Tampilkan postingan dengan label Konseling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konseling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2026

Apa peranan suami istri dalam keluarga?



Jawaban
Meskipun laki-laki dan perempuan setara dalam hubungannya dengan Kristus, Alkitab memberi peran yang khusus kepada mereka masing-masing dalam konteks pernikahan.

Suami harus mengepalai keluarga (1 Korintus 11:3; Efesus 5:23). Kepemimpinan ini tidak boleh bersifat diktator, merendahkan atau menghina istri, namun harus sesuai dengan teladan Kristus dalam memimpin gereja.

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman” (Ef 5:25-26). Kristus mengasihi gereja (umat-Nya) dengan belas kasihan, kemurahan, pengampunan, hormat dan tidak mementingkan diri.

Demikian pula suami harus mencintai istri.

Istri harus tunduk pada otoritas suami mereka. “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu” (Ef 5:22-24).

Meskipun perempuan harus tunduk kepada suami mereka, Alkitab juga berkali-kali memberitahu laki-laki bagaimana seharusnya memperlakukan istri mereka. Suami tidak boleh berlaku sebagai diktator, namun harus menghormati istri dan pendapatnya.

Kenyataannya, Efesus 5:28-29 menasihati laki-laki untuk mencintai istri mereka sama seperti mereka mencintai tubuh sendiri, memberi makan dan merawatnya. Cinta seorang laki-laki terhadap istri harus sama seperti kasih Kristus terhadap tubuh-Nya, gereja.

“Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia” (Kol 3:18-19). “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang” (1Pet 3:7).

Dari ayat-ayat ini, kita melihat bahwa kasih dan rasa hormat mewarnai peranan suami istri. Kalau itu ada, maka otoritas, kepala, kasih dan ketaatan tidak akan menjadi masalah untuk pasangan manapun.

Dalam kaitan dengan pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga, Alkitab memerintahkan suami untuk menyediakan nafkah bagi keluarganya. Ini berarti dia harus bekerja dan mencari nafkah yang cukup untuk mencukupi semua kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya. Tidak melakukan ini pasti memiliki konsekuensi rohani yang.

“Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman” (1 Tim 5:8).

Tidak berarti istri tidak bisa membantu menghidupi keluarga – Amsal 31 menunjukkan bahwa istri yang rohani jelas melakukan itu – namun mencukupi kebutuhan keluarga bukanlah tanggung jawab utamanya; itu adalah tanggung jawab suaminya.

Sekalipun suami sepatutnya membantu mengurusi anak-anak dan pekerjaan rumah tangga (sehingga memenuhi kewajibannya untuk mencintai istrinya), Amsal 31 juga menyatakan dengan jelas bahwa rumah tangga adalah wilayah tanggung jawab utama perempuan. Sekalipun dia harus tidur pada larut malam dan bangun pagi-pagi, keluarganya tidak sampai kekurangan apapun.

Ini bukanlah gaya hidup yang mudah bagi banyak perempuan – khususnya di negara Barat yang maju. Namun demikian, terlalu banyak perempuan yang sudah begitu stress dan hampir “meledak.” Untuk mencegah stress semacam itu, baik suami maupun istri harus berdoa, mengatur kembali prioritas mereka dan mengikuti petunjuk-petunjuk Alkitab untuk peranan mereka masing-masing.

Konflik mengenai pembagian tugas dalam pernikahan pasti akan terjadi. Namun, jika kedua pihak tunduk kepada Kristus, konflik ini akan minim.

Kalau satu pasangan sering ribut dan panas dalam soal ini, ataupun ketika perselisihan terlihat mewarnai pernikahan, akar masalahnya biasanya bersifat rohani. Dalam keadaan begini, pasangan harus terlebih dahulu berdoa dan menundukkan diri kepada Kristus, baru kemudian berbicara kepada pasangannya dalam sikap kasih dan hormat.

Minggu, 04 Februari 2024

Menjaga Hati


Bacaan: AMSAL 4:23

Bacaan Setahun: Imamat 11-13


Nas: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)


Menjaga Hati

Sejak menempati rumah baru, kami mendapati baju seragam putih anak-anak kami kusam, tidak putih bersinar, bak mandi lebih cepat kuning dan lantai kamar mandi lekas berlumut. Belakangan baru diketahui hal tersebut disebabkan oleh kualitas air tanah yang tidak baik, berwarna, dan berbau karat. Akhirnya, kami memasang alat pengolah air. Meskipun hasilnya tidak maksimal, sedikit banyak telah mengurangi dampak air tanah yang kualitasnya buruk. Kualitas air yang buruk berdampak buruk pula bagi beberapa hal di rumah.

