Minggu, 28 Oktober 2018

Jumat, 17 Agustus 2018

13 Mahasiswa Papua telah di wisudahkan di Universitas Sam Ratulangi Manado


Foto Bersama Wisudawan/ti

Manado Sulihit News.   13 Mahasiswa/i Papua di Universitas Sam Ratulangi Manado telah Meraih Gelar Strata Satu ( S1) dan  di wisudahkan , 15 Agustus 2018 di Gedung audotorium Unsrat Manado.  Ibadah Syukuran atas keberhasislan ke 13 Mahasiswa/i Asal Papua ini,    telah dilaksanakan di Gedung Gereja Alfa Omega Klabat  Manado. Tuju  wadah yang bergabunga dalam ibadah tersebut adalah  (PPM-PJ,  (IMT),  (PPM-LJ), (IP-MAMI), (KPM-PP),   (IPMAPANDODE), dan (PPMY) .

Kamis, 16 Agustus 2018

Jenis-Jenis Fotografi




Berikut ini silahkan Anda simak beberapa jenis atau aliran dalam fotografi :

– Fotografi Landscape

landscape

Fotografi Landscape adalah fotografi pemandangan alam atau dalam pengertian lain adalah jenis fotografi yang merekam keindahan alam. Dapat juga dikombinasikan dengan yang lain seperti manusia, hewan dan yang lainnya, namun tetap yang menjadi fokus utamanya adalah alam. Ada beberapa sub dari fotografi landscape seperti seascape yang lebih fokus ke laut, cityscape yang fokus ke perkotaan dan skyscape yang fokus pada pemandangan langit.


– Fotografi Macro

macro-fotografia-seconda-parte


Fotografi macro adalah adalah jenis fotografi dengan pengambilan gambar dari jarak dekat dengan obyek utama benda-benda kecil. Objek fotografi makro dapat berupa serangga, bunga, embun atau benda lain yang di close-up sehingga menghasilkan detail yang menarik. Fotografer  umumnya menggunakan lensa macro agar hasil foto terlihat lebih tajam, tapi fotografer dengan budget terbatas bisa menggunakan close-up filter, extension tube atau reverse ring sebagai alternatif lensa macro.


– Fotografi Hitam Putih/Black and White Photography

astl0665s


Ini adalah salah satu aliran fotografi yang saya sukai. Pada awal sejarah fotografi, fotografi hitam-putih adalah satu-satunya pilihan seorang fotografer untuk mengambil gambar. Bahkan ketika foto berwarna sudah tersedia, foto hitam-putih pada awalnya mempunyai kualitas yang lebih baik dan lebih murah untuk mengembangkan daripada foto berwarna. Seiring dengan kualitas foto berwarna semakin membaik, foto berwarna menjadi pilihan yang lebih populer sehingga menyebabkan fotografi hitam-putih kurang populer. Akan tetapi fotografi hitam-putih untuk saat ini lebih cenderung digunakan untuk menimbulkan efek tertentu yang bisa didapat dari berbagai aplikasi editing foto sehingga foto yang dihasilkan lebih bermakna dan menarik.


– Fotografi Satwa/Wildlife Photography

best-photos2

Fotografi satwa lebih memfokuskan objek pada pengambilan gambar adalah hewan. Kadang hewan berperilaku unik dan jika kita berada di waktu dan tempat yang tepat kita dapat mengabadikan aksi hewan tersebut dan pastinya akan menjadi hasil karya yang menarik.


– Fotografi Portrait/Potrait Photography

d1a664bca214bf785a293cbc87950fc4

Foto portrait adalah sebuah foto yang mengedepankan detail dari obyek foto, untuk menunjukkan karakter dari sebuah obyek foto. Apabila objek adalah manusia, maka pada umumnya mata dari obyek akan lurus menatap kepada kamera. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi “komunikasi” yang intens antara obyek dengan fotografer. Ekspresi wajah begitu dominan untuk mengungkapkan persamaan, kepribadian, bahkan perasaan seseorang. Pada umumnya foto portrait menampilkan ekspresi alami dari objek yang di foto. disini mata dari objek menjadi komponen penting dari sebuah foto portrait.

