Minggu, 22 Februari 2026
Minggu, 15 Februari 2026
Memberi Dengan Sukacita Meraih Kemenangan
Minggu, 04 Februari 2024
Menjaga Hati
Bacaan: AMSAL 4:23
Bacaan Setahun: Imamat 11-13
Nas: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)
Menjaga Hati
Sejak menempati rumah baru, kami mendapati baju seragam putih anak-anak kami kusam, tidak putih bersinar, bak mandi lebih cepat kuning dan lantai kamar mandi lekas berlumut. Belakangan baru diketahui hal tersebut disebabkan oleh kualitas air tanah yang tidak baik, berwarna, dan berbau karat. Akhirnya, kami memasang alat pengolah air. Meskipun hasilnya tidak maksimal, sedikit banyak telah mengurangi dampak air tanah yang kualitasnya buruk. Kualitas air yang buruk berdampak buruk pula bagi beberapa hal di rumah.
Hati ibarat sumber air yang harus dijaga dengan baik seperti kata firman Tuhan. Tuhan memerintahkan kita menjaga hati di atas segalanya. Hati adalah pusat kehidupan yang menentukan jalan hidup kita. Hati penuh dosa menggerakkan tubuh kepada tindakan dosa. Hati yang bersih membawa kepada kehidupan yang berharga. Kita dapat menjaga hati kita dengan cara: memenuhi pikiran kita dengan firman Tuhan, taat kepada Allah dan melawan iblis (Yak 4:7). Begitu seriusnya dampak dari hati, demikian pula kita harus menjaganya dengan serius.
Penuhilah hati kita dengan kebenaran firman Tuhan setiap hari. Penuhilah hati dengan pengaruh dari komunitas yang benar. Hati yang penuh firman Tuhan akan membawa kehidupan kita penuh dengan syukur, mengampuni, mengasihi, melayani Tuhan dan sesama dengan ketulusan. Komunitas yang benar menolong kita belajar memiliki hati yang terarah kepada kebenaran firman Tuhan.
Sumber : --AWS/www.renunganharian.net
BEGITU SERIUSNYA DAMPAK SEBUAH HATI,
SERIUS PULA KITA HARUS MENJAGANYA."
Kamis, 01 Februari 2024
Pelayanan Menyeluruh
![]() |
| Ilustrasi Memberi Makan |
Bacaan: LUKAS 9:10-17
Bacaan Setahun: Keluaran 28-29
Nas: Tetapi, Ia berkata kepada mereka, "Kamu harus memberi mereka makan!" (Lukas 9:13)
Pelayanan Menyeluruh
Terkadang ada orang yang memahami bahwa pelayanan adalah hanya sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan rohani di gereja maupun persekutuan. Pelayanan hanya terbatas, seperti, menjadi pembawa renungan, pemimpin pemahaman Alkitab, pemimpin pujian, pemusik ibadah, dan pendoa syafaat. Hanya itukah sebuah pelayanan?
Ketika orang banyak terus mengikuti Yesus, Dia tetap melayani mereka dengan menyampaikan berita tentang Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang yang sakit. Menjelang malam murid-murid-Nya meminta Yesus menyuruh orang banyak pergi agar dapat mencari tempat menginap dan makan. Tetapi alangkah terkejutnya para murid ketika Yesus mengatakan bahwa mereka harus memberi makan orang banyak itu. Para murid mungkin berpikir bahwa memberi makan bukanlah menjadi tanggung jawab mereka sebagai pelayan. Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya suatu tanggung jawab pelayanan yang lebih luas dan menyeluruh. Sebab, ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu menjenguk Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku (Mat. 25:35-36).
Ketika melihat di sekitar kita, ada banyak sekali pelayanan yang bisa kita lakukan bagi Tuhan dengan mengasihi dan menolong sesama. Ada orang-orang yang mungkin lapar, haus, telanjang, sakit, dipenjara, dan tidak punya tempat tinggal, mari kita mengambil bagian, melayani dengan menolong dan meringankan beban mereka.
