Minggu, 10 Januari 2021

Pentingnya Menjaga Alam Tolikara

Kondisi Sampah di Kubupaga hingga andugumpaga

Pentingnya menjaga lingkungan wajib harus kita tanamkan sejak dini. Penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan, polusi udara, dan masalah mengenai rusaknya lingkungan kita di Papua khususnya di puncak Kubu Baga hingga andugum baga, hal ini merupakan masalah yang serius di tangani oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tolikara. Bagaimana tidak, masalah ini tidak luput dari peran pemerintah dan masyarakat yang harus berdampingan menjaga lingkungan kita ini.
Lingkungan yang merupakan tempat tinggal semua makhluk hidup yang ada di muka bumi, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan harus kita jaga kelestariannya. Lingkungan sangat penting bagi kelangsungan hidup bagi makhluk hidup. Karena apabila lingkungan tidak ada maka manusia, hewan, dan tumbuhan tidak dapat bertahan hidup. Sebab lingkungan merupakan kandungan Ibu yang harus kita rawat dengan baik namun, sekarang lingkungan mengalami kerusakan. Itu semua akibat ulah dari manusia yang tidak bertanggung jawab. Contohnya saja seperti menebang pohon secara liar yang tidak diselingi dengan penanaman pohon kembali sehingga hutan menjadi gundul dan tanah tidak dapat menyerap air bahkan pohon tidak dapat menghirup karbondioksida diudara,  serta membuang sampah sembarangan yang berdampak buruk pada kehidupan makhluk hidup. Ulah manusia tersebut dapat berakibat fatal, mereka berani mengatasnamakan bisnis dan mengesampingkan lingkungan tanpa memikirkan anak cucu mereka kelak. Mungkin berbuat itu sangat mudah tapi kalau mengembalikannya seperti semula sangat sulit.
Oleh sebab itu, agar bencana alam tidak terulang terus-menerus, kita sebagai manusia yang hidup dimuka bumi yang telah diberikan kekayaan alam yang melimpah, seharusnya kita berterima kasih kepada Tuhan dengan cara menjaga dan melestarikan lingkungan ini. Mulai dari sekarang marilah kita membenahi lingkungan kita.
Pemerintah kabupaten Tolikara dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup telah  berupaya menanam papan nama untuk menjaga lingkungan di setiap mata jalan dari kota hingga ke distrik namun hingga saat ini belum ada kesadaran manusia sehingga membuang sampah dengan sembarang.
 Terutama di puncak gunung kubu Baga hingga andugum baga, kini dijuluki dengan puncak Mega Tolikara.
Dari pantauan kami selama tiga kali melalui motor kebanyakan sampah adalah sampah barang-barang kios yang sudah kadaluarsa atau masa explayernya habis, kemudian sampah rumah tangga dan besi-besi tua maupun botol-botol oli dari bengkel. Berdasarkan  pantauan kami sampah tersebut dibuang oleh para pedagang dan sopir-sopir angkutan umum maupun pribadi serta mobil-mobil dinas.
Masyarakat tidak mungkin datang dari jauh untuk membuang sampah pada tempat tersebut diatas. Oleh sebab itu setiap orang perlu punya kesadaran masing-masing untuk tidak membuang sampah dengan sembarang.  Jika kita tidak menjaga alam, maka siapa lagi yang datang untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam yang ada di daerah kita, tentu tidak !. Hanya kita sendiri yang harus menjaga dan melestarikan agar bisa menarik perhatian publik terutama para turis nasional maupun mancanegara.
Kita punya kekayaan alam yang begitu luar biasa, sebab alam yang kita miliki orang lain di tidak memiliki maka kita sama-sama menjaga dan melestarikan.
 Apa gunanya pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi tetapi tidak bisa baca papan nama yang sudah tempel oleh di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tolikara. Tidak cukup ilmu yang diterima di bangku studi atau memang tidak tahu membaca buta huruf lalu membuang sampah dengan sembarang.
Setiap tempat pasti ada penghuninya sehingga kita saling menghormati antara satu sama lain. Puncak Kubu Baga hingga andugum baga bukan tempat kosong pasti ada penjaga alam juga sehingga kita harus menyadari untuk tidak membuang sampah dengan sembarang tempat. 
Sampah yang tidak bisa terurai kembali seperti sampah plastik, botol, kaleng, serta besi-besi tua akan merusak alam sampai bertahun-tahun. Akibat dari pada itu akan akan mengamuk. Sebab Tuhan menciptakan semesta alam untuk manusia menjaga dan memelihara, alam akan memberikan dampak baik kepada manusia dan hewan tanpa alam semua makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Sehingga sebelum merusak kita perlu menjaga mulai dari sekarang supaya anak cucu kita kedepan tidak mengalami kesusahan untuk mengelola alam di lingkungan mereka masing-masing.


Oleh : Jazwan W. Yanengga
Photographer


Rabu, 23 Desember 2020

Natal Yang Penuh Tangisan


Selamat Natal  Saudara/i ku di Tanah Papua.
Terlebih khusus yang ada di Nduga, Tembagapura, Puncak Papua dan Intan Jaya.

