Kamis, 25 Maret 2021
Kamis, 18 Februari 2021
Pernikahan Beda Agama Menurut Kristen Protestan
Seseorang yang telah lahir ke dunia akan mengalami pertumbuhan perkembangan, mulai dari pertumbuhan anak-anak. Lalu bertumbuh sampe remaja dan langsung bertumbuh sampai kita tumbuh dewasa. Biasanya setelah kita dewasa kita akan menentukan arah hidup kita, apakah kita akan langsung melanjutkan kerja atau kita akan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Kalangan orang tua yang sering kali banyak menginginkan anaknya cepat menikah. Padahal apabila kita menikah, kita harus memantapkan pasangan yang memang sudah serius kita punya. Namun, banyak kalangan wanita bahkan pria yang terkadang tidak ingin cepat-cepat menikah atau mereka lebih menginginkan menjenjang karirnya terlebih dahulu.
1. Perbedaan Ras, dan Suku
Orang tua sering sekali menuntut pasangan anda dengan lewat ras dan suku. Biasanya orang tua lebih menginginkan mempunyai pasangan yang memiliki satu ras dan suku yang sama. Sering sekali anak dari orang tua tersebut yang memperkenalkan pasangannya, namun sering sekali mengalami banyak pertentangan dari orang tua.
2. Pekerjaan, dan Status Keluarga
Selain perbedaan ras dan suku yang tidak disetujui, bisanya orang tua akan menanyakan pekerjaan pasangan anda. Dan latarbelakang tentang keluarga pasangan anda tersebut. Orang tua sering kali menuntut mempunyai pasangan yang mempunyai pekerjaan yang lebih tinggi atau minimal setara dibandingkan perempuannya. Orang tua anda biasanya akan menanyakan tentang kehidupan keluarga anda dengan harus keterangan yang baik.
3. Perbedaan Agama
Sering kali kalau kita menemukan pasangan yang mempunyai perbedaan agama dalam mereka menjalinkan hubungan. Banyak sekali pasangan yang menjalin hubungan dengan perbedaan agama, mereka akan melakukan hubungan yang diam-diam karena mereka tahu pasti hubungan cinta mereka akan terlarang dan tidak disetujui.
Baca juga: Renungan Singkat Kristen – Sejarah Natal
Alasan Pasangan Banyak Memilih Pasangan Beda Agama
Pertentangan-pertentangan yang sering terjadi pada beda agama, banyak sekali faktor yang tidak menyetujui. Masalah faktor utamanya adalah tidak ada restu pada masing-masing orang tua pasangan. Walau sering sekali mendapatkan banyak tantangan sering kali pasangan ini melakukan pertetangan dari nasehat orang tua dengan melakukan hubungannya atau sering kali melakukan nikah lari atau sering disebuat nikah diam-diam tanpa persejutuan orang tua. Lalu mengapa alasan mereka untuk melanjutkan hubungannya atau melangkah yang lebih serius? Berikut alasan pasangan banyak memilih pasangan yang berbeda agama:
- Sudah Terlanjur Cinta
Pasangan yang berbeda agama bila kita sering menanyakan mengapa melanjutkan hubungannya kembali? Mereka pasti akan menjawab bahwa mereka sudah saling telanjur cinta mati atau tidak bisa move on dari pasangannya. Pelakuan ini biasanya akan disampaikan oleh salah satu pasangannya untuk melanjutkan hubungannya dengan tahap yang serius lagi
- Sudah Nyaman dengan Pacaranya
Jalinan yang sudah dijalankan dalam pasangan anda dalam waktu yang panjang dan sudah memiliki pacar yang memang sudah sangat terjalin dalam mengetahui masalah sulit dan masalah senangnya. Biasanya mereka tidak akan mau dipisahkan atau ditentang orang tua. Biasanya mereka akan kabur dan melakukan keluarga hubungan yang baru bersama pasangan anda.
- Terlanjur Melakukan Pernikahan
Alasan ini juga merupakan salah satu dari mereka melanjutkan pernikahan, hubungan yang terus disegaja dilakukan ini biasanya agar pasangan ini mendapatkan pengakuan dan luluhan dari orang tuanya. Namun, hanya ada beberapa orang tua yang menyetujuinya dan pada sebagaian orang tua tidak menyetujuinya. Lalu biasanya mereka akan melakukan putus hubungan keluarga.
