Senin, 23 Desember 2019

BENIH YANG DITABUR

Hasil Dari Benih

Oleh:  Pdt. Lenis Kogoya


Adalah anugerah dan hak spesial bila kita dipercaya Tuhan untuk melayani di ladang-Nya. Itu merupakan hak yang sangat istimewa. Dan ingatlah bahwa kita ini hanyalah alat di tangan Tuhan. Apa saja kedudukan yang kita miliki dan apa saja yang kita kerjakan itu kekuatan dan karya Allah. 

Minggu, 22 Desember 2019

KEDAMAIAN DAN SUKACITA NATAL DIRENGGUT KETAKUTAN DAN DUKACITA

Ilustrasi Tangisan dan Trauma Orang Papua


Refleksi Realitas Papua Saat Natal
Oleh Pdt. Lenis Kogoya

Inti dari Natal adalah damai dan sukacita. Damai dan sukacita dialami oleh manusia ketika mengalami kasih Allah yang dinyatakan di dalam dan melalui Kristus Yesus yang adalah Tuhan dan Juruselamat kita itu. Damai dan sukacita dialami oleh setiap manusia yang telah kehilangan kemuliaan Allah itu ketika merespon kehadiran Yesus melalui iman. Setiap orang yang telah percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat hidupnya secara sungguh-sungguh, maka pasti mengalami damai dan Sucita secara permanen dan tampil keluar dari dalam hidupnya.

Sabtu, 21 Desember 2019

𝐏𝐄𝐏𝐄𝐑𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 πˆπŒπ€π πŽπ‘π€ππ† ππ„π‘π‚π€π˜π€

Peperangan Iman Orang Percaya

(π–¬π–Ίπ—“π—†π—Žπ—‹ 25:10)
𝘚𝘦𝘨𝘒𝘭𝘒 𝘫𝘒𝘭𝘒𝘯 π˜›π˜œπ˜π˜ˆπ˜• 𝘒π˜₯𝘒𝘭𝘒𝘩 𝘬𝘒𝘴π˜ͺ𝘩 𝘴𝘦𝘡π˜ͺ𝘒 π˜₯𝘒𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘯𝘒𝘳𝘒𝘯 𝘣𝘒𝘨π˜ͺ 𝘰𝘳𝘒𝘯𝘨 𝘺𝘒𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘦𝘨𝘒𝘯𝘨  𝘱𝘒π˜₯𝘒 𝘱𝘦𝘳𝘫𝘒𝘯𝘫π˜ͺ𝘒𝘯-π˜•π˜Ίπ˜’ π˜₯𝘒𝘯  𝘱𝘦𝘳π˜ͺ𝘯𝘨𝘒𝘡𝘒𝘯-𝘱𝘦𝘳π˜ͺ𝘯𝘨𝘒𝘡𝘒𝘯-π˜•π˜Ίπ˜’.

Jumat, 06 Desember 2019

Natal Bersama Pemuda GIDI Klasis Timika, Tahun 2020 Pemuda Siap Untuk Melanjutkan Pelayanan di Ladang Tuhan

Suasana Ibadah Natal Bersama Pemuda GIDI Klasis Timika Tahun 2019


Timika Sulit.Com. Pemuda GIDI Se-Klasis Timika telah melaksanakan Ibadah Penyambutan Natal 25 Desember 2019, Jumat 6 Desember 2019.

Dalam momentum ini pemuda GIDI Klasis Timika telah mengangkat tema: "Sukacita Berjumpa Dengan Yesus“ diambil dari  Injil (Lukas 2:12) dan Sub Tema : "Melalui Momen Natal ini setiap Pemuda/I GIDI Klasis Timika memastikan bahwa telah berjumpa dengan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat" .

Dalam Ibadah tersebut  dihadiri  oleh semua Pemuda-Pemudi, para senior dan  juga tua-tua Gereja. Sebagai mentor yang selalu mensupport Pemuda untuk terus maju dalam pelayanan. 
Dalam kesempatan istimewa ini khotbah di bawakan oleh Pdt. Luther Kogoya, B.Th. Menjadi  pesan dalam  Natal bersama  tahun 2019 ini adalah kita harus kembali ke Tema Aung di keluarkan oleh Badan Pekerja Pusat,  Gereja Injili Di Indonesia (GIDI). Jadi di luar Yesus tidak ada sukacita yang abadi, di luar Yesus tidak ada kedamaian dan tidak ada kebahagiaan yang sejati. Jalan satu-satunya untuk mendapatkan beberapa hal diatas adalah hanya di dalam Yesus.  Didalam Yesus  ada sukacita dan damai sejahtera. Ujar Kogoya dalam khotbahnya.

Dalam kesempatan yang sama Pdt.  Sudirman Harianja, S.Th, Menyampaikan pesan Natal 2019 adalah pesan sukacita yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama pendiri Gereja Injili Di Indonesia GIDI. Cita-cita bersama nya dan perjuangan bersama dengan Tuhan, bagi kemanusiaan warga GIDI yang bersukacita.
Dengan penuh sukacita, kita merayakan pesta kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, Raja Damai yang datang untuk merobohkan tembok pemisah yakni perseteruan yang memecah belah umat GIDI. Sambil merayakan natal dengan penuh sukacita dan syukur kepada Tuhan Yesus pemuda ditantang meneruskan Misi Gereja Injili Di Indonesia GIDI dan terlibat langsung dalam pelayanan di tubuh Gereja Injili Di Indonesia. Tutur Pdt. Sudirman dalam sambutan atau kesan pesan Natal bersama Pemuda GIDI Klasis Timika.