Sumber : ANT/www.renunganharian.net
Selasa, 30 Januari 2024
Kelangkaan Kasih di Dunia
Kelangkaan Kasih
Bacaan: KISAH PARA RASUL 9:36-43
Bacaan Setahun: Keluaran 36-38
Nas: Berkemaslah Petrus dan berangkat bersama mereka. Setibanya di sana, ia dibawa ke ruang atas. Semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya baju-baju dan pakaian yang dibuat Dorkas waktu ia masih bersama mereka. (Kisah Para Rasul 9:39).
Apakah yang langka di dunia ini? Mungkin terpikir oleh kita hewan-hewan yang hampir punah, seperti orangutan, vaquita (sejenis lumba-lumba) dan saola (sejenis sapi). Atau tumbuhan seperti raflesia, acung jangkung, dan rotan inun. Atau sumber daya alam seperti batu bara dan minyak bumi. Benar, memang semuanya itu langka. Namun, ada satu lagi yang kerap tidak kita sadari. Apakah itu? Kasih!
Sewajarnya jika manusia yang hidup di dunia ini mati. Namun, saat kematian terjadi pada Dorkas, orang-orang di Yope bertindak tidak wajar. Dua orang diutus kepada Petrus dengan permintaan, "Segeralah datang ke tempat kami" (ay. 38). Kebetulan Petrus berada di Lida, tidak jauh dari Yope. Begitu Petrus tiba di situ, datang semua janda berdiri dekatnya dan menangis (ay. 39). Terlihat hati tidak rela ditinggal mati oleh perempuan itu. Seakan mereka semua berkata kepada Petrus, "Tolong lakukan sesuatu untuk kami!" Dapat dimengerti mereka bertindak demikian karena selama hidupnya Dorkas telah melakukan hal yang langka. Ia menabur kasih dengan banyak sekali berbuat kebaikan dan memberi sedekah (ay. 36). Bagi para janda yang mayoritas ialah kaum papa, Dorkas membuatkan baju dan pakaian.
Banyak orang mengaku sebagai anak Tuhan, tetapi kehilangan kasih. Sungguh menyedihkan mengetahui kasih ternyata langka mengingat anak Tuhan dikenal sebagai pembawa kasih. Rindukah kita membalik kenyataan ini? Rindukah kita mengubah "langka" menjadi "limpah"? Sekiranya ya, maka mulai hari ini mari menabur kasih dalam kehidupan sehari-hari. Perbuatlah kebaikan dan tunjukkan kemurahan hati. Hiburkan mereka yang susah, topanglah mereka yang lemah, bantulah mereka yang menderita.
Ayat Alkitab: KISAH PARA RASUL 9:36-43
9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita--dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.
9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.
9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami."
9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.
9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.
9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.
9:42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.
9:43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit."
Sumber : www.renunganharian.net
Senin, 29 Januari 2024
Ketaatan dan Menjatuhkan Hukuman
![]() |
| Ilustrasi Menjatuhkan Hukuman |
Bacaan: IBRANI 8
Bacaan Setahun: Keluaran 33-35
Nas: Ketika Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Apa yang telah menjadi tua dan usang, akan segera lenyap. (Ibrani 8:13)
Sudah Usang
Dulu kita menggunakan telepon rumah, telepon umum, atau pergi ke wartel untuk menelepon. Kini, kebanyakan orang menggenggam telepon di tangannya masing-masing. Kita hidup dengan teknologi yang lebih baru. Perangkat kuno tadi sudah ketinggalan zaman, sudah usang.
Perjanjian Baru jauh lebih agung daripada Perjanjian Lama, yang menuntut ketaatan sempurna dari orang-orang yang tidak sempurna. Dalam Perjanjian Baru, Yesus sebagai Imam Besar mempersembahkan persembahan yang sempurna. Melalui ketaatan-Nya, orang-orang yang percaya kepada-Nya mendapatkan pembenaran.