Salam  teriring dengan Doa untuk saudara/i ku yang di balik gunung.
Bagaimana kabar kalian di sana..???
Di hutan rimba, di Goa, dibawa pohon serta di  hutan belantara.
Apakah kalian bisa makan dan minum dengan tenang disana..??
Apakah kalian bisa merayakan Natal dengan tenang disana..?
Tentu tidak,  
Saya sangat kawatir dengan keadaan kalian disana tetapi saya berharap kalian baik-baik saja dibawa perlindungan Tuhan pencipta orang Papua.

Pada momentum Natal ini saya sangat rindu kalian semua, harapan saya kita bisa natal bersama, Ibadah, Makan, minum, berbagi cerita dan merasakan kebahagiaan bersama seperti saudara-saudari kita di luar sana.

Namun semua harapan itu dibawa kabur  oleh bunyi tembakan  pada Bapa, mama, kakak, adik, om, anak, serta saudara-saudariku.

Sehingga saya hanya bisa mengukir 

Sebetulnya.
Kita bukan pemberontak..
Kita bukan teroris...
Kita bukan seperatis....
Kita bukan pendatang...

Kita adalah Manusia Papua yang punya harkat dan martabat  seperti kalian, kita  punya hak sepenuhnya untuk hidup dan berkembang di atas tanah kita sendiri.

Kita hanya menuntut keadilan dan kebenaran diatas negeri kita.

Emas kita dikerup habis....
Hutang kita di babat habis...
Minyak kita di kuras habis...

Bukan hanya alam saja Tetapi Manusiapun dibunuh habis tak pandang bulu, entah itu Pastor, Kotokis, Gembala, majelis, Guru, PNS, Mahasiswa, Pelajar, Tenaga Medis, nelayan dan  petani.

Kemana lagi kita akan pergi untuk mencari perlindungan...
Kita dibunuh dalam rumah kita sendiri...
Kita dibunuh di Jalanan kita sendiri....
Kita dibunuh di kebun kita sendiri...
Kita dibunuh di sekolah kita sendiri...
Kita di bunuh di Gereja kita sendiri...
Kita dibunuh di kantor kita sendiri....

Rumah, sekolah, Gereja kita semua dikuasai oleh singa dan di bakar habis...

Andaikan manusia Indonesia ini punya hati dan mengenal Dosa pasti mereka akan sadar dan bertobat tetapi  mereka tidak punya hati dan mengenal Dosa sehingga tetap menjajah Orang Papua dibawa kekuasaan militer dan moncong senjata.


Sabtu, 31 Oktober 2020

Kritik Martin Luther atas Gereja Katolik Melahirkan Protestanisme


Pada 31 Oktober 1517, Martin Luther memaku 95 dalil berisi kritik terhadap otoritas Katolik pada pintu gereja di Wittenberg.


Penulis: Tony Firman
31 Oktober 2020
   
Sejarah agama adalah sejarah umat manusia, orang-orang yang dikatakan sebagai Joachim Wach dalam buku Studi Banding Agama (1969). Dalam sejarah terpercik konflik, perang, damai, perpecahan agama ke dalam berbagai aliran, dan seterusnya. Perjalanan agama Kristen selama abad pertama Masehi sampai saat ini pun tidak steril dari dinamika itu.

Di daratan Eropa sejak abad ke-5 Gereja Katolik Roma menjadi pusat politik dan budaya Kekristenan yang amat dominan. Namun pada abad ke-15, Gereja Katolik harus menghadapi perkembangan zaman yang begitu pesat di Eropa.

Selama periode Abad Pertengahan hingga Renaissance, penemuan ilmiah baru telah membuka mata tentang kompleksitas alam semesta. Aktivitas pelayaran dan perdagangan antar samudera jadi hal lumrah dibandingkan abad-abad sebelumnya ketika laut dipandang sebagai sarang monster dan tepi dunia.

Perlahan-lahan peradaban Eropa Abad Pertengahan mulai mengalami krisis. Pada 1347-1351, wabah pes merenggut sekitar 75 juta populasi. Kota-kota Eropa dilanda kepanikan. Sementara itu, aliansi politik tradisional antara Paus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma dan pangeran-pangeran Eropa mulai ulang .

Kebudayaan peradaban abad pertengahan dan kebangkitan era Renaisans yang bermula dari Italia turut melahirkan para pemikir Kristen mulai otoritas tinggi Gereja Katolik.

Pada 31 Oktober 1517, tepat hari ini 503 tahun silam, sebuah biarawan tak dikenal bernama Martin Luther berdiri di depan sebuah gereja di Wittenberg - kota kecil yang kini masuk wilayah Jerman. Di pintu gereja, dia nekat memaku daftar 95 dalil berisi kritik terhadap otoritas Gereja Katolik. Peristiwa itu tercatat dalam sejarah sebagai awal mula gerakan Reformasi di daratan Eropa dan seluruh dunia yang melahirkan Protestantisme.

