Minggu, 19 Juli 2020

PENAMPILAN DAN KEHIDUPAN



Bacaan: 1Samuel 16:1-13
NATS: Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1Samuel 16:7)

Selama beberapa jam pertama acara reuni 30 tahun universitas mereka, Mary Schmich bersama teman-temannya sebagian besar menghabiskan waktu untuk membicarakan paras teman-teman sekelas mereka. Akan tetapi, pada saat acara terus berlangsung, fokus perhatian mereka pun perlahan-lahan mulai berubah. Selanjutnya, di kolom Chicago Tribune, Mary menulis demikian, "Pada saat Anda telah terbiasa dengan fakta bahwa waktu ternyata telah merampas setiap hal dari kepunyaan Anda -- atau menambahkannya di tempat yang salah ... maka berhentilah untuk berpikir tentang penampilan [dan] mulailah berbicara tentang kehidupan." 

Selama ini kita banyak mencurahkan waktu dan perhatian untuk penampilan fisik yang kita anggap sebagai aspek terpenting kehidupan. Akan tetapi, Alkitab telah memberi peringatan kepada kita bahwa Allah menghendaki agar kita memandang diri sendiri dan orang lain dengan cara pandang yang berbeda. 

Ketika Tuhan mengutus Samuel untuk mengurapi seorang raja baru atas bangsa Israel (1Samuel 16:1), Allah mengingatkannya untuk tidak sekadar melihat ciri-ciri fisik, "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi .... Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati" (ayat 7). 

Firman Allah memberi terguran yang keras kepada mereka yang memuja penampilan (Yakobus 2:1,2). Tatkala kita mulai memandang orang lewat cara pandang Allah, fokus kita akan berubah dari penampilan menjadi kehidupan.


CERMIN KITA MEMPERLIHATKAN PENAMPILAN LUAR 

CERMIN ALLAH MEMPERLIHATKAN KONDISI HATI

Minggu, 05 Juli 2020

Mengenal Tuhan Yang Benar


Oleh :Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Maando

Syalom...!!!
Salam sejahtera di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita keluarga Allah. Saudara- saudari ku yang terkasih, marilah saat ini kita patut bersyukur kepada Tuhan karena berkat kasih sayang dan pemeliharaanNya kita masih ada dalam kondisi yang aman dan selamat dari segala serangan covid 19. Pagi hari ini kita diberi kesempatan untuk memuliakan Allah melalui Ibadah Raya Minggu 5 Juli 2020. Karena itu, marilah saudara- saudari ku Keluarga Allah, kita merenungkan Firman Allah yg terambil dari Alkitab:
  • Hosea 6:1-6
  • Ayat Nast 6:3
  • Tema : "MENGENAL TUHAN YANG BENAR"

Banyak orang Kristen yang merasa dirinya sudah mengenal Tuhan Allah dengan baik, dibuktikan dengan rajin beribadah, terlibat dalam pelayanan dan memberi persembahan banyak. Pada hal hal-hal tersebut tidak menjamin sepenuhnya bahwa seseorang memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan Allah. Apa yang dimaksud dengan "mengenal" bukanlah sekedar tahu, tetapi lebih dari itu, yaitu "memiliki hati yang melekat pada Tahun Yesus Kristus dan ada persekutuan yang karib dengan Dia yang terjadi terus-menerus. Bila hanya sekedar tahu saja, orang tidak akan mengetahui isi hatiNya dan semua karakterNya. 

Ada beberapa tokoh pahlawan iman Kristen menjadi contoh dalam mengenal Tuhan Allah dan hidup melekat kepadaNya. Hidup yang melekat kepada Tuhan berarti orang percaya tidak pernah melakukan kesalahan atau dosa, tetapi mereka punya hati yang selalu mau dibentuk, ditegur, dan dikoreksi, serta punya kerendahan hati untuk jujur mengakui setiap kesalahan dan kelemahan jatuh dalam dosa.
Ada beberapa berkat yang luar biasa bagi orang yang mengenal Tuhan Yesus dengan benar, yaitu:

1. Tuhan Allah selalu melindungi dan membentengi hidupnya. (Bacalah Mazmur 91:14).

2. Tuhan Allah selalu mendengar dan menjawab doa-doanya. Orang yang mengenal Tuhan Allah dengan benar, doanya pasti dijawab oleh Tuhan, sebagaimana yang Tuhan telah Firman kepada Nabi Yeremia. (Bacalah, Yeremia 29:12-13). 

3. Tuhan memberkati dgn umur panjang (Maz.91:16), meliputi: kesehatan dan damai sejahtera (Amsal 3:2).

4. Memperoleh keselamatan hidup kekal (Maz 91:16; Yos 1:6; Yoh 3:15; I Yoh 5:11,12). Ada jaminan keselamatan dan hidup kekal bagi orang-orang yang mengenal dan menerima Tuhan Yesus Kristus selalu juruselamat pribadinya.

Oleh karena itu, marilah kita selalu dan semakin bersungguh-sunguh memiliki hubungan intim di dalam Tuhan Yesus lebih lagi. Mengenal Tuhan Allah berarti mengerti isi hatiNya, mengerti kehendakNya, mengerti rencanaNya, menyesuaikan setiap langkah hidupNya dan tekun menuruti Firman-Nya serta berusaha untuk tidak menyakiti hati mengecewakan Tuhan dengan ketidaktaatan.
KALAU KITA MENGENAL TUHAN DENGAN BENAR, PASTI KITA DIKASIHINYA!... Amin.