Hati ibarat sumber air yang harus dijaga dengan baik seperti kata firman Tuhan. Tuhan memerintahkan kita menjaga hati di atas segalanya. Hati adalah pusat kehidupan yang menentukan jalan hidup kita. Hati penuh dosa menggerakkan tubuh kepada tindakan dosa. Hati yang bersih membawa kepada kehidupan yang berharga. Kita dapat menjaga hati kita dengan cara: memenuhi pikiran kita dengan firman Tuhan, taat kepada Allah dan melawan iblis (Yak 4:7). Begitu seriusnya dampak dari hati, demikian pula kita harus menjaganya dengan serius.

Penuhilah hati kita dengan kebenaran firman Tuhan setiap hari. Penuhilah hati dengan pengaruh dari komunitas yang benar. Hati yang penuh firman Tuhan akan membawa kehidupan kita penuh dengan syukur, mengampuni, mengasihi, melayani Tuhan dan sesama dengan ketulusan. Komunitas yang benar menolong kita belajar memiliki hati yang terarah kepada kebenaran firman Tuhan.

 

Sumber : --AWS/www.renunganharian.net

 

BEGITU SERIUSNYA DAMPAK SEBUAH HATI,

SERIUS PULA KITA HARUS MENJAGANYA."

Kamis, 01 Februari 2024

Pelayanan Menyeluruh



Ilustrasi Memberi Makan



Bacaan: LUKAS 9:10-17

Bacaan Setahun: Keluaran 28-29


Nas: Tetapi, Ia berkata kepada mereka, "Kamu harus memberi mereka makan!" (Lukas 9:13)

 

Pelayanan Menyeluruh

Terkadang ada orang yang memahami bahwa pelayanan adalah hanya sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan rohani di gereja maupun persekutuan. Pelayanan hanya terbatas, seperti, menjadi pembawa renungan, pemimpin pemahaman Alkitab, pemimpin pujian, pemusik ibadah, dan pendoa syafaat. Hanya itukah sebuah pelayanan?

Ketika orang banyak terus mengikuti Yesus, Dia tetap melayani mereka dengan menyampaikan berita tentang Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang yang sakit. Menjelang malam murid-murid-Nya meminta Yesus menyuruh orang banyak pergi agar dapat mencari tempat menginap dan makan. Tetapi alangkah terkejutnya para murid ketika Yesus mengatakan bahwa mereka harus memberi makan orang banyak itu. Para murid mungkin berpikir bahwa memberi makan bukanlah menjadi tanggung jawab mereka sebagai pelayan. Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya suatu tanggung jawab pelayanan yang lebih luas dan menyeluruh. Sebab, ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu menjenguk Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku (Mat. 25:35-36).

Ketika melihat di sekitar kita, ada banyak sekali pelayanan yang bisa kita lakukan bagi Tuhan dengan mengasihi dan menolong sesama. Ada orang-orang yang mungkin lapar, haus, telanjang, sakit, dipenjara, dan tidak punya tempat tinggal, mari kita mengambil bagian, melayani dengan menolong dan meringankan beban mereka. 


Sumber : ANT/www.renunganharian.net


Selasa, 30 Januari 2024

Kelangkaan Kasih di Dunia


Kelangkaan Kasih

Kelangkaan Kasih


Bacaan: KISAH PARA RASUL 9:36-43

Bacaan Setahun: Keluaran 36-38


Nas: Berkemaslah Petrus dan berangkat bersama mereka. Setibanya di sana, ia dibawa ke ruang atas. Semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya baju-baju dan pakaian yang dibuat Dorkas waktu ia masih bersama mereka. (Kisah Para Rasul 9:39).


Apakah yang langka di dunia ini? Mungkin terpikir oleh kita hewan-hewan yang hampir punah, seperti orangutan, vaquita (sejenis lumba-lumba) dan saola (sejenis sapi). Atau tumbuhan seperti raflesia, acung jangkung, dan rotan inun. Atau sumber daya alam seperti batu bara dan minyak bumi. Benar, memang semuanya itu langka. Namun, ada satu lagi yang kerap tidak kita sadari. Apakah itu? Kasih!

Sewajarnya jika manusia yang hidup di dunia ini mati. Namun, saat kematian terjadi pada Dorkas, orang-orang di Yope bertindak tidak wajar. Dua orang diutus kepada Petrus dengan permintaan, "Segeralah datang ke tempat kami" (ay. 38). Kebetulan Petrus berada di Lida, tidak jauh dari Yope. Begitu Petrus tiba di situ, datang semua janda berdiri dekatnya dan menangis (ay. 39). Terlihat hati tidak rela ditinggal mati oleh perempuan itu. Seakan mereka semua berkata kepada Petrus, "Tolong lakukan sesuatu untuk kami!" Dapat dimengerti mereka bertindak demikian karena selama hidupnya Dorkas telah melakukan hal yang langka. Ia menabur kasih dengan banyak sekali berbuat kebaikan dan memberi sedekah (ay. 36). Bagi para janda yang mayoritas ialah kaum papa, Dorkas membuatkan baju dan pakaian.