Baca juga: Giordano Bruno, Pemikir yang Dibakar atas Nama Iman 

Berbekal pendidikan magister hukum dari Universitas Erfurt, Luther memutuskan jadi biarawan ketika usianya masih 21 tahun. Perilakunya sangat asketik. Dia rajin berdoa, puasa, bertapa, menahan hawa dingin tanpa selimut, dan melakukan ritual biarawan lainnya.

Praktik indulgensi sendiri muncul pada abad ke-11 dan ke-12 saat Perang Salib masih berkobar. Gereja menjelaskannya sebagai "penghapusan siksa-siksa temporal di depan Tuhan untuk dosa-dosa yang sudah diampuni". Aturan indulgensi, sudah tertuang khususnya dalam Katekismus Gereja Katolik 1471.

Seiring perjalanan waktu, para pemimpin Gereja memutuskan bahwa membayar sejumlah uang untuk proses indulgensi bisa dilakukan setiap orang, tidak hanya mereka yang terjun ke Perang Salib.

Selama beberapa abad berikutnya, penjualan indulgensi menyebar luas dan mencakup pengampunan dosa atas orang-orang yang sudah meninggal. Hal ini terutama diserukan dalam khotbah-khotbah biarawan Ordo Dominikan John Tetzel.

Praktik jual beli indulgensi pun jadi jamak. Di bawah kepemimpinan Paus Leo X, Gereja meraup pemasukan besar dari umat yang kemudian dialokasikan untuk membangun kembali Basilika Santo Petrus di Roma. Luther memandang praktik tersebut sebagai perilaku korup. Dari sanalah 95 dalil Luther bermula.

Dalam sebuah debat publik di Leipzig pada 1519, Luther menyatakan bahwa, “Orang awam yang dipersenjatai kitab suci lebih unggul dari Paus beserta dewan kardinalnya." Akibatnya, Luther langsung mendapat ancaman ekskomunikasi; tak boleh ikut sakramen.

Pada 1520, Luther menjawab ancaman tersebut dengan menerbitkan tiga risalah yang terpentingnya. Risalah pertama berkepala  Seruan kepada Bangsawan Kristen  yang menekankan bahwa semua orang Kristen adalah imam dan kedekatan para penguasa untuk mengambil jalan Reformasi gereja. Kedua, Tawanan Babilonia Gereja  yang mengurangi tujuh sakramen menjadi hanya dua berupa pembaptisan dan Perjamuan Kudus. Ketiga, Tentang Kebebasan Seorang Kristen  yang mengatakan orang-orang Kristen bahwa mereka sudah terbebas dari hukum Taurat dan kini telah mengacu pada ikatan cinta pada hukum tersebut.

Baca juga: Orang-Orang yang Mengaku Juru Selamat

Dewan Gereja lalu memanggil Martin Luther dan dia pun segera terlibat dalam pertempuran sengit dengan para pemuka Gereja Katolik hingga bidah dan sesat. Luther sempat dilarikan diri ke Kastil Wartburg dan pelacur selama sepuluh bulan.

Gerakan Reformasi Luther menuntut menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin ke bahasa Jerman. Tampaknya besar karena orang tidak perlu lagi bergantung pada seorang imam untuk membaca dan menafsirkan Alkitab. Walhasil, legitimasi para padri Katolik pun terancam tergerus.

Selain itu, Luther mengkampanyekan pendidikan universal untuk anak perempuan dan laki-laki di zaman ketika pendidikan hanya bisa diakses oleh orang kaya. Dia juga banyak menulis nyanyian rohani, traktat, berkhotbah tentang pandangan Reformasi, dan melakukan perjalanan hingga kematiannya pada 1546.

Namun, gerakan Reformasi yang melahirkan pecahan Kristen Protestan ternyata harus dibayar mahal. Serangkaian perang antara kubu Katolik Roma dan Reformis Protestan meletus pada 1524-1648.

Puncak dari konflik berdarah tersebut adalah Perang Tiga Puluh Tahun di Jerman antara 1618-1648 yang menewaskan sekitar 7,5 juta jiwa. Konflik kedua kubu berakhir dengan perjanjian damai Westfalen. Tiga aliran Kristen akhirnya asli: Katolik Roma, Lutheran, dan Calvinis. 

Baca juga: Susah-Senang Membuat Film Tentang Yesus 

Warisan intelektual dan politik Luther mengilhami para tokoh pembaharu Protestan di zamannya seperti Calvin, Zwingli, Knox, dan Cranmer. Pemikiran para pembaharu ini pun pada kala melahirkan berbagai jenis denominasi Protestan, misalnya Gereja Lutheran, Reformed, Anglikan, Anabaptis, dan banyak lagi lainnya yang terus berkembang sampai sekarang.