Allah juga menuliskan hukum-Nya dalam akal budi dan hati orang percaya (ay. 10). Menurut Yeremia 31:34, hukum ini membuat orang mengenal Allah tanpa perlu diajari oleh orang lain. Nubuatan ini mengacu pada "hukum Roh yang memberi hidup" (Rm. 8:2). Roh Kuduslah yang mengajarkan segala sesuatu kepada kita (Yoh. 14:26). Kita tidak lagi diatur oleh hukum yang tertulis pada loh batu, tetapi dipimpin oleh Roh Kudus yang tinggal di dalam hati kita.
Martin Luther menggambarkan perbedaan antara Perjanjian Lama dan Baru sebagai berikut, "Hukum Taurat berkata, 'Lakukan hal ini, ' dan hal tersebut tidak pernah terlaksana. Anugerah berkata, 'Percayalah akan hal ini, ' dan segala sesuatunya sudah diselesaikan." Apakah kita menjalani hidup ini dengan cara lama-mengandalkan ketaatan pribadi pada aturan-aturan agamawi-ataukah dengan cara baru-mengandalkan anugerah dan pimpinan Roh Kudus?
Sumber : ARS/www.renunganharian.net
* * *
HUKUM TAURAT MENUNTUT KETAATAN DAN MENJATUHKAN HUKUMAN,
ROH KUDUS MEMBERIKAN HIDUP DAN MENYEDIAKAN KEMERDEKAAN"
Sabtu, 21 Oktober 2023
APAKAH HUKUMAN BAGI ORANG YANG MURTAD, DAN BAGAIMANA CIRI-CIRINYA
Bacaan: Ibrani 3:7-19).
Dalam teks asli bahasa Yunani, APHISTEMI yang berarti:meninggalkan, mundur, enyah, murtad.
Berdasarkan Bacaan Ibr. 3:7-19, Berikut ini kita akan melihat apakah sebabnya terjadi kemurtadan dan bagaimana ciri-ciri orang yang telah murtad, dan apa akibatnya bagi mereka yang telah murtad itu.
1. Apakah Sebabnya Terjadi Kemurtadan?
a. Mengeraskan hati saat Firman Tuhan menegur kesalahan untuk bertobat dan mengikuti jalan TUHAN, (Ibrani 3:7-9, 15).
b. Hati mereka tersesat, (ayat 10). Orang yang sesat hatinya, sulit untuk mempercayai Kebenaran; sulit untuk mengerti dan memahami.
c. Hatinya jahat dan tidak percaya, (ayat 12)
d. Hatinya penuh dengan tipu daya, (ayat 13).
2. Apakah ciri-ciri orang yang telah murtad ?
a. Hatinya keras, tidak mau bertobat dan berubah hidupnya, sekalipun berulangkali mendengar Firman Tuhan, (Ibrani 3:8, 15).
b. Hatinya jahat dan tidak percaya dan tidak mau taat kepada Tuhan, (Ibrani 3:11, 18-19).
3. Apakah akibatnya jika seseorang murtad dari Tuhan,?
a. TUHAN murka dan mereka tidak akan masuk ke dalam Kerajaan-Nya (hari perhentian yang kekal), (Ibrani 3:10, 11, 18).
Di akhir zaman nanti tidak ada tempat ketiga untuk kita bisa lari dari hadapan TUHAN Allah.
Hanya ada dua tempat saja tempat bagi kita semua orang, yaitu Sorga dan neraka.
Orang-orang yang telah murtad itu akan dimurkai Allah dan akan dibinasakan oleh TUHAN Allah dalam api neraka secara kekal untuk selama-lamanya.