Banyak orang mengaku sebagai anak Tuhan, tetapi kehilangan kasih. Sungguh menyedihkan mengetahui kasih ternyata langka mengingat anak Tuhan dikenal sebagai pembawa kasih. Rindukah kita membalik kenyataan ini? Rindukah kita mengubah "langka" menjadi "limpah"? Sekiranya ya, maka mulai hari ini mari menabur kasih dalam kehidupan sehari-hari. Perbuatlah kebaikan dan tunjukkan kemurahan hati. Hiburkan mereka yang susah, topanglah mereka yang lemah, bantulah mereka yang menderita.


Ayat Alkitab: KISAH PARA RASUL 9:36-43

9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita--dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.

9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.

9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami."

9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.

9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.

9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.

9:42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

9:43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit."

 

Sumber : www.renunganharian.net


Senin, 29 Januari 2024

Ketaatan dan Menjatuhkan Hukuman


Ilustrasi Menjatuhkan Hukuman



Bacaan: IBRANI 8

Bacaan Setahun: Keluaran 33-35

Nas: Ketika Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Apa yang telah menjadi tua dan usang, akan segera lenyap. (Ibrani 8:13)


Sudah Usang


Dulu kita menggunakan telepon rumah, telepon umum, atau pergi ke wartel untuk menelepon. Kini, kebanyakan orang menggenggam telepon di tangannya masing-masing. Kita hidup dengan teknologi yang lebih baru. Perangkat kuno tadi sudah ketinggalan zaman, sudah usang.

Perjanjian Baru jauh lebih agung daripada Perjanjian Lama, yang menuntut ketaatan sempurna dari orang-orang yang tidak sempurna. Dalam Perjanjian Baru, Yesus sebagai Imam Besar mempersembahkan persembahan yang sempurna. Melalui ketaatan-Nya, orang-orang yang percaya kepada-Nya mendapatkan pembenaran.

Allah juga menuliskan hukum-Nya dalam akal budi dan hati orang percaya (ay. 10). Menurut Yeremia 31:34, hukum ini membuat orang mengenal Allah tanpa perlu diajari oleh orang lain. Nubuatan ini mengacu pada "hukum Roh yang memberi hidup" (Rm. 8:2). Roh Kuduslah yang mengajarkan segala sesuatu kepada kita (Yoh. 14:26). Kita tidak lagi diatur oleh hukum yang tertulis pada loh batu, tetapi dipimpin oleh Roh Kudus yang tinggal di dalam hati kita.

Martin Luther menggambarkan perbedaan antara Perjanjian Lama dan Baru sebagai berikut, "Hukum Taurat berkata, 'Lakukan hal ini, ' dan hal tersebut tidak pernah terlaksana. Anugerah berkata, 'Percayalah akan hal ini, ' dan segala sesuatunya sudah diselesaikan." Apakah kita menjalani hidup ini dengan cara lama-mengandalkan ketaatan pribadi pada aturan-aturan agamawi-ataukah dengan cara baru-mengandalkan anugerah dan pimpinan Roh Kudus? 


Sumber : ARS/www.renunganharian.net


* * *

HUKUM TAURAT MENUNTUT KETAATAN DAN MENJATUHKAN HUKUMAN,

ROH KUDUS MEMBERIKAN HIDUP DAN MENYEDIAKAN KEMERDEKAAN"

Sabtu, 18 November 2023

Minggu, 22 Oktober 2023

Pengaruh Dunia Maya dan Media Massa bagi Anak dan Komunikasi Keluarga

Ilustrasi Pengaruh Dunia Maya Terhadap Anak


Apa kata Alkitab tentang peran dan pengaruh media? Bagaimana peran gereja dalam pemanfaatan media bagi kehidupan jemaat dan keluarga? Apa saja yang menjadi aspek moral dan spiritual game, internet, dan komik (media massa)?

Pendahuluan

Nats Alkitab:

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu." (Ulangan 6:4-9)

"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." (Amsal 22:6)

TUHAN adalah pihak yang pertama-tama mengambil inisiatif secara aktif untuk mengomunikasikan kebenaran, bahkan diri-Nya sendiri kepada manusia. Kejatuhan manusia ke dalam dosa karena pencobaan dari iblis dimulai dengan komunikasi yang disampaikan oleh iblis kepada manusia dalam bentuk audio-visual. Oleh sebab itulah, manusia terpikat oleh keinginan mata, keinginan daging, dan keangkuhan hidup. Iblis mengoda dengan mengarahkan pandangan manusia terhadap buah pengetahuan yang baik dan jahat, buah yang dilarang oleh Tuhan untuk dimakan. Buah itu kelihatannya baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya.

