Kamis, 07 Mei 2020
MENJADI SAHABAT ALLAH
![]() |
| Menjadi Sahabat Allah |
"Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (Yoh. 15:14).
Saudaraku,
Dunia punya cara tersendiri untuk sahabat, yakni didasari dengan motivasi kepada orang-orang tertentu, berdasarkan kekuasaan, harta atau kekayaan dan sebagainya. Dan persahabatan itu sifatnya semu dan pasti kan berakhir. Tetapi syarat menjadi sahabat dengan Allah pasti bersifat permanen dan ada sukacita dan kepuasan.
Selasa, 05 Mei 2020
Kasih Tuhan Tidak Kompromi atas Dosa
Bilangan 15:22-31
Dalam ibadah gereja, ada doa pengakuan dosa yang menuntut introspeksi kita secara mendalam. Doa tersebut mendorong kita untuk mengakui dengan jujur hal-hal yang seharusnya kita lakukan, yaitu mengakui kesalahan dan dosa yang sudah kita lakukan. Firman Tuhan hari ini mengajak kita bersikap jujur di hadapan Allah.
Senin, 04 Mei 2020
BILAMANA ORANG MATI DI BANGKITKAN
Syalom...
Salam sejahtera bagi keluarga Allah, Jemaat Anugerah Manado. Kita bersyukur kepada Tuhan Allah atas kasih karunia dan perlindunganNya, kita telah ditibahkan pada bulan Mei 2020, dan hari ini Minggu untuk kita patut bersyukur dan memuliakan Dia secara pribadi, keluarga dan kelompok di masing- masing tempat tinggal kita dengan merenungkan Firman Allah lanjutan minngu lalu, dalam surat Paulus kepada jemaat di Korintus. ( I Kor 15:20-28 ) Tema: "Bilamana Orang Mati Dibangkitkan" utk lebih jelasnya ada tiga gambaran Kebenaran:
1. Yesus Bangkit Buah Sulung.
2. Yesus bangkit sebagai Adam kedua.
3. Yesus bangkit mendirikan kerajaanNya.
Minggu, 03 Mei 2020
Jumat, 01 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Rabu, 22 April 2020
Mahasiswa dan Pelajar Tolikara Butuh Perhatian Yang Serius Dari Pemda Dalam Situasi Ancaman Covid 19
Timika Sulhit.Com. Maraknya perkembangan Wabah Virus Corona atau Covid 19 melumpuhkan semua aktivitas Manusia, Sehingga Mahasiswa dan Pelajar Tolikara menuntut pemerintah daerah Kabupaten Tolikara segerah memperhatikan secara serius dalam situasi ancaman wabah Covid 19. Selasa, 21/04/2020.
Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara telah membentuk Tim Penanganan Covid 19 dari bulan Maret sebelum Kabupaten lain membentuk Tim Covid. Hal itu kita sangat mendukung dengan langka yang di ambil oleh Pemda.
Kita berikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam hal upaya penanganan Covid 19 ini, pemerintah terus melakukan sosialisasi ke masyarakat di setiap Distrik demi menyelamatkan semua orang Tolikara.
Namun bagaimana perhatian pemerintah terhadap Mahasiswa dan Pelajar asal kabupaten Tolikara yang sedang berstudi di Papua maupun diluar Papua.
Mahasiswa dan pelajar merupakan agen perubahan daerah Maka perlu di perhatikan secara serius oleh pemerintah daerah dalam situasi krisis seperti ini.
Terutama di daerah-daerah yang sudah terjangkit Covid 19 diantaranya adalah Se Jawa-Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan serta lainnya.
Kita sangat prihatin dengan keadaan Mahasiswa dan Pelajar di setiap kota studi dalam situasi di bawa ancaman wabah Covid 19, membuat semua aktivitas Lockdown sehingga mereka sudah isolasi diri dari bulan Maret lalu maka mengalami krisis. Apalagi orang tuanya hanya sebagai petani tidak punya penghasilan tetap.
Jika ada yang keluar rumah mencari makan, maka di kenakan sangsi yaitu hukuman, yang telah diatur oleh pemerintah daerah setempat, sehingga sangat sulit untuk mencari makan.
Jika ada yang keluar rumah mencari makan, maka di kenakan sangsi yaitu hukuman, yang telah diatur oleh pemerintah daerah setempat, sehingga sangat sulit untuk mencari makan.
Dalam situasi seperti ini jangan sampai terjadi hal yang kita tidak diinginkan bersama, maka pemerintah segerah ambil langkah untuk selamatkan mereka dari Covid 19.
Perhatian Pemda hanya pada satu titik saja yaitu Asrama Mahasiswa/i Tolikara di kota studi Jayapura sedangkan yang lainnya belum ada. Pemda perlu melihat mahasiswa dan pelajar secara adil dan merata tanpa membedakan antara satu dengan lainnya karena mereka semua sama-sama anak-anak Tolikara juga. Mereka juga punya hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dari orang tua dalam hal ini pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara.
Mahasiswa dan Pelajar yang sedang studi di Papua, Papua Barat dan di luar Papua, sudah menyampaikan apa yang mereka alami saat ini di kota studi masing-masing melalui media sosial tetapi sayangnya sampai saat ini tidak ada tanggapan serius dari pemerintah daerah.
Kami bingung dengan sikap Pemda Tolikara, dengar lalu pura-pura tuli atau memang di Tolikara tidak ada akses internet untuk mendapatkan informasi.
Perwakilan senior dan Pembina Rohani mahasiswa asal Tolikara di kota studi Malang Kediri dan Bali (MAKEBA). Telos Wunungga menambahkan bahwa Jika memang Pemerintah dan Senioritas tidak respek apa yang kami minta maka itu bukti penyangkalan terhadap Generasi Penerus Gereja dan Kabupaten Tolikara. Melalui pesan elektronik.(*)
Penulis: Admin Sulhit News.
Penulis: Admin Sulhit News.
Senin, 13 April 2020
Langganan:
Postingan (Atom)