Ada tiga alasan yang sudah dijelaskan sedikit mengapa sering kali orang tua menantang, hubungan anda. Namun dari beberapa hal yang sudah dijelaskan tentang alasan mengapa orang tua melarang, biasanya terkadang orang tua akan menyetujui alasan yang pertama dan kedua. Pada alasan yang ketiga sering kali orang tua tidak menyetujuinya, untuk alasan anak apapun. Karena dalam perbedaan agama apabila disatukan, tidak akan pernah menjadi satu menurut prinsip orang tua. Apabila anda melakukan pernikahan hubungan kepada pasangan yang berbeda agama akan sekali menimbulkan banyak masalah sebagai berikut:
- Kecocokan pendapat dalam penafsiran agama, ini juga sering kali terjadi pada hubungan yang mempunyai beda agama. Akan biasanya terjadi konflik kecil walaupun dalam hal masa spele.
- Pemberian kekecokan nilai agama terhadap anak-anaknya, biasanya pasangan yang berbeda agama setelah itu mepunyai anak. Sering kali orang tua akan mengajarkan agama, ini sering kali ada perebutan dalam pemilihan agama untuk anak tersebut.
- Pertengkaran kecil dengan adanya berita masalah seseorang pada ke jelekan agamanya. Pasangan tersebut akan menuntut untuk pasangan yang agama dijelekkan agar perpindahan pasangan agama pasangannya.
Pandangan Menikah Menurut Agama Kristen Yang Benar
Jika kita sudah membaca dari adanya faktor yang tidak disetujui dari berbagai dari banyak orang tua, dan sampai menjelasskan masalah konflik yang terjadi dalam rumah tangga dalam perbedaan agama. Lalu apa yah pandangan agama Kristen tentang adanya pernikahan agama yang terjadi pada anggota jemaatnya.
Berikut pandangan agama Kristen menurut dengan pasal pada alkitab:
- Mustahil bagi kita akan bisa mendekatkan kembali hubungan dan kerja sama kita kepada Tuhan. Maksudnya dalam pernikahan Kristen menjalinkan hubungan bersama dengan Tuhan. Apabila salah satu pasangan kita berbeda agama, Tuhan tidak akan menerima pernikahan kalian.
- Anda akan mendapatka batu sandungan setelah anda menikah, biasanya anda akan menghadapi masalah-masalah seperti tidak diterima lagi dalam gereja anda, dicaci maki oleh para tetangga ataupun teman anda yang memiliki agama yang sama dengan anda, dan menggangap anda orang yang tidak setia kepada Tuhan.
- Akan menyakiti perasaan Tuhan, pada ajaran yang sering disampaikan pada agama Kristen untuk saling menikahi pasangan-Mu pada sesama agama ini akan membuat hati Tuhan lebih kecewa, karena apa yang diajarkan perintah Tuhan tidak pernah anda lakukan dan malah anda langgar.
2 Korintus 6:14: Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Maksudnya dari nas epistel ini adalah bahwa kita harus memilih pasangan yang tepat dalam pasangan calon anda, jangan pernah memiliki perbedaan dalam ajaran Tuhan. Tuhan hanya menginginkan keluarga yang sama-sama saling utuh dan saling menghargai satu agama yang dimiliki oleh keluarga barunya tersebut. Persamaan yang akan terjalin dalam hidup keluarga anda dalam pasangan baru anda akan membuat hati anda lebih tenang, dan jarang menghadapi berbagai cobaan dari luar. Karena hubungan pernikahan keluarga anda sudah terlindungi didalam Tuhan.
Cara Mencoba Hubungan yang Baru Dengan Satu Iman Kristiani
Lalu anda pasti sering menanyakan bagaimana saya harus bisa berpindah dengan pasangan saya yang berbeda agama ini. Pertanyaan ini sebenarnya mudah dijawab namun juga sulit untuk dijawab, keputusan jawabannya biasanya terletak dari hati dan kemauan anda. Jangan pernah pikirkan hanya pada enak sementara dalam menjalikan pernikahan, yang namun akan membuat pernikahan anda lebih berantakan dengan sendirinya. Cara kalian mencoba hubungan baru dengan sesama iman sebagai berikut:
- Mulailah melakukan pemutusan hubungan kepada pasangan anda yang memiliki beda agama ini.
