Minggu, 21 Juni 2020

Pertobatan Sejati


Pertobatan Sejati

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado


Syalom....!!!!
         Salam sejahtera bagi kita keluarga Allah di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita. Marilah saat ini kita patut bersyukur kepada  Tuhan, Karena berkat penyertaanNya kita masih ada dalam kondisi yang aman dan selamat dan pagi hari ini kita boleh ada mengadakan Ibadah Raya Minggu tanggal 21 Juni 2020. 
Oleh karena itu, saudara-saudra ku Keluarga Allah saya mengajak kita merenungkan Firman Allah yg terambil dari Alkitab dari :
✓ Injil Matius 4:12-17
✓ Ayat Nast 4:17
✓ Tema: "PERTOBATAN YANG SEJATI".

Saudara-saudara ku Keluarga Allah yang saya kasihi, renungan Firman Allah saat ini seruan untuk 'bertobat'. Karena 'Bertobat' adalah perkataan yang pertama disampaikan oleh Tuhan Yesus pada saat Ia memulaikan Pelayanan dan tema utama dalam PelayananNya di bumi. Berita tentang pertobatan ini juga yang diseru-serukan oleh Yohanes Pembaptis di Padang gurun Yudea, di awal pelayanan & tema utama pelayanannya kepada umat Israel. Jadi sebenarnya hidup dalam pertobatan adalah kehendak Tuhan Allah bagi semua orang, terutama kita yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus, sebab yang menjadi dasar pertobatan sejati adalah mempunyai iman yang benar kepada Tuhan Yesus Kristus.

Untuk menuju kepada  pertobatan yang sejati ada beberapa langkah yang harus kita perhatikan: 

1). Kita harus menyadari bahwa diri kita ini adalah orang berdosa. Ada banyak orang menganggap dirinya orang yang benar dan suci sehingga ia merasa bahwa dirinya tidak perlu bertobat. Pengakuan jujur sbg orang berdosa yang memerlukan pengampunan dosa dari Tahun Yesus adalah langkah awal pertobatan. Pengakuan diri kita orang berdosa secara jujur adalah bukti bahwa kita rela mau merendahkan diri di hadapan Tuhan Yesus Kristus, sebab "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan Kebenaran tidak ada di dalam kita" (1 Yoh 1:8). Apa bila kita mau datang kepada Tuhan Yesus dan mengakui segala dosa kita, "...maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan". (1 Yoh 1:9). 
Bahkan Nabi Yesaya dalam  nubuatannya berkata "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba". (Yes 1:18). Itulah sebabnya, kita harus percaya dan mengakui bahwa Yesus telah mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita, dikuburkan dan bangkit pada hari yang ke tiga, akhirnya telah mengalahkan kuasa maut yaitu Iblis.

2). Kita harus mengaku dengan mulut & percaya Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat.  Sebab Rasul Paulus berkata "... dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan". Jadi kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik kita, tetapi semata-mata karena anugerahNya. Hal tersebut tertulis dalam, "...kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaan mu: jangan ada orang yang membanggakan diri" (Efe. 2:8-9). 
Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus, berarti mau hidup hanya dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak lagi hidup menurut jalan kehendak hati kita sendiri. Dalam Amsal 3:5-6 dikatakan bahwa: percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dlm segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu". Jika kita hidup seturut dengan Firman Allah dan mau hidup ini hanya dipimpin oleh Roh Kudus, perjalanan kita tidak akan tersesat. "Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat" (Amsal 10:17).

3). Kita harus berbalik arah hidup dari segala perilaku yang jahat. 
Berarti kita berbalik dari  kesukaan melakukan segala dosa kepada harus membenci segala perilaku berbuat dosa dan selalu suka hidup dalam kebenaran, yang artinya selalu hidup dalam ketaatan. Ketika hidup dalam ketaatan, kita sedang hidup dalam perjanjian berkat Tuhan; kita akan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan. Dengan kata lain kita menikmati berkat-berkat yang disediakan Tuhan sebagai upah dari ketaatan kita. 

Berbalik dari perilaku yang jahat berarti menanggalkan manusia atau cara hidup yang lama dan menggenakan cara hidup manusia yang baru, seperti ada tertulis: "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2 Kor 5:17). Berbalik dari perilakunya yang jahat juga berarti, sikap hidup yang tegas terhadap dosa-dosa dan tidak kompromi dengan dosa lagi. 
Seperti dorongan Firman Allah, "...barang siapa yang benar, biarlah ia terus berbuat Kebenaran; barang siapa yang Kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya! (Wahyu 22:11). Kasih sayang Tuhan Yesus itu tidak terbatas, dengan penuh kesabaran Ia menunggu anak-anak-Nya berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Karena itu janganlah sia-siakan waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan. 

Saudara-saudari ku yang terkasih, Firman Allah hari ini  telah datang dan kita sudah merenungkan masing-masing, bahkan Firman Allah juga mengarahkan sesuai dengan kondisi kehidupan rohani kita. Pertanyaannya saat ini, kah kita mengalami pertobatan sejati? Karena pertobatan sejati pasti menghasilkan buah-buah Roh dan buah-buahan itu berdampak atau berguna bagi  orang-oranh lain yang ada di sekitar kita.

Percaya kepada Tuhan Yesus Kristus berarti menyerahkan seluruh segenap jiwa dan raga hidup hanya kepada Dia.
Karena itu, dengarlah ajakkan Firman Allah: "Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, Firman Tuhan, dan janganlah menjamah  apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu". (2 Korentus 6:17). Amin.

Akhirnya kami sebagai gembala jemaat; pribadi dan keluarga menyampaikan Selamat Beribadah dan selamat menjaga kesehatan rohani dan jasmani secara; pribadi, Keluarga dan kelompok di tempat tinggal masing-masing,  Semoga Doa syafaat kami, Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati kita. IMANUEL

0 comments:

Posting Komentar