– Fotografi Jalanan/Street Photography

dsc_0378_web

Street Photography atau fotografi jalanan adalah aliran fotografi yang menarik. Sedikit berbeda dengan fotojurnalistik yang fokusnya mengabadikan momen puncak/klimaks . Street photography bertujuan untuk merekam kegiatan sehari-hari . Foto biasanya diambil dari jarak dekat dan fotografer berada disekitar objek daripada dari jarak jauh.

Fotografer harus dapat mengambil gambar dengan diam-diam tapi bukan sembunyi dan melakukannya dengan cepat dan lugas.


– Fotografi Model

ide-dan-konsep-fotografi-model-hijab-indro-dengan-dua-lampu-backligth-cewek-igo-cantik-pakai-jilbab-dalam-studio-terbaru-11

Pengertiannya sebenarnya hampir sama dengan fotografi potrait namun pada fotografi model, fotografer memutuskan bagaimana posenya, ekspresinya, arah pandangan dan sebagainya. Model yang bagus adalah mereka tau bagaimana cara berpose untuk mempermudah fotografer mendapatkan foto yang bagus.


– Fotografi Panning

panning-2

Panning adalah salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan benda yang bergerak. Ide dibalik teknik panning ini adalah untuk mengatasi masalah dalam menangkap objek yang bergerak cepat. Ciri-ciri foto dengan menggunakan teknik panning adalah fokus dengan tajam terhadap objek yang bergerak sedangkan background nya blur atau kabur. Foto jenis ini bisa didapat dengan memanfaatkan shutter speed rendah.


Fotografi Tilt Shift

1-tilt-shift-photography-preview


Fotografi tilt shift adalah teknik fotografi yang bertujuan untuk mendapatkan hasil foto yang tampak seperti miniatur.

Teknik tilt-shift ini menggunakan lensa khusus yang dikembangkan untuk memperbaiki perspektif dan mengatasi distorsi dengan cara mengubah sudut lensa terhadap media (film atau sensor). Namun salah satu efek yang paling nyata dari penggunaan lensa tilt-shift adalah menyempitnya ruang tajam (DoF – Depth of Field) sehingga bisa menciptakan efek seperti miniatur.

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, foto tilt shift bisa dibuat dengan memanfaatkan aplikasi photo editor seperti Photoshop.


– Fotografi Light Painting

foto-light-painting

Fotografi light painting atau melukis dengan cahaya sangatlah unik. Memotret dengan teknik light painting adalah hal yang sangat mengasyikkan dan salah satu penggunaan kreatif shutter speed. Dalam fotografi light painting, kita membuka shutter dalam waktu yang cukup lama (long exposure), memotret dalam kegelapan dan mengarahkan sumber cahaya terarah (misal lampu senter) pada beberapa titik obyek foto dalam rentang sepanjang shutter terbuka.



Sumber : http://www.uniquedailytips.com/


Jumat, 20 Juli 2018

8 Ciri-Ciri Jodoh Menurut Kristen Sesuai Firman Allah

Ilustarasi Ciri-ciri Jodoh



Banyak umat Kristen yang kadang tidak terpikirkan tentang ciri-ciri jodoh menurut Kristen. Padahal ada banyak anak Tuhan yang sedang menantikan jodoh dan pendamping hidup seperti yang mereka harapkan. Namun seringkali banyak yang tidak sadar bahwa jodoh itu ada bersama mereka sejak sebelumnya. Bahwa Tuhan ternyata menetapkan  berupa pasangan hidup kita tersebut yang melekat dekat dengan kita dari awal. Inilah terkadang kebodohan yang dialami umat Allah. Dimana akhirnya mencari pengganti yang berada di luar iman dan bahkan menggadaikan keselamatan demi pasangan hidup.

Tanpa dipenuhi hikmat yang lebih dalam tentang konsep apakah atau siapakah jodoh seturut yang Tuhan kehendaki. Oleh karena itu, jika sedang mengalami pergumulan akan masa depan termasuk pendamping hidup, ada baiknya mengetahui lebih detail tentang ciri-ciri jodoh menurut Kristen yang juga sesuai dengan firman Allah.