Akhirnya kami gembala jemaat pribadi, Keluarga dan BPH menyampaikan selamat beribadah kepada Tuhan Allah di dalam Roh dan Kebenaran dan Selamat menjaga kesehatan jasmani dan rohani dalam kehidupan pribadi, Keluarga, kelompok di tempat tinggal masing-masing Semoga Doa syafaat kami Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati kita. .

Minggu, 28 Juni 2020

Penderitaan Kristus Menjadi Teladan


Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado


Syalom....!!!!!
Salam sejahtera di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita bagi keluarga Allah. Saudara-saudara ku yang terkasih, marilah saat ini kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena berkat kasih sayang dan pemeliharaanNya kita masih ada dalam kondisi yang aman dan selamat. Pagi hari ini kita telah diberikan kesempatan untuk memuliakan Allah melalui Ibadah Raya Minggu Tanggal 28 Juni 2020.
Oleh karena itu, saudara-saudari ku Keluarga Allah Marilah kita merenungkan Firman Allah yang terambil dari : 
• 1 Petrus 3:18-22
• Ayat Nast 3:18
• Tema: "PENDERITAAN KRISTUS MENJADI TELADAN"

Saudara-saudariku Keluarga Allah yang saya kasihi, renungan Firman Allah saat ini bertolak dari Matius 16: 18,  Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, "Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jeamaatKu". 
Ketika Petrus menulis bagian ini, ia sama sekali tidak mengira bahwa akan dikelompokkan sebagai salah satu bagian yang paling sukar dalam Perjanjian Baru. Para penafsir yang baik dan saleh telah bergumul ayat-ayat ini, berdebat dan saling berbeda pendapat dan tidak selalu memberikan pertolongan rohani yang berarti. Kini kita ingin mendapatkn pertolongan  Allah yang diberikan Petrus untuk mendorong orang-orang Kristen yg sedang mengalami penderitaan. 

Bagian ini ada tiga pelayanan yang berbeda. Jika kita mengalami ada Pelayanan yg berbeda, kita akan lebih mampu mengikuti penderitaan di dalam kehendak Allah dan memuliakan Kristus. Petrus menampilkan Yesus Kristus sebagai teladan yang sempurna telah diperlakukan secara tidak adil, namun Yesus tetap taat kepada Allah melalu:

1). KEMATIAN YESUS KRISTUS (ay 18). 

Dalam ayat 17 Petrus menyebut tentang penderitaan, karena berbuat baik bukan karena berbuat jahat. Petrus menunjukkan Yesus Kristus sebagai teladan. Dan memang Yesus Kristus adalah teladan yang benar (Kis 3:14), tetapi Yesus diperlakukan dengan tidak benar. Mengapa demikian? Karena Yesus mati bagi orang yang benar dan membawa mereka kepada Allah! Yesus mati sebagai pengganti orang berdosa (1 Pet 2:24), Ia mati hanya satu kali (Ibr 9:24-28). Pengertian lain Yesus mati menderita atas perbuatan baik. Ia mati bukan atas dosa-dosa Dia sendiri, karena Dia tidak pernah berbuat dosa (1Pet 2:22). 

Ungkapan "membawa kita kepada Allah" merupakan istilah tehnis yang berarti "memperoleh dukungan di pengadilan". Karena karya Kristus di kayu salib, maka kini kita telah beroleh jalan masuk kepada Allah (Ef. 2:18; 3:12). Kita boleh datang penuh dengan keberanian untuk menghampiri tahtaNya (Ibr 10:19 dst)! 
Kita juga beroleh jalan masuk kepada kasih karunia-Nya yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari (Rum 5:2). Ketika tirai Bait Allah terbelah dua hal itu melambangkan jalan baru dan jalan itu terbuka  bagi manusia kepada Allah hanya melalui Yesus Kristus.

2). PROKLAMASAI YESUS KRISTUS (Ay. 19-20).

Ungkapan "yang telah dibangkitkan menurut Roh" yang telah menimbulkan persoalan bagi manusia. Tetapi Kebenaran bagian  lain bisa menguatkan bahwa: "Dibunuh berkenaan dengan tubuh jasmani tetapi dibangkitkan berkenaan dengan roh." Dalam hal ini yang berlawanan adalah soal daging dan roh, seperti halnya dalam (Mat 26:41 dan Rom 1:3-4) & bukan tubuh manusiawi Kristus dan Roh Kudus.

Tuhan Yesus mempunyai tubuh jasmani (Mat 26:26), jiwa (Yoh 12:27), dan roh (Luk 23:46). Dia bukanlah Allah yang mendiami manusia, tetapi Dialah manusia sekaligus Allah yang sesungguhnya. Saat Ia mati, Ia menyerahkan rohNya kepada Allah Bapa (Luk 23:46; Yak 2:26). Bagaimana pun juga terbukti bahwa jika Ia "telah dibangkitkan menurut Roh", pasti pada suatu saat rohNya pernah mati. Mungkin hal itu terjadi ketika Ia menjadi berdosa krn kita dan ditinggalkan oleh BapaNya (Mar 15:34; 2 Kor 5:21). Ungkapan "yang telah dibangkitkan menurut Roh" bukan berarti kebangkitan Karena kebangkitan itu berhubungan dengan TUBUH.