- Mulai mencoba melupakan tentang kenangan masa pacaran anda bersama pasangan anda.
- Aktiflah dalam ke gereja atau datang acara-acara ibadah pada gereja.
- Buatlah hari weekend anda lebih mendekat kepada Tuhan dan anggota iman lainnya.
- Lakukanlah pertemanan dan mulai membangun hubungan yang baru kepada sesama anggota gereja
- Mulai membuka diri untuk menyukai anggota sesama gereja.
Keenam cara ini bisanya akan bisa anda lakukan dengan niat dan keputusan tekad anda sendiri. Bila hanya melakukan karena paksaan atau karena dari ada paksaan orang tua, sebaiknya anda pikir terlebih dahulu. Jangan sampe apa yang anda lakukan dengan setengah-setengah dalam prinsip cara anda berpindah dalam hubungan pasangan anda. Anda biasanya akan mengalami kebingungan dan kembimbangan dalam anda memilih keputusan anda yang akan membuat hidup anda menjadi aka lebih stress yang berkepanjangan.
Ingatlah apa yang sudah disampaikan dalam artikel ini, semoga bisa jadi manfaat dan wawasan dalam anda mengalami masalah yang sama pada artikel ini. Pilihlah makna dan keputusan yang tepat dalam hidup anda menjalinkan hubungan yang benar dan tepat.
Sabtu, 06 Februari 2021
Membangun Kesadaran di Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua yang Ke-166
![]() |
| Tugu Injil Masuk di Pulau Mansinam Manokwari |
Oleh : Pdt. Dr.Lenis Kogoya, M.Th, M. Pdk.
REFLEKSI MISI UNTUK TANAH PAPUA TAHUN 2021: Melawan Lupa/Jadi Waras Jangan hanya kejar parasnya saja. Temukan Nilai-nilai Dasar OAP Yang Pernah Berjumpa dan Mendaratkan Injil Di Tanah ini pada 166 Tahun Silam itu. Jangan terus mengekspor nilai-nilai dari budaya lain yang hanya terus menambah beban, tantangan dan problem bahkan menjerat pergerakan misi di tanah Papua. Dengan demikian, kita tidak terjebak pada dikemah yang saya sebut "latihan lain, main lain," atau "realitas lain, omong lain," atau "orang mau makan ubi, malah sodorkan nasi."
Back to the history atau harus kembali kepada sejarah Misi di Papua sebagai Dasar untuk membangun kesadaran bagi semua orang yang ada di atas Tanah ini. Sebab rupanya Tanah Papua ini sudah di persembahkan sejak awal kepada Tuhan oleh Carl Willem Ottow dan Johan Gottlod Geissler dengan berkata: "Dengan nama Tuhan kami menginjak kaki di tanah ini”. Dengan doa itulah kedua hamba Tuhan yang saya sebut sebagai "Founding Fathers" tersebut memulai pekabaran Injil di Tanah Papua pada tahun 1855 di Mansinam.
Dampak dan berkat doa kedua orang penting itulah yang menyebabkan Kekristenan hari ini masih bertahan meski harus berjuang. Dan entah sampai kapan, bagaimana dan kenapa Papua dengan sebutan "Tanah Injil" itu akan ada. Jika model misinya tak berubah, pemainnya tidak berganti kostum dan intonasi bunyi toanya tetap tidak merdu, maka akan tetap kelihatan kerja bahkti, rutinitas belaka, berkeringatan dan hosa-hosa saja tanpa capaian-capaian yang bernilai bertahan. Jika demikian, maka Nilai kekristenan sudah mati suri tapi agama Kristen masih merayalela di bumi Cenderawasih.
Beberapa tahun kemudian, ada doa sulung oleh seorang Izaak Samuel Kijne melalui karyanya dengan berkata: "Di atas batu ini, saya meletakkan Peradaban Orang Papua. Sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan marifat tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini, bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri” (Wasior, 25 Oktober 1925).