1. Sepadan

Tentunya Tuhan akan memberikan pendamping serta pasangan hidup yang sepadan dengan kita umatNya. Di dalam hal ini sepadan artinya bahwa pasangan hidup kita akan memiliki pemikiran yang kurang lebih sama. Karena menyatukan dua pemikiran yang berbeda tentu akan menjadi sesuatu yang tidak mudah. Demikian pula jika menjalin hubungan dengan orang lain yang tidak sepemikiran dan satu tujuan atau memiliki visi dan misi yang sama dalam hidupnya.

Oleh karena itu, Allah tidak akan membiarkan umatNya memiliki pendamping yang tidak memiliki pemikiran yang sama. Salah satunya dalam memahami konsep keselamatan dan takut akan Allah. Tentu ini adalah pondasi semua rumah tangga, sehingga ini adalah hal penting yang bisa menunjukkan siapa yang layak menjadi pasangan hidup kita nantinya. Apalagi jika keras hati dan keras kepala untuk menerima orang yang tidak seiman atau tidak memiliki konsep Allah yang sama. Tentu ini jauh dari kata sepadan dan nantinya akan lebih susah untuk menyelaraskan rumah tangga dalam memiliki visi dan misi yang sesuai dengan kehendak Allah.

2. Takut Akan Tuhan

Selanjutnya yang paling penting jika berbicara tentang cara memilih pasangan hidup menurut iman Kristen atau jodoh yaitu memiliki rasa takut akan Tuhan yang sama. Terutama bagi laki-laki yang akan memimpin suatu keluarga. Tentunya jika memiliki pasangan terutama suami yang tidak takut akan Allah akan lebih susah dalam menjalankan dan mengatur rumah tangga yang sudah diidam-idamkan.

Karena dasar kasih suami istri, kasih dalam keluarga, ketaatan dan kekuatan iman rumah tangga berpatok akan rasa takut kepada Tuhan Allah yang sama. Disinilah pasangan hidup kita merupakan penyokong dalam segala aktivitas rohani kita yang membawa kita bertumbuh lebih jauh dan lebih dalam. Jika tidak demikian, tentu akan susah untuk menyelaraskan kehidupan yang telah kita pilih dengan pasangan hidup kita nantinya.

3. Menjadi Penolong

Pasangan hidup tentunya merupakan orang yang akan menjadi penolong utama dalam kehidupan kita nanti dan bersama-sama dalam membangun rumah tangga. Karena itu tentunya jodoh adalah orang yang Tuhan siapkan untuk menjadi penolong segala kegiatan yang dilakukan mulai dari hal kecil seperti mengurus anak hingga perkara besar seperti mengatasi pergumulan. Karena itu berpatokanlah dengan mencari orang yang tentunya mampu atau sanggup untuk menjadi penolong dalam segala hal.

Tentunya jika Allah menyiapkan jodoh untuk umatNya tentu akan memberi yang terbaik dan yang sanggup  bekerja sama dalam mengarungi bahtera rumah tangga nantinya. Apabila pasangan yang kita pilih dari awal tidak menunjukkan sikap yang demikian, maka besar kemungkinan dia bukan orang yang tepat untuk pasangan hidup kita. Oleh sebab itu ketahui dengan benar calon pasangan hidup kita, apakah merupakan orang yang diperuntukkan ke kita dari Allah atau bukan dengan melihat sebesar mana nantinya dia sanggup menjadi penolong kita dalam segala hal.

4. Memiliki Buah Roh

Satu hal penting dari orang yang menjadi jodoh di dalam Tuhan yaitu memiliki buah-buah Roh Kudus yang dapat dilakukan dan diterapkan dalam hidup sehari-hari. Seperti firman Allah nyatakan, bahwa buah Roh ini meliputi kasih, sukacita, damai sejahtera, sabar, adil, murah hati, lemah lembut, setia dan penguasaan diri. Sehingga jika menemui karakter yang demikian pada diri seseorang dan dia merupakan orang yang dekat, bisa jadi ini merupakan jodoh yang Tuhan telah sediakan.

