Kebencian tidak akan pernah berakhir dengan kebencian lagi, melainkan dengan cinta," dan suatu kesalah pahaman tidak pernah bisa diakhiri dengan perdebatan, melainkan dengan taktik, diplomasi penyelesaian, dan hasrat yang simpatik untuk melihat sudut pandang orang lain.
Minggu, 23 Oktober 2022
Sabtu, 22 Oktober 2022
CERITA SI BOCAH DAN NENE DARI DESA
![]() |
| Ilustrasi Seorang Nene di Sebuah Gubuk |
Seorang nene bersama cucunya tinggal di sebuah rumah yang tak layak huni di pedesaan. Suatu hari kakeknya jatuh sakit, tak kunjung sembuh sampai dua bulan. Selama nenenya sakit stok makanan di dalam rumahpun semua padahabis, karena yang kuat kerja menafkahi hidup mereka adalah neneknya.
Suatu hari Bocah itu pergi ke tempat jual gorengan, ia berdiri di samping gerobak gorengan sambil mengamati setiap pembeli.
Seorang pemuda datang mengunakan sepeda motor, ia memarkir kendaraannya lalu membeli gorengan di tempat itu juga, setelah beli ia terima telepon dari rekannya.
Tanpa sadar pemuda itu meletakkan gorengannya di atas meja kecil di samping gerobak gorengan.
Bocah itu dengan sekejap ambil gorengan lalu kabur ke pedesaan. Penjual beritahu pada pemuda itu, mas gorenganmu dibawa kabur oleh si bocah . Si Pemuda mengejar dari belakang sampai Bocah itu tiba di gubuk yang tak layak di huni.
Didalam rumah itu ada seorang nenek yang sakit sedang berbaring tanpa makan dan minum selama tiga hari. Pemuda itu masuk dalam rumah nenek dan Bocah lalu dengar suara dari kamarnya, nenek sedang bertanya pada Bocah. Nah, dapat uang dari mana lalu beli gorengan,? Kau tidak mencuri to, jawab si Bocah, Iya Nenek di belikan teman ku.
Pertanyaan Nenek didengar oleh pemuda itu. Pemuda itu pergi ke arah pintu kamar lalu mengetuk pintu dengan pelan kemudian masuk di dalam kamar itu, Bocah itu terdiam karena takut dipukul oleh pemilik gorengan, tetapi pemuda itu menatap ke Nenek lalu katakan pada Nenek " Selamat Makan Nene", Setelah itu ia pun kekuar dari rumah dan pulang melanjutkan perjalanan.
Bocahpun keluar mengejar pemuda itu sampai di jalan raya, pemuda itu sedang star kendaraanya untuk melanjutkan perjalanan. Bocah berkata kepada Pemuda, Om minta maaf ya. Pemuda itu memeluk Bocahlalu katakan kepadanya gorengan itu untuk anda dan Nenekmu, jangan merasa bersalah, kalian yang lebih membutuhkan daripada saya, lalu pemuda itu pergi.
Dari cerita diatas kita menyimpulkan bahwa, Setiap orang mencuri karena ada niatnya, satu karena punya niat yang jahat untuk merugikan orang lain, kedua karena membalas dendam, ketiga karena ekonomi tidak mendukung, keempat karena memusatkan mata pencaharian disitu tanpa mengenal dosa.
Kadang orang curi bukan karena niat jahat tetapi karena tutuntan kebutuhan hidup yang tidak bisa di lewatkan, seperti makan minum. Kita selalu memukul, seseorang yang mencuri barang milik kita tetapi kita tidak tau alasan yang membuat mereka harus mencuri barang milik orang lain. Jika seseorang mengambil barang milik kita, tanyakan pada dirinya, mengapa engkau mencuri barangku? Pasti mereka jawab karena lapar..
Kita tidak pernah marah dan pukul pencuri kelas kakap yang mencuri hak milik orang lain lalu berfoya-foya menikmati di dalam mobil kaca gelap dan rumah tingkat tetapi kita memukul pencuri gorengan karena hak mereka sudah dicuri oleh para pemimpin tertinggi di daerah itu.
Pencuri perabotan dan makanan kita pukul sampai mati-matian tetapi pencuri uang rakyat kecil kita di hormat sampai disanjung tinggi, lalu menyiksa rakyat kecil yang curi karena lapar. Kenyataan hidup di Dunia ini memang keras tetapi terbalik.
Selasa, 23 Agustus 2022
PERNIKAHAN
Mengapa orang menikah ?
Karena mereka jatuh cinta.
Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia ?
Apakah karena jatuh cinta ?