Jadi, di kayu salib Tuhan Yesus yang telah menderita dan mati. TubuhNya dibunuh, dan rohNya mati ketika Ia dijadikan berdosa karena kita. Walaupun demikian rohNya telah dibangkitkan dan Ia menyerahkannya kepada Allah Bapa. Beberapa saat antara kematianNya dan kebangkitanNya, Yesus telah mengadakan suatu proklamasi secara khusus kepada "roh-roh yang ada dalam penjara". 
Yang mengatakan bahwa 'roh-roh yang di dalam penjara" ini adalah roh-roh orang berdosa yang telah meninggal dunia yg di alam maut (dunia orang mati=Hades), kepada mereka Yesus memberitakan kabar kesukaan tentang keselamatan. Yesus memberitakan suatu deklarasi kemenangan atas Iblis dan para pengikutnya melalui kematian di kayu salib.

3). KEBANGKITAN YESUS KRISTUS (ay. 21).

Kematian terjadi apa bila roh meninggalkan tubuh (Yak 2:26), maka kebangkitkan mencakup kembalinya roh ke dalam tubuh (Luk 8:55). Allah Bapa membangkitkan Yesus dari antara orang mati (Rom 6:4; 8:11), tetapi Anak Allah juga memiliki wewenang untuk membangkitkan diriNya sendiri (Yoh 10:17-18). Hal ini suatu mujizat! Karena kebangkitkanNya, orang Percaya kepada Yesus Kristus memilki "hidup yang penuh dgn pengharapan" (1Pet 1:3-4). 

Janganlah mengecilkan pentingnya kebangkitkan Yesus Kristus. KebangkitanNya menyatakan bahwa Ia adalah Allah (Rom 1:4), pekerjaan keselamatan telah digenapi dan digenapi Allah Bapa (Rom 4:25), dan bahwa maut telah dikalahkan (1 Tes 4:13-18; Wah 1:17-18). Pekabaran Injil mencakup juga hal kebangkitkan (1Kor 15:1-4) karena seorang Juruselamat yang mati tidak dapat menyelamatkan seorang pun. Hanya Kristus yang bangkitlah yang memberi kita kuasa yang kita perlukan sebagai dasar untuk hidup dan pelayanan sahari-hari kita (Gak 2:29).

4). KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SORGA (ay 22).

Empat puluh hari setelah kebangkitkan Yesus, menampakkan diri kepada para muriNya dalam menguatkan hati dan menyenangkan imannya, Yesus naik ke surga duduk di tahta sebelah kanan Allah Bapa, penuh kemuliaan (Maz 110:1; Kis 2:34-36; Fil 2:5-11). Orang-orang percaya akan mendapat tempat bersama-sama dengan Dia di surga (Efe 2:4-6) dan melalui karyaNya kita bisa hidup dan berkuasa (Rom 5:17). Ia melayani jemaatNya sebagai imam besar Agung (Ibr 7:25; 4:14-16) dan Ia menjadi pengantara kita. Ia juga telah berjanji menyiapkan suatu tempat bagi umatNya (Yoh 14:1-6) dan pada suatu saat Ia akan datang kembali untuk menjemput dan membawa pulang anak-anakNya ke tempatNya.

Pokok utama yang harus ditekankan disini adalah kemenangan Kristus yang sempurna atas segala "malaikat, kuasa, dan kekuatan" (1 Pet 3:22), juga menunjuk kepada roh-roh jahat dan kepada Iblis (Efe 6:10-12; Kol 2:15). Para Malaikat yang tidak berdosa selalu taat kepada Dia. Sebagai orang-orang  percaya atau nak-anak Allah kita tidak berperang untuk memperoleh Kemenhan, tetapi dari kemenangan s/d kemenangan yang luar biasa, yang telah diperoleh Yesus Kristus untuk kita dalam kematianNya, kebangkitkanNya dan kenaikanNya. Amin.

Akhirnya kami gembala jemaat pribadi, Keluarga dan BPH menyampaikan selamat beribadah kepada ALLAH dan selamat menjaga kesehatan rohani dan jasmani secara pribadi, keluarga, dan kelompok di tempat tinggal masing-masing Semoga Doa syafaat kami Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati kita. "IMANUEL "

Minggu, 21 Juni 2020

Pertobatan Sejati


Pertobatan Sejati

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado


Syalom....!!!!
         Salam sejahtera bagi kita keluarga Allah di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita. Marilah saat ini kita patut bersyukur kepada  Tuhan, Karena berkat penyertaanNya kita masih ada dalam kondisi yang aman dan selamat dan pagi hari ini kita boleh ada mengadakan Ibadah Raya Minggu tanggal 21 Juni 2020. 
Oleh karena itu, saudara-saudra ku Keluarga Allah saya mengajak kita merenungkan Firman Allah yg terambil dari Alkitab dari :
✓ Injil Matius 4:12-17
✓ Ayat Nast 4:17
✓ Tema: "PERTOBATAN YANG SEJATI".