Sehingga pergumulkan hal tersebut dengan sungguh dan biarlah Allah yang memastikan apakah itulah ciri-ciri jodoh menurut Kristen yang sudah Tuhan berikan bagi kita. Apabila kita sedang dekat dengan seseorang namun tidak memiliki karakter yang demikian, bisa jadi ini bukanlah kehendak Allah. Karena itu melalui  cara berdoa dalam Roh dan pergumulkan dengan benar siapa pasangan hidup kita nantinya.

5. Lahir Baru

Ciri-ciri jodoh menurut Kristen dapat pula berupa seseorang yang telah lahir baru di dalam Tuhan dan dekat pada Allah. Hal ini sangat penting supaya hubungan rumah tangga nantinya merupakan hubungan yang sesuai dengan kehendak Bapa. Karena jika tidak tentunya akan berbeda hasilnya nanti. Bisa jadi rumah tangga yang dibangun tidak memiliki sukacita ataupun damai sejahtera karena memiliki pasangan yang tidak mengenal Allah dalam arti mungkin hanya Kristen tapi tidak sungguh-sungguh dan masih sering melakukan dosa.

Dengan memiliki pasangan seiman yang taat dan takut akan Allah tentunya akan lebih mudah supaya nantinya rumah tangga yang dibina diberkati penuh oleh Allah. Karena dalam memilih pasangan hidup yang tepat artinya menyenangkan hati Allah. Jika Allah senang maka Ia akan senantiasa memberkati kita setiap waktu.

6. Membawa Pada Kebenaran

Tentunya orang yang Tuhan sudah siapkan sebagai pendamping kita dalam rumah tangga nantinya merupakan orang yang membawa kita pada kebenaran akan firman Allah. Sehingga jika memang benar dari Allah, tentu ia akan memberikan karakter yang mampu menuntun kita pada jalan yang benar. Terutama seorang laki-laki yang menjadi imam dalam rumah tangga. Sebagai kepala rumah tangga, suami harus dapat menuntun istri untuk mendekatkan diri pada Allah dan istri merupakan penolong untuk membangun hal tersebut dan mewujudkannya.

Karena itu sebaiknya pastikan bahwa calon jodoh kita adalah orang yang senantiasa melakukan kebenaran dan berusaha menjauhkan diri dari dosa. Karena apabila melakukan dosa, terutama macam-macam dosa menurut Alkitab sebelum pernikahan maka hal ini adalah dipandang keji di mata Allah. Tentunya orang yang demikian berarti bukan yang Allah kehendaki untuk menjadi pendamping hidup kita. Sehingga sebaiknya pertimbangkan dengan baik apa yang menjadi keinginan Tuhan dalam hidup kita tentang pasangan hidup yang dijanjikan.

7. Mendapat Restu Orang Tua

Tuhan sendiri telah berfirman supaya kita taat dan hormat kepada orang tua. Inilah salah satu parameter penting yang juga Tuhan berikan bahwa mereka yang menjadi pasangan hidup kita adalah orang-orang yang berkenan di mata orang tua kita. Saat orang tua mau menerima calon jodoh kita di situlah orang tua sebagai wakil Allah di dunia telah menerima dia sebagai calon pendamping atau suami/istri kita kelak. Oleh sebab itu jangan sampai kita menikahi orang yang tidak disetujui orang tua kita.

Karena jika demikian bisa jadi orang tersebut bukan yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita untuk mendampingi sebagai pasangan hidup. Padahal ini adalah hal yang sering terjadi dimana pasangan menikah tanpa restu orang tua. Biasanya akan membawa pada akhir yang tidak sesuai dan tidak menuju jalan Tuhan. Lain halnya pernikahan yang mendapat restu orang tua dan dilakukan seturut dengan kehendak Allah.

8. Menjadi Berkat

Pasangan atau jodoh tentunya merupakan orang yang hidupnya mampu menjadi berkat bagi kita. Karena itu selalu perhatikan apakah calon jodoh kita ini adalah orang yang tepat dengan jalan melihat kehidupannya. Jika ia memang orang yang telah Tuhan sediakan tentunya ia akan mampu menjadi berkat baik bagi kita dan keluarga. Disini menjadi berkat bisa dengan menjadi penolong baik dalam hal fisik maupun juga rohani. Pasangan yang baik akan mampu memahami keadaan kita maupun keadaan orang tua dan keluarga kita.