Bukan...
Tapi karena mereka terus bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa.
Tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup...
Mengapa jatuh cinta gampang ?
Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita.
Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi.
Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap...
Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta. Jatuh cinta dalam keadaan menyukai.
Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel.
Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan ber-sama2 mencari solusi yang dapat diterima semua pihak. Cinta yang dewasa tak menyimpan uneg2, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah yang sangat pribadi.. Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.
Syarat untuk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tapi neraka.
Apakah kondisi ini bisa diperbaiki ?
Tentu saja bisa, saat masing2 mengingat KOMITMEN awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan ??
Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.
Mau punya teman hidup ?
Jatuh cintalah....
Tetapi sesudah itu.. bangunlah cinta...Jagalah KOMITMEN awal.
1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.
2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tapi meminta kepada TUHAN melalui wali si gadis.
3. KETIKA MENIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan TUHAN.
4. KETIKA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak & duri.
5. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.
6. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK
Jangan bagi cinta anda kepada suami/isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami Anda 100% & cintai anak2x Anda masing2x 100%.
7.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja2x kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.
8.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai & lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.
9.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.
10.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.
11.KETIKA ADA 'PIL/ Pria Idaman lain.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.
12.KETIKA ADA 'WIL/ Wanita Idaman lain.
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.
13.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.
14.KETIKA INGIN LANGGENG & HARMONIS
GUNAKANLAH FORMULA 7K
1.Ketakutan akan Tuhan
2.Kasih sayang
3.Kesetiaan
4.Komunikasi dialogis
5.Keterbukaan
6.Kejujuran
7.Kesabaran
Meski kita telah menikah dengan orang yang benar (tepat), tetapi kalau kita memperlakukan orang itu secara keliru, maka kita akhirnya akan mendapatkan orang yang keliru.
Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan.
Pernikahan bukanlah tanaman bunga mekar harum semerbak yang sudah jadi. Pernikahan adalah lahan kosong yang harus kita garap bersama-sama.
Tidak cukup hanya dengan memilih dan menikah dengan orang yang tepat, tetapi jadilah pasangan yang TEPAT, yang memperlakukan pasangan kita dengan TEPAT pula.
Kita juga harus yakin kalau kita tidak salah memilih pasangan hidup. Kalau TUHAN sudah mengizinkan pernikahan itu terjadi, maka itu berarti IA mempercayakan tanggung jawab rumah tangga itu kepada kita dan pasangan kita.
Berbuatlah sesuai dengan apa yang telah engkau janjikan di hadapan TUHAN dan Imam, untuk tetap setia dan saling mengasihi dalam segala keadaan.
MENIKAH DENGAN ORANG YANG BENAR (ATAU SALAH), ITU TERGANTUNG DARI "CARA" KITA MEMPERLAKUKAN PASANGAN.
Manusia cenderung lebih pintar menilai orang lain daripada memeriksa diri sendiri,
Padahal, ketika satu jari menunjuk kepada orang lain, empat jari yang lain mengarah ke diri sendiri.
Jangan suka menghakimi tetapi baiklah kita saling mengasihi.
Pernikahan adalah tiket 1x jalan, jadi pastikan bersama pasangan kita menuju tempat yang lebih baik dari saat ini.
Pernikahan adalah tempat dimana kita dituntut menjadi dewasa & salah satu tanda dewasa adalah SIAP memikul tanggung jawab.
Pernikahan bukan masalah feeling suka tidak suka, tapi tentang komitmen.
Masalah dalam pernikahan biasanya karena kita tidak memahami perbedaan pria & wanita.
Jangan tuntut pasangan untuk berubah, kitalah yang harus berubah lebih dulu.
Ingat !!
Better me = Better we.
☻ 3 kesalahan umum ☻
yang sering dilakukan suami :
A. Tidak perhatikan perasaan istri.
Laki lebih pakai logika , wanita pakai feeling.
B. Lebih fokus memikirkan solusi daripada mendengar.
Wanita biasanya ingin didengarkan, dia ingin suami merasakan apa yang dia rasakan.
C. Seringkali setelah bicara, suami pergi tanpa beri kepastian / jawaban.
☻ 3 kesalahan umum ☻
yang sering dilakukan istri :
A. Memberi petunjuk tanpa diminta.
Mungkin bagi istri menunjukan perhatian , tapi bagi suami merasa dikontrol.