Saudara-saudara ku Keluarga Allah yang saya kasihi, renungan Firman Allah saat ini seruan untuk 'bertobat'. Karena 'Bertobat' adalah perkataan yang pertama disampaikan oleh Tuhan Yesus pada saat Ia memulaikan Pelayanan dan tema utama dalam PelayananNya di bumi. Berita tentang pertobatan ini juga yang diseru-serukan oleh Yohanes Pembaptis di Padang gurun Yudea, di awal pelayanan & tema utama pelayanannya kepada umat Israel. Jadi sebenarnya hidup dalam pertobatan adalah kehendak Tuhan Allah bagi semua orang, terutama kita yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus, sebab yang menjadi dasar pertobatan sejati adalah mempunyai iman yang benar kepada Tuhan Yesus Kristus.

Untuk menuju kepada  pertobatan yang sejati ada beberapa langkah yang harus kita perhatikan: 

1). Kita harus menyadari bahwa diri kita ini adalah orang berdosa. Ada banyak orang menganggap dirinya orang yang benar dan suci sehingga ia merasa bahwa dirinya tidak perlu bertobat. Pengakuan jujur sbg orang berdosa yang memerlukan pengampunan dosa dari Tahun Yesus adalah langkah awal pertobatan. Pengakuan diri kita orang berdosa secara jujur adalah bukti bahwa kita rela mau merendahkan diri di hadapan Tuhan Yesus Kristus, sebab "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan Kebenaran tidak ada di dalam kita" (1 Yoh 1:8). Apa bila kita mau datang kepada Tuhan Yesus dan mengakui segala dosa kita, "...maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan". (1 Yoh 1:9). 
Bahkan Nabi Yesaya dalam  nubuatannya berkata "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba". (Yes 1:18). Itulah sebabnya, kita harus percaya dan mengakui bahwa Yesus telah mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita, dikuburkan dan bangkit pada hari yang ke tiga, akhirnya telah mengalahkan kuasa maut yaitu Iblis.

2). Kita harus mengaku dengan mulut & percaya Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat.  Sebab Rasul Paulus berkata "... dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan". Jadi kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik kita, tetapi semata-mata karena anugerahNya. Hal tersebut tertulis dalam, "...kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaan mu: jangan ada orang yang membanggakan diri" (Efe. 2:8-9). 
Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus, berarti mau hidup hanya dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak lagi hidup menurut jalan kehendak hati kita sendiri. Dalam Amsal 3:5-6 dikatakan bahwa: percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dlm segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu". Jika kita hidup seturut dengan Firman Allah dan mau hidup ini hanya dipimpin oleh Roh Kudus, perjalanan kita tidak akan tersesat. "Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat" (Amsal 10:17).

3). Kita harus berbalik arah hidup dari segala perilaku yang jahat. 
Berarti kita berbalik dari  kesukaan melakukan segala dosa kepada harus membenci segala perilaku berbuat dosa dan selalu suka hidup dalam kebenaran, yang artinya selalu hidup dalam ketaatan. Ketika hidup dalam ketaatan, kita sedang hidup dalam perjanjian berkat Tuhan; kita akan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan. Dengan kata lain kita menikmati berkat-berkat yang disediakan Tuhan sebagai upah dari ketaatan kita. 

Berbalik dari perilaku yang jahat berarti menanggalkan manusia atau cara hidup yang lama dan menggenakan cara hidup manusia yang baru, seperti ada tertulis: "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2 Kor 5:17). Berbalik dari perilakunya yang jahat juga berarti, sikap hidup yang tegas terhadap dosa-dosa dan tidak kompromi dengan dosa lagi. 
Seperti dorongan Firman Allah, "...barang siapa yang benar, biarlah ia terus berbuat Kebenaran; barang siapa yang Kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya! (Wahyu 22:11). Kasih sayang Tuhan Yesus itu tidak terbatas, dengan penuh kesabaran Ia menunggu anak-anak-Nya berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Karena itu janganlah sia-siakan waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan. 

Saudara-saudari ku yang terkasih, Firman Allah hari ini  telah datang dan kita sudah merenungkan masing-masing, bahkan Firman Allah juga mengarahkan sesuai dengan kondisi kehidupan rohani kita. Pertanyaannya saat ini, kah kita mengalami pertobatan sejati? Karena pertobatan sejati pasti menghasilkan buah-buah Roh dan buah-buahan itu berdampak atau berguna bagi  orang-oranh lain yang ada di sekitar kita.

Percaya kepada Tuhan Yesus Kristus berarti menyerahkan seluruh segenap jiwa dan raga hidup hanya kepada Dia.
Karena itu, dengarlah ajakkan Firman Allah: "Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, Firman Tuhan, dan janganlah menjamah  apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu". (2 Korentus 6:17). Amin.

Akhirnya kami sebagai gembala jemaat; pribadi dan keluarga menyampaikan Selamat Beribadah dan selamat menjaga kesehatan rohani dan jasmani secara; pribadi, Keluarga dan kelompok di tempat tinggal masing-masing,  Semoga Doa syafaat kami, Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati kita. IMANUEL

Minggu, 14 Juni 2020

PEMELIHARAAN TUHAN TANPA BATAS




Oleh : Jazwan W. Yanengga

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 
(I Petrus 5:7)

Pemeliharaan Allah di tengah-tengah kesulitan setiap anak-Nya adalah suatu kebenaran yang ditekankan sepanjang Firman Allah.

Kita pengikut Kristus harus menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan, sebab Tuhan yang memelihara kita.

Badai topan kehidupan akan datang dan pergi dan ketika kita mengalaminya kita sering kuatir dan berusaha menghindarinya tetapi tidak berhasil. Penderitaan terus berlangsung seolah-olah tanpa akhir.

