Kamis, 26 Oktober 2017

Mother Teresya

Sang Motivator


Kenal sama orang yang ada di foto di atas? tahukah anda jika tokoh diatas memiliki jasa yang besar kepada kemanusiaan. Namanya akan dikenang sampai kapan pun. Dia adalah bunda Teresa. bunda yang telah banyak menolong manusia tanpa pamrih. Dia menghabiskan waktunya untuk melayani orang miskin dan mendirikan "Misionaris Cinta Kasih"  atau dalam bahasa inggris “Missionaries of Charity”. Selain dikenal karena sifatnya yang selalu menolong beliau juga dikenal karena dia berbakat untuk mengungkapkan atau menyatakan sesuatu dengan cara sederhana dan mendalam. Ingin tau apa aja ungkapan dari beliau? mari kita simak kata-kata bijak beliau :

Senin, 18 September 2017

Polisi Melakukan Pengerebekan Asrama Mahasiswa Papua Cendrawasih V Manado Sulut

  • Kepala Kasat Polresta Manado Saat Bicara Dengan Ketua KNPB Konsulat Wilayah Nyiur Melambai di Depan Asrama Mahasiswa Papua Cenderawasih V Manado Sulawesi Utara. ( oniphoto)

Manado Sulhit News. Interogasi terhadap Mahasiswa Papua Terus terjadi di setiap Asrama Mahasiswa/i Papua di Manado Sulawesi Utara.  Setelah kedatangan polisi di Asrama Mahasiswi  Papua  Cenderawasih XIV Manado  Sulawesi Utara, Pada hari minggu 17 September 2017. Satu hari kemudian polisi kembali datang lagi mengerebekan Asrama Mahasiswa Papua Cenderawasih V Manado Sulawesi Utara.

Rabu, 19 Juli 2017

Berpacaran Menurut Pandangan Alkitab


Masa remaja adalah masa yang indah. Mengapa dikatakan indah? Karena, pada masa-masa inilah seorang remaja akan mengalami perubahan-perubahan dalam dirinya. Secara biologis, remaja putri akan mengalami haid, beberapa bagian tubuhnya mulai menonjol, dan lain sebagainya. Sedangkan, seorang remaja putra akan mulai tumbuh jenggot dan jakun, suara yang lebih membesar, dan beberapa perubahan lainnya. Pada masa ini juga, remaja akan mulai mengenal apa yang dinamakan cinta monyet. Apa itu cinta monyet? Apa itu pacaran? Mengapa bisa suka kepada lawan jenis? Dan, pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan bahwa pacaran adalah sebuah hubungan yang dijalin oleh seorang perempuan dengan laki-laki, di dalamnya ada rasa kasih dan sayang satu sama lain. Sedangkan, “berpacaran” memiliki arti berkasih-kasihan, bercinta, atau bersuka-sukaan. Sebagai remaja kristiani perlu tahu pandangan Alkitab tentang Pacaran?

Sepanjang Alkitab, mulai dari Kitab Kejadian sampai Wahyu, tidak pernah ditemukan tentang arti kata “pacaran”, walaupun beberapa orang menyebut bahwa pacaran adalah sebuah proses sebelum menuju atau memasuki jenjang pernikahan. Faktanya, Alkitab tidak pernah menuliskan tentang kata “pacaran”. Namun, Alkitab menuliskan sebuah ulasan yang indah tentang persahabatan. Dalam persahabatan, kita bisa mengasihi dan bisa juga bersahabat dengan seorang pria atau wanita. Tidak jarang dari persahabatan muncullah rasa suka, tertarik, dan menyayangi sahabat dengan lawan jenis.

Berangkat dari definisi istilah tersebut, pacaran selalu dikaitkan dengan hal-hal yang bisa membangkitkan hawa nafsu seperti berciuman, berpelukan, atau bermesra-mesraan. Oleh karena itu, Alkitab telah mengingatkan bahwa tubuh adalah bait Roh Kudus, sehingga remaja kristiani harus menjaga kekudusan hidup, melakukan apa yang benar dan mulia, dan memikirkan hal-hal yang bijak.

Di dalam Alkitab, Tuhan memang tidak menetapkan secara jelas mengenai hal berpacaran. Akan tetapi, firman Tuhan memberikan standarisasi hidup yang harus kita lakukan sebagai pemuda-pemudi Kristen yang memiliki identitas Kristus, yaitu:

  • Tubuh kita adalah Bait Roh Kudus (1 Korintus 6:9)
  • Melakukan yang benar, sebab tidak semua hal berguna bagi hidup kita (1 Korintus 6:12)
  • Hidup kudus dan menjaga kekudusan hidup (1 Petrus 1:15)
  • Menjauhi percabulan (1 Tesalonika 4:3)

Pacaran bukan masalah boleh atau tidak boleh, tetapi sudahkah kita menjalin sebuah hubungan pendekatan dengan lawan jenis yang sehat dan memuliakan nama Tuhan di dalamnya? Sampai taraf di mana pacaran yang kita lakukan? Oleh sebab itu, marilah kita mengintrospeksi diri dan terus memuliakan Tuhan dalam setiap hidup kita.