  1. Standar Nilai Kebenaran

    Ditinjau dari sudut pemahaman teologis, semua isi dan bentuk media komunikasi manusia sangatlah ditentukan oleh pribadi-pribadi yang memproduksi dan menyampaikan. Sedangkan perkembangan teknologi informasi dan media audio-visual hanyalah dipakai sebagai alat untuk mempermudah penyampaian komunikasi.

    Dari seorang yang hidup dalam dosa, tidak mungkin ia bisa menghasilkan komunikasi yang sesuai dengan kebenaran Allah sebab ia sendiri "buta" dan tidak hidup dalam kebenaran itu.

    Contoh:
    Film yang diproduksi dengan kandungan unsur pornografi oleh seorang seniman, mungkin dikatakan sebagai film yang mempunyai nilai seni yang tinggi, oleh sutradara mungkin dianggap sebagai film yang bisa membawa kekebasan berekspresi, oleh produser akan dikatakan sebagai film yang laku dijual, dan oleh konsumen bisa dianggap film yang enak untuk dinikmati.

    Tetapi apabila seseorang memiliki nilai moral dan memegang teguh kebenaran Tuhan, ia akan mengatakan bahwa film itu adalah film yang merusak moral.

    Jadi, standar penilaian tergantung dari nilai yang tertanam dalam diri seseorang. Oleh sebab itu, di dalam Kitab Ulangan 6:6-9, kita diperintahkan untuk menanamkan nilai-nilai kebenaran kepada anak-anak secara berulang-ulang; apabila kita duduk di rumah, apabila kita sedang dalam perjalanan, apabila kita berbaring, dan apabila kita bangun. Bahkan, pengajaran yang berulang-ulang itu juga memakai metode visualisasi dengan mengikatkan sebuah kotak kecil berisi firman Tuhan sebagai tanda pada tangan dan hal itu harus menjadi lambang di dahi, serta harus dituliskan pada tiang pintu rumah dan pada pintu gerbang.

  2. Memori Otak Manusia

    Memori di dalam otak manusia sama halnya dengan kemampuan sebuah "microprosesor" hasil teknologi sekarang ini. Di dalam "microprosesor" terdapat apa yang disebut sebagai "cache memory". "Cache memory" adalah memory yang berfungsi menampung semua instruksi yang pernah atau sering dipakai oleh "microprosesor" ketika ia mengakses data ke "main memory". Jadi, setiap intruksi yang pernah dieksekusi, apabila perlu dipakai lagi, bisa diambil dari "cache memory" sehingga tidak perlu menunggu waktu yang lebih lama untuk mengambilnya dari "main memory". Dengan demikian, kinerja prosesor dapat ditingkatkan.

    Contoh:
    Jika kita mempunyai pilihan untuk menempuh perjalanan ke suatu tempat; katakanlah C, dan untuk mencapai tempat itu kita bisa melalui jalan A atau jalan B. Jika jalan A adalah jalan yang biasa dan berulang-ulang kita lewati, sedangkan jalan B jarang kita lewati, faktor kemungkinan kita memilih jalan A akan lebih besar daripada jalan B. Ketika sampai di persimpangan jalan dan dihadapkan untuk memilih jalan A atau B, secara otomatis, reaksi otak akan mengambil data di memori kita berupa jalan A yang sering kita lewati.

    Hal serupa juga terjadi dalam pengaruh media tontonan, bacaan, dan permainan; berupa film-film, buku-buku bacaan, game, maupun informasi dari internet. Jika seseorang mengonsumsi materi-materi media yang bersifat merusak, ketika ia dihadapkan pada pilihan bagaimana ia harus mengambil tindakan atau keputusan, ia akan cenderung mengambil data dari memori yang ada di otaknya, yakni apa yang selama ini ia lihat, dengar, dan baca.

    Oleh sebab itu, pengajaran yang berulang-ulang akan diambil alih media apabila orang tua tidak mengambil peran yang sangat penting dalam membangun komunikasi keluarga, yaitu mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai kebenaran Tuhan.

  3. Pengaruh Buruk Game

    Berikut beberapa pengaruh buruk video game terhadap seseorang.