B. Mengeluhkan suami d¡ hadapan orang lain.
C. Mencoba membenarkan pada saat suami melakukan kesalahan. (istri merasa lebih benar)
Selama berumah tangga,
milikiLah komitmen2x ini :
1. Komitmen untuk tetap berpacaran.
2. Komitmen memiliki sexual intimacy regularly.
3. Komitmen untuk saling membantu (jangan mengkritik pasangan).
4. Komitmen untuk punya romantic get away (liburan berdua)
5. Komitmen berkomunikasi dengan jelas (saling cerita, terbuka, jangan biasakan bilang tidak dapat apa-apa bila ada apa-apa, pasangan kita bukan dukun)
6. Komitmen untuk bicara hal yang baik tentang pasangan (puji pasangan)
7. Komitmen untuk jadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. (Fisik yang sehat adalah kado buat pasangan)
8. Komitmen untuk mudah mengampuni pasangan.
9. Komitmen untuk bergandengan dan berpelukan.
10. Komitmen untuk h¡dυp dalam kebenaran.
10 Hukum Pernikahan Bahagia:
1. Jangan marah pada waktu yang bersamaan. (Efesus 5:1)
2. Jangan berteriak pada waktu yang bersamaan. (Matius 5:3)
3. Jikalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang. (Amsal 16:32)
4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih. (Yohanes 13:34-35)
5. Lupakanlah kesalahan masa lalu. (Yesaya 1:18 ; Amsal 16:6)
6. Boleh lupakan yang lain tapi jangan lupakan Tuhan dan pasangan Anda. (Kidung Agung 3:1-2)
7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam. (Efesus 4:26-27)
8. Seringlah memberi pujian pada pasangan Anda. ( Kidung Agung 4:1-5 ; 5:9-16)
9. Bersedia mengakui kesalahan. ( I Yohanes 1:9)
10. Dalam pertengkaran yang paling banyak bicara,dialah yang salah. ( Matius 5:9)
Pernikahan yang bahagia membutuhkan jatuh cinta berulang-ulang dengan pasangan yang sama.
Kidung Agung 8:7 "Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta. Sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina."
Konfliks dan perselisihan menggerus cinta perlahan-lahan seperti abrasi mengikis pantai.
Waktu atas sebuah pernikahan membuat cinta menjadi pudar, padahal asal muasal cinta begitu kuat tak terpadamkan, cinta sejati tidak bisa dibayar dengan harta benda.
Bangun pagi ini katakan kepada pasangan kita " I LOVE YOU " biarlah ini menjadi pupuk yang akan menyuburkan kembali cinta kepada pasangan kita.
Tujuan pernikahan bukanlah berpikiran sama, tetapi berpikir bersama.
Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
Kenapa kita disatukan dengan pasangan kita, agar kita saling melengkapi.
Pasangan yang tepat adalah yang dapat melengkapi kekurangan kita, bukan yang sama seperti kita.
Ketahuilah! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa menemukan pasangan yang memiliki pikiran yang sama.
Ketika kita bangun pagi ini pandang pasangan kita lalu katakan "saya membutuhkan kamu tanpa kamu hidup jadi tidak sempurna"
Lalu mulailah merangkai perbedaan perbedaan dengan pasangan kita agar menjadi satu sehingga menjadi suatu kekuatan yang luar biasa.
Percayalah ! Mulai saat ini keluarga kita menjadi keluarga yang diberkati TUHAN
Tuhan Yesus memberkati
Sabtu, 27 November 2021
KURAGNYA KEPERCAYAAN ORANG PAPUA TERHADAP VIRUS CORONA DAN VAKSIN.
![]() |
| Ilustrasi Virus Covid19 |
Covid19 adalah virus biologis yang diciptakan oleh manusia di Cina pada akhir tahun 2019, virus ini berkembang sangat pesat di seluruh Dunia. Penyebarannya sangat drastis sehingga rumit untuk mencegah dan memutuskan mata rantai penularan virus ini.
Covid19 membuat orang di Dunia tertekan dan tidak bisa melakukan aktivitas, pekerjaan, belajar, jualan serta lainnya semua dilakukan dari rumah. Pemerintah berupaya untuk memutuskan mata rantai penularan virus Corona ini tetap sebagian orang tidak percaya lalu menghiraukan protokol kesehatan yang di keluarkan oleh Kementerian Kesehatandan sehingga terus melakukan aktivitas tanpa patuhi prokes, dalam kondisi seperti itu penyebaran virus makin meningkat terutama di tempat-tempat umum pasar, mall, caffe, bandara, pelabuhan serta lainnya.