Sehingga jika memang dia merupakan penolong yang Tuhan sediakan, maka ia akan memampukan dirinya untuk memahami kehendak Tuhan melalui menjadi pendamping hidup kita. Jika dia sulit memahami keadaan kita dan terus mengeluh serta tidak mampu memberikan pertolongan yang kita butuhkan, bisa jadi dia bukan yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan. Maka dari itu mencari jodoh adalah sesuatu yang perlu doa dan bila perlu ambil waktu untuk doa dan cara puasa orang kristen  supaya mendapatkan jodoh yang benar, baik dan setia seperti yang kita kehendaki.

Itulah beberapa ciri-ciri jodoh menurut Kristen yang sebaiknya diketahui dari awal sebelum memutuskan siapa yang akan menjadi pendamping hidup paling tepat. Karena itu sebaiknya doakan dengan yakin supaya dapat memperoleh yang terbaik sesuai yang Tuhan telah pilihkan dan janjikan. Ikuti tuntunan  tujuan karunia Roh Kudus  memilih pendamping hidup yang terbaik. Jangan hanya memikirkan duniawi saja, tetapi pahami apa kehendak Allah melalui pendamping hidup kita nantinya. Sehingga di kelak rumah tangga yang dibina tidak akan melenceng dari firman Allah, melainkan selalu tunduk dan penuh ketaatan akan Allah. Tuhan memberkati.

Minggu, 24 Juni 2018

Seminarh Harian dan Lepas Sambut Pemuda GIDI Efesus Jati-Jati Merauke

Ibadah Lepas Sambut


Pemuda/i Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Efesus jati-Jati Merauke, telah melaksanakan kegiatan lepas sambut antara pemuda yang baru bergabung dan pergi menimba ilmu di kota studi lain baik tingkat SMP hingga perguruan tinggi, di pantai bayun sabtu, 23 Juni 2018 pukul 10:00-14:00 Wit, dengan Tema” Dengan Apakah Seorang Mudah Mempertahankan Kelakuan Yang Baik ” ( Maz 119:9)

Selasa, 22 Mei 2018

Bolekah Perempuan Mengajar ?

Ilustrasi Perempuan Sedang Khotbah




* 1 Timotius 2:8-15 Mengenai sikap orang laki-laki dan perempuan dalam ibadah jemaat
2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.
2:9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,
2:10 tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.
2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.
2:15 Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan


Ini benar-benar "ucapan yang sulit." Bahasa yang digunakan nampaknya langsung dan jelas. Tetapi apakah maksud Paulus sama dengan arah pemikiran kita? dan jika memang demikian, apakah ini sebuah perintah yang diinginkannya untuk diterapkan secara universal, tanpa memandang konteks sejarah dan situasi?

Bacaan ini, dan bacaan yang dibahas dalam bab berikutnya, menjadi pusat diskusi yang terus-menerus mengenai kedudukan dan peranan perempuan dalam gereja, keluarga, dan masyarakat. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas penting untuk diskusi tersebut.

Bacaan ini juga merupakan bacaan yang sulit karena satu alasan lagi, yaitu alasan emosi/pengalaman. Sebagai seorang laki-Iaki, saya yakin saya tidak dapat memahami sepenuhnya pengaruh ucapan Rasul ini terhadap perempuan. Tetapi walaupun secara terbatas, saya sedikit banyak memahami rusaknya harga diri dan rasa kemampuan seseorang karena ucapan ini. Kita hidup dalam sebuah jaman dalam sejarah di mana baik perempuan maupun laki-laki diakui sama-sama berbakat dalam kemampuan intelektual maupun ketrampilan komunikasi. Dalam situasi semacam ini, larangan Rasul ini nampaknya sangat sulit untuk dimengerti dan diterima. Karena perbedaan apakah dalam jenis kelamin yang menghalangi perwujudan sepenuhnya dari pemberian hati, pikiran, dan roh oleh Pencipta?