Lalu, orang bagaimanakah yang seharusnya menjadi pacar anda? Ada dalam Alkitab, “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” (2 Timotius 2:22).

Tidaklah bijaksana berpacaran dengan seseorang yang tidak mengasihi Allah. Ada dalam Alkitab, “Janganlah mau menjadi sekutu orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus; itu tidak cocok. Mana mungkin kebaikan berpadu dengan kejahatan! Tidak mungkin terang bergabung dengan gelap. Tidak mungkin Kristus sepakat dengan Iblis. Apakah persamaannya antara orang Kristen dengan orang bukan Kristen.” (2 Korintus 6:14-15, BIS). “Mungkinkah dua orang bepergian bersama-sama tanpa berunding lebih dahulu?” (Amos 3:3, BIS)

Janganlah berpacaran dengan seseorang yang mengatakan diri sebagai seorang Kristen tapi tidak hidup sebagai orang Kristen. Ada dalam Alkitab, ”Maksud saya ialah, bahwa kalian jangan bergaul dengan orang yang mengaku dirinya orang Kristen, tetapi orang itu cabul, atau tamak, atau penyembah berhala, atau suka memburuk-burukkan orang lain, atau pemabuk, ataupun pencuri. Duduk makan dengan orang itu pun jangan.” (1 Korintus 5:11, BIS). Hindari berpacaran dengan orang yang mempunyai perilaku pemarah. Ada dalam Alkitab, “Janganlah bergaul dengan orang yang suka marah dan cepat naik darah.” (Amsal 22:24, BIS)

Jangan berpacaran dengan seorang Kristen pemalas. Ada dalam Alkitab, “Saudara-saudara, atas kuasa Tuhan Yesus Kristus, kami perintahkan supaya kalian menjauhi semua saudara, yang hidup bermalas-malasan, dan yang tidak menuruti ajaran-ajaran yang kami berikan kepada mereka.” (2 Tesalonika 3:6, BIS)

Kecantikan batiniah adalah yang paling berarti. Ada dalam Alkitab, “Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu timbul dari dalam batin, budi pekerti yang lemah lembut dan tenang; itulah kecantikan abadi yang sangat berharga menurut pandangan Allah.” (1 Petrus 3:4, BIS)

Berpacaranlah dengan seseorang yang mempunyai sikap yang baik. Ada dalam Alkitab, “Semoga Allah, yang memberikan ketabahan dan penghiburan kepada manusia, menolong kalian untuk hidup dengan sehati, masing-masing dengan sikap Kristus terhadap satu sama lain.” (Roma 15:5-6, TLB). Berpacaranlah dengan seseorang yang mendorong anda dan menyokong anda. Ada dalam Alkitab, “Kalian kuat, karena kalian bersatu dengan Kristus. Sehingga Roh Allah telah membuat kalian hidup erat dan rukun satu sama lain dan saling mengasihi serta menaruh belas kasihan satu sama lain.”

Apa yang harus dihindari dalam berpacaran. Ada dalam Alkitab, “Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan bermabuk-mabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati (Roma 13:13). Berpacaran tidak termasuk hubungan seks. Ada dalam Alkitab, “Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh . Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri (1 Korintus 6:13, 18). Jagalah diri anda tetap suci. Ada dalam Alkitab, “Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia adalah suci.” (1 Yohanes 3:3).

Agar tidak menyakiti diri kita sendiri, keinginan dan kegiatan seks haruslah ditempatkan di bawah pengendalian Kristus. Ada dalam Alkitab, “Karena inilah kehendak Allah: Pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi istrimu sendiri dan hidup di dalam kekudusan dan kehormatan bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah (1 Tesalonika 4:3-5).

 

Seandainya engkau telah terlanjur, apakah yang harus anda perbuat ?

Pertama-tama, akuilah dosa-dosamu. Ada dalam Alkitab, “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku (Mazmur 51:3-5). Kedua, mintalah pengampunan untuk dosa-dosamu  Allah berkata engkau dapat memulai hidupmu lagi. Ada dalam Alkitab, “Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela (Mazmur 51:9-14).

Ketiga, Percayalah bahwa Allah benar-benar telah mengampuni anda dan berhentilah merasa bersalah. Ada dalam Alkitab, “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak (Mazmur 32:1-7).

Allah mempunyai seorang jodoh untuk engkau. Ada dalam Alkitab, “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2:18). Mintalah jodoh dari Tuhan. Ada dalam Alkitab, “Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN (Amsal 19:14). Allah akan memberikan hasrat hati anda kepada anda. Ada dalam Alkitab, “Carilah kebahagiaanmu pada TUHAN, Ia akan memuaskan keinginan hatimu (Mazmur 37:4, BIS). Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya (Matius 6:8).

