Minggu, 24 Mei 2020

Kehidupan Yang Berkenan Tuhan Allah

Oleh :Pdt. Thomas Wenda, S.Th

Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado

SHALOM... Puji Tuhan,  Salam sejahtera bagi kita semua keluarga Allah. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang telah tibahkan kita pagi dengan Selamat untuk memuji dan memuliakan Allah kita. Hari kamis lalu kita telah memperingati KENAIKAN YESUS KRISTUS ke SORGA. Kini hari ke tiga dan tujuh hari lagi tanggal, 31 kita akan memperingati PENCURAHAN KUASA ROH KUDUS khusus bagi orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Saudara/i dan bapak/ibu yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, untuk itu hari ini kita patut bersyukur kepada Allah yang mana kita diberikan kesempatan yang istimewa untuk beribadah di masing-masing tempat tinggal: baik di Asrama, Gubuk, Kos-Kosan serta Keluarga. Marilah kita merenungkan Firman Allah yang terambil dari :
✓ Kejadian 6:1-22
✓ Ayat Nas 6 : 8
✓ Tema : "KEHIDUPAN YANG BERKENAN TUHAN ALLAH"

Bapak/ibu/sdr/i, yang Tuhan Yesus kasihi, Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa pada zaman Nuh semua manusia telah rusak berat perbuatannya, bahkan " Segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata"
(ay 5). Begitu banyaknya kejahatan sampai Tuhan merasa menyesal telah menjadikan manuisa. Namun di tengah-tengah dunia yang begitu jahat itu, Tuhan masih mendapati satu pribadi yg berkenan di hatiNya yaitu Nuh, "... seorang yang benar dan tidak bercela diantara orang-orang sezamannya;"(ay 9). Menurut bahasa asli, Nuh berasal dari kata 'Noah atau Noa yang berarti istirahat, tentram, juga memiliki makna Sabat atau Penghiburan.

Faktor apa saja yang membuat hidup Nuh dikenan oleh Tuhan?

1). Nuh memiliki persekutuan intim yang karib dengan Tuhan (ay 9). Terjemahan lainnya menjelaskan bahwa Nuh senantiasa mengikuti kehendak Tuhan dan hidup dalam hubungan yang erat dengan  Tuhan. Artinya Nuh dan Tuhan senantiasa terjalin komunikasi yang intim dan terhadap orang yang bergaul karib denganNya. Ia memberitahukan rencana dan perjanjianNya (Maz 25:14). Berfirmanlah Tuhan kepada Nuh, " Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mrk bersama-sama dengan bumi. Buatlah bagimu sebuah bahtera dr kayu gofir, (Kejad 6:13-14). 

2). Nuh selalu Taat Melakukan Kehendak Tuhan Allah (ay 22-23). 
Sekalipun perintah Tuhan itu sulit untuk dilakukan dan sangat tidak masuk akal, Nuh tidak  melakukan perbantahan dengan Tuhan, mengeluh atau berdalih, tapi Nuh tetap TAAT. Padahal Nuh belum pernah melihat hujan dan ia hidup jauh samudera, belum lagi proses pembuatan bahtera yang memakan waktu bertahun-tahun dengan peralatan juga serba terbatas. Nuh sangat rela berkorban dan melakukan yang terbaik hanya bagi Tuhan sekalipun banyak tantangan, hambatan dan hinaan dari dalam maupun dari luar masyarakat di sekitar. 

Akhirnya ketaatan Nuh pun terbayarkan! Ketika semua manusia maupun makhluk yang hidup di zaman itu mengalami kebinasaan, "Hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu." (Kejad 7:23).
Saudara- saudari ku yang terkasih di dalam Kristus, dengan  mendengarkan uraian renungan Firman Allah tersebut, marilah kita membuka mata hati dan telinga rohani untuk merespons lawatanNya, bahwa Tuhan sedang mencari 'Nuh-Nuh' akhir zaman, orang-orang yang mau taat melakukan kehendak Tuhan Allah dan hidupnya tanpa kompromi dengan segala macam tawaran dunia!

Selamat berhari Minggu dan selamat beribadah Raya, Minggu 24 Mei 2020. Kiranya ibadah kita sebagai persembahan kita yang hidup hanya untuk menyenangkan hati Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dari Allah, Damai sejahtera dari Yesus Kristus dan penghiburan serta kekuatan dr Roh Kudus menyertai kita semua dr sekarang sampai Tahun Yesus menjemput kita sbg saleh2Nya. Amin.

0 comments:

Posting Komentar