𝑴𝒆𝒏𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍 𝑫𝒖𝒏𝒊𝒂 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒑𝒆𝒏𝒚𝒂𝒌𝒊𝒕 𝑪𝒐𝒓𝒐𝒏𝒂 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒑𝒆𝒏𝒚𝒂𝒌𝒊𝒕 𝒍𝒂𝒊𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒕𝒂𝒌𝒅𝒊𝒓 𝑻𝒖𝒉𝒂𝒏, 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍 𝑫𝒖𝒏𝒊𝒂 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝑬𝒇𝒆𝒌 𝒔𝒖𝒏𝒕𝒊𝒌𝒂𝒏 𝑽𝒂𝒌𝒔𝒊𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒑𝒆𝒎𝒃𝒖𝒏𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒄𝒂𝒓𝒂 𝒑𝒂𝒌𝒔𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒍𝒂𝒌𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑵𝒆𝒈𝒂𝒓𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒉𝒂𝒅𝒂𝒑 𝒓𝒂𝒌𝒚𝒂𝒕𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊.
Virus Corona ini memang benar adanya sudah mendunia tapi masyarakat Papua sebagian besar sama sekali tidak percaya bahwa Covid19 ada dan sedang menyebar di sekitar kita. Aturan ketat bagaimana pun tetap saja keras kepala dan tidak mau tahu dengan virus maupun protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Menkes dan pemerintah daerah setiap kabupaten.
Masyarakat tentu sudah tahu bahwa pemerintah itu pimpinan dan wakil Allah yang harus mereka tunduk kepadanya.
Masyarakat yang baik tentu dengar, taat dan ikuti perintah pimpinan tertinggi dalam hal ini pemerintah pusat hingga daerah karena pemerintah itu wakil Allah tetapi masyarakat justru melawan dengan pemerintah sebagai wakil Allah, berarti kita harus berpikir bahwa ada sesuatu yang belum beres di pemerintah pusat hingga daerah dan rumah sakit.
Orang di Indonesia dan dunia lain jenazah sulit untuk dimakamkan, karena meninggal sampai puluhan hingga ratusan orang sehari, namun orang Papua pikir itu hanya tipu doang, pemerintah Team Covid19 dan tenaga medis dibuat-buat supaya dapat dana dari Bank Dunia dan Organisasi WHO.
Orang Papua tidak percaya karena mereka hanya dengar cerita lalu bicara tidak, pasti punya pengalaman dalam penanganan pasien Covid19 dalam keluarga mereka masing-masing.
Kita juga punya pengalaman dalam keluarga pada tahun 2020, Ada keluarga kita yang sakit sedang berobat di rumah sakit umum maaf saya tidak bisa sebut nama tempat dan rumah sakit tapi saya hanya tulis pandangan umum saja.
Saat itu ada keluarga kita yang sakit dengan penyakit lain, kita sebagai keluarga sudah tahu diagnosanya penyakit yang ia derita itu, berobat di salah satu rumah sakit umum daerah tetapi kondisinya semakin parah sehingga keluarga diminta untuk bawa pulang ke kampung halaman, saat itu mobil juga sangat sulit jadi kita bayar harga lebih dari biasanya, semua surat lengkap. Sesampai di pintu masuk salah satu kabupaten petugas Tim Covid19 dan tenaga medis ditolak kembali ke kota asal, meskipun pasiennya dalam kondisi kritis. Negosiasi berulang kali tapi mereka tetap bersikap keras. Pada akhirnya kita mengalah dan bawa kembali pasien, setelah kita urus surat-surat yang diminta kembali lagi kita bawa pulang dan mereka ijinkan kita untuk masuk di kota itu.
Padahal pertama kita sudah urus surat itu sesuai dengan yang diminta atau sudah ditetapkan kementerian kesehatan dan pemerintah daerah untuk surat-surat ijin keluar perjalanan.
Menjadi pertanyaan dalam benak kita saat itu adalah jika pasien tersebut menderita penyakit Corona pasti keluarga yang tinggal sama-sama semua terinfeksi virus Corona dan meninggal satu-persatu sampai habis.
Namun sampai hari ini kenapa tidak meninggal sudah masuk satu tahun.?
Dalam kejadian-kejadian seperti ini membuktikan kebohongan pemerintah itu terungkap dengan sendirinya sehingga sampai saat dibilang virus Corona masyarakat Papua tidak akan percaya karena tidak ada transparansi dalam penanganan pasien Covid19 dan pasien umum.
Mereka yang sudah kehilangan keluarga karena Covid19 pasti sakit hati ketika melihat orang lain jalan bebas tanpa mengikuti krotokol kesehatan, selain itu dua kemungkinan yang ada dalam benak mereka yaitu antara percaya dan tidak keluarga yang meninggal itu karena Covid19.