Kesimpulan:
Bahwa ada dua jenis orang yang telah murtad:
1. Orang yang murtad itu sudah tidak lagi percaya kepada Tuhan. Mereka kembali ke cara hidup yang lama. Tidak lagi ikut dalam kegiatan peribadatan. Karena hati mereka tersesat dan tak mampu mengerti dan memahami kebenaran Firman TUHAN. Ibarat benih yang jatuh diatas tanah yang berbatu-batu, tumbuh sebentar dan mati, karena tidak berakar di dalam Tuhan Yesus Kristus.
2. Orang yang masih ikut beribadah di gereja. Namun hatinya telah tersesat.
Orang murtad jenis kedua ini, ciri-cirinya: Tidak Mau bertobat dan lahir baru atau mengubah hidupnya, masih ikut minum mabuk, masih berbuat dosa zinah, selingkuh, mencuri, bertengkar, tidak mau ambil bagian dalam pelayanan, tidak bisa berdoa, merokok, menipu, KTP Kristen tetapi tidak beribadah, tidak terlalu perduli dengan kegiatan ibadah, lebih fokus kepada urusan duniawi daripada sorgawi, masih mempercayai mitos-mitos dan cerita nenek moyang, masih takut dengan roh-roh jahat, tidak bisa membedakan agama mana yang benar dan mana yang tidak benar, dan sebagainya.
Semua perbuatan antitesis itu adalah ciri-ciri orang Kristen yang hatinya telah murtad, meskipun statusnya beragama Kristen.
Jika Anda telah murtad dari TUHAN, hukumnya adalah binasa.
Pertanyaannya adalah:
Apakah Anda Sudah Murtad atau Masih Percaya dan sedang mengikuti TUHAN Allahmu dengan sepenuh hati?...
Silahkan menjawab dan merenungkan Firman Tuhan hari ini.
Tuhan Yesus memberkati kita semua Amin.
Sumber : Grup Whatsapp
Rabu, 11 Oktober 2023
PERCAYALAH BAHWA YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN YANG BERKUASA ATAS SELURUH ALAM SEMESTA INI
(Bacaan: Matius 8:23-27)
NAS: Matius 8:25-27 (TB) Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa.
Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?"
Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"
Dalam kehidupan kita sehari-hari tidak berhenti yang namanya gelombang pencobaan, tantangan dan berbagai persoalan hidup.
Membuat kita berdoa dan berseru meminta pertolongan Tuhan Yesus.
Kita tidak bisa tenang, seringkali kita merasa gelisah, susah dan bingung sendiri dengan setiap keadaan dan gelombang permasalahan hidup yang kita hadapi.
APAKAH YANG SEHARUSNYA KITA BUAT?
Yang harus kita lakukan saat kita menghadapi berbagai tantangan dan persoalan dalam hidup kita adalah *"tenang",* dan *"percaya",* bahwa Tuhan Yesus sedang berada bersama dengan kita.
Kita juga harus percaya, bahwa Tuhan Yesus adalah Pencipta alam semesta ini dan berkuasa atasnya.
Kita harus percaya, bahwa Tuhan Yesus memperhatikan kita, dan tidak membiarkan kita menanggung beban dan persoalan hidup kita sendirian.
Yesus Kristus adalah sahabat kita yang sejati.
Ia menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran (Amsal 17:17).
Bandingkan, Tuhan Yesus menyebut para pengikut-Nya, bukan lagi hamba, melainkan sahabat.(Yohanes 15:15).
Sebagai sahabat, Ia tahu persoalan apa yang sedang kita hadapi.
Ia turut merasakan penderitaan hidup kita di dunia ini, dan Ia sanggup menolong dan memberikan jalan keluar dari setiap persoalan yang kita hadapi.
APA KATA TUHAN YESUS KEPADA SETIAP ORANG YANG MERASAKAN LETIH LESUH DAN BERBEBAN BERAT?
Tuhan Yesus berkata:
Matius 11:28-30 (TB) Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."
