Kamis, 21 Mei 2020

Lebih Berguna Yesus Naik Ke Sorga

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S.Th
Gambala Jemaat GIDI Anugerah Manado

SHALOM...Pujilah Tuhan!
Salam sejahtera bagi kita keluarga Allah. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita dari kuasa kerajaan maut dan telah memanggil serta mempercayakan pekerjaan dengan kasih karuniaNya yang mulia untuk berkerja di ladangNya. 
Pada pagi hari yang sangat berbahagia ini kita perlu bersyukur dan memperingati "KENAIKAN YESUS KE SORGA".

Saudara/i yang terkasih dalam Yesus, Marilah kita dengan sukacita  merenungkan Firman Allah yg terambil dari : 
✓ Kisah P Rasul 1:6-11
✓ Ayat Nas ( KPR 1:6 )
✓Tema: "LEBIH BERGUNA YESUS NAIK KE SORGA"

Para Rasul terus memilki pengharapan yang begitu besar utk pemulihan bagi bangsanya, dan harapan itu semakin nampak nyata di depan mata mereka saat menyaksikan bahwa Kristus telah bangkit dari kematianNya di hari ke-3 lalu. "Selama 40 hari Ia telah berulang kali menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah (KPR 1:3b).   Oleh karena itulah para muridNya dengan penuh keberanian mereka mempertanyakan hal itu secara langsung kepada Tuhan, "Tuhan, maukah Engkau pada  masa ini memulihkan Kerajaan bagi Israel? (ayat nas). Mereka berharap Kristus akan tetap tinggal bersama-sama dengan mereka di bumi sampai kerajaan Israel benar-benar dipulihkan. Tetapi Kristus menjawab,  engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya (KPR 1:7). Ini menunjukkan bahwa pemikiran dan kehendak manusia itu berbeda dgn kehandak Allah Bapa. 

Apa yang terjadi kemudian?  Dengan mata kepala sendiri mereka menyaksikan  Kristus naik ke Sorga: 
"Terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah 2 orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada  mereka: Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke Sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yg sama seperti kamu melihat Dia naik ke Sorga."(KPR 1:9-11). 

Sesungguhnya Yesus telah menegaskan kepada  mereka bahwa "adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku Tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu." (Yoh. 16:7). Saudara/i yg terkasih di dlm kasih Kristus, dgn semua Kebenaran Firman Allah di atas, ada beberapa Keuntungan dr Yesus Kristus Naik ke Sorga bg kita sbg orang percaya kepada Dia :
1. Yesus Telah Menyelesaikan tugas-Nya di Muka Bumi.
2. Yesus Kristus Harus Kembali ke (asal) Sorga.
3. Yesus Kristus ke Sorga untuk Mengirim Roh Kudus di Bumi.
4. Yesus Kristus ke Sorga untuk menjadi pengantara  dan menyedikan tempat bagi anak-anakNya.

Saudara/i yang terkasih di dalam  Kritus, sangat perlu dipahami bahwa, kehadiran Kristus di bumi dalam wujud manusia sudah selesai dan sudah kembali kepada Bapa-Nya, tetapi  Ia "...tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu."(Yoh 14:18a) sebab Ia "...akan minta kpd Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya," (Yoh 14;16). Manfaat terbesar yang akan diterima oleh para murid-murid setelah Tuhan Yesus Kristus naik ke Sorga adalah kedatangan Roh penolong, penghibur dan penginsaf segala dosa yaitu Roh Kudus. Hanya melalui Roh Kudus, Kristus menyatakan kehadiran-Nya di tengah-tengah umatNya yang kudus.

Selamat merayakan kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Sorga yang sangat bermanfaat bagi kita sebagai anak-anakNya dan Selamat Beribadah Raya di dalam kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus. IMANUEL.

Rabu, 20 Mei 2020

MAKNA KENAIKAN YESUS KRISTUS


Makna Kenaikan Kristus

Oleh. Pither P. Karoba

Tanggal 21 merupakan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus ke sorga yang diperingati seluruh umat Kristiani di dunia, hari kenaikan merupakan lanjutan dari rangkaian karya keselamatan Yesus Kristus yang menyatakan identitas dan peran-Nya dalam karya keselamatan, setelah Ia menyelesaikan karya penebusan. Kenaikan Yesus ke Surga juga merupakan kelanjutan dari peristiwa-peristiwa Kristologis lainnya, yaitu hari raya kematian dan kebangkitan.

Arti kenaikan Yesus Kristus yaitu Ia dipisahkan dari murid-murid-Nya serta dibawa ke sorga. Peristiwa ini terjadi setelah kebangkitan-Nya, dengan disaksikan oleh murid-murid-Nya ketika mereka sedang berkumpul bersama dengan Dia di bukit Zaitun. Peristiwa itu ditulis dalam (KPR. 1:9-11).