500 Tahun Setelah Reformasi
Tiap 31 Oktober, berbagai aliran gereja Protestan - khususnya Lutheran - memperingati Reformasi. Pew Research Center menyambut 500 tahun Reformasi dengan menggelar jajak pendapat yang melibatkan penganut Protestan dan Katolik. Salah satu yang ditanyakan adalah pendangan umat tentang sola fide dan sola scriptura .

Baik sola fi de (keselamatan hanya melalui iman), dan sola scriptura ( alkitab sebagai otoritas tertinggi dan tidak memerlukan otoritas gereja) adalah dua dari lima ide revolusioner Martin Luther ketika melawan otoritas Katolik.

Baca juga: Iman dan Kesunyian Martin Scorsese 

Hasilnya, perbedaan teologis yang pernah memecah Kekristenan di Barat pada abad ke-16 itu diterapkan dengan cara yang sangat berbeda.

Umat ​​Protestan di Amerika Serikat memiliki sejumlah pandangan yang berbeda dalam memaknai Reformasi: 52 persen percaya bahwa selain dari Alkitab, orang Kristen harus mencari panduan dari ajaran dan tradisi gereja, sebuah posisi yang resmi diambil dari  Gereja Katolik .

Sementara soal iman dan keselamatan, jawaban orang Katolik dan Protestan di Eropa merepresentasikan pandangan tradisional Katolik bahwa iman dan amal baik yang diperlukan untuk mencapai keselamatan. Hanya Norwegia — dengan 51 persen penduduk penganut Protestan — yang menyatakan bahwa hanya imanlah yang mengantarkan manusia pada keselamatan.

Sebanyak 57 persen penganut Protestan di Amerika juga mengatakan bahwa ajaran Katolik lebih punya banyak kemiripan dengan Protestan. Namun ketika ditentukan untuk mendefinisikan Protestan dalam kata-kata mereka sendiri, 32 persen responden dewasa mengatakan bahwa Protestan bukan Katolik dan 12 persen menyebut mereka sebagai orang Kristen.

Baca juga: Khalifah yang Membangun Gereja Suci & Makam Yesus 

Data demografi yang dihimpun oleh Center for The Study of Global Christianity menunjukkan pada 2017 terdapat 560 juta pengikut Kristen Protestan di seluruh dunia. Jumlah ini menyumbang sepertiga dari total populasi umat Kristen dunia.

Benua Afrika menempati peringkat tertinggi dalam jumlah umat Protestan (228.300.000 jiwa) dan disusul Asia (99.040.000). Di Jerman, tempat asal Martin Luther dan Reformasi dilancarkan, Katolik masih mendominasi dengan 42 persen populasi, sementara Protestan sendiri dianut 28 persen penduduk, dan mengaku tidak terafiliasi dengan kelebihan.

Dari data 2015, Amerika Serikat masih berada di peringkat pertama negeri dengan populasi Protestan terbesar di dunia (56.177.000), disusul Nigeria (53.106.000) dan Brazil (34.836.000). Indonesia sendiri peringkat ke-9 (18.213.000).

Dalam peringatan peringatan 500 tahun Reformasi yang diadakan di Stadtkirche, Wittenberg, Di Jerman,  Para pemimpin gereja dari berbagai denominasi seperti Katolik Reformed, Lutheran, dan Methodis turut hadir.

Sedangkan saat peringaran Hari Reformasi ke-499 pada 2016 lalu, Paus Fransiskus hadir bergabung bersama para pemimpin Federasi Lutheran Dunia di Swedia.

Baca juga: Menjamurnya Gereja-Gereja Raksasa 

"Kita berkesempatan untuk memperbaiki momentum masa lalu dengan bergerak melebihi kontroversi dan perselisihan yang menghalangi kita untuk memahami satu sama lain," kata Paus pertama yang terpilih dari benua Amerika Latin tersebut.

Lalu, bagaimana dengan ide unifikasi antara Katolik Roma dan Protestan sendiri?

Dalam sebuah survei yang diadakan di Jerman oleh kantor berita Ide , 45 persen responden menjawab tidak peduli, dan 17 persen tidak bisa / mau menjawab. Hanya 20 persen orang mendukung unifikasi, sementara 18 persen persennya. Sebagian besar dari mereka yang menginginkan persatuan adalah para penganut Katolik Roma (66 persen), sementara para anggota gereja Protestan masih unifikasi (59 persen dari total penentang).

Pada Anugerah Reformasi tahun 2015 lalu di Jerman, suvenir karakter tokoh Martin Luther laris manis. Sebanyak 34 ribu karakter Martin Luther terjual dalam waktu 72 jam. D mengutip Waktu , seorang juru bicara produsen karakter Luther menyebut fenomena itu sebagai "misteri besar.


Sumber : tirto.id 

Kamis, 15 Oktober 2020

Jangan Pernah Irih Pada Orang Lain Tetapi Syukuri Apa Yang Ada Pada Kita

Dulu, aku pernah iri pada seorang teman yg cantik. Setiap kali brjalan denganny, semua orang memandangny. Belasan thn kmdian ak bertemu lagi, hampir ak tak mengenalnya. Wajahnya berjerawat, badanny 2x lebih besar dari ak. Kulitny menghitam. Ia sakit.⁣⁣

⁣⁣.