Sangat berat memang dirasakan untuk  menjalani hidup di Dunia ini bagi orang-orang yang hidup tanpa Yesus ada  di dalam  dirinya (di dalam hatinya). 

Orang percaya yang sudah terima Yesus juga mengalami hal yang demikian, karena kita sama-sama masih berada di Dunia ini namun dari pandangan mereka lebih mudah untuk hadapi dan menyelesaikan semua persoalan hidup itu, sebab penunjuk jalan yang benar  dan sumber inspirasi  sudah ada di dalam dirinya sehingga terasa ringan untuk  menghadapi dan menyelesaikan semua persoalan hidup yang dialami oleh setiap pribadi orang percaya.

Kehidupan orang yang hidup  tanpa Yesus Bagaikan kapal   tanpa nakoda, kehilangan arah hanya mengikuti  arah angin kesana-kemari. Tantangan hidup datang bertubi-tubi, dalam kehidupannya. Mencari pertolongan  dari orang-orang yang terdekat dengan mereka tetapi tidak dapat ditemukan. 

Mengapa mereka tidak dapat di temukan.?

Bagaimana mereka mau dapat, segala sesuatu yang dibutuhkan itu sedangkan yang punya segala sumber berkat, dan penunjuk arah hidup mereka belum kenal. Segala sumber kehidupan, nafas hidup, berkat, jasmani maupun rohani semua hanya melalui Yesus tak ada  yang lain selain Dia, anak Allah yang hidup.

Seberat apapun beban hidup, masalah, persoalan kita serahkan kepada Tuhan, maka apapun yang kita butuhkan dan alami akan di penuhi dan beban hidup, persoalan semuanya  menjadi ringan karena pertolongan dan pemeliharaan Tuhan tetap ada pada kita.

Mencari wajah Yesus bukan hanya disaat kita mengalami masalah, persoalan, dan beban kehidupan begitu berat tetapi setiap saat, dimana kita berada di Dunia ini maka  kita akan benar-benar mengenal Dia lebih dalam maksud dan rencana Tuhan kedepan untuk kita. Kita lebih dekat dengan Tuhan maka Tuhan juga lebih dekat dengan kita,  kita bisa sampaikan semua persoalan hidup yang kita alami secara langsung melalui Doa dan permohonan serta ucapan syukur kepada Tuhan. 
"Tetaplah berdoa. 
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu". 
( I Tes 5:17-18).

Saudaraku yang terkasih, ketika Yesus sudah ada dalam hati kita, kita semakin  merendahkan diri dan Yesus mengangkat kita lebih tinggi dari apapun yang ada di Dunia ini. Kekuatan dan kuasa semua di berikan kepada kita maka kita sanggup untuk mengalahkan musuh-musuh kita serta terasa ringan untuk menyelesaikan segala macam persoalan yang kita hadapi di Dunia.

Selasa, 09 Juni 2020

Papuan Lives Matter

Penolakan Rasisme (Foto: Novian Arbi/ Antara News Jakarta)

Rasisme adalah itu suatu sistem Kepercayaan atau doktrin sistem yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada Ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.

Rasisme telah menjadi faktor pendorong  diskriminasi sosial,  segregasi dan kekerasan rasial termasuk juga genosida, dan menurut catatan sejarah istila rasis ini sudah digunakan sejak 1940an sebagai konotasi yang buruk, isu-isu rasial juga digunakan untuk memenangkan suara. 

Dari dulu Papua selalu dibiarkan tertutup, sehingga tidak banyak Masyarakat Indonesia mengetahui apa yang terjadi diatas tanah Papua. 

Stigma Sosial yang dibangun selama ini adalah OAP itu bodok, hidup di hutan, tidak bisa apa-apa,  suka hambur-hambar uang, pejabat banyak korupsi, mabuk-mabukan dan lain sebagainya. Stigma itu cap atau  presepsi yang dibangun  bahwa memang begitu. Dari jaman orde baru dan masih terbawa sampai saat ini. 

Tentu apa yang terjadi hari ini, tentu tidak terkepas dari apa yang terjadi di masa lalu, sebagai kesadaran Kolektif bersama semoga bacaan ini dapat membuka cakrawala berpikir kita 

(https://suarapapua.com/2020/06/07/dekolonisasi-yang-gagal-akar-rasisme-terhadap-orang-papua/). Dibaca yaaa masih banyak referensi lain silahkan dicari. 

Menurut Aristoteles yang mewakili dunia barat. 
"Manusia berbeda dari semua binatang karena ia mempunyai rasio"

Menurut Mensius yang mewakili dunia Timur,  yang menjadi titik pangkal perbedaan manusia dari binatang adalah karena ia mempunyai hati nurani.

Menurut kitab suci saya, Alkitab Manusia adalah ciptaan Allah yang diciptakan menurut gambar dan rupa kita.

Terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari " Kejadian 1:26a "Sekarang Kita akan membuat manusia yang akan menjadi seperti Kita dan menyerupai Kita. 

Terjemahan lain seperti KJV bilang " God said, “Let us make man in our image, after our likeness (kej 1:26a). 

Jadi Menurut hemat saya kita manusia mempunyai rasio, moral, dan sifat hukum.

Jadi rasio adalah salah satu hal yang sangat penting yang diberikan Tuhan, yang membedakan kita dari semua binatang.