Kita merasa kehilangan ketiga pahlawan Iman atau  hamba Tuhan yang gugur di medan perang atau di  ladang Tuhan. Mereka adalah  pendiri dan tua-tua Gereja yakni; Bpk Pdt. Andome Kogoya, Bpk Pdt. Nano Ekwa Kogoya. Beliau adalah salah satu pendiri Gereja Injili Di Indonesia di Wilayah Toli dan Bpk Pdt. Depius Kogoya. Tuhan memanggil mereka dalam waktu yang sama tahun 2019.  Ketiga hamba ini telah menyelesaikan tugas dengan baik, kita (Pemuda) harus mengisi kekosongan tersebut artinya kita harus meneruskan pelayanan yang ditinggalkan oleh bapak-bapak ini.

Merayakan Natal dalam terang kehadiran Ilahi yang menawarkan persahabatan berlandaskan cinta kasih merupakan panggilan bagi kita untuk keluar dari sekat-sekat suku, budaya, agama, dan lain-lain. Bagi umat GIDI panggilan tersebut merupakan suatu panggilan untuk menjadi murid sejati, yang mempraktikkan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga, Gereja, dan masyarakat. Pesan Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama Gereja Injili Di Indonesia, cita-cita bersamanya, dan perjuangan bersama bagi kemanusiaan, bagi manusia yang bermartabat.

Semoga Natal ini sungguh-sungguh menjadi saat bagi kita untuk berdukacita dan bergembira. Yesus Sang Imanuel dan hikmat Allah bagi kita dan memimpin kita untuk hidup dalam hikmat Allah selamat Natal. 

PEMUDA GIDI KLASIS TIMIKA
 β„³β„―π“ƒβ„Šπ“Šπ’Έπ’Άπ“…π“€π’Άπ“ƒ 
SELAMAT NATAL 2019  &  TAHUN BARU 2020

Rabu, 04 Desember 2019

Jadikan Setiap Langkah Anda Berarti


Jadikan Setiap Langkah Berarti


1 Korintus 9: 25-26
 “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.”

Selasa, 10 September 2019

Sabtu, 24 Agustus 2019

Dari yang Terkecil Muncul Pemimpin Besar

Dari yang terkecil menjadi terbesar


Oleh: Pdt. Alokasih Gulo

Mikha 5:2-5 
(5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. 
(5-2) Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. 
(5-3) Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, 
(5-4) dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia. 

Senin, 19 Agustus 2019

Dampak Pengusiran Mahasiwa Papua dan Aksi Rasialis di Surabaya, Tanah Papua Rusuh Hari ini

Masa aksi di Kantor Gubernur Papua

Oleh: Willem Wandik, S. Sos

Papua Sulhit News. Tiga hari yang lalu, saat momentum perayaan 17 agustus, saat penyerangan terhadap Mahasiswa Tanah Papua di Kota Surabaya terjadi, bahwa kami telah mengingatkan, peristiwa itu akan berdampak luas di Tanah Papua, sebab Mahasiwa adalah simbol kehormatan intelektual bagi masyarakat dan komunitas di Tanah Papua.. Nasi sudah menjadi bubur, aksi sentimen antara masyarakat Papua dan Masyarakat di Kota Surabaya, menghasilkan ekses sosial yang tidak pernah di duga.. kerusuhan dalam skala besar di sejumlah kota utama di Tanah Papua yang tersebar di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Sabtu, 17 Agustus 2019

17 Agustus 2019 Bendera Bintang Kejora Berkibar di Asmat Papua

Bendera Bintang Kejora sedang Berkibar di atas Menara

Asmat Sulhit News. Detik-detik memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang  Ke-74, bendera bintang kejora atau bendera Bangsa Papua Barat  telah berkibar di Kota Agats Ibu kota Kabupaten Asmat,  pada  menara navigasi, Jln. Josudarso, belakang pangkalan ojek Ayam kecil,  Sabtu 17 Agustus 2019.

Senin, 12 Agustus 2019

Hukum di Pengadilan Allah


Oleh : Jazwan W. Yanengga

"Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri." ( Ulangan 24:16)

Dosa turunan dari Adam dan Hawa telah di hapus oleh Tuhan Yesus ketika mati diatas  kayu salib, dikubur dan bangkit pada hari yang ketiga, melalui kebangkitan Yesus  telah mengalahkan semua kuasa maut. Namun bagaimana dengan Dosa kita pada  zaman Anugrah ini? 

Dosa turunan telah di hapus maka pada zaman anugrah ini setiap orang akan mempertangungjawabkan perbuatannya masing-masing di meja hijau  pengadilan Allah, tanpa belibatkan siapapun artinya, Dosa ayah tidak melibatkan istri, anak, saudara/I lainnya dan sebaliknya.

Ingat..!!!
Sekali lagi, hukuman Allah akan dijatuhkan sesuai dengan perbuatan Dosa kita masing-masing. 
Hukum di Dunia, meskipun salah bisa dibenarkan dengan membayar senilai uang tetapi di sorga tidak ada namanya jual-beli hukum, sudah divonis salah maka tetap akan salah benar maka tetap akan benar.

Happy Sunday