Pertanyaan ini seringkali dijawab dengan pernyataan untuk tegas bahwa peranan yang sudah didefinisikan secara jelas untuk laki-laki dan perempuan ditetapkan secara ilahi dan perintah Paulus yang membatasi merupakan bukti dari norma yang universal itu. Tetapi jawaban inipun menimbulkan masalah. Cerita mengenai penciptaan laki-laki dan perempuan dalam Kejadian 1-2 yang kita anggap sebagai pernyataan teologi yang mendasar dari rancangan dan tujuan Pencipta menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan sederajat dan saling melengkapi. Mereka sarna-sarna serupa dengan gambar Allah (Kejadian 1 :26-27). Keduanya diberi kekuasaan yang bertanggung jawab terhadap ciptaan lain (Kejadian 1 :28). Penciptaan perempuan dimaksudkan untuk membebaskan laki-Iaki dari kesendirian dan melengkapinya (Kejadian 2:18 ).

Terhadap pandangan kuno bahwa para dewa menipu laki-laki dengan menciptakan perempuan dari bahan yang 'kurang bermutu', cerita penciptaan dalam kitab Kejadian menegaskan bahwa perempuan diciptakan sarna dengan laki-laki (tulang dari tulangku dan daging dari dagingku" Kejadian 2:23). Dengan demikian pandangan bahwa Allah menciptakan perempuan untuk mendapatkan peranan yang terbatas dalam keluarga, gereja, dan masyarakat tidak dapat dibenarkan atas dasar penciptaan.

Status perempuan yang terbatas secara tradisional didasarkan pada cerita kejatuhan manusia (Kejadian 3) dalam pemikiran dan adat orang Yahudi maupun orang Kristen. Tetapi dari konteks kitab Kejadian 2-3 jelas bahwa kata-kata dalarn Kejadian 3: 16, "Engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasrnu" tidak mengungkapkan rancangan Allah agar laki-Iaki berkuasa. Sebaliknya kata-kata ini mengungkapkan suatu keadaan terkutuk karena hubungan yang terputus antara manusia yang diciptakan dengan Penciptanya. Dengan demikian kedudukan yang terbatas untuk perempuan dan dominansi laki-laki atas perempuan bukanlah tujuan ilahi melainkan cerminan dosa manusia. [1]

Bagi Paulus, tujuan karya penebusan Allah adalah mem¬bebaskan ciptaan Allah dari kutukan Firdaus. Siapa yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru (II Korintus 5:17), yang dibebaskan dari ikatan dosa dan perwujudan dosa itu dalam hubunqan manusia (Roma 6:5-7). Dalam manusia baru yang diciptakan dalam Kristus, pandangan budaya dan agama yang sudan mendarah daging bahwa manusia yang satu lebih rendah dari yang lainnya berdasarkan jenis kelamin atau bangsa atau status sosial, tidak lagi dapat dipertahankan (Galatia 3:26-28). Ini jelas merupakan keyakinan teologis Paulus yang mendasar.

Dalam mendiskusikan bacaan I Korintus 14:33-44, di mana Paulus memerintahkan perempuan dalam jemaat untuk "berdiam diri," kita melihat bahwa pembatasan ini tidak diterapkan secara universal baik oleh Paulus maupun jemaat-jemaat lainnya pada masa itu. Banyak perempuan memiliki kedudukan kepemimpinan yang menonjol (Febe, Lydia, Euodia, Sintikhe, Priskila, Yunias). ditunjuk sebagai pend eta atau diaken (Roma 16:1), teman sekerja (Roma 16:3), kawan sekerja dalam Injil (Filipi 4:2-9), Rasul (atau pembawa pesan Roma 16:7). Roh Allah memberi kuasa baik kepada laki-Iaki maupun perempuan untuk bernubuat tentang karya penebusan Allah di dalam Kristus (Kisah Para Rasul 2:14-18 ). Partisipasi perempuan dalam penyebaran Injil secara lebih baik dan doa dalam jemaat merupakan bagian yang normal dari kehidupan jemaat pada jaman itu (I Korintus 11).