Dulu, aku pernah iri pada tetanggaku, rumahny besar, mobilny bagus. Kalo bertemu, perhiasan di tangan & lehernya bersinar. Tak lama setelah ak pindah, ak melihatnya di TV, ia meninggal karna dibunuh seseorang, karena utang ratusan juta yg tak kunjung ia bayar.⁣⁣

Dulu, aku pernah iri pada temanku, ia selalu cerita pacarnya tampan, anak org kaya, kuliah di luar negeri. Kemudian ak tau, ia dibawa lari pacarnya, lalu hamil di luar nikah, dan skrg ia ditinggalkan. Mereka bercerai.⁣⁣

Dulu, aku iri pada teman senamku. Ia mau kuliah S3 di negara tetangga. Pulang ke Indonesia sebulan sekali. Aku marah pada suamiku yg tak mengizinkanku kuliah lagi. Belakangan, aku sering baca status medsos suaminya. Lalu aku tau, mereka bercerai, karena temanku lebih memilih pria lain di negara tempatnya kuliah. Keluarganya berantakan.⁣⁣

Dulu, aku iri pada sahabatku. Ia selalu masuk sekolah favorit. Kuliah di universitas terkenal. Lulus PNS dg mudah. Tapi bulan kemarin ia menghubungiku. Mau pinjam uang. Gajinya tak cukup utk mmbayar semua cicilan barang2nya.⁣⁣

Dulu, aku iri pd teman sekolahku. Ia selalu rangking 1. Guru2 menyukainya. Lalu kuliah di univ terkenal. Kerja di perusahaan besar. Teman2 memujinya. Tapi kemarin ia menyapaku d WA. Minta pekerjaan. Ia baru aja di PHK. Perusahaan tempatny bekerja baru aja bangkrut.⁣⁣


Hidup itu sawang sinawang. Apa yang kita lihat indah, blm tentu seindah aslinya. Apa yg dulu kamu sesali, bisa jd skrg kamu syukuri. Ktika dulu nangis2 karna tak bisa seperti org lain, sekarang bilang alhamdulillah telah menjadi dirimu sendiri. Kunci nikmati hidup adalah bersyukur. Apa yg kamu lihat di orang lain belum tentu seperti apa yg kamu kira. Setiap orang diuji dengan cara yg berbeda.⁣⁣

Mungkin ada yg iri melihat saya nampak hidup enak. Padahal aslinya, sy juga ngalamin masukin air ke botol sampo pas habis.⁣⁣

⁣.

.

Penulis: Dinifitriyah⁣⁣

Foto: indahkusuma

#skripsi follow @pembimbingmahasiswa 😊

Senin, 28 September 2020

Tuhan Meninggikan Orang Rendah

Mazmur 113

Sebelum membicarakan orang rendah dan yang direndahkan, pemazmur terlebih dahulu memuji Tuhan sebagai Pribadi yang mahatinggi mengatasi segala bangsa dan penuh kemuliaan. Siapa pun yang memandang Allah akan selalu merasa kerdil (1-6).

Penggambaran Tuhan yang mahatinggi dan manusia yang rendah bukan dimaksudkan supaya hamba-hamba-Nya diliputi kekaguman dan pemujaan. Sebaliknya, ini merupakan peringatan akan apa yang dapat dilakukan Tuhan dari takhta-Nya yang kudus. Dia dapat membolak-balikkan keadaan manusia. Bagi-Nya mengangkat derajat orang miskin dan hina bukanlah hal yang sulit. Ia juga dapat menghapus aib manusia dan menggantinya dengan kebanggaan dan sukacita.

Tuhan tidak menutup mata bahwa umat yang beriman, setia beribadah, dan taat melakukan firman-Nya pun bisa hidup dalam kenyataan pahit. Ada banyak orang kehilangan anggota keluarganya yang terpandang sehingga mereka tidak lagi dipandang, bahkan ditinggalkan orang. Ada juga yang jatuh miskin karena menjadi korban kecurangan bisnis, ketidakadilan, maupun kepentingan para penguasa. Ada juga orang-orang yang direndahkan oleh sesamanya karena kondisi lahiriah yang tidak bisa ditolak (misalnya mandul).

Pemazmur menguatkan bahwa Tuhan bukan saja memperhitungkan ibadah dan ketaatan kita, tetapi juga memperhatikan hidup kita sehari-hari. Marilah kita mengimani bahwa pengakuan akan Tuhan Yang Mahatinggi bukan sekadar ungkapan pemujaan, melainkan pengingat bahwa Dia sanggup mengangkat kita dari segala kerendahan, kehinaan, dan keterpurukan, bahkan kehancuran hidup.