Sesudah Tuhan Yesus bangkit dari antara orang mati, maka Ia mempunyai tubuh kebangkitan, tubuh yang nyata, dapat dilihat  oleh rasul-rasul-Nya. Tuhan Yesus naik ke sorga dengan tubuh yang serupa dengan tubuh-Nya pada waktu Ia berada di bumi, hanya tubuh-Nya adalah tubuh yang dimuliakan. 

Tubuh kemuliaan-Nya itu tidak bercampur darah, melainkan tulang dan daging saja. Bisa dilihat (Luk. 24:39) sebab darah telah tertumpah karena dosa-dosa manusia.

Sangat perlu kita ketahui bersama adalah maksud kenaikan Kristus. 

1. Yesus Kristus kembali ke sorga untuk menjadi perintis orang percaya (kita) artinya Ia mendahului kita untuk menyediakan tempat bagi kita (Yohanes 14:2-3)

2. Kenaikan Kristus memastikan kita untuk dapat menghadap hadirat Allah dengan hati yang berani. Jadi janganlah kita takut menghampiri takhta anugerah Allah. 

3. Kenaikan Kristus memberikan pengharapan kepada kita untuk mendapat tubuh yang tidak dapat binasa. (2Kor. 5:1-8). Kenaikan Kristus memberikan kepastian bahwa orang percaya akan dapat tubuh kebangkitan yang tidak dapat binasa yang serupa dengan tubuh kemudian Tuhan Yesus. 

Selamat hari kenaikan YESUS KRISTUS. 🙏🙏

Senin, 18 Mei 2020

Yesus Akan Datang Kembali

Yesus akan Datang Kembali



Yohanes 14:18 
"Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu."

Saudaraku yang dikasih dalam Kristus Yesus. Dari pembacaan nats ini kita bisa melihat  Janji Tuhan kepada murid-murid dan semua orang percaya  Sebelum Ia Naik Ke Surga.
Manusia bisa ingkar janji, tetapi Tuhan? Jika Ia berjanji, janji itu pasti digenapi! Meski belum menjadi kenyataan, tetaplah sabar menunggu, dan percaya, dan saudara takkan kecewa. Janji Tuhan pasti digenapi tepat pada waktunya.

Minggu, 17 Mei 2020

Bukan Covid, Seorang Kakek Warga Adat Asiki Tanah Papua Tewas Dibunuh Aparat


Willem Wandik, S. Sos | Anggota Parlemen RI Asal Papua

Klik link dibawah ini untuk Nonton
Video Pembunuhan Warga

Timika Sulhit.Com. Situasi guncangan pendemi Covid 19 di seluruh Dunia, pertumbuhan darah warga sipil Papua terus jatuh di bumi cenderawasih. Demi merebut kekayaan alam Papua aparat membunuh satu  rakyat sipil pemilik Wilayah tanah adat, kini perusahaan asing di Asike Kabupaten Boven Digoel Papua, Sabtu, 16/05/2020.

Atas kejadian ini Anggota Parlemen RI Asal Papua Willem Wandik, S. Sos mengangkat bicara. Ungkap Wandik dalam pesan WhatsApp,  sekian kalinya, darah dan air mata tertumpah di Tanah Papua, untuk membela hak atas kebun dan tanah adatnya, seorang warga adat Asiki harus meregang nyawa akibat kekerasan yang dilakukan oleh "oknum" aparat kepolisian yang ditugaskan untuk pengamanan pamkarsa di wilayah yang disengketakan oleh masyarakat adat pemilik kebun dengan perusahaan yang mengklaim ijin pengelolaan kawasan.. Sampai kapan peristiwa berdarah seperti ini, terus mengorbankan warga sipil yang tidak bersalah.

Di negeri-negeri Melanesia, manusia berambut keriting dan berkulit hitam dapat mati setiap saat, bukan karena serangan infeksi penyakit mematikan "seperti virus Covid", melainkan mendapatkan perlakuan kekerasan dari "oknum" aparat bersenjata dengan latarbelakang yang selalu bersinggungan dengan penguasaan obyek bisnis (baik swasta/pemerintah).
Lonceng kematian dalam kasus yang serupa terus berulang di atas Tanah Papua, darah yang mengalir - kehidupan anak manusia yang direnggut, seperti telah menjadi Kutukan Sumber Daya Alam.. Dalam kolom berita kematian warga sipil versus kekerasan aparat, selalu bersinggungan dengan masalah sengketa lahan masyarakat adat, benturan akibat penguasaan konsesi wilayah perkebunan dan pertambangan, rebutan akses pengelolaan hasil kayu dan hutan, ekspansi pembangunan dalam sudut pandang investasi kaum pemodal, merawat objek vital nasional, dan lain sebagainya..
Ketika pelaku adalah bagian dari organ pengamanan negara, maka rakyat sipil berkulit hitam dan berambut keriting akan selalu tidak berdaya, berhadapan dengan paradoks hukum yang dijalankan oleh institusi yang mengendalikan hukum dan keadilan..
Seorang kakek dan juga kepala rumah tangga tumpuan keluarga besar dalam marganya, yang menggantungkan kehidupannya dari bercocok tanam dan mengolah hasil kebun sendiri, untuk makan dan memenuhi kebutuhan hidup keluarga, bukanlah "KKB" atau afiliasi gerakan makar bersenjata yang harus di habisi nyawanya oleh oknum aparat keamanan..
Ada banyak peristiwa seperti ini dan terus berulang di Tanah Papua, dan tidak pernah seorang pun dari oknum aparat yang terlibat, disaksikan oleh masyarakat/tokoh adat/terlebih lagi pemerhati HAM di Tanah Papua, mereka diadili atau dihadapkan pada peradilan hukum sipil..
Sesudah duka dan air mata di semayamkan dalam peti mati dan upacara keagamaan, secepat itu pula, Kasus Kasus Kematian warga sipil ini dilupakan, dan dipandang biasa biasa saja.. Negara tidak boleh membiarkan oknum aparat keamanan yang bekerja untuk kepentingan pengamanan korporasi, bebas begitu saja menghilangkan nyawa warga sipil, dengan dalih dan alasan apapun..