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, alasan pembatasan secara khusus terhadap perempuan-perempuan dalam jemaat Timotius pasti ada dalam teks dan sltuasi jemaat yang dimaksudkan Paulus. Seperti yang kita lihat, jika peranan perempuan yang dibatasi bukan merupakan bagian dari tujuan ilahi dalam penciptaan dan juga bukan aspek yang normatif dari penebusan, rnaka pembatasan mereka dalam berbicara, mengajar, dan memimpin (I Korintus 14 dan 1 Timotius 2) pasti merupakan reaksi terhadap situasi lokal yang kritis. I Korintus 14 (dalam bab 27) mengungkapkan krisis semacam itu di Korintus. Situasi yang kritis dalam kehidupan dan iman jemaat Timotius nampaknya juga menjadi alasan perintah Paulus dalam hal ini. [2]

Jika kita membaca 1 Timotius, kita dengan segera menyadari bahwa keutuhan iman Kristen berada dalam keadaan kritis. Ada beberapa orang dalam jemaat yang mengajarkan doktrin-doktrin palsu dan dipenuhi dengan mitos-mitos dan gagasan spekulatif lainnya yang bertentangan dengan iman yang benar dan tutus (I Timotius 1 :3-4). Beberapa orang telah terjerat ke dalam perdebatan yang sia-sia, mau menjadi pengajar Hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang mereka kemukakan (1 :6-7). Ada keprihatinan yang menyeluruh untuk mempertahankan dan menjaga kebenaran iman (1:19; 2:4-7; 3:14-16; 4:1-3. 6-7,16; 6:1-5,12).

Kita tidak mengetahui identitas guru-guru palsu ini atau isi pengajaran mereka sepenuhnya. Dari perintah yang diberikan, kita dapat menyimpulkan bahwa pengajaran palsu ini mengarah kepada diabaikannya kebiasaan dan tingkah laku yang pantas dalam jemaat (2:8-15) dan juga penolakan terhadap lembaga perkawinan (4:3). Berdasarkan aspek terakhir pengajaran sesat ini, perlu dlcatat bahwa perhatian khusus diarahkan kepada para janda muda (5:9-15), yang dinasihatkan untuk menikah, mempunyai anak, dan memimpin rumah tangga mereka (5:14). Jika peranan yang normal dan sudah diatur secara sosial ini diabai¬kan atau ditoJak, maka perempuan-perempuan ini cenderung "menyebarkan gosip" dan "mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas" (5:13).


Atas dasar data ini, setidak-tidaknya ada dua kemungkinan situasi dalam jemaat Timotius di Efesus:

(1) Mungkin perempuan-perempuan dalam jemaat di Efesus merupakan pendukung dan penganjur pengajaran heretik yang mengacaukan pola kehidupan jemaat dan kehidupan rumah tangga yang sudah dlterima. Kemungkinan kedua adalah perempuan-perempuan dalam jemaat sangat terpengaruh oleh para guru yang sesat. Situasi semacam ini dalam jemaat Efesus diungkapkan dalam II Timotius 3:6-9 di mana perempuan, yang menjadi sasaran khusus dari orang-orang "yang menentang kebenaran" (3:8 ) "tidak pernah dapat mengenal kebenaran" (3:7).

Dalam keadaan yang mana pun, ucapan Paulus yang bersifat membatasi dalam I Timotius 2: 11-12 harus dimengerti dalam konteks di mana pengajaran palsu sedang menjadi masalah. Larangan secara umum untuk menentang semua orang yang "mengajarkan ajaran lain" (1 :3) sekarang secara khusus difokuskan pada para perempuan yang telah menjadi mangsa dari pengajaran palsu semacam itu atau terlibat dalam penyebarannya.