Pernyataan ini merupakan sebuah kata-kata prophesi yang berharga baik bagi OAP maupun OP. Kata perkata dalam tulisan ini perlu dianalisis sambil renung untuk bertindak nyata. Artinya, idrntifikasi dan introspeksi diri, percaya diri, berdiri di kaki sediri, makan dari kebun sendiri, minum dari sumur sendiri. Dengan demikian, kita menjadi pemeran atau pemain utama bukan cadangan atau korban sandiwara pewayangan. Orang Asli Papua itu hasil kreasi Mega Karya Sang Kreator. Orang Asli Papua itu asli manusia sejak awal. Dan manusia asli itu perlu diajar untuk mengerti segala sesuatu. Dan karena itu, pengajaran itu sudah dimulai sejak tahun 1855 hingga kini sudah 166 tahun di tahun 2021 ini. Lalu pertanyaan ialah: Apakah kita masih cari orang pintar, orang terdidik, orang berakal budi di luar sana atau masih mau dipimpin? Mari kita bangun kesadaran diri, lawan lupa akan pernyataan sejarah yang bernuansa prophetik ini.
Stop diskriminasi sesama Anak Asli Papua. Stop merasa sudah memahami OAP padahal lamanya Anda di Papua tidak s banding dengan lamanya para Founding fathers kita di atas. Stop membanding-bandingkan sesama OAP apalagi oleh OP yang tidak ada nilai dasar dengan kesukuan Papua. Mari kita berdayakan OAP dengan jujur, ikhlas dan tindakkan nyata, bukan memperdaya mereka dengan maksud dan cara-cara yang tidak manis atau tidak elok seperti mencari keutungan atas mereka, mencari muka atas nama.mereka, menjebak mereka dan sebagainya. Sebab hal-hal ini adalah trend dan gaya baru dari imperialisme dan kolonialism termasuk yang berjubahkan jabatan-jabatan gerejawi. Dan hal ini sungguh-sungguh menjerat pergerakan misi di atas Tanah ini
Setelah mendoakan, memperhatikan dan mengalami bersama OAP bertehun-tahun, maka menarik kesimpulan oleh seorang Izaak Samuel Kijne dengan pesan: "Barang Siapa yang bekerja di Tanah ini dengan setia, jujur dan dengar-dengaran, maka ia akan berjalan dari tanda heran yang satu tanda heran yang lain.” ( Pdt. I. S. Kijne, 1947).
Mengapa kesimpulan ini dibuat? Saya yakin, bahwa alasannya ialah, bahwa aslinya OAP di mata para misionaris lintas budaya ini adalah polos-polos, jujur dan hidup apa adanya di atas kekayaan alam yang kaya raya dan melimpah ruah ini. Dikuatirkan bila ada tangan-tangan jahil di tanah ini bisa membodohi OAP dan tidak mengalami keajaiban-keajaiban Allah, justru timbul kejahatan, pencurian, pembunuhan seperti yang dialami dewasa ini.
Saudaraku yang terkasih,
Dalam momen penting, pada HPI 166 tahun ini, saya merasa penting sekaligus menjadi kebutuhan untuk membangun kesadaran bersama sebagai sesama anak Tuhan dan sesama Anak Papua. Sebab kita semua yang tinggal dan hidup di Tanah Papua terlihat sudah tidak sesuai dengan tatanan dan nilai peradaban hidup Orang Asli Papua. Telah terkikis dan sudah kabur doa sulung di atas dengan adalah nilai-nilai dan tatanan budaya lain. Entah sampai kapan, siap yang memulai dan bagaimana caranya? Hanya Tuhan yang tahu dan kita semua hanya berharap dengan doa kepada Tuhan.
Akhirnya saya, Pdt. Lenis Kogoya bersama keluarga mengucapkan Selamat Memperingati HPI Di Tanah Papua yang ke 166 tahun pada tanggal 05 bulan Februari tahun 2021. Semoga model dan metode harus dikembalikan kepada nilai dasar orang asli Papua untuk misi kepada orang Papua. Jangan ubah form dan model kecuali untuk sasaran kepada yang lain. Tuhan Yesus Kepala Gereja Tuhan di Tanah Papua memberkati.
