Foto : Istimewa
Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Nas: "Lagi pula, Allah sanggup melimpahkan segala anugerah kepada kamu,
supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah
berkelebihan di dalam berbagai perbuatan baik."
(2 Korintus 9:8).
Jemaat Korintus berjanji untuk memberikan persembahan bagi jemaat
Yerusalem. Hal itu membuat Paulus membanggakan mereka di hadapan jemaat
Makedonia. Bahkan, niat baik mereka juga merangsang orang lain untuk melakukan
kebaikan yang sama. Namun, jemaat Korintus tidak segera mewujudkan janjinya.
Karena itu, Paulus mendorong mereka untuk segera mewujudkan janjinya sambil
memotivasi mereka menggunakan hukum tabur tuai. Meski demikian, Paulus tidak
bermaksud mengajar jemaat Korintus untuk memberi dengan motivasi supaya
mendapat imbalan atau memancing berkat yang lebih besar. Paulus menekankan
semangat memberi dengan kerelaan hati, sukacita tanpa paksaan. Lagi pula,
Tuhan tidak akan pernah membiarkan umat-Nya kekurangan. Ini bukan hanya
berbicara tentang hal duniawi (materi), melainkan kasih karunia secara
menyeluruh (hikmat, sukacita, dan damai sejahtera). Terlebih pelayanan kasih
melalui pemberian berdampak melimpahkan ungkapan syukur bagi Allah. Sebab,
orang yang menerima pemberian kita akan bersyukur kepada Allah. Karena
pemberian yang kita bagikan, mereka juga memuliakan Allah. Tuhan memberikan
kelimpahan kepada umat bukan supaya umat dapat berfoya-foya, melainkan untuk
tujuan yang rohani, yakni berbagai perbuatan baik. Ini berarti bahwa
sesungguhnya di balik setiap berkat yang Tuhan curahkan, ada tugas yang mesti
kita emban, yaitu menjadi saluran berkat. Dengan demikian, tolak ukur berkat
bagi orang percaya bukan lagi banyaknya harta yang dimiliki, melainkan
banyaknya kebaikan yang dilakukan."
"TUHAN MELIMPAHKAN KASIH KARUNIA UNTUK DIBAGIKAN DALAM SEGALA KEBAJIKAN,
BUKAN UNTUK DISIMPAN ATAU DIPAMERKAN."
Pembacaan Setahun: Bilangan 8‐10

0 comments:
Posting Komentar