    1. Orang yang kecanduan main game, hingga banyak menyita waktu, bisa bermain game sampai 3 hari 3 malam.

    2. Game yang penuh kekerasan bisa mengakibatkan hilangnya empati dan belas kasihan.

    3. Kecanduan game mengakibatkan gangguan kesehatan (mata, jantung, syaraf otak, dan sebagainya).

    4. Memori otak diisi dengan prinsip-prinsip yang buruk, seperti salah satu slogan game: "Only one rule, kill or be killed".

    5. Kehidupan interaksi sosial yang kurang.

    6. Pembentukan karakter yang tidak sehat.

    7. Penurunan prestasi belajar, kehilangan konsentrasi.

    8. Kehilangan fokus terhadap segala sesuatu yang bersifat teks.

    9. Penurunan kehidupan spiritual dan lain sebagainya.

    Meski begitu, ada juga game yang baik dan berguna untuk membangun karakter, tetapi jumlahnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan game yang isinya penuh dengan kekerasan, seks, dan karakter yang buruk.

    Kita tidak bisa membendung perkembangan teknologi masa kini sebab teknologi akan terus berkembang. Hal yang bisa kita lakukan adalah menggunakan teknologi secara tepat guna dan memanfaatkannya untuk mengajarkan hal yang baik, berguna, dan yang benar kepada anak-anak kita.

  4. Komunikasi Keluarga

    Komunikasi dalam keluarga adalah komunikasi yang tidak bisa dilakukan oleh dunia maya dan media massa. Komunikasi yang bersifat tatap muka‚ berbincang-bincang bersama, disertai dengan beragam ekspresi wajah, canda ria, sentuhan, belaian, dan pelukan akan memberi arti tersendiri dan mengandung sejuta makna bagi pasangan dan anak-anak kita (Elvis, Martin. HP & SMS: Alat Bantu atau Pengganti? Majalah Eunike 08/Triwulan I/23).

    Media tidak menganggap anak kita sebagai seorang pribadi, melainkan sebagai konsumen dan penambah rating iklan. Media tidak bisa memeluk anak kita.

    Media tidak bisa mendengarkan anak kita, kita memiliki hak istimewa apabila anak kita lari memasuki rumah dengan kabar yang menggembirakan: Kita dapat mendengarkan! Pada waktu itu, kita lebih penting dari semua acara media di dunia. Media tidak bisa menggendong dan berdoa bersama anak kita, tetapi kita dapat menaikkan anak kita ke tempat tidur dan menyelimutinya serta berdoa bersama dia (Beers, Gilbert V. Orang Tua, Berbicaralah dengan Anak Anda!).

  5. Kesimpulan

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kecanduan anak terhadap dunia maya dan media audio-visual adalah sebagai berikut.

    1. Komunikasi yang efektif adalah dengan media audio-visual.

    2. Bangunlah kehidupan spiritual dalam keluarga Anda.

    3. Komunikasi keluarga sangat berperan dalam menanamkan nilai pada anak dengan orang tua sebagai "role model".

    4. Menanamkan nilai kebenaran dalam diri anak itu sangat penting. Dengan demikian, mereka akan bisa mengambil sikap untuk menolak segala yang tidak baik. Dan sampai tua nanti pun, ia tidak akan menyimpang dari jalan kebenaran.

    5. Tidak ada jalan singkat (shortcut) untuk membebaskan anak yang sudah telanjur kecanduan media (game, internet, dan sebagainya); diperlukan usaha dan doa.

    6. Jika komunikasi dalam keluarga tidak dibangun, peranan itu akan diambil alih oleh media.

    7. Kita tidak bisa melawan dan membendung teknologi dunia maya dan media audio-visual.

    8. Lakukan apa yang tidak bisa media lakukan bagi anak Anda.

    9. Jangan terlalu terfokus pada sisi buruk anak Anda, kembangkan nilai positif anak -- bakat dan kemampuannya.

Sabtu, 30 September 2023

Peran Wanita Dalam Pelayanan

    Ilustrasi Wanita Dalam Pelayanan


Dalam topik ini kita akan mengetahui bagaimana peran wanita di dalam pelayanan, ternyata tidak hanya kaum pria saja yang berhak duduk di dalam pelayanan gereja dan sebagainya. Wanita pun diperlukan di sana, Tuhan begitu spesial memperhatikan wanita yang dianggap lemah, khususnya saat pelayanan Tuhan Yesus waktu itu.

Murid Tuhan Yesus semua pria, namun sebenarnya banyak pelayanan yang Ia lakukan bersama murid-muridnya ditopang oleh pelayanan para wanita.

Mari kita lihat secara spesifik beberapa tokoh Alkitab.