Kita jelaskan secara teoritis apa yang kita dengar dan baca di berita melalui media massa dan media sosial serta melalui televisi tetapi sebagian besar tetap mempertahankan argumentasi bahwa Covid19 itu tidak ada di Papua sini, orang Papua beranggapan bahwa Covid19 ini penyakit khusus untuk orang kulit putih, orang kulit hitam tidak bisa terinfeksi Covid19.
Padahal wabah ini tidak pandang bulu antara putih dan hitam, kaya atau miskin, muda atau tua, pejabat negara atau masyarakat, pelayan Tuhan atau umat semua sapu rata,
Ketika kita bicara tentang Covid 19 pasti orang lain akan katakan kepada kita bahwa kamu punya iman atau tidak,?
Setiap orang mempertanyakan iman orang lain tapi kita tidak introspeksi diri, sejauh mana pertumbuhan iman kita setiap hari. Imam dan percaya kepada Tuhan, Ya memang benar kita sebagai orang percaya punya iman tetapi hikmat yang Tuhan berikan juga kita gunakan untuk memutuskan mata rantai penularan virus ini dan juga kita saling menjaga antara satu sama lain.
Kita yang selalu menggunakan masker dicap sebagai orang yang tidak beriman, boleh saja orang lain angap kita seperti itu tetapi yang layak untuk mengukur besar dan kecilnya iman kita adalah Tuhan sendiri kita sesama manusia jadi tidak bisa menghakimi antara satu sama lain.
Boleh-boleh saja orang lain Capkan seperti itu tetapi pertanyaannya adalah apakah kita sendiri sudah terima Yesus atau belum..?
Banyak orang percaya tetapi iblis juga percaya Yesus, yang masuk surga dan menjadi ahli waris Allah adalah hanya anak-anak Allah yang sudah terima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi. ( Yoh 1:12)
Sebab kematian itu hal biasa siapapun dia harus meninggal dunia lalu menghadap sang pencipta, sehingga kita tidak takut, untuk meninggal Dunia, yang kita harus takuti adalah belum terima Yesus lalu meninggal.
Kita bicara bukan hanya untuk diri kita saja tetapi untuk orang lain. Jika ada orang yang meninggal tanpa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi, maka siapa yang tanggung jawab.
Jangan lagi kita tafsirkan vaksin itu disebut sebagai antkris atau angka Enam Ratus Rnam Puluh Enam (666). Kita bisa bedakan antara chip dan injeksi sebagai cairan, tanda antikris akan menandakan secara otomatis kepada manusia bukan disuntik.
Kata antikristus yang berarti kuasa yang melawan Allah dan Kristus, orang-orang yang menyelma seperti Kristus, tanda 666 secara otomatis akan menandakan kepada mereka. Maka jangan bikin panik masyarakat dengan berita-berita yang tidak benar.
Mau vaksin dan tidak itu Hak pada setiap individu, tidak ada unsur pemaksaan dari siapa.
Ada beberapa alasan orang Papua tidak percaya pada virus Covid19 adalah :
1.Sejak Papua aneksasi ke Indonesia orang Papua tidak percaya sama sekali kepada pemerintah Indonesia.
Terlebih khusus lagi pemerintah daerah Papua dan pihak keamanan baik TNI maupun Polri. Karena tidak pernah memberitakan informasi yang sebenarnya terjadi di lapangan, selalu memutar balikan fakta.
2. Orang Papua menduga bahwa pihak rumah sakit memanipulasi data pasien biasa menjadi pasien Covid19. Orang sakit lain lalu meninggal juga dicapkan sebagai pasien Covid19.
3. Pemerintah juga banyak membodohi masyarakat, yaitu Bantuan Tunai Langsung (BLT), dana ini tidak turun pada sasaran ke masyarakat tetapi dana tersebut digunakan oleh para pejabat lalu buat laporan manipulasi diatas kertas putih. Sehingga sampai kapanpun masyarakat Papua tidak akan pernah percaya sama pemerintah pusat hingga daerah.
4. Orang Papua sangat panik karena sudah nonton sendiri video-video orang meninggal karena divaksin yang tersebar.
5. Di kantor, Pasar, Mall dan toko tetap dibuka tetapi mengapa Masjid dan Gereja ditutup secara paksa oleh pemerintah.
Ketika belum ada keterbukaan dari pemerintah terhadap masyarakat Papua maka tidak ada satupun yang percaya kepada pemerintah Republik Indonesia ini, karena dari pandangan masyarakat Papua pemerintah Indonesia adalah negara produk hoax nomor satu di dunia.