Lantas kita bertanya apa itu Rasio? 
Rasio menurut KBBI adalah pemikiran menurut akal sehat, akal budi, nalar. 

Saudara Ku...!!! 
Waktu ini berjalan sangat cepat, setiap detik yang kita lewati pun tidak akan terulang lagi, sehingga kita di tuntut untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan yang ada. 

Bersyukur karena sampai detik ini kita masih diberi kesempatan, untuk dapat melakukan pekerjaan kita. 

Semangat tetap berusaha lakukan yang terbaik sesalalu ada  jalan  keluar  jika  tetap  tersenyum. Senyum  mu  meluluh lantakan  tembok  yang  tinggi  yang  ada  didepan  mu. 

Milikilah  optimisme  yang  tinggi  untuk  mengatakan  kepada  mereka  bahab  kami tidak  seperti  yang  kalian  pikirkan. 
Harapan  itu  selalu  ada  selagi  kamu  meyakini  bahwa  itu  akan  terjadi.

Lakukanlah  apa  yang  bisa  kamu  lakukan  untuk  orang  lain. Karena  sesungguhnya  kita  terlahir  untuk  kepentingan  orang  lain. Kita di cipta untuk kepentingan orang lain. 

Orang mengatakan sejarah itu tidak akan terulang,  ada juga yang bilang sejarah  harus dijadikan rujukan dan juga sebagai bahan pembelajaran generasi selanjutnya. 

Didalam sejarah kehidupan khususnya orang Kristen,  Tuhan memakai orang biasa sama seperti kita untuk melakukan hal-hal besar. 
Salah satunya Daud.  Pasti kita sdh pernah membaca ataupun mendegar kisah Daud yang mengalahkan Goliat. 

Mari belajar dari cerita ini, apapun tafsirannya yang jelas sejarah mencatatkan,  bahkan kitab suci mencatatkan Daud berhasil mengalahkan Orang Gat itu.  Setinggi apapun lawan mu, mungkin kita dapat memakai cara Daud. Kita semua guru dan murid dalam kehidupan,  kita semua harus belajar sesuatu dan semua yang kita pelajari dapat kita bagikan .

Saat BOS BESAR diatas melihatmu berusaha hidup dengan damai,  DIA tersenyum untuk sesaat, lalu  DIA mengirimkan api dan belerang kepada kita, mungkin itu sebua pesan kau adalah senjata yang ditempat  api,  kamu mungkin satu-satunya yang dapat menghentikan penderitaan yang terjadi.

Mungkin sebaiknya kau melakukan tugas Tuhan dengan cara yang paling baik yang kau  sukai.

Saya pikir hidup dalam stigma itu sama dengan hidup dalam penjara  Stigma bisa juga menjadi percikan semangat untuk menunjukkan bahwa Orang Asli Papua (OAP)  tidak seperti yang mereka pikirkan.

Pengalaman mengajarkan saya bahwa kita  punya nilai jual itu kita yang tentukan.

'Saya percaya bahwa kebenaran itu akan membuka dirinya sendiri, jika sudah KAIROS"

Pada akhirnya sepintas kata ini muncul di benak saya "Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga".

Kapanpun, dimanapun ketika umat manusia di tindas karena perbedaan suku, ras, agama dan pandangan politik maka saat itu batas-batas wilaya, suku, agama dan ras sudah tidak relevan lagi.(*)

_Salam Damai_
_CatatanManual_
Ilaga 9/6/2020

Penulis : dr. Etinus W. Kogoya ( admin Catatan Manual)
Editor : Jazwan W. Yanengga.


Senin, 01 Juni 2020

Sukacita Iman atau Rohaniah Yang Melimpah Bag. Kedua

Ilustrasi Pencurahan Roh Kudus

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S.Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado

SYALOM......
Salam sejahtera bagi kita keluarga Allah di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan, kerena hari ini Tuhan Yesus telah tibahkan kita hari pertama bulan Juni 2020, juga kita dalam suasana sukacita merayakan PASKAH KE DUA bagi kita keluarga Allah. 

Oleh karena itu saya mengajak kita untuk memuliakan Tuhan Allah melalui merenungkan Firman Allah, lanjutan ibadah Paskah Pertama; kemarin terambil dari : 
✓ Kisah P Rasul 2:1-40
✓ Ayat Nast KPR 2:4,14
✓ Tema: "SUKACITA IMAN/ROHANI YANG MELIMPAH"

Saudara- saudari ku Keluarga yang terkasih, renungan Firman Allah hari ini adalah lanjutan dari renungan ibadah paskah pertama dari Alkitab teks dan tema yang sama tersebut di atas dalam dua bagian, diantaranya; 
1. Hari Pentakosta adalah Baptisan Api Roh Kudus (ayat 1-13).
2. Hari Pentakosta adalah Dampak Pekerjaan Roh Kudus (ayat 14-40).
Oleh karena itu, hari ini Paskah ke dua kita bersama-sama  merenungkan poin yang ke dua...