Tuhan Yesus meminta kita untuk membawa beban dan persoalan hidup kita kepada-Nya.
Karena hanya Tuhan Yesus yang sanggup menolong dan memberikan kelegaan atau meringankan beban kita.
Ketika Tuhan Yesus hadir dalam hidup kita dan berjalan bersama kita, menghadapi berbagai tantangan dan persoalan hidup bersama Tuhan Yesus Dia akan selalu membuat masalah kita menjadi ringan, sehingga kita sanggup menghadapi semua permasalahan hidup kita.
Ketika Tuhan Yesus menolong kita, kita akan merasakan ketenangan dan kelegaan, sehingga jiwa kita akan menjadi tenang.
Barulah kita akan mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat. Dia selalu ada siap sedia untuk menolong kita.
Oleh karena itu, percayalah kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh. Jangan ada keraguan sedikitpun ada di dalam hatimu.
Hadirkan Tuhan Yesus dalam setiap aktivitas, karena kehadiran-Nya akan membuat kita sukses. Amin!
Selamat beraktifitas tetap semangat dan salam sukses selalu.
Tuhan Yesus memberkati kita semua Amin!.
Minggu, 15 Januari 2023
Jangan Pernah Mencintai Orang Kerena Rupa dan Hartanya
![]() |
| Ilustrasi Harta |
Oleh : Pdt. Karlos Buburayai
Jangan pernah mencintai seorang karena rupa dan hartanya tetapi cintailah kesuciannya karena kesucian menjadikan hidupmu bahagia, yang akan membawah hidupmu menuju kekekalan abadi. Damai sejahtera menyertaimu disepanjang masa. Sebab ada tertulis : "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." Yohanes 14 : 27.
Bila Mentari Berubah Merah disaat Sangsurya Mulai Terbenam
Oleh : Pdt. Karlos Buburayai
Bila mentari berubah merah disaat sangsurya mulai terbenam. Sang jangkrik berbisik kalbu mengantarkan kita memasuki kala terjaga dilelapnya malam menyambut indahnya sang rembulan. Bersyukurlah kepada-Nya didalam pujian penyembahan kepada Dia yang layak menerima itu. Sebab ada tertulis : "Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat! Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan cepacap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! " Mazmur 150 : 2 - 6.
Jumat, 22 Oktober 2021
Hutang Telah dibayar Lunas
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:30)
Sebagai seorang ibu tak sanggup untuk Manahan tangisan dan merelahkan anaknya untuk disalibkan.
Kadang kalah kita sulit untuk merelakan anak kita untuk sekolah kebenaran atau Teologi, banyak pertimbangan dalam hidup kita sebagai ayah dan ibu. Hanya sekolah saja tetapi kita pikirkan apalagi kita menyerahkan untuk dibunuh. Saya yakin seratus persen tidak ada yang berani di dunia ini.
Pada perjanjian lama hanya Abraham sendiri yang berani menyerahkan anaknya yang sulung yaitu Isak dipersembahkan sebagai kurban bakaran di gunung sinai untuk Tuhan Allah. (Kej 22:1-19)
Pada zaman ini saudara dan saya, berani untuk menyerahkan anak seperti Abraham lakukan.? Tentu tidak.
Hal yang serupa juga dilakukan oleh Allah untuk menyerahkan Yesus kepada musuh untuk dibunuh dan disalibkan demi menebus dosa saudara dan saya.
Andaikan anda dan saya ketika melihat saudara atau keluarga diantara kita disalibkan seperti penyaliban Yesus ini, bagaimana respon saudara.?
Sebagai manusia tentu tidak terima baik atas tindakan seperti ini.
Murid-murid-Nya dan saudaranya telah melihat penyaliban Yesus namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sebab itu waktunya untuk Yesus harus disalibkan membayar hutang yang telah kita lakukan yaitu Dosa saudara dan saya.