Tuhan menginginkan kita hidup sederajat dengan sesama sekalipun jalan hidup kita berbeda. Lihatlah Hana dan Maria yang ditinggikan Allah (lih. 1Sam 2:1-10 dan Luk 1:46-55). Ada kalanya Allah meninggikan kita melalui peristiwa-peristiwa ajaib karena itu marilah kita sadari dan kita akui bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Kamis, 27 Agustus 2020

Berakar, Dibangun, dan Bersyukur

Kolose 2:6-15 


Dalam bacaan hari ini Paulus menegaskan bahwa keniscayaan logis setiap orang yang menerima Kristus adalah hidup di dalam Dia. Paulus mendeskripsikannya dengan: "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur" (7).

Sang Rasul menegaskan, setiap pengikut Kristus harus mengakarkan dan mengarahkan dirinya hanya kepada Kristus. Dalam botani, berakar berarti siap mengambil air dan zat hara dari dalam tanah. Itu berarti dalam kehidupan kristiani, orang percaya dipanggil menghidupi dirinya dengan nilai-nilai Kristus.

Menarik disimak jika kita hendak meneliti unsur-unsur tumbuhan, kita hanya perlu memeriksa sehelai daunnya. Semua unsur dalam setiap bagian tumbuhan itu sama kadarnya. Dalam hidup seorang Kristen, pikiran, perkataan, dan perbuatan, semestinya dihidupi oleh nilai-nilai Kristus. Aneh rasanya jika yang dipikirkan berbeda dari yang dikatakan dan berbeda lagi dari yang dilakukan.

Tak hanya berakar, Paulus bicara soal pertumbuhan rohani yang dibangun di atas dasar Kristus. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sederhana tertera: "Hiduplah dengan menuruti kemauan-Nya." Kehendak Kristus menjadi arah pertumbuhan rohani. Sesungguhnya, ini merupakan perkara lumrah. Ketika kita membiarkan diri kita dialiri oleh nilai-nilai Kristus, melakukan kehendak Kristus menjadi hal yang wajar. Aneh rasanya, berakar dalam Kristus, tetapi tidak hidup seturut dengan kehendak-Nya.

Yang penting disimak juga, Paulus bicara soal hati yang "melimpah dengan syukur". Sang Rasul sadar, kehendak Kristus sering kali berbeda dengan keinginan manusia. Itulah yang membuat orang percaya merasa berat hidup sebagai Kristen, terlebih di tengah tekanan filsafat dunia (8). Pada titik ini "hidup bersyukur" merupakan frasa kunci.

Marilah kita bersyukur! Bersyukur karena kita dikubur bersama Kristus dalam baptisan dan dibangkitkan bersama Dia setelah pengampunan dosa.


Selasa, 25 Agustus 2020

Rohani vs Sekuler


Kolose 1:15-23

Kita mungkin sering mendengar orang berkata kalau di gereja tidak boleh berkata kasar, tidak boleh berbohong, tidak boleh berpikiran kotor, dan lain-lain. Perkataan ini tentu ada benarnya, tetapi lebih sering disalahartikan: "Kalau di gereja tidak boleh, maka di luar gereja boleh!" Pemahaman seperti ini mungkin sering kita jumpai dalam lingkungan kekristenan hari ini.

Rasul Paulus, mengajarkan kepada jemaat di Kolose bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (16). Ini adalah sebuah ajaran Kristologi yang tegas sehingga jemaat di Kolose tidak jatuh pada ajaran sesat. Ajaran populer yang berkembang saat itu mengajarkan bahwa dunia/ materi adalah jahat sehingga Allah tidak mungkin menjadi manusia. Selain itu, ajaran tersebut mengatakan bahwa Allah tidak mengurusi perkara duniawi (sekuler), melainkan hanya hal-hal rohani.

Rasul Paulus menentang itu karena meyakini bahwa Yesus adalah Allah yang telah menjadi manusia. Ia adalah Allah yang menciptakan segala sesuatu dan segala sesuatu untuk Dia. Dengan demikian, tidak ada hal rohani atau sekuler, melainkan semua yang ada adalah ciptaan Allah.

Dualisme seperti itu kerap kali mengecilkan kekristenan. Seolah-olah kekristenan dianggap sebagai kehidupan agama yang hanya berhenti pada hari Minggu. Akibatnya, muncul anggapan bahwa hidup kudus hanya berlaku di gereja tidak berarti apa-apa di luar gereja.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan berada dalam pengamatan-Nya. Oleh karena itu, sebagai anak Tuhan, kita semestinya melakukan segala sesuatu untuk memuliakan-Nya. Kalau Anda adalah seorang pekerja, bekerjalah seperti untuk Tuhan.

Jika masih bersekolah, maka belajarlah sesuai dengan prinsip firman Allah. Bahkan jika sedang berolahraga, tidur, makan, atau bermain, tetap lakukanlah dengan kesadaran bahwa kita harus memuliakan Allah dalam segala aspek. Dengan penuh penyerahan, kita mau bersaksi tentang Tuhan lewat profesi, pekerjaan, dan seluruh aspek kehidupan. 