Jumat, 22 Oktober 2021
Hutang Telah dibayar Lunas
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:30)
Sebagai seorang ibu tak sanggup untuk Manahan tangisan dan merelahkan anaknya untuk disalibkan.
Kadang kalah kita sulit untuk merelakan anak kita untuk sekolah kebenaran atau Teologi, banyak pertimbangan dalam hidup kita sebagai ayah dan ibu. Hanya sekolah saja tetapi kita pikirkan apalagi kita menyerahkan untuk dibunuh. Saya yakin seratus persen tidak ada yang berani di dunia ini.
Pada perjanjian lama hanya Abraham sendiri yang berani menyerahkan anaknya yang sulung yaitu Isak dipersembahkan sebagai kurban bakaran di gunung sinai untuk Tuhan Allah. (Kej 22:1-19)
Pada zaman ini saudara dan saya, berani untuk menyerahkan anak seperti Abraham lakukan.? Tentu tidak.
Hal yang serupa juga dilakukan oleh Allah untuk menyerahkan Yesus kepada musuh untuk dibunuh dan disalibkan demi menebus dosa saudara dan saya.
Andaikan anda dan saya ketika melihat saudara atau keluarga diantara kita disalibkan seperti penyaliban Yesus ini, bagaimana respon saudara.?
Sebagai manusia tentu tidak terima baik atas tindakan seperti ini.
Murid-murid-Nya dan saudaranya telah melihat penyaliban Yesus namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sebab itu waktunya untuk Yesus harus disalibkan membayar hutang yang telah kita lakukan yaitu Dosa saudara dan saya.
Jikalau Yesus tidak mati dan disalibkan maka hari ini saudara dan saya tidak bisa menikmati berkat Tuhan, rohani maupun jasmani.
Hanya karena kemurahan Tuhan saudara dan saya dapat diselamatkan terlebih lagi hari ini kita bisa terima nafas hidup secara cuma-cuma tanpa dibayar sepersenpun seperti Yesus lakukan.
Rabu, 20 Oktober 2021
𝗘𝗺𝗮𝘀 𝗺𝘂𝗿𝗻𝗶 𝗱𝗶𝗸𝗲𝗻𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗱𝗶𝘂𝗷𝗶
Senin, 30 Agustus 2021
PENGANIAYAAN YANG BERBALIK
![]() |
Ilustrasi-penganiayaan-terhadap-seorang-pria |
Bacaan: 1Petrus 2:18-25NATS: Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya (1Petrus 2:21)
Jumat, 11 Juni 2021
SI ANJING YANG MALANG
Kamis, 29 April 2021
PEMERINTAH INDONESIA GAGAL MENDEKATI ORANG ASLI PAPUA
![]() |
| Ilustrasi Sikap dan Tindakan Orang Indonesia Terhadap Orang Asli Papua |
Oleh : Jazwan W. Yanengga
Pemerintah Indonesia sudah sekian tahun numpang tinggal di pulau Papua bersama Orang Asli Papua, tapi gagal mengambil hati Orang Asli Papua dan Mengindonesiakan orang Papua.
Sebelum pulau Papua aneksasi ke Indonesia, Pulau Papua sudah punya Negera sendiri diproklamasikan pada tanggal 1 Desember tahun 1961.
Soeharto pernah berkata bahwa bubarkan negara boneka pembentukan Belanda, secara tidak sadar beliau mengakui negara West Papua.
Indonesia lebih cenderung melihat kekayaan alam daripada manusianya, pemimpin-pemimpin besar Indonesia dari tahun ke tahun menanam Investasi di tanah Papua tanpa memperdayakan putra-putri asli Papua. Dari Pandangan Orang Indonesia tanah ini tanpa tuan sehingga semua keputusan diputuskan menurut kehendak mereka sendiri tanpa keterlibatan Orang Asli Papua dan tanpa pertimbangan dampak positif dan negatif yang akan terjadi di masa kini, dan akan datang terhadap Orang Asli Papua sebagai ahli waris di atas Tanah ini.
Jika Orang Indonesia datang di Papua ini kerena peduli dengan manusia maka, Papua itu maju dengan cepat seperti daerah-daerah lain di Indonesia. Tetepi mereka punya visi lain-lain sehingga tidak ada perubahan yang signifikan terhadap orang asli Papua. Orang Asli Papua punya bukti bahwa, ketika orang tua kita dulu mengajar dari orang belanda kemajuannya lebih cepat daripada sekarang ini.
Stigma orang Indonesia terhadap Orang Asli Papua, Bodoh, terbelakang, kaki telanjang, ketinggalan zaman masih tertanam dalam pikiran orang Indonesia.