II. HARI PENTAKOSTA ADALAH DAMPAK PEKERJAAN ROH KUDUS  (ayat 14-40). Ay. Nast 14.

Saudara-saudariku yang terkasih di dalam kasih Kristus, Hari Pentakosta merupakan peristiwa yang sangat menggemparkan di kota Yerusalem, dan menjadi titik balik bagi kehidupan orang percaya pada jemaat Gereja mula-mula. Pada saat itu jumlah orang yang berkumpul dan berdoa menantikan janji Tuhan Yesus adalah 120 orang. Kesemuanya itu mengalami lawatan Tuhan melalui pencurahan Kuasa Roh Kudus. 
Salah seorang dari semua orang percaya yang menantikan janji Tuhan itu adalah Petrus, murid Yesus yang semula menyangkal Dia sebanyak tiga kali; setelah mengalami jamahan Kuasa Roh Kudus hidupnya berubah 180 derajat. Petrus yang dahulunya dihantui oleh perasaan ragu dan takut yang menyebabkannya menyangkal Yesus telah diubahkan menjadi sosok pribadi yang benar-benar  berbeda. Ia mengasihi Tuhan Yesus Kristus dengan penuh totalitas dan berani menghadapi resiko apa pun karena imannya yang sungguh-sungguh, di hadapan ribuan orang Petrus bersaksi tentang Kristus, karyaNya, KebenaranNya, dan kedasyatan kuasaNya. "Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yg kamu tahu" (KPR 2:22).
Hal itu menunjukkan bahwa tidak ada kemampuan dan kekuatan dari diri kita sedikit pun untuk kita dapat bertumbuh dan mengalami pembaharuan, terlebih untuk kita dapat melakukan apa yang menjadi kehandak Allah, untuk dapat menjadi penurut-penurut Tuhan, apa lagi dipercaya untuk menjadi kawan sekerja Allah di ladangNya, kecuali oleh pertolongan Kuasa Roh Kudus dan pengurapanNya.  
Alkitab telah mencatat bahwa setelah mendengar khotbah dari Petrus banyak orang dapat mengalami pertobatan karena Kuasa Roh Kudus. "Orang-orang yang menerima perkataan itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa."( KPR 2:41). 
Kegerakan rohani Kristen terjadi,  Jemaat mula-mula sangat benar-benar mengalami kasih mula-mula kepada Tuhan, setiap hari mereka bertekun dalam pengajaran, bersekutu, dan bersehati sepikir untuk berdoa di rumah Tuhan, serta bertambah banyak orang yang telah diselamatkan. 

"Melalui karya Roh Kudus, kita telah memiliki pengharapan yg baru dan pasti, karena karya Roh Kudus itu akan terus memperbaharui dan menjadikan kita ciptaanNya yang baru dan kehadiran Roh Kudus di dalam hati setiap orang percaya, akan selalu menghasilkan kuasa dan mujizat-mujizat bagi umat Allah di muka bumi.

Akhirnya kami selaku pelayan Tuhan bersama keluarga, menyampaikan Selamat memperingati PENCURAHAN KUASA ROH KUDUS untuk menolong GerejaNya dalam karya menjanhkau jiwa-jiwa guna perluasan Kerajaan Allah. "IMANUEL"

Minggu, 31 Mei 2020

Sukacita Iman atau Rohaniah Yang Melimpah | Bag. Pertama

Ilustrasi Pencerahan Roh Kudus

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S.Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado

SHALOM... TerPujilah Tuhan Yesus Kristus! Salam sejahtera bagi kita keluarga Allah. Marilah kita patut bersyukur atas rahmat dan anugerahNya telah menyertai kita sampai pagi hari Minggu ini dengan kondisi yang aman dan selamat. 

Hari ini adalah seluruh umat manusia yang telah menjadi anak-anak Allah dengan sukacita iman memuliakan Anak Allah, Tuhan Yesus atas karyaNya yang telah rela berkorban untuk kita ( kelahiran di kandang yang hina, kematianNya menderita disalibkan, dikuburkan di dalam kuburan orang mati dan KebangkitanNya kubur kosong) dan hari ini kita memperingati hari PENCURAHAN KUASA ROH KUDUS sesuai dengan janjiNya. 
Bapak/ibu/sdr/i yang kami kasihi di dalam Tuhan Yesus Kristus, marilah kita dengan sukacita merenungkan Firman Allah yang terambil dari: 
Kisah Para Rasul 2:1-40
✓ Ayat Nast (KPR 2:4,14)
✓ Thema : "SUKACITA IMAN / ROHANIAH YANG MELIMPAH"

Saudara-saudariku Keluarga Allah yang terkasih, bahwa "Pentakosta" merupakan peristiwa penting yang menggemparkan dan membuat tercengang seluruh penduduk di kota Yerusalem, karena dari peristiwa penting ini terjadi kegerakan rohani yang luar biasa. 
Hal ini adalah penggenapan dari perkataan Yesus Kristus sebelum Ia terangkat naik ke Sorga, "kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan samaria dan sampai ke ujung bumi."(KPR 1:8).