Minggu, 09 Agustus 2020

Pertikaian dalam Pelayanan



Filipi 4:2-9
Pernahkah Anda berdebat, bahkan bertikai dengan rekan satu pelayanan? Akibat pertengkaran itu, akhirnya kita berusaha agar tidak ditempatkan dalam tim pelayanan yang sama dengannya. Perdebatan dalam sebuah komunitas atau gereja adalah lumrah. Seperti Euodia dan Sintikhe, dua orang perempuan jemaat di Filipi yang berdebat karena perkara Hukum Taurat.

Paulus bersedih hati atas pertikaian dua orang itu. Sebab dahulunya, mereka adalah rekannya dalam mengabarkan Injil (3). Euodia dan Sintikhe bertikai perihal: apakah para pengikut Kristus yang baru wajib menjalankan Hukum Taurat? Oleh karena hal ini, Paulus meminta tolong kepada rekan pelayanannya yang lain, Sunsugos, untuk menolong mereka berdua agar berhenti bertikai. Paulus menasihati agar mereka lebih mengutamakan kesatuan dalam Tuhan ketimbang bertikai karena perbedaan pendapat.
Sebagai pengikut Kristus yang baru pada zaman itu, perkara Hukum Taurat memang membingungkan jemaat. Sebelumnya, mereka memahami bahwa Hukum Taurat adalah syarat keselamatan. Akan tetapi, ajaran Kristus seolah menunjukkan bahwa kasih karunia Allah menghapuskan Hukum Taurat.
Dalam menyikapi situasi tersebut, Paulus mengajarkan kepada jemaat di Filipi mengenai hal-hal baik sebagai pengikut Kristus. Misalnya, bersukacita, kebaikan hati, tidak khawatir, berdoa, dan bersyukur (4-6). Bagi Paulus, itu semua lebih penting daripada perdebatan dan pertikaian.
Jika hari ini Anda sedang bertikai dengan rekan di pelayanan, hentikanlah! Allah ingin supaya kita, sebagai rekan sekerja-Nya, mengutamakan tujuan pelayanan, yakni memikirkan apa yang benar dan melakukan ajaran Kristus. Jangan sampai perdebatan kecil merusak tujuan Allah yang mulia ini.

Mari kita memohon ampun jika sempat membenci rekan sepelayanan. Di dalam Tuhan, mari kita melayani-Nya dengan kesungguhan hati supaya damai sejahtera Allah menyertai kita semua. Kita mesti mengedepankan kasih, kepada Tuhan dan sesama. 

Minggu, 02 Agustus 2020

Ibadah Syukuran dan Doa Pelepasan Enam Pemuda GIDI Ke Sekolah Alkitab

 Pemuda yang mengambil keputusan untuk sekolah Alkitab (Dok. BPK GIDI Timika)

Timika Sulhit.Com.  Ungkapan Syukur tak ada batasnya kami panjatkan kepada Tuhan yang maha kuasa, atas rahmatnya sehingga acara Ibadah syukur dan pelepasan  pemuda-pemudi yang mengambil keputusan untuk menempuh pendidikan di sekolah Alkitab/kebenaran, bahasa Indonesia dan bahasa daerah telah terlaksana dengan baik di Jemaat Filadelfia Jile-Yale Timika Minggu, 02 Agustus 2020.

Dalam ibadah syukur dan doa pengutusan khotbah di bawakan  oleh Pdt. Yonewas Wonda, sebagai wakil Klasis GIDI Timika. Dengan Tema : "Sebab banyak yang di panggil tetapi sedikit yang di pilih" diambil dari Injil Matius 22:14.

Sudah  saatnya gereja harus siapkan generasi muda dengan  potensi yang ada untuk Tuhan dalam gereja,  kalian pergi belajar di  Sekolah Alkitab dengan baik lalu bisa datang kembali untuk melayani di Klasis Timika maupun diluar Timika untuk  menjadi penginjil bagi orang lain yang membutuhkan pelayanan.


Pelayanan terbesar yang kita lakukan adalah memenuhi panggilan-Nya untuk melayani di ladangnya.  Tuhan memanggil kita untuk menjadi pelayan di ladang-Nya, tanpa memandang usia, status, golongan, dan latar belakang tetapi Ia melihat kesediaan  hati kita yang benar-benar meyalani di ladang Tuhan.

Marilah kita kembali melihat kisah raja Daud, Saul  pergi mengurapi Daud di antara banyak saudara-saudaranya poster tubuh yang begitu gagah perkasa tetapi Tuhan memilih Daud hanya seorang penjaga Domba. (1 Samuel 16:1-13)

Kita di panggil bukan kerena kebetulan tetapi itu semua dalam rencana Tuhan  sebelum kita  lahir dari kandungan ibu Tuhan sudah punya rencana yang besar dalam hidup saudara dan saya untuk menjadi pelayan di ladang Tuhan.