  1. Miriam yang adalah kakak wanita dari Musa.
    Miriam memainkan peranan yang sangat penting, kesuksesan Musa karena andil Miriam yang sangat besar. Seandainya kita tidak menghitung kuasa Tuhan, barangkali kalau tidak ada Miriam, Musa sudah hanyut di sungai. Namun gara-gara ada Miriam Musa hanyut masuk ke dalam istana Firaun.

  2. Debora yang masuk dalam barisan Hakim-hakim.
    Melalui tokoh ini sangat kelihatan bahwa Tuhan tidak melihat jenis kelamin untuk mencari seorang pemimpin. Padahal budaya pada waktu itu mengutamakan pria untuk memegang peranan, tetapi Tuhan pakai Debora untuk menjadi seorang hakim dan nabiah.

  3. Ester yang menjadi ratu.
    Dia bisa menjadi alat atau saluran untuk bisa menghubungi suaminyaitu sang raja, untuk kemudian bisa mengubah berbagai peristiwa yang tadinya direncanakan dengan jahat oleh Haman. Akhirnya karena keberanian Ester ditambah dengan dukungan dari rakyatnya, dia bisa melakukan hal tersebut. Peranan Ester sangat penting sekali hingga satu bangsa terselamatkan. Kalau Ester tidak bertindak kemungkinan besar keadaan bangsa Israel pada saat itu sangat-sangat terancam bahkan bisa punah.

  4. Yang lainnya lagi adalah peranan wanita-wanita seperti Maria Magdalena, Susana, dan Yohana dalam pelayanan Tuhan Yesus.
    Yang menarik buat saya adalah mereka begitu setia melayani Tuhan Yesus, memberikan dukungan keuangan dan sebagainya. Bahkan yang dicatat dalam Alkitab, waktu Tuhan Yesus di kayu salib yang bersama dengan-Nya adalah para wanita tersebut. Yang pertama menjenguk kubur Tuhan Yesus juga adalah mereka para wanita ini. Dan orang pertama yang melihat Tuhan Yesus bangkit adalah Maria Magdalena dan para wanita lainnya. Di sini menunjukkan bahwa Tuhan begitu spesial memperhatikan wanita yang dianggap lemah, yang dianggap tidak ada apa-apanya, khususnya pada zaman itu. Mereka diangkat ke posisi yang begitu tinggi, begitu dihargai, begitu dikenang oleh Tuhan sendiri, saya merasakan itu adalah anugerah semata.

Sebagai kaum wanita yang memang terdesak dan dibatasi (meskipun seharusnya tidak seperti itu), yang perlu dilakukan untuk menghadapi hal ini adalah:

  1. Pakailah kesempatan yang memang sudah ada dengan semaksimal mungkin.

  2. Jangan pasif tapi harus lebih aktif menciptakan kesempatan dan memakai kesempatan.

  3. Jadi bukan mengada-ada tapi tunjukkanlah bahwa apa yang Tuhan berikan dan apa yang Tuhan bebankan dalam hati para wanita direalisasikan menurut kehendakNya.

  4. Bersandarlah pada kekuatan dari Tuhan dan tunjukkan kesetiaan kita di dalam pelayanan, sehingga orang dapat melihat bahwa inilah wanita, mereka dapat melayani dengan bagus dan dengan konsisten.

Dalam Filipi 3:17, Rasul Paulus berkata: "Saudara-saudara ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu." Sebagai wanita kita perlu memberikan suri tauladan yang indah sehingga orang di luar akan melihat kesaksian hidup kita, kesetiaan kita, kesanggupan kita dan mereka akhirnya mau tidak mau harus mengakui sumbangsih yang telah diberikan oleh para wanita dalam pelayanan.


Sumber : Renungan Konseling

Kamis, 18 Februari 2021

Pernikahan Beda Agama Menurut Kristen Protestan


Seseorang yang telah lahir ke dunia akan mengalami pertumbuhan perkembangan, mulai dari pertumbuhan anak-anak. Lalu bertumbuh sampe remaja dan langsung bertumbuh sampai kita tumbuh dewasa. Biasanya setelah kita dewasa kita akan menentukan arah hidup kita, apakah kita akan langsung melanjutkan kerja atau kita akan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Kalangan orang tua yang sering kali banyak menginginkan anaknya cepat menikah. Padahal apabila kita menikah, kita harus memantapkan pasangan yang memang sudah serius kita punya. Namun, banyak kalangan wanita bahkan pria yang terkadang tidak ingin cepat-cepat menikah atau mereka lebih menginginkan menjenjang karirnya terlebih dahulu.

i yang mengakibatkan sering kali orang tua menjodohkan anak-anak mereka. Namun, hal lainnya bila anda sudah punya pacar sendiri namun hubungan anda tidak disetujui oleh orang tua anda. Mungkin ada banyak faktor hubungan anda tidak disetujui oleh orang tua, berikut beberapa faktornya sebagai berikut:

1. Perbedaan Ras, dan Suku

Orang tua sering sekali menuntut pasangan anda dengan lewat ras dan suku. Biasanya orang tua lebih menginginkan mempunyai pasangan yang memiliki satu ras dan suku yang sama. Sering sekali anak dari orang tua tersebut yang memperkenalkan pasangannya, namun sering sekali mengalami banyak pertentangan dari orang tua.