 

Sumber Penulisan/Daftar Pustaka 

http://remaja.sabda.org/apa-kata-alkitab-tentang-pacaran

http://www.bibleinfo.com/id/topics/pacaran

Senin, 10 April 2017

𝐑𝐈𝐍𝐃𝐔 𝐊𝐀𝐌𝐏𝐔𝐍𝐆 𝐇𝐀𝐋𝐀𝐌𝐀𝐍

𝘛𝘢𝘩𝘢𝘯𝘢𝘯  𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘱𝘶𝘩 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘬𝘶𝘯𝘫𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪, 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘪𝘸𝘢 dan ragaku 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘪𝘬𝘪𝘴 𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳𝘢𝘯.

𝘒𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘣𝘰𝘴𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 h𝘢𝘳𝘪-𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘥𝘪 𝘢𝘴𝘳𝘢𝘮𝘢, 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘤𝘢𝘮 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘶𝘳𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘫𝘢𝘳𝘢, 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢, 𝘢𝘬𝘵𝘪𝘷𝘪𝘵𝘢𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢, 𝘱𝘰𝘭𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢.  

𝘴𝘦𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘴𝘪𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘪, 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘯𝘢𝘪𝘬 𝘬𝘦 𝘭𝘢𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘥𝘶𝘢 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦 𝘣𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘥𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘣𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘪𝘳𝘶, 𝘨𝘶𝘮𝘱𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘵𝘪𝘩  𝘥𝘪 𝘵𝘪𝘵𝘪𝘬-𝘵𝘪𝘵𝘪𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘱 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯, 𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦 𝘬𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘭𝘢𝘮𝘢𝘯.

𝘐𝘳𝘪𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘴𝘪𝘬 𝘥𝘪 𝘭𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨-𝘭𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘮𝘣𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳 𝘭𝘢𝘨𝘪.

𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘦𝘥𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪.

𝘈𝘪𝘳 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘮𝘦𝘭𝘶𝘯𝘤𝘶𝘳 𝘥𝘪 𝘱𝘪𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘳𝘪, 𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢, 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢, 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘭𝘢𝘭𝘶, 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯.

𝘈𝘯𝘥𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘵  𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘗𝘶𝘭𝘢𝘶 𝘚𝘶𝘭𝘢𝘸𝘦𝘴𝘪 𝘬𝘦  𝘗𝘢𝘱𝘶𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘬𝘪 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘴𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘺𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘪𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘦𝘴𝘢𝘯 𝘢𝘪𝘳 𝘮𝘢𝘵𝘢.

𝘈𝘺𝘢𝘩......

𝘐𝘣𝘶......

𝘒𝘢𝘬.....

𝘈𝘥𝘪𝘬.....

𝘛𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯....

𝘈𝘬𝘶 𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘯𝘺𝘢..

𝘋𝘰𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵 𝘸𝘢𝘭𝘢𝘶𝘧𝘪𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬 𝘯𝘢𝘧𝘢𝘴.


Senin, 09 Mei 2016

Makna Pembatisan


Makna Pembatisan

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru." (Roma 6:3-4)

Kamis, 04 Februari 2016

Siapakah Saya ?

Mengenal Diri

Jika anda telah percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat anda, maka anda sekarang adalah CIPTAAN BARU. Oleh karena itu anda sekarang memiliki identitas yang baru di dalam Kristus. Berikut ini adalah fakta-fakta yang Alkitab berikan yang menyatakan secara jelas siapakah anda setelah anda menerima Kristus sebagai Juruselamat:

Minggu, 17 Januari 2016

Poligami


Ilustrasi Poligami

Dalam hati nurani setiap orang beragama, tentunya termasuk Kristen, ada kesadaran bahwa beristri (atau bersuami) lebih dari satu adalah dosa. Poligami adalah hal yang tercela. Tidak heran jikalau hidup di tengah masyakarat yang agamanya "memberi peluang" untuk poligami sekalipun, poligami secara terang-terangan hanya dilakukan oleh segelintir orang yang perasaannya tidak terlalu peka terhadap suara hati nurani orang banyak.

Kamis, 09 Juli 2015

Senin, 06 April 2015

Identitas di Dalam Kristus II


Identitas di Dalam Kristus

Jika anda telah percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat anda, maka anda sekarang adalah CIPTAAN BARU. Oleh karena itu anda sekarang memiliki identitas yang baru di dalam Kristus. Berikut ini adalah fakta-fakta yang Alkitab berikan yang menyatakan secara jelas siapakah anda setelah anda menerima Kristus sebagai Juruselamat:

Identitas di Dalam Kristus I


Identitas di Dalam Kristus

Istilah "identitas dalam Kristus" sebenarnya tidak dipakai dalam Alkitab, tetapi konsepnya diajarkan berulang kali, khususnya di dalam Alkitab Perjanjian Baru. Masalah identitas sangat penting sekali, sebab pada dasarnya hidup manusia dibentuk dari bagaimana ia menerima identitasnya. Bagaimana seseorang bersikap, berrespon, dan bereaksi terhadap lingkungan hidupnya adalah tergantung (sadar atau tidak sadar) pada persepsi terhadap dirinya sendiri.