Allah akan selalu merasa kerdil (1-6).

Penggambaran Tuhan yang mahatinggi dan manusia yang rendah bukan dimaksudkan supaya hamba-hamba-Nya diliputi kekaguman dan pemujaan. Sebaliknya, ini merupakan peringatan akan apa yang dapat dilakukan Tuhan dari takhta-Nya yang kudus. Dia dapat membolak-balikkan keadaan manusia. Bagi-Nya mengangkat derajat orang miskin dan hina bukanlah hal yang sulit. Ia juga dapat menghapus aib manusia dan menggantinya dengan kebanggaan dan sukacita.

Tuhan tidak menutup mata bahwa umat yang beriman, setia beribadah, dan taat melakukan firman-Nya pun bisa hidup dalam kenyataan pahit. Ada banyak orang kehilangan anggota keluarganya yang terpandang sehingga mereka tidak lagi dipandang, bahkan ditinggalkan orang. Ada juga yang jatuh miskin karena menjadi korban kecurangan bisnis, ketidakadilan, maupun kepentingan para penguasa. Ada juga orang-orang yang direndahkan oleh sesamanya karena kondisi lahiriah yang tidak bisa ditolak (misalnya mandul).

Pemazmur menguatkan bahwa Tuhan bukan saja memperhitungkan ibadah dan ketaatan kita, tetapi juga memperhatikan hidup kita sehari-hari. Marilah kita mengimani bahwa pengakuan akan Tuhan Yang Mahatinggi bukan sekadar ungkapan pemujaan, melainkan pengingat bahwa Dia sanggup mengangkat kita dari segala kerendahan, kehinaan, dan keterpurukan, bahkan kehancuran hidup.

Tuhan menginginkan kita hidup sederajat dengan sesama sekalipun jalan hidup kita berbeda. Lihatlah Hana dan Maria yang ditinggikan Allah (lih. 1Sam 2:1-10 dan Luk 1:46-55). Ada kalanya Allah meninggikan kita melalui peristiwa-peristiwa ajaib karena itu marilah kita sadari dan kita akui bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Kamis, 27 Agustus 2020

Berakar, Dibangun, dan Bersyukur

Kolose 2:6-15 


Dalam bacaan hari ini Paulus menegaskan bahwa keniscayaan logis setiap orang yang menerima Kristus adalah hidup di dalam Dia. Paulus mendeskripsikannya dengan: "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur" (7).

Sang Rasul menegaskan, setiap pengikut Kristus harus mengakarkan dan mengarahkan dirinya hanya kepada Kristus. Dalam botani, berakar berarti siap mengambil air dan zat hara dari dalam tanah. Itu berarti dalam kehidupan kristiani, orang percaya dipanggil menghidupi dirinya dengan nilai-nilai Kristus.

Menarik disimak jika kita hendak meneliti unsur-unsur tumbuhan, kita hanya perlu memeriksa sehelai daunnya. Semua unsur dalam setiap bagian tumbuhan itu sama kadarnya. Dalam hidup seorang Kristen, pikiran, perkataan, dan perbuatan, semestinya dihidupi oleh nilai-nilai Kristus. Aneh rasanya jika yang dipikirkan berbeda dari yang dikatakan dan berbeda lagi dari yang dilakukan.

Tak hanya berakar, Paulus bicara soal pertumbuhan rohani yang dibangun di atas dasar Kristus. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sederhana tertera: "Hiduplah dengan menuruti kemauan-Nya." Kehendak Kristus menjadi arah pertumbuhan rohani. Sesungguhnya, ini merupakan perkara lumrah. Ketika kita membiarkan diri kita dialiri oleh nilai-nilai Kristus, melakukan kehendak Kristus menjadi hal yang wajar. Aneh rasanya, berakar dalam Kristus, tetapi tidak hidup seturut dengan kehendak-Nya.

Yang penting disimak juga, Paulus bicara soal hati yang "melimpah dengan syukur". Sang Rasul sadar, kehendak Kristus sering kali berbeda dengan keinginan manusia. Itulah yang membuat orang percaya merasa berat hidup sebagai Kristen, terlebih di tengah tekanan filsafat dunia (8). Pada titik ini "hidup bersyukur" merupakan frasa kunci.

Marilah kita bersyukur! Bersyukur karena kita dikubur bersama Kristus dalam baptisan dan dibangkitkan bersama Dia setelah pengampunan dosa.