2. Pekerjaan, dan Status Keluarga

Selain perbedaan ras dan suku yang tidak disetujui, bisanya orang tua akan menanyakan pekerjaan pasangan anda. Dan latarbelakang tentang keluarga pasangan anda tersebut. Orang tua sering kali menuntut mempunyai pasangan yang mempunyai pekerjaan yang lebih tinggi atau minimal setara dibandingkan perempuannya. Orang tua anda biasanya akan menanyakan tentang kehidupan keluarga anda dengan harus keterangan yang baik.

3. Perbedaan Agama

Sering kali kalau kita menemukan pasangan yang mempunyai perbedaan agama dalam mereka menjalinkan hubungan. Banyak sekali pasangan yang menjalin hubungan dengan perbedaan agama, mereka akan melakukan hubungan yang diam-diam karena mereka tahu pasti hubungan cinta mereka akan terlarang dan tidak disetujui.

Baca juga: Renungan Singkat Kristen – Sejarah Natal

Alasan Pasangan Banyak Memilih Pasangan Beda Agama

Pertentangan-pertentangan yang sering terjadi pada beda agama, banyak sekali faktor yang tidak menyetujui. Masalah faktor utamanya adalah tidak ada restu pada masing-masing orang tua pasangan. Walau sering sekali mendapatkan banyak tantangan sering kali pasangan ini melakukan pertetangan dari nasehat orang tua dengan melakukan hubungannya atau sering kali melakukan nikah lari atau sering disebuat nikah diam-diam tanpa persejutuan orang tua. Lalu mengapa alasan mereka untuk melanjutkan hubungannya atau melangkah yang lebih serius? Berikut alasan pasangan banyak memilih pasangan yang berbeda agama:

  • Sudah Terlanjur Cinta

Pasangan yang berbeda agama bila kita sering menanyakan mengapa melanjutkan hubungannya kembali? Mereka pasti akan menjawab bahwa mereka sudah saling telanjur cinta mati atau tidak bisa move on dari pasangannya. Pelakuan ini biasanya akan disampaikan oleh salah satu pasangannya untuk melanjutkan hubungannya dengan tahap yang serius lagi

  • Sudah Nyaman dengan Pacaranya

Jalinan yang sudah dijalankan dalam pasangan anda dalam waktu yang panjang dan sudah memiliki pacar yang memang sudah sangat terjalin dalam mengetahui masalah sulit dan masalah senangnya. Biasanya mereka tidak akan mau dipisahkan atau ditentang orang tua. Biasanya mereka akan kabur dan melakukan keluarga hubungan yang baru bersama pasangan anda.

  • Terlanjur Melakukan Pernikahan

Alasan ini juga merupakan salah satu dari mereka melanjutkan pernikahan, hubungan yang terus disegaja dilakukan ini biasanya agar pasangan ini mendapatkan pengakuan dan luluhan dari orang tuanya. Namun, hanya ada beberapa orang tua yang menyetujuinya dan pada sebagaian orang tua tidak menyetujuinya. Lalu biasanya mereka akan melakukan putus hubungan keluarga.

Ada tiga alasan yang sudah dijelaskan sedikit mengapa sering kali orang tua menantang, hubungan anda. Namun dari beberapa hal yang sudah dijelaskan tentang alasan mengapa orang tua melarang, biasanya terkadang orang tua akan menyetujui alasan yang pertama dan kedua. Pada alasan yang ketiga sering kali orang tua tidak menyetujuinya, untuk alasan anak apapun. Karena dalam perbedaan agama apabila disatukan, tidak akan pernah menjadi satu menurut prinsip orang tua. Apabila anda melakukan pernikahan hubungan kepada pasangan yang berbeda agama akan sekali menimbulkan banyak masalah sebagai berikut:

  • Kecocokan pendapat dalam penafsiran agama, ini juga sering kali terjadi pada hubungan yang mempunyai beda agama. Akan biasanya terjadi konflik kecil walaupun dalam hal masa spele.
  • Pemberian kekecokan nilai agama terhadap anak-anaknya, biasanya pasangan yang berbeda agama setelah itu mepunyai anak. Sering kali orang tua akan mengajarkan agama, ini sering kali ada perebutan dalam pemilihan agama untuk anak tersebut.
  • Pertengkaran kecil dengan adanya berita masalah seseorang pada ke jelekan agamanya. Pasangan tersebut akan menuntut untuk pasangan yang agama dijelekkan agar perpindahan pasangan agama pasangannya.