Jikalau Yesus tidak mati dan disalibkan maka hari ini saudara dan saya tidak bisa menikmati berkat Tuhan, rohani maupun jasmani.
Hanya karena kemurahan Tuhan saudara dan saya dapat diselamatkan terlebih lagi hari ini kita bisa terima nafas hidup secara cuma-cuma tanpa dibayar sepersenpun seperti Yesus lakukan.
Rabu, 20 Oktober 2021
𝗘𝗺𝗮𝘀 𝗺𝘂𝗿𝗻𝗶 𝗱𝗶𝗸𝗲𝗻𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗱𝗶𝘂𝗷𝗶
Senin, 30 Agustus 2021
PENGANIAYAAN YANG BERBALIK
![]() |
Ilustrasi-penganiayaan-terhadap-seorang-pria |
Bacaan: 1Petrus 2:18-25NATS: Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya (1Petrus 2:21)
Jumat, 11 Juni 2021
SI ANJING YANG MALANG
Jumat, 15 Januari 2021
MENJADI ANAK-ANAK TERANG
Kamis, 15 Oktober 2020
Jangan Pernah Irih Pada Orang Lain Tetapi Syukuri Apa Yang Ada Pada Kita
Dulu, aku pernah iri pada seorang teman yg cantik. Setiap kali brjalan denganny, semua orang memandangny. Belasan thn kmdian ak bertemu lagi, hampir ak tak mengenalnya. Wajahnya berjerawat, badanny 2x lebih besar dari ak. Kulitny menghitam. Ia sakit.
.
.
Dulu, aku pernah iri pada tetanggaku, rumahny besar, mobilny bagus. Kalo bertemu, perhiasan di tangan & lehernya bersinar. Tak lama setelah ak pindah, ak melihatnya di TV, ia meninggal karna dibunuh seseorang, karena utang ratusan juta yg tak kunjung ia bayar.
Dulu, aku pernah iri pada temanku, ia selalu cerita pacarnya tampan, anak org kaya, kuliah di luar negeri. Kemudian ak tau, ia dibawa lari pacarnya, lalu hamil di luar nikah, dan skrg ia ditinggalkan. Mereka bercerai.
Dulu, aku iri pada teman senamku. Ia mau kuliah S3 di negara tetangga. Pulang ke Indonesia sebulan sekali. Aku marah pada suamiku yg tak mengizinkanku kuliah lagi. Belakangan, aku sering baca status medsos suaminya. Lalu aku tau, mereka bercerai, karena temanku lebih memilih pria lain di negara tempatnya kuliah. Keluarganya berantakan.
Dulu, aku iri pada sahabatku. Ia selalu masuk sekolah favorit. Kuliah di universitas terkenal. Lulus PNS dg mudah. Tapi bulan kemarin ia menghubungiku. Mau pinjam uang. Gajinya tak cukup utk mmbayar semua cicilan barang2nya.
Dulu, aku iri pd teman sekolahku. Ia selalu rangking 1. Guru2 menyukainya. Lalu kuliah di univ terkenal. Kerja di perusahaan besar. Teman2 memujinya. Tapi kemarin ia menyapaku d WA. Minta pekerjaan. Ia baru aja di PHK. Perusahaan tempatny bekerja baru aja bangkrut.
Hidup itu sawang sinawang. Apa yang kita lihat indah, blm tentu seindah aslinya. Apa yg dulu kamu sesali, bisa jd skrg kamu syukuri. Ktika dulu nangis2 karna tak bisa seperti org lain, sekarang bilang alhamdulillah telah menjadi dirimu sendiri. Kunci nikmati hidup adalah bersyukur. Apa yg kamu lihat di orang lain belum tentu seperti apa yg kamu kira. Setiap orang diuji dengan cara yg berbeda.
Mungkin ada yg iri melihat saya nampak hidup enak. Padahal aslinya, sy juga ngalamin masukin air ke botol sampo pas habis.