Wa wa wa
Selasa, 19 Januari 2021
Dimensi Tentang Manusia
saya mengutip bahasa mantan presiden Amerika Serikat yaitu "jangan tanyakan apa yang tanah ini berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang engkau berikan untuk tanah ini" John F Keneddy
Jumat, 15 Januari 2021
MENJADI ANAK-ANAK TERANG
Minggu, 10 Januari 2021
Pentingnya Menjaga Alam Tolikara
Rabu, 23 Desember 2020
Natal Yang Penuh Tangisan
Sabtu, 31 Oktober 2020
Kritik Martin Luther atas Gereja Katolik Melahirkan Protestanisme
![]() |
| Pada 31 Oktober 1517, Martin Luther memaku 95 dalil berisi kritik terhadap otoritas Katolik pada pintu gereja di Wittenberg. |
Di daratan Eropa sejak abad ke-5 Gereja Katolik Roma menjadi pusat politik dan budaya Kekristenan yang amat dominan. Namun pada abad ke-15, Gereja Katolik harus menghadapi perkembangan zaman yang begitu pesat di Eropa.
Selama periode Abad Pertengahan hingga Renaissance, penemuan ilmiah baru telah membuka mata tentang kompleksitas alam semesta. Aktivitas pelayaran dan perdagangan antar samudera jadi hal lumrah dibandingkan abad-abad sebelumnya ketika laut dipandang sebagai sarang monster dan tepi dunia.
Perlahan-lahan peradaban Eropa Abad Pertengahan mulai mengalami krisis. Pada 1347-1351, wabah pes merenggut sekitar 75 juta populasi. Kota-kota Eropa dilanda kepanikan. Sementara itu, aliansi politik tradisional antara Paus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma dan pangeran-pangeran Eropa mulai ulang .
Kebudayaan peradaban abad pertengahan dan kebangkitan era Renaisans yang bermula dari Italia turut melahirkan para pemikir Kristen mulai otoritas tinggi Gereja Katolik.
Pada 31 Oktober 1517, tepat hari ini 503 tahun silam, sebuah biarawan tak dikenal bernama Martin Luther berdiri di depan sebuah gereja di Wittenberg - kota kecil yang kini masuk wilayah Jerman. Di pintu gereja, dia nekat memaku daftar 95 dalil berisi kritik terhadap otoritas Gereja Katolik. Peristiwa itu tercatat dalam sejarah sebagai awal mula gerakan Reformasi di daratan Eropa dan seluruh dunia yang melahirkan Protestantisme.
Baca juga: Giordano Bruno, Pemikir yang Dibakar atas Nama Iman
Berbekal pendidikan magister hukum dari Universitas Erfurt, Luther memutuskan jadi biarawan ketika usianya masih 21 tahun. Perilakunya sangat asketik. Dia rajin berdoa, puasa, bertapa, menahan hawa dingin tanpa selimut, dan melakukan ritual biarawan lainnya.
Praktik indulgensi sendiri muncul pada abad ke-11 dan ke-12 saat Perang Salib masih berkobar. Gereja menjelaskannya sebagai "penghapusan siksa-siksa temporal di depan Tuhan untuk dosa-dosa yang sudah diampuni". Aturan indulgensi, sudah tertuang khususnya dalam Katekismus Gereja Katolik 1471.
Seiring perjalanan waktu, para pemimpin Gereja memutuskan bahwa membayar sejumlah uang untuk proses indulgensi bisa dilakukan setiap orang, tidak hanya mereka yang terjun ke Perang Salib.
Selama beberapa abad berikutnya, penjualan indulgensi menyebar luas dan mencakup pengampunan dosa atas orang-orang yang sudah meninggal. Hal ini terutama diserukan dalam khotbah-khotbah biarawan Ordo Dominikan John Tetzel.
Praktik jual beli indulgensi pun jadi jamak. Di bawah kepemimpinan Paus Leo X, Gereja meraup pemasukan besar dari umat yang kemudian dialokasikan untuk membangun kembali Basilika Santo Petrus di Roma. Luther memandang praktik tersebut sebagai perilaku korup. Dari sanalah 95 dalil Luther bermula.
Dalam sebuah debat publik di Leipzig pada 1519, Luther menyatakan bahwa, “Orang awam yang dipersenjatai kitab suci lebih unggul dari Paus beserta dewan kardinalnya." Akibatnya, Luther langsung mendapat ancaman ekskomunikasi; tak boleh ikut sakramen.