Pandangan Menikah Menurut Agama Kristen Yang Benar

Jika kita sudah membaca dari adanya faktor yang tidak disetujui dari berbagai dari banyak orang tua, dan sampai menjelasskan masalah konflik yang terjadi dalam rumah tangga dalam perbedaan agama. Lalu apa yah pandangan agama Kristen tentang adanya pernikahan agama yang terjadi pada anggota jemaatnya.

Berikut pandangan agama Kristen menurut dengan pasal pada alkitab:

  • Mustahil bagi kita akan bisa mendekatkan kembali hubungan dan kerja sama kita kepada Tuhan. Maksudnya dalam pernikahan Kristen menjalinkan hubungan bersama dengan Tuhan. Apabila salah satu pasangan kita berbeda agama, Tuhan tidak akan menerima pernikahan kalian.
  • Anda akan mendapatka batu sandungan setelah anda menikah, biasanya anda akan menghadapi masalah-masalah seperti tidak diterima lagi dalam gereja anda, dicaci maki oleh para tetangga ataupun teman anda yang memiliki agama yang sama dengan anda, dan menggangap anda orang yang tidak setia kepada Tuhan.
  • Akan menyakiti perasaan Tuhan, pada ajaran yang sering disampaikan pada agama Kristen untuk saling menikahi pasangan-Mu pada sesama agama ini akan membuat hati Tuhan lebih kecewa, karena apa yang diajarkan perintah Tuhan tidak pernah anda lakukan dan malah anda langgar.

2 Korintus 6:14: Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Maksudnya dari nas epistel ini adalah bahwa kita harus memilih pasangan yang tepat dalam pasangan calon anda, jangan pernah memiliki perbedaan dalam ajaran Tuhan. Tuhan hanya menginginkan keluarga yang sama-sama saling utuh dan saling menghargai satu agama yang dimiliki oleh keluarga barunya tersebut. Persamaan yang akan terjalin dalam hidup keluarga anda dalam pasangan baru anda akan membuat hati anda lebih tenang, dan jarang menghadapi berbagai cobaan dari luar. Karena hubungan pernikahan keluarga anda sudah terlindungi didalam Tuhan.

Cara Mencoba Hubungan yang Baru Dengan Satu Iman Kristiani

Lalu anda pasti sering menanyakan bagaimana saya harus bisa berpindah dengan pasangan saya yang berbeda agama ini. Pertanyaan ini sebenarnya mudah dijawab namun juga sulit untuk dijawab, keputusan jawabannya biasanya terletak dari hati dan kemauan anda. Jangan pernah pikirkan hanya pada enak sementara dalam menjalikan pernikahan, yang namun akan membuat pernikahan anda lebih berantakan dengan sendirinya. Cara kalian mencoba hubungan baru dengan sesama iman sebagai berikut:

  1. Mulailah melakukan pemutusan hubungan kepada pasangan anda yang memiliki beda agama ini.
  2. Mulai mencoba melupakan tentang kenangan masa pacaran anda bersama pasangan anda.
  3. Aktiflah dalam ke gereja atau datang acara-acara ibadah pada gereja.
  4. Buatlah hari weekend anda lebih mendekat kepada Tuhan dan anggota iman lainnya.
  5. Lakukanlah pertemanan dan mulai membangun hubungan yang baru kepada sesama anggota gereja
  6. Mulai membuka diri untuk menyukai anggota sesama gereja.

Keenam cara ini bisanya akan bisa anda lakukan dengan niat dan keputusan tekad anda sendiri. Bila hanya melakukan karena paksaan atau karena dari ada paksaan orang tua, sebaiknya anda pikir terlebih dahulu. Jangan sampe apa yang anda lakukan dengan setengah-setengah dalam prinsip cara anda berpindah dalam hubungan pasangan anda. Anda biasanya akan mengalami kebingungan dan kembimbangan dalam anda memilih keputusan anda yang akan membuat hidup anda menjadi aka lebih stress yang berkepanjangan.

Ingatlah apa yang sudah disampaikan dalam artikel ini, semoga bisa jadi manfaat dan wawasan dalam anda mengalami masalah yang sama pada artikel ini. Pilihlah makna dan keputusan yang tepat dalam hidup anda menjalinkan hubungan yang benar dan tepat.

Senin, 14 Mei 2018

Apa itu Penyembuhan Batin?

Penyembuhan Luka Batin

"Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." (Matius 8:17)
"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus." (Roma 8:26-27)