Dalam ibadah tersebut di hadiri oleh Badan Pekerja Klasis, Tiga Gembala Daerah dan  sepuluh jemaat GIDI Klasis Timika,   kehadiran ini dengan tujuan  memberikan Doa dan sekaligus untuk memberi sumbangan sukarela demi mendukung keenam pemuda  tersebut. 

Mereka yang telah mengambil keputusan untuk  menempuh pendidikan tersebut adalah antara lain 1. Taipen Payokwa akan ke STT-GIDI Sentani,  2. Telly Payokwa ke STT-SAPPI di Bandung, 3.Bertho Wenda ke Sekolah Alkitab Mamit (SAM ) di Mamit Wilayah Toli. 4.Eminus Enambere ke STAID Wolo wilayah Bogo, 5.Maju Kogoya ke STAID wolo wilayah Bogo. 6.Apinas Mirin ke STT Russel Timika. 

Dalam Sambut penasehat Klasis pdt.Pulias Kiwo, memberikan pesan kepada jemaat sepuluh  gereja bahwa  harus mendukung secara finansial dan keenam anak harus belajar sungguh-sungguh serta siapkan diri di bangku sekolah jadi orang yang mau dengar-dengaran, jaga nama klasis yang di utus, dan harus pulang dengan  hasil. (*) 

Minggu, 26 Juli 2020

Keselamatan Hanya Karena Kemurahan Tuhan


Oleh : Jazwan W Yanengga


Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
 (1 Timotius 1:15)

Kasih Tuhan tanpa batas meskipun kita melakukan hal yang tidak sesuai dengan perintah dan hukum Tuhan, namun  kasih-Nya tidak bisa membedakan antara orang yang turut melakukan pada perintah-Nya dan yang tidak  melakukan kedua-duanya sama-sama  terima berkat Tuhan dan menikmati  serta merasakan.
Contohnya adalah, nafas hidup, Waktu, sinar matahari, kesehatan yang kita peroleh dari Tahun hari ini. Orang yang tidak mengenal Tuhan juga terima dan rasakan tetapi ia tidak menyadari bahwa semua yang ia peroleh adalah berkat daripada Tuhan, maka tak pernah mensyukuri apa yang ia terima setiap waktu itu.

Mengapa kasih Tuhan itu tanpa perbedaan antara orang yang tidak mengenal Tuhan dan orang yang   sudah mengenal dan  terima Yesus.? Padahal kita melihat di  zaman dahulu, orang yang melanggar  perintah dan hukum  Allah, Ia langsung  murka kepada mereka dan  memusnahkan dari bumi ini.

Kita harus bersyukur karena sekarang kita ada di zaman anugerah sehingga Tuhan masih memberi kita kesempatan dan waktu untuk  bertobat lalu berbalik kepada Tuhan. Namun sampai saat ini kita tidak merasakan hal itu, masih terus mencintai Dunia.  Kita terus mencintai Dunia atau kembali berbalik kepada Tuhan, jawaban nya ada di tangan saudara dan saya secara pribadi.
Saudaraku yang terkasih, hidup kita di dunia ini hanya singkat dan sementara, selagi kita masih bisa bernafas dan masih bisa berbuat apa-apa tinggalkan Dunia lalu berbalik kepada Tuhan.
Penghalang terbesar hubungan antara Allah dengan kita adalah Dosa,  tetapi ketika mengaku dosa kita Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni semua dosa-dosa kita dengan darahnya. (1 Yohanes 1:9)

Kadang kalah kita merasa malu untuk mengaku dosa kita terhadap hamba Tuhan, teman, Saudara,  atau orang yang lebih tua dari kita untuk di do'akan. Hal ini wajar saja karena sebagai manusia  berpikir bahwa apa yang kita ceritakan  pasti ia akan kembali menceritakan kepada orang lain lagi, kecuali hamba Tuhan, mereka tentu menutupi semua dosa kita,  dengan pemikiran ini membuat kita malu dan  ketakutan  untuk susah mengaku dosa kepada orang lain, terlebih lagi kepada Tuhan. 

Kita tahu  bahwa hubungan pribadi kita dengan Allah itu tidak ada perantara dengan siapapun. Garis komunikasi dan hubungan kita dengan Allah itu secara langsung. Apa yang kita pikirkan dan  lakukan hari ini Tuhan semua mengetahui, maka kita harus mengaku setip dosa kita lalu minta pengampunan kepada  Tuhan secara langsung tanpa perantara.
Sebagaimana seorang anak berkomunikasi dengan ayahnya melalui seluler secara langsung, demikian juga hubungan komunikasi kita dengan Allah. Jika setiap saat kita selalu komunikasi dengan bapak maka Dia sangat mengenal suara kita sehingga Ia akan mengabulkan seruan doa-doa kita.

Pintu pengampunan dosa tetap terbuka untuk semua orang tanpa memandang bulu, asalkan kita mengakui setip kesalahan dan  dosa-dosa   kita di hadapan Tuhan lalu minta pengampunan kepada  Tuhan, maka ia akan  mengampuni setiap salah dan dosa kita.