Selasa, 25 Agustus 2020

Rohani vs Sekuler


Kolose 1:15-23

Kita mungkin sering mendengar orang berkata kalau di gereja tidak boleh berkata kasar, tidak boleh berbohong, tidak boleh berpikiran kotor, dan lain-lain. Perkataan ini tentu ada benarnya, tetapi lebih sering disalahartikan: "Kalau di gereja tidak boleh, maka di luar gereja boleh!" Pemahaman seperti ini mungkin sering kita jumpai dalam lingkungan kekristenan hari ini.

Rasul Paulus, mengajarkan kepada jemaat di Kolose bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (16). Ini adalah sebuah ajaran Kristologi yang tegas sehingga jemaat di Kolose tidak jatuh pada ajaran sesat. Ajaran populer yang berkembang saat itu mengajarkan bahwa dunia/ materi adalah jahat sehingga Allah tidak mungkin menjadi manusia. Selain itu, ajaran tersebut mengatakan bahwa Allah tidak mengurusi perkara duniawi (sekuler), melainkan hanya hal-hal rohani.

Rasul Paulus menentang itu karena meyakini bahwa Yesus adalah Allah yang telah menjadi manusia. Ia adalah Allah yang menciptakan segala sesuatu dan segala sesuatu untuk Dia. Dengan demikian, tidak ada hal rohani atau sekuler, melainkan semua yang ada adalah ciptaan Allah.

Dualisme seperti itu kerap kali mengecilkan kekristenan. Seolah-olah kekristenan dianggap sebagai kehidupan agama yang hanya berhenti pada hari Minggu. Akibatnya, muncul anggapan bahwa hidup kudus hanya berlaku di gereja tidak berarti apa-apa di luar gereja.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan berada dalam pengamatan-Nya. Oleh karena itu, sebagai anak Tuhan, kita semestinya melakukan segala sesuatu untuk memuliakan-Nya. Kalau Anda adalah seorang pekerja, bekerjalah seperti untuk Tuhan.

Jika masih bersekolah, maka belajarlah sesuai dengan prinsip firman Allah. Bahkan jika sedang berolahraga, tidur, makan, atau bermain, tetap lakukanlah dengan kesadaran bahwa kita harus memuliakan Allah dalam segala aspek. Dengan penuh penyerahan, kita mau bersaksi tentang Tuhan lewat profesi, pekerjaan, dan seluruh aspek kehidupan. 

Minggu, 09 Agustus 2020

Pertikaian dalam Pelayanan



Filipi 4:2-9
Pernahkah Anda berdebat, bahkan bertikai dengan rekan satu pelayanan? Akibat pertengkaran itu, akhirnya kita berusaha agar tidak ditempatkan dalam tim pelayanan yang sama dengannya. Perdebatan dalam sebuah komunitas atau gereja adalah lumrah. Seperti Euodia dan Sintikhe, dua orang perempuan jemaat di Filipi yang berdebat karena perkara Hukum Taurat.

Paulus bersedih hati atas pertikaian dua orang itu. Sebab dahulunya, mereka adalah rekannya dalam mengabarkan Injil (3). Euodia dan Sintikhe bertikai perihal: apakah para pengikut Kristus yang baru wajib menjalankan Hukum Taurat? Oleh karena hal ini, Paulus meminta tolong kepada rekan pelayanannya yang lain, Sunsugos, untuk menolong mereka berdua agar berhenti bertikai. Paulus menasihati agar mereka lebih mengutamakan kesatuan dalam Tuhan ketimbang bertikai karena perbedaan pendapat.
Sebagai pengikut Kristus yang baru pada zaman itu, perkara Hukum Taurat memang membingungkan jemaat. Sebelumnya, mereka memahami bahwa Hukum Taurat adalah syarat keselamatan. Akan tetapi, ajaran Kristus seolah menunjukkan bahwa kasih karunia Allah menghapuskan Hukum Taurat.
Dalam menyikapi situasi tersebut, Paulus mengajarkan kepada jemaat di Filipi mengenai hal-hal baik sebagai pengikut Kristus. Misalnya, bersukacita, kebaikan hati, tidak khawatir, berdoa, dan bersyukur (4-6). Bagi Paulus, itu semua lebih penting daripada perdebatan dan pertikaian.
Jika hari ini Anda sedang bertikai dengan rekan di pelayanan, hentikanlah! Allah ingin supaya kita, sebagai rekan sekerja-Nya, mengutamakan tujuan pelayanan, yakni memikirkan apa yang benar dan melakukan ajaran Kristus. Jangan sampai perdebatan kecil merusak tujuan Allah yang mulia ini.

Mari kita memohon ampun jika sempat membenci rekan sepelayanan. Di dalam Tuhan, mari kita melayani-Nya dengan kesungguhan hati supaya damai sejahtera Allah menyertai kita semua. Kita mesti mengedepankan kasih, kepada Tuhan dan sesama.