Pada 1520, Luther menjawab ancaman tersebut dengan menerbitkan tiga risalah yang terpentingnya. Risalah pertama berkepala Seruan kepada Bangsawan Kristen yang menekankan bahwa semua orang Kristen adalah imam dan kedekatan para penguasa untuk mengambil jalan Reformasi gereja. Kedua, Tawanan Babilonia Gereja yang mengurangi tujuh sakramen menjadi hanya dua berupa pembaptisan dan Perjamuan Kudus. Ketiga, Tentang Kebebasan Seorang Kristen yang mengatakan orang-orang Kristen bahwa mereka sudah terbebas dari hukum Taurat dan kini telah mengacu pada ikatan cinta pada hukum tersebut.
Baca juga: Orang-Orang yang Mengaku Juru Selamat
Dewan Gereja lalu memanggil Martin Luther dan dia pun segera terlibat dalam pertempuran sengit dengan para pemuka Gereja Katolik hingga bidah dan sesat. Luther sempat dilarikan diri ke Kastil Wartburg dan pelacur selama sepuluh bulan.
Gerakan Reformasi Luther menuntut menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin ke bahasa Jerman. Tampaknya besar karena orang tidak perlu lagi bergantung pada seorang imam untuk membaca dan menafsirkan Alkitab. Walhasil, legitimasi para padri Katolik pun terancam tergerus.
Selain itu, Luther mengkampanyekan pendidikan universal untuk anak perempuan dan laki-laki di zaman ketika pendidikan hanya bisa diakses oleh orang kaya. Dia juga banyak menulis nyanyian rohani, traktat, berkhotbah tentang pandangan Reformasi, dan melakukan perjalanan hingga kematiannya pada 1546.
Namun, gerakan Reformasi yang melahirkan pecahan Kristen Protestan ternyata harus dibayar mahal. Serangkaian perang antara kubu Katolik Roma dan Reformis Protestan meletus pada 1524-1648.
Puncak dari konflik berdarah tersebut adalah Perang Tiga Puluh Tahun di Jerman antara 1618-1648 yang menewaskan sekitar 7,5 juta jiwa. Konflik kedua kubu berakhir dengan perjanjian damai Westfalen. Tiga aliran Kristen akhirnya asli: Katolik Roma, Lutheran, dan Calvinis.
Baca juga: Susah-Senang Membuat Film Tentang Yesus
Warisan intelektual dan politik Luther mengilhami para tokoh pembaharu Protestan di zamannya seperti Calvin, Zwingli, Knox, dan Cranmer. Pemikiran para pembaharu ini pun pada kala melahirkan berbagai jenis denominasi Protestan, misalnya Gereja Lutheran, Reformed, Anglikan, Anabaptis, dan banyak lagi lainnya yang terus berkembang sampai sekarang.
Baik sola fi de (keselamatan hanya melalui iman), dan sola scriptura ( alkitab sebagai otoritas tertinggi dan tidak memerlukan otoritas gereja) adalah dua dari lima ide revolusioner Martin Luther ketika melawan otoritas Katolik.
Baca juga: Iman dan Kesunyian Martin Scorsese
Hasilnya, perbedaan teologis yang pernah memecah Kekristenan di Barat pada abad ke-16 itu diterapkan dengan cara yang sangat berbeda.
Umat Protestan di Amerika Serikat memiliki sejumlah pandangan yang berbeda dalam memaknai Reformasi: 52 persen percaya bahwa selain dari Alkitab, orang Kristen harus mencari panduan dari ajaran dan tradisi gereja, sebuah posisi yang resmi diambil dari Gereja Katolik .
Sementara soal iman dan keselamatan, jawaban orang Katolik dan Protestan di Eropa merepresentasikan pandangan tradisional Katolik bahwa iman dan amal baik yang diperlukan untuk mencapai keselamatan. Hanya Norwegia — dengan 51 persen penduduk penganut Protestan — yang menyatakan bahwa hanya imanlah yang mengantarkan manusia pada keselamatan.