Nasihat Paulus dalam I Timotius 2:11, "berdiarn diri dan menerima ajaran dengan patuh" dengan demikian ditujukan kepada para perempuan yang karena pengajaran sesat telah menjadi para pendukung yang sangat kuat dari gagasan-gagasan yang mengacaukan situasi kehidupan jemaat dan rumah tangga yang sudah tertata. "Ketaatan" yang diperintahkan kepada mereka kemungkinan besar adalah ketaatan kepada para tua-tua dalam jemaat, yang merupakan penjaga kebenaran dan ibadah yang teratur. Larangan terhadap pengajaran mereka (2: 12) disebabkan oleh keterlibatan mereka dalam pengajaran palsu. Dan larangan "memerintah laki-laki" (2:12) harus dimengerti dalarn konteks penolakan mereka terhadap kekuasaan orang lain, barangkali para pemimpin laki-laki di Efesus yang pengajarannya yang ortodoks dan otoriter dirusak oleh pandangan sesat mereka. Kata bahasa Yunani yang tidak umum yang digunakan terutama mengandung arti negatif "rnerebut" atau "merampas kekuasaan." Jadi, pembatasan kedudukan dan partisipasi perempuan dalam kehidupan dan pelayanan di jemaat Efesus sangat mungkin "dituiukan kepada para perempuan yang terlibat dalam pengajaran palsu, yang telah menyalahgunakan pelaksanaan kekuasaan yang benar dalam jemaat dengan merampas kekuasaan dan mendominasi para pemimpin dan guru laki-Iaki di jemaat Efesus (hal ini tidak diperintahkan Paulus kepada perempuan-perempuan lain). [3]

Paulus melanjutkan dengan mendasarkan perintah ini pada perenungan beberapa bacaan pilihan dari Kitab Kejadian. Pemikiran-pemikiran tersebut merupakan pokok pembahasan kita pada bab berikutnya.



[1] Kala bahasa Yunani yang dilerjemahkan "penolong" (dalam Kejadian 2:18 dan 2:20), yang menunjukkan perempuan itu, hanya digunakan 16 kali lagi dalam Alkilab bahasa Ibrani. Dalam kasus-kasus di alas, perempuan selalu dilunjuk Allah sebagai yang menyelamalkan, mendukung, dan menopang umalNya (seperti dalam Mazmur 46: 1). Kala perempuan ini sama sekali tidak mengandung arti kedudukan atau status yang lebih rendah. Kala yang diterjemahkan "sesuai unluk" secara hurufiah berarti "di depan," dan menunjukkan seseorang yang berdiri "berhadapan rnuka" dengan lainnya, yang kualitas dan sifat-sifat dasarnya sama, dan karena itu merupakan "teman sekerja."

[2] Lihat Gordon D. Fee, 1 dan 2 Timothy, Titus Good News Commentary (San Fransisco: Harper & Row, 1984), yang membuat kasus I Timotius yang meyakinkan menjadi surat berkala yang membicarakan pengajaran-pengajaran sesat.

[3] David M. Scholer, "I Timothy 2:9-15 and the Place of Woman in the Church's Ministry," dalam Alvera Mickelsen, Women, Authority & the Bible (Downers Grove, III: Inter Varsity Press, 1986), hal. 205. Tulisan ini, dan beberapa tulisan lainnya dalam volume ini, menyajikan studi yang sangat bagus mengenai masalah eksegesis, sejarah-budaya dan bahasa tentang "ucapan yang sulit" dan teks-teks Alkitab yang berkaitan.


-----


Disalin dari :
Manfred T Brauch, Ucapan Paulus yang Sulit, SAAT Malang, p. 250-243

Rabu, 16 Mei 2018

Kata-kata Bijak

Bersama Yesus Pasti Bisa



Bersama Yesus melakukan perkara yang besar.
Jika kita menjadi terang di tempat kegelapan, kita harus ikut dan tinggal bersama  dalam kegelapan itu untuk menjadi terang. Sebab sesuatu yang kita pandang dari jauh belum tentu benar adanya, pasti ada sesuatu yang baik tersembunyi di balik itu.  (Jaxwan)

Tak ada yang berbeda di antara kita
Tak ada perbedaan warna kulit, rambut,  suku dan bahasa, kita telah di persatuan oleh Kristus maka kita semua adalah keluarga Allah.


Selasa, 15 Mei 2018

Senin, 14 Mei 2018

Apa itu Penyembuhan Batin?

Penyembuhan Luka Batin

"Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." (Matius 8:17)
"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus." (Roma 8:26-27)

Sabtu, 05 Mei 2018