.
.
Penulis: Dinifitriyah
Foto: indahkusuma
#skripsi follow @pembimbingmahasiswa 😊
Senin, 28 September 2020
Tuhan Meninggikan Orang Rendah
Mazmur 113
Sebelum membicarakan orang rendah dan yang direndahkan, pemazmur terlebih dahulu memuji Tuhan sebagai Pribadi yang mahatinggi mengatasi segala bangsa dan penuh kemuliaan. Siapa pun yang memandang Allah akan selalu merasa kerdil (1-6).
Penggambaran Tuhan yang mahatinggi dan manusia yang rendah bukan dimaksudkan supaya hamba-hamba-Nya diliputi kekaguman dan pemujaan. Sebaliknya, ini merupakan peringatan akan apa yang dapat dilakukan Tuhan dari takhta-Nya yang kudus. Dia dapat membolak-balikkan keadaan manusia. Bagi-Nya mengangkat derajat orang miskin dan hina bukanlah hal yang sulit. Ia juga dapat menghapus aib manusia dan menggantinya dengan kebanggaan dan sukacita.
Tuhan tidak menutup mata bahwa umat yang beriman, setia beribadah, dan taat melakukan firman-Nya pun bisa hidup dalam kenyataan pahit. Ada banyak orang kehilangan anggota keluarganya yang terpandang sehingga mereka tidak lagi dipandang, bahkan ditinggalkan orang. Ada juga yang jatuh miskin karena menjadi korban kecurangan bisnis, ketidakadilan, maupun kepentingan para penguasa. Ada juga orang-orang yang direndahkan oleh sesamanya karena kondisi lahiriah yang tidak bisa ditolak (misalnya mandul).
Pemazmur menguatkan bahwa Tuhan bukan saja memperhitungkan ibadah dan ketaatan kita, tetapi juga memperhatikan hidup kita sehari-hari. Marilah kita mengimani bahwa pengakuan akan Tuhan Yang Mahatinggi bukan sekadar ungkapan pemujaan, melainkan pengingat bahwa Dia sanggup mengangkat kita dari segala kerendahan, kehinaan, dan keterpurukan, bahkan kehancuran hidup.
Tuhan menginginkan kita hidup sederajat dengan sesama sekalipun jalan hidup kita berbeda. Lihatlah Hana dan Maria yang ditinggikan Allah (lih. 1Sam 2:1-10 dan Luk 1:46-55). Ada kalanya Allah meninggikan kita melalui peristiwa-peristiwa ajaib karena itu marilah kita sadari dan kita akui bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Kamis, 27 Agustus 2020
Berakar, Dibangun, dan Bersyukur
Kolose 2:6-15
Dalam bacaan hari ini Paulus menegaskan bahwa keniscayaan logis setiap orang yang menerima Kristus adalah hidup di dalam Dia. Paulus mendeskripsikannya dengan: "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur" (7).
Sang Rasul menegaskan, setiap pengikut Kristus harus mengakarkan dan mengarahkan dirinya hanya kepada Kristus. Dalam botani, berakar berarti siap mengambil air dan zat hara dari dalam tanah. Itu berarti dalam kehidupan kristiani, orang percaya dipanggil menghidupi dirinya dengan nilai-nilai Kristus.
Menarik disimak jika kita hendak meneliti unsur-unsur tumbuhan, kita hanya perlu memeriksa sehelai daunnya. Semua unsur dalam setiap bagian tumbuhan itu sama kadarnya. Dalam hidup seorang Kristen, pikiran, perkataan, dan perbuatan, semestinya dihidupi oleh nilai-nilai Kristus. Aneh rasanya jika yang dipikirkan berbeda dari yang dikatakan dan berbeda lagi dari yang dilakukan.