Sebanyak 57 persen penganut Protestan di Amerika juga mengatakan bahwa ajaran Katolik lebih punya banyak kemiripan dengan Protestan. Namun ketika ditentukan untuk mendefinisikan Protestan dalam kata-kata mereka sendiri, 32 persen responden dewasa mengatakan bahwa Protestan bukan Katolik dan 12 persen menyebut mereka sebagai orang Kristen.
Baca juga: Khalifah yang Membangun Gereja Suci & Makam Yesus
Data demografi yang dihimpun oleh Center for The Study of Global Christianity menunjukkan pada 2017 terdapat 560 juta pengikut Kristen Protestan di seluruh dunia. Jumlah ini menyumbang sepertiga dari total populasi umat Kristen dunia.
Benua Afrika menempati peringkat tertinggi dalam jumlah umat Protestan (228.300.000 jiwa) dan disusul Asia (99.040.000). Di Jerman, tempat asal Martin Luther dan Reformasi dilancarkan, Katolik masih mendominasi dengan 42 persen populasi, sementara Protestan sendiri dianut 28 persen penduduk, dan mengaku tidak terafiliasi dengan kelebihan.
Dari data 2015, Amerika Serikat masih berada di peringkat pertama negeri dengan populasi Protestan terbesar di dunia (56.177.000), disusul Nigeria (53.106.000) dan Brazil (34.836.000). Indonesia sendiri peringkat ke-9 (18.213.000).
Dalam peringatan peringatan 500 tahun Reformasi yang diadakan di Stadtkirche, Wittenberg, Di Jerman, Para pemimpin gereja dari berbagai denominasi seperti Katolik Reformed, Lutheran, dan Methodis turut hadir.
Sedangkan saat peringaran Hari Reformasi ke-499 pada 2016 lalu, Paus Fransiskus hadir bergabung bersama para pemimpin Federasi Lutheran Dunia di Swedia.
Baca juga: Menjamurnya Gereja-Gereja Raksasa
"Kita berkesempatan untuk memperbaiki momentum masa lalu dengan bergerak melebihi kontroversi dan perselisihan yang menghalangi kita untuk memahami satu sama lain," kata Paus pertama yang terpilih dari benua Amerika Latin tersebut.
Lalu, bagaimana dengan ide unifikasi antara Katolik Roma dan Protestan sendiri?
Dalam sebuah survei yang diadakan di Jerman oleh kantor berita Ide , 45 persen responden menjawab tidak peduli, dan 17 persen tidak bisa / mau menjawab. Hanya 20 persen orang mendukung unifikasi, sementara 18 persen persennya. Sebagian besar dari mereka yang menginginkan persatuan adalah para penganut Katolik Roma (66 persen), sementara para anggota gereja Protestan masih unifikasi (59 persen dari total penentang).
Pada Anugerah Reformasi tahun 2015 lalu di Jerman, suvenir karakter tokoh Martin Luther laris manis. Sebanyak 34 ribu karakter Martin Luther terjual dalam waktu 72 jam. D mengutip Waktu , seorang juru bicara produsen karakter Luther menyebut fenomena itu sebagai "misteri besar.
Sumber : tirto.id
Kamis, 15 Oktober 2020
Jangan Pernah Irih Pada Orang Lain Tetapi Syukuri Apa Yang Ada Pada Kita
Dulu, aku pernah iri pada seorang teman yg cantik. Setiap kali brjalan denganny, semua orang memandangny. Belasan thn kmdian ak bertemu lagi, hampir ak tak mengenalnya. Wajahnya berjerawat, badanny 2x lebih besar dari ak. Kulitny menghitam. Ia sakit.
.
.
Dulu, aku pernah iri pada tetanggaku, rumahny besar, mobilny bagus. Kalo bertemu, perhiasan di tangan & lehernya bersinar. Tak lama setelah ak pindah, ak melihatnya di TV, ia meninggal karna dibunuh seseorang, karena utang ratusan juta yg tak kunjung ia bayar.
Dulu, aku pernah iri pada temanku, ia selalu cerita pacarnya tampan, anak org kaya, kuliah di luar negeri. Kemudian ak tau, ia dibawa lari pacarnya, lalu hamil di luar nikah, dan skrg ia ditinggalkan. Mereka bercerai.