Bukti dari itu tidak ada Orang Asli Papua yang bisa kerja di Indonesia, jangankan pekerjaan besar tukang sapu saja tidak ada, karena stigma itu terus di kembangkan oleh Indonesia dari generasi ke generasi.
Saya pernah ditanya oleh orang Indonesia melalui akun Twitter saya, Abang di Kota Merauke ada lampu atau tidak,? Kemudian saya jawab anda baru bangkit dari kuburan mana, Merauke itu kota tertua sebelum Papua aneksasi ke Indonesia, Merauke sudah ada pelabuhan, bandara, Penerangan, Pertanian sudah dibangun oleh pemerintah Belanda.
Anehnya pada zaman yang sudah canggih seperti sekarang ini stigma itu masih tertanam dalam pemikiran mereka, bisa lihat di Google earth, maps saja masih masih tanya-tanya dengan pertanyaan yang tidak berbobot.
Negara Indonesia punya target untuk menghilangkan nyawa orang Papua satu- persatu secara sistematik dan terstruktur. Maka siapapun anda dan saya, dari Gubernur, Bupati, Camat, ASN, Kepala Kampung, DPR, TNI, Polri, semua tidak pandang bulu, kita semua ada dalam penjara Indonesia ( Dr. Benny Giyai)
Trauma Orang Asli Papua pada tahun 1977 dalam Operasi Militer di Papua itu masih ada sampai sekarang, sehingga orang-orang tua selalu cerita kepada anak-anak maka sampai kapanpun tidak bisa lupa kecuali kalau sudah merebut kembali kemerdekaan Bangsa Papua Barat dari tangan kolonial Indonesia.
Sejarah tidak pernah tipu, yang memputar balikan fakta itu manusia sendiri, maka Ideologi Papua merdeka sejak lahir sudah tertanam dalam tubuh, jiwa dan Roh Orang Papua itu sendiri, ketika melihat terjadi intimidasi, pembunuhan terhadap orang asli Papua yang tak bersalah, komerkosaan, penjarahan karena menuntut keadilan atas hukum, hak hidup, hak berekspresi diatas negeri sendiri maka semangat perlawanan itu terus bertumbuh dan berkobar pada generasi muda Papua.
Pemerintah Indonesia memberikan level TPNPB menjadi KKB dan kini menjadi teroris tapi pelebelan itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah di atas tanah Papua ini, sebelum melihat akar persoalan Papua yang sebenarnya yaitu, Pepera 1962 dibawa tekanan militer dan pelanggaran HAM berat yang terjadi sejak Pepera sampai hari ini.
Alangkah baiknya pemerintah Indonesia melihat beberapa akar persoalan Papua untuk mencari solusi untuk perdamaian di Tanah Papua ini.
Rabu, 31 Maret 2021
Apa yang Begitu Baik tentang Jumat Agung?
Bagi orang Kristen, Jumat Agung adalah sebuah hari yang sangat penting dalam setahun karena merayakan apa yang kita percayai sebagai minggu yang paling penting dalam sejarah dunia. Sejak Yesus mati dan bangkit, orang Kristen memproklamirkan salib dan kebangkitan Yesus sebagai titik balik yang menentukan bagi semua ciptaan. Paulus menganggapnya sebagai "yang terpenting" bahwa Yesus mati untuk dosa kita, dikuburkan, dan bangkit pada hari yang ketiga, semua sesuai dengan yang Allah janjikan di seluruh Kitab Suci (1 Korintus 15:3).
Pada hari Jumat Agung, kita mengingat hari ketika Yesus rela menderita dan mati disalibkan sebagai korban terbesar untuk dosa-dosa kita (1 Yohanes 1:10). Dilanjutkan dengan Paskah, perayaan mulia akan hari ketika Yesus dibangkitkan dari antara orang mati, menggembar-gemborkan kemenangan-Nya atas dosa dan kematian, dan menunjukkan kebangkitan pada masa yang akan datang bagi semua yang dipersatukan dengan-Nya dalam iman (Roma 6:5).
Arti Sebutan "Jumat Agung"
Tetap saja, mengapa kita menyebut hari kematian Yesus dengan "Jumat Agung", bukannya "Jumat Buruk" atau sesuatu yang mirip semacam itu? Tradisi Kristen melakukan pendekatan ini: di Jerman misalnya, hari itu disebut Karfreitag, atau "Jumat Penuh Sengsara." Dalam Bahasa Inggris, sesungguhnya, istilah asli "Agung" diperdebatkan: beberapa orang yakin itu dikembangkan dari sebutan yang ada sebelumnya, "Jumat milik Allah." Terlepas dari asal-usulnya, sebutan Jumat Baik sepenuhnya tepat karena kesengsaraan dan kematian Yesus, yang memang mengerikan, melambangkan puncak rencana Allah yang dramatis untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.