Tak hanya berakar, Paulus bicara soal pertumbuhan rohani yang dibangun di atas dasar Kristus. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sederhana tertera: "Hiduplah dengan menuruti kemauan-Nya." Kehendak Kristus menjadi arah pertumbuhan rohani. Sesungguhnya, ini merupakan perkara lumrah. Ketika kita membiarkan diri kita dialiri oleh nilai-nilai Kristus, melakukan kehendak Kristus menjadi hal yang wajar. Aneh rasanya, berakar dalam Kristus, tetapi tidak hidup seturut dengan kehendak-Nya.
Yang penting disimak juga, Paulus bicara soal hati yang "melimpah dengan syukur". Sang Rasul sadar, kehendak Kristus sering kali berbeda dengan keinginan manusia. Itulah yang membuat orang percaya merasa berat hidup sebagai Kristen, terlebih di tengah tekanan filsafat dunia (8). Pada titik ini "hidup bersyukur" merupakan frasa kunci.
Marilah kita bersyukur! Bersyukur karena kita dikubur bersama Kristus dalam baptisan dan dibangkitkan bersama Dia setelah pengampunan dosa.
Selasa, 25 Agustus 2020
Rohani vs Sekuler
Kolose 1:15-23
Kita mungkin sering mendengar orang berkata kalau di gereja tidak boleh berkata kasar, tidak boleh berbohong, tidak boleh berpikiran kotor, dan lain-lain. Perkataan ini tentu ada benarnya, tetapi lebih sering disalahartikan: "Kalau di gereja tidak boleh, maka di luar gereja boleh!" Pemahaman seperti ini mungkin sering kita jumpai dalam lingkungan kekristenan hari ini.
Rasul Paulus, mengajarkan kepada jemaat di Kolose bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (16). Ini adalah sebuah ajaran Kristologi yang tegas sehingga jemaat di Kolose tidak jatuh pada ajaran sesat. Ajaran populer yang berkembang saat itu mengajarkan bahwa dunia/ materi adalah jahat sehingga Allah tidak mungkin menjadi manusia. Selain itu, ajaran tersebut mengatakan bahwa Allah tidak mengurusi perkara duniawi (sekuler), melainkan hanya hal-hal rohani.
Rasul Paulus menentang itu karena meyakini bahwa Yesus adalah Allah yang telah menjadi manusia. Ia adalah Allah yang menciptakan segala sesuatu dan segala sesuatu untuk Dia. Dengan demikian, tidak ada hal rohani atau sekuler, melainkan semua yang ada adalah ciptaan Allah.
Dualisme seperti itu kerap kali mengecilkan kekristenan. Seolah-olah kekristenan dianggap sebagai kehidupan agama yang hanya berhenti pada hari Minggu. Akibatnya, muncul anggapan bahwa hidup kudus hanya berlaku di gereja tidak berarti apa-apa di luar gereja.
Firman Tuhan mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan berada dalam pengamatan-Nya. Oleh karena itu, sebagai anak Tuhan, kita semestinya melakukan segala sesuatu untuk memuliakan-Nya. Kalau Anda adalah seorang pekerja, bekerjalah seperti untuk Tuhan.
Jika masih bersekolah, maka belajarlah sesuai dengan prinsip firman Allah. Bahkan jika sedang berolahraga, tidur, makan, atau bermain, tetap lakukanlah dengan kesadaran bahwa kita harus memuliakan Allah dalam segala aspek. Dengan penuh penyerahan, kita mau bersaksi tentang Tuhan lewat profesi, pekerjaan, dan seluruh aspek kehidupan.
Minggu, 09 Agustus 2020
Pertikaian dalam Pelayanan
Mari kita memohon ampun jika sempat membenci rekan sepelayanan. Di dalam Tuhan, mari kita melayani-Nya dengan kesungguhan hati supaya damai sejahtera Allah menyertai kita semua. Kita mesti mengedepankan kasih, kepada Tuhan dan sesama.




.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)