Dulu, aku iri pada teman senamku. Ia mau kuliah S3 di negara tetangga. Pulang ke Indonesia sebulan sekali. Aku marah pada suamiku yg tak mengizinkanku kuliah lagi. Belakangan, aku sering baca status medsos suaminya. Lalu aku tau, mereka bercerai, karena temanku lebih memilih pria lain di negara tempatnya kuliah. Keluarganya berantakan.
Dulu, aku iri pada sahabatku. Ia selalu masuk sekolah favorit. Kuliah di universitas terkenal. Lulus PNS dg mudah. Tapi bulan kemarin ia menghubungiku. Mau pinjam uang. Gajinya tak cukup utk mmbayar semua cicilan barang2nya.
Dulu, aku iri pd teman sekolahku. Ia selalu rangking 1. Guru2 menyukainya. Lalu kuliah di univ terkenal. Kerja di perusahaan besar. Teman2 memujinya. Tapi kemarin ia menyapaku d WA. Minta pekerjaan. Ia baru aja di PHK. Perusahaan tempatny bekerja baru aja bangkrut.
Hidup itu sawang sinawang. Apa yang kita lihat indah, blm tentu seindah aslinya. Apa yg dulu kamu sesali, bisa jd skrg kamu syukuri. Ktika dulu nangis2 karna tak bisa seperti org lain, sekarang bilang alhamdulillah telah menjadi dirimu sendiri. Kunci nikmati hidup adalah bersyukur. Apa yg kamu lihat di orang lain belum tentu seperti apa yg kamu kira. Setiap orang diuji dengan cara yg berbeda.
Mungkin ada yg iri melihat saya nampak hidup enak. Padahal aslinya, sy juga ngalamin masukin air ke botol sampo pas habis.
.
.
Penulis: Dinifitriyah
Foto: indahkusuma
#skripsi follow @pembimbingmahasiswa 😊
Senin, 28 September 2020
Tuhan Meninggikan Orang Rendah
Mazmur 113
Sebelum membicarakan orang rendah dan yang direndahkan, pemazmur terlebih dahulu memuji Tuhan sebagai Pribadi yang mahatinggi mengatasi segala bangsa dan penuh kemuliaan. Siapa pun yang memandang Allah akan selalu merasa kerdil (1-6).
Penggambaran Tuhan yang mahatinggi dan manusia yang rendah bukan dimaksudkan supaya hamba-hamba-Nya diliputi kekaguman dan pemujaan. Sebaliknya, ini merupakan peringatan akan apa yang dapat dilakukan Tuhan dari takhta-Nya yang kudus. Dia dapat membolak-balikkan keadaan manusia. Bagi-Nya mengangkat derajat orang miskin dan hina bukanlah hal yang sulit. Ia juga dapat menghapus aib manusia dan menggantinya dengan kebanggaan dan sukacita.
Tuhan tidak menutup mata bahwa umat yang beriman, setia beribadah, dan taat melakukan firman-Nya pun bisa hidup dalam kenyataan pahit. Ada banyak orang kehilangan anggota keluarganya yang terpandang sehingga mereka tidak lagi dipandang, bahkan ditinggalkan orang. Ada juga yang jatuh miskin karena menjadi korban kecurangan bisnis, ketidakadilan, maupun kepentingan para penguasa. Ada juga orang-orang yang direndahkan oleh sesamanya karena kondisi lahiriah yang tidak bisa ditolak (misalnya mandul).
Pemazmur menguatkan bahwa Tuhan bukan saja memperhitungkan ibadah dan ketaatan kita, tetapi juga memperhatikan hidup kita sehari-hari. Marilah kita mengimani bahwa pengakuan akan Tuhan Yang Mahatinggi bukan sekadar ungkapan pemujaan, melainkan pengingat bahwa Dia sanggup mengangkat kita dari segala kerendahan, kehinaan, dan keterpurukan, bahkan kehancuran hidup.
Tuhan menginginkan kita hidup sederajat dengan sesama sekalipun jalan hidup kita berbeda. Lihatlah Hana dan Maria yang ditinggikan Allah (lih. 1Sam 2:1-10 dan Luk 1:46-55). Ada kalanya Allah meninggikan kita melalui peristiwa-peristiwa ajaib karena itu marilah kita sadari dan kita akui bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.