Saatnya, Hukum ditegakkan untuk semua golongan diatas Tanah Papua.. Sejatinya, tidak ada seorang abdi negara yang kebal hukum, sekalipun dengan dalih menjalankan tugas pengamanan pamkarsa di lokasi yang diklaim sebagai milik perusahaan swasta (pada asasnya menjadi sengketa tanah adat dan keperdataan)..

(PUISI SENJA DI SORE HARI - MENDENGAR KABAR SEORANG ANAK NEGERI MATI TEWAS TERBUNUH).

Biarkan "tajamnya pena kebenaran" menulis setiap "realitas" yang disembunyikan, oleh mereka yang berharap, bau busuk perbuatan amoral (tidak bermoral), agar dilupakan dan diabaikan oleh banyak orang di negeri ini.. 
Secarik kertas digital yang menuliskan ucapan bela sungkawa atas tewasnya seorang anak manusia, di atas negeri ras melanesia, karena membela hak kesulungannya, hak Adat atas kebun dan tempat hidup anak cucu keturunannyaBiarkan para penguasa yang menggenggam "pisau hukum dan keadilan" mengetahui berita tentang kematian ini.. Karena mereka sudah lama tidak bisa membedakan, mana manusia yang mati, dan mana nurani mereka yang mati.


Sumber : WA Grup Forum Diskusi Nawi Arigi

Kamis, 07 Mei 2020

MELAWAN PEMERKOSAAN KEADILAN

Ilustrasi ketidak Adilan yang terjadi di Negara ini

   Oleh. Pither P. Karoba

Istilah keadilan berasal dari pokok kata adil, yang berarti memperlakukan dan memberikan sebagai rasa wajib sesuatu hal yang telah menjadi haknya, baik terhadap diri sendiri, sesama manusia maupun terhadap Tuhan.

MENJADI SAHABAT ALLAH

Menjadi Sahabat Allah


"Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (Yoh. 15:14).

Saudaraku,
Dunia punya cara tersendiri untuk sahabat, yakni didasari dengan motivasi kepada orang-orang tertentu, berdasarkan kekuasaan, harta atau kekayaan dan sebagainya. Dan persahabatan itu sifatnya semu dan pasti kan berakhir. Tetapi syarat menjadi sahabat dengan Allah pasti bersifat permanen dan ada sukacita dan kepuasan.

Selasa, 05 Mei 2020

Kasih Tuhan Tidak Kompromi atas Dosa


Bilangan 15:22-31


Dalam ibadah gereja, ada doa pengakuan dosa yang menuntut introspeksi kita secara mendalam. Doa tersebut mendorong kita untuk mengakui dengan jujur hal-hal yang seharusnya kita lakukan, yaitu mengakui kesalahan dan dosa yang sudah kita lakukan. Firman Tuhan hari ini mengajak kita bersikap jujur di hadapan Allah.

Senin, 04 Mei 2020

BILAMANA ORANG MATI DI BANGKITKAN


Pdt. Thomas Wenda, S. Th | Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado


Syalom...
            Salam sejahtera bagi keluarga Allah, Jemaat Anugerah Manado. Kita bersyukur kepada Tuhan Allah atas kasih karunia dan perlindunganNya, kita telah ditibahkan pada bulan Mei 2020, dan hari ini Minggu untuk kita patut bersyukur dan memuliakan Dia secara pribadi, keluarga dan kelompok di masing- masing tempat tinggal kita dengan  merenungkan Firman Allah lanjutan minngu lalu, dalam surat Paulus kepada jemaat di Korintus. ( I  Kor 15:20-28 ) Tema: "Bilamana Orang Mati Dibangkitkan" utk lebih jelasnya ada tiga gambaran Kebenaran:
1. Yesus Bangkit Buah Sulung.
2. Yesus bangkit sebagai Adam kedua.
3. Yesus bangkit mendirikan kerajaanNya.