Oleh karena itu, dalam perayaan memperingati Pentakosta kali ini kita merenungkan dua hal penting yang memberi motivasi dan menguatkan hati dan iman kita: 

I. HARI PENTAKOSTA KENYATAAN BAPTISAN ROH KUDUS ( Ayat 1-13 ).

Saudar/i dalan kasih Kristus, kita perhatikan ayat 4, "Maka penuhlah mereka dgn Roh Kudus..." Dalam Perjanjian Lama, Bahasa Ibrani (shavouth) yang artinya masa raya 7 Minggu, ditandai dengan dibawanya persembahan  pemuaian hasil hulu yang dikenal sebagai 'bikkurim', artinya persembahan hasil hulu kedua. Dalam perhitungan tradisi bangsa  Israel, puncak perayaan ini adalah saat di mana Tuhan menurunkan 10 hukum Taurat kepada Musa di gunung Sinai, tepat pada hari ke 50 sesudah Paskah atau tepat sesudah perayaan buah sulung.
Hari raya ini populer dengan  nama Pentakosta dalam Perjanjian Baru. Hari Pentakosta adalah hari pencurahannya Kuasa Roh Kudus untuk menyertai kehidupan umat Allah. 
Ini merupakan penggenapan nubuat dari Nabi Yoel (Yoel 2:28-32). Sesuai dengan artinya sebagai hari ke 50, perhitungannya dimulai sesudah Kristus bangkit dari kematianNya, saat Dia menampakkan diri selama 40 hari, dan selama 10 hari para  muridNya menunggu akan janji Bapa itu dan akhirnya janji itu digenapiNya (KPR 2:1-3).

Peristiwa ini juga merupakan penggenapan pernyataan Yohanes Pembaptis: "Aku membaptis kamu dengan air ..." (Mat 3:11). 
Salah satu lambang Roh Kudus adalah api. Alkitab menyatakan bahwa Tuhan adalah api yang  menghanguskan (Ibrani 23:29). Ketika apiNya turun menjamah hati setiap orang percaya  api itu akan 'membakar, menghanguskan dan membersihkan' semua kotoran yang ada, maka seluruh kehidupannya akan menjadi baru (2 Kor 5:17).

Melalui karya Roh Kudus maha Kudus ini, kita memiliki pengharapan yang baru, karena Roh Kudus akan terus memperbaharui dan menjadikan kita ciptaanNya yang baru di dalam kasih karunia Allah. 

Selamat berhari Minggu dan selamat merayakan hari Pentakosta dalam ibadah raya, Minggu 31 Mei 2020. Kiranya ibadah kita hari menjadi ibadah yang membawa perubahan hidup dan kehidupan kita yang menyenangkan hati Tuhan Yesus Kristus. 

Renungan Poin ke II akan di bagikan pada PASKAH KE DUA tanggal 1 Juni 2020 besok. Doaku Tuhan YESUS KRISTUS kepala Gereja akan menyertai dan memberkati kita 🤝 IMANUEL.🙏🙏🙏

PEKALAH ATAS KARYA ROH KUDUS


Oleh : Pdt. Lenis Kogoya

Saudaraku 
Roh Kudus diutus untuk mengerjakan tugas terpenting dan mendesak sebagaimana dimubuatkan oleh Yesus jauh sebelum Roh Kudus diutus, yakni:

"Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman" (Yoh. 16:8).

Biarlah kita selalu memiliki kepekaan yang kuat terhadap pekerjaan Roh Kudus dalam:

  1. Mengingatkan kita akan dosa agar selalu menjaga kekudusan Allah. Tidak lagi bermain-main atau kompromi dengan dosa; 
  2. Mengingatkan kebenaran yang diajarkan oleh Yesus semasa hidup-Nya di bumi. Roh Kudus tidak mengajarkan kebenaran lain terutama hal-hal yang akan datang;
  3. Mengingatkan kita akan penghakiman yang berlaku bagian setiap orang. Artinya setiap orang akan dihakimi sesuai perbuatannya selama di dunia. Dan waktu itu akan segera tiba. 

Sebagai hamba Tuhan, saya mengharapkan agar dalam even yang bersejarah ini, kita bukan sekedar melakukan selebrasi biasa tapi tangkap maksud kehadiranNya sehingga umatNya dipersiapkan untuk siap menyambut kedatang Kristus yang kedua kali. 

SELAMAT MERAYAAN PENGUTUSAN ROH KUDUS.

SORGA ATAU NERAKA


   Oleh. Pither P. Karoba

Tuhan Allah menghadapkan manusia kepada dua macam akhirat yaitu SORGA dan NERAKA. Demikian juga ada dua pribadi yang disembah oleh manusia (kita) yakni Yesus Kristus atau Iblis. 

Setiap orang harus memilih salah satu, Kristus atau Iblis, Sorga atau Neraka. Jikalau seseorang memilih Kristus maka pasti ia akan masuk ke Sorga dan kalau seseorang memilih Iblis maka pasti ia akan masuk ke Neraka dan tiap-tiap orang yang menolak Kristus berarti ia memilih Iblis, biarpun ia menginsafi hal itu atau tidak. 

Satu hal yang harus kita tahu bahwa Neraka adalah tempat yang dijadikan untuk Iblis dan malaikat-malaikat yang jahat, tetapi manusia yang menolak Kristus serta memilih Iblis mau tak mau akan menyertai Iblis dalam tempatnya. 

Alkitab tidak menyatakan dengan jelas di mana Neraka itu, tetapi Neraka itu tetap ada. Dan satu hal yang nyata adalah orang-orang di tempat itu terpisah dari Allah dan tidak mendapat pertolongan lagi  dari Allah.

Kita tidak perlu bingung, ragu dan gelisah di dalam mengikuti Kristus. Karena Kristus sudah memberikan jaminan dan kepastian ultima,riil,konkrit bagi kita.

Kita bersyukur karena Kristus sudah menuntun kita kepada jalan keselamatan, sebab Dialah jalan, kebenaran dan hidup. (Yohanes 14:6)