Jumat, 22 Oktober 2021

Hutang Telah dibayar Lunas

 Yesus Mebayar Utang Dengan Darah-Nya

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:30)

Sebagai seorang ibu tak sanggup untuk Manahan tangisan dan merelahkan  anaknya untuk disalibkan.

Kadang kalah kita  sulit untuk merelakan anak kita untuk  sekolah kebenaran atau Teologi, banyak pertimbangan dalam hidup kita sebagai ayah dan ibu. Hanya sekolah saja tetapi kita pikirkan apalagi kita menyerahkan untuk dibunuh. Saya yakin seratus persen tidak ada yang berani di dunia ini.

Pada perjanjian lama hanya Abraham sendiri yang  berani menyerahkan anaknya yang sulung  yaitu Isak  dipersembahkan sebagai kurban  bakaran  di gunung sinai untuk Tuhan Allah. (Kej 22:1-19)

Pada zaman ini saudara dan saya, berani untuk menyerahkan anak seperti Abraham lakukan.? Tentu tidak.

Hal yang serupa juga dilakukan oleh Allah untuk menyerahkan Yesus kepada musuh untuk  dibunuh dan disalibkan demi menebus dosa saudara dan saya.

Andaikan anda dan  saya ketika melihat saudara atau keluarga diantara kita disalibkan seperti penyaliban  Yesus ini, bagaimana respon saudara.?

Sebagai manusia tentu tidak terima baik atas  tindakan  seperti ini.

Murid-murid-Nya dan saudaranya telah melihat penyaliban Yesus  namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sebab itu waktunya untuk Yesus harus disalibkan  membayar hutang yang telah kita lakukan yaitu Dosa saudara dan saya.

Jikalau Yesus tidak mati dan disalibkan  maka hari ini saudara dan saya tidak bisa menikmati  berkat Tuhan, rohani maupun jasmani. 

Hanya karena kemurahan Tuhan saudara dan saya dapat diselamatkan  terlebih lagi hari ini kita bisa terima nafas hidup secara cuma-cuma tanpa dibayar sepersenpun seperti Yesus lakukan.

0 comments:

Posting Komentar