Rencana Penebusan Allah
Agar kita bisa memaknai kabar baik Injil, pertama-tama kita harus mengerti kabar buruk tentang kondisi kita sebagai orang berdosa yang ada di bawah kutukan. Kabar baik tentang pembebasan hanya masuk akal begitu kita melihat betapa terbelenggunya kita. Cara lain untuk mengatakan ini adalah penting untuk mengerti dan membedakan antara hukum Taurat dan Injil dalam Kitab Suci. Kita membutuhkan hukum Taurat terlebih dahulu untuk menunjukkan betapa tidak berdayanya kondisi kita; kemudian Injil anugerah Yesus datang dan membawa kelepasan dan keselamatan bagi kita.
Demikian juga, Jumat Agung adalah "agung" karena sama seperti mengerikannya hari itu, kengerian itulah yang seharusnya kita alami agar menerima sukacita Paskah. Murka Allah atas dosa harus ditumpahkan kepada Yesus, korban pengganti yang sempurna, agar pengampunan dan keselamatan dicurahkan untuk bangsa-bangsa. Tanpa hari yang sangat mengerikan dari penderitaan, kedukaan, dan darah yang tercurah di kayu salib, Allah tidak akan menjadi "benar dan juga Pembenar" bagi mereka yang percaya kepada Yesus (Roma 3:26). Paradoksnya, hari yang tampaknya menjadi kemenangan iblis yang terbesar, sebenarnya adalah pukulan maut dalam rencana baik Allah yang mulia untuk menebus dunia dari perbudakan dosa.
Kebenaran Sejajar dengan Belas Kasihan
Salib adalah tempat kita melihat perjumpaan antara penderitaan dahsyat dan pengampunan Allah. Mazmur 85:10 menyanyikan sebuah hari ketika "kebenaran dan damai sejahtera" akan "bercium-ciuman". Salib Yesus adalah tempat di mana itu terjadi, syarat Allah, kebenaran-Nya, setara dengan belas kasihan-Nya. Kita menerima pengampunan, belas kasihan, dan damai sejahtera ilahi karena Yesus rela menggantikan hukuman Allah atas kita karena kebenaran Allah bertentangan dengan dosa. "Demi sukacita yang ditetapkan bagi-Nya" (Ibrani 12:2) Yesus menanggung salib pada hari Jumat Agung, tahu bahwa itu akan menuju kepada kebangkitan-Nya, keselamatan kita, dan awal pemerintahan Allah atas kebenaran dan damai sejahtera.
Sebuah Doa Jumat Agung
Hari ini, ya Tuhan, aku mohon agar Engkau mengajarku untuk berduka. Jangan biarkan aku terburu-buru untuk mengalami Paskah pada hari Minggu terlalu cepat. Berikanku anugerah untuk tetap tinggal di sana, di tempat kedukaan bertemu dengan penebusan. Jadikan kematian-Mu sangat nyata bagiku seperti kebangkitan-Mu. Biarlah aku selalu dekat ke salib.
Saat aku menanti di kaki salib, ya Tuhan, singkapkan sekali lagi kepadaku betapa mahalnya harga yang harus dibayar karena dosa-dosaku. Jangan biarkan aku hidup dalam dunia khayalan yang akhir bahagia Paskah membuat keegoisanku menyimpang. Ingatkan aku bahwa anugerah-Mu yang sempurna diperoleh dengan harga yang termahal. Ampuni aku ada masa-masa ketika aku hidup seakan-akan dosa bukanlah sesuatu yang serius, seakan-akan Jumat Baik tidak pernah benar-benar terjadi.
Penuhi aku dengan sukacita dan dukacita, rasa takut dan rasa syukur yang hadir sebelum penguburan Jumat Agung: sukacita karena kemenangan-Mu, dukacita karena kematian-Mu, rasa takut karena kekudusan-Mu, rasa syukur karena anugerah-Mu. Jangan biarkan aku hanya menempatkan salah satu dari emosi-emosi itu dengan mengurbankan yang lain. Beri aku hati yang cukup besar untuk memegang semuanya dengan erat. Jadikanku cukup berani untuk mengejar kebenaran yang benar-benar sejati, bukan hanya kebenaran yang sesuai dengan keinginanku.
Sumber : Wanita Sabda. org









