Kamis, 27 Agustus 2020

Berakar, Dibangun, dan Bersyukur

Kolose 2:6-15 


Dalam bacaan hari ini Paulus menegaskan bahwa keniscayaan logis setiap orang yang menerima Kristus adalah hidup di dalam Dia. Paulus mendeskripsikannya dengan: "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur" (7).

Sang Rasul menegaskan, setiap pengikut Kristus harus mengakarkan dan mengarahkan dirinya hanya kepada Kristus. Dalam botani, berakar berarti siap mengambil air dan zat hara dari dalam tanah. Itu berarti dalam kehidupan kristiani, orang percaya dipanggil menghidupi dirinya dengan nilai-nilai Kristus.

Menarik disimak jika kita hendak meneliti unsur-unsur tumbuhan, kita hanya perlu memeriksa sehelai daunnya. Semua unsur dalam setiap bagian tumbuhan itu sama kadarnya. Dalam hidup seorang Kristen, pikiran, perkataan, dan perbuatan, semestinya dihidupi oleh nilai-nilai Kristus. Aneh rasanya jika yang dipikirkan berbeda dari yang dikatakan dan berbeda lagi dari yang dilakukan.

Tak hanya berakar, Paulus bicara soal pertumbuhan rohani yang dibangun di atas dasar Kristus. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sederhana tertera: "Hiduplah dengan menuruti kemauan-Nya." Kehendak Kristus menjadi arah pertumbuhan rohani. Sesungguhnya, ini merupakan perkara lumrah. Ketika kita membiarkan diri kita dialiri oleh nilai-nilai Kristus, melakukan kehendak Kristus menjadi hal yang wajar. Aneh rasanya, berakar dalam Kristus, tetapi tidak hidup seturut dengan kehendak-Nya.

Yang penting disimak juga, Paulus bicara soal hati yang "melimpah dengan syukur". Sang Rasul sadar, kehendak Kristus sering kali berbeda dengan keinginan manusia. Itulah yang membuat orang percaya merasa berat hidup sebagai Kristen, terlebih di tengah tekanan filsafat dunia (8). Pada titik ini "hidup bersyukur" merupakan frasa kunci.

Marilah kita bersyukur! Bersyukur karena kita dikubur bersama Kristus dalam baptisan dan dibangkitkan bersama Dia setelah pengampunan dosa.


Selasa, 25 Agustus 2020

Rohani vs Sekuler


Kolose 1:15-23

Kita mungkin sering mendengar orang berkata kalau di gereja tidak boleh berkata kasar, tidak boleh berbohong, tidak boleh berpikiran kotor, dan lain-lain. Perkataan ini tentu ada benarnya, tetapi lebih sering disalahartikan: "Kalau di gereja tidak boleh, maka di luar gereja boleh!" Pemahaman seperti ini mungkin sering kita jumpai dalam lingkungan kekristenan hari ini.

Rasul Paulus, mengajarkan kepada jemaat di Kolose bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (16). Ini adalah sebuah ajaran Kristologi yang tegas sehingga jemaat di Kolose tidak jatuh pada ajaran sesat. Ajaran populer yang berkembang saat itu mengajarkan bahwa dunia/ materi adalah jahat sehingga Allah tidak mungkin menjadi manusia. Selain itu, ajaran tersebut mengatakan bahwa Allah tidak mengurusi perkara duniawi (sekuler), melainkan hanya hal-hal rohani.

Rasul Paulus menentang itu karena meyakini bahwa Yesus adalah Allah yang telah menjadi manusia. Ia adalah Allah yang menciptakan segala sesuatu dan segala sesuatu untuk Dia. Dengan demikian, tidak ada hal rohani atau sekuler, melainkan semua yang ada adalah ciptaan Allah.

Dualisme seperti itu kerap kali mengecilkan kekristenan. Seolah-olah kekristenan dianggap sebagai kehidupan agama yang hanya berhenti pada hari Minggu. Akibatnya, muncul anggapan bahwa hidup kudus hanya berlaku di gereja tidak berarti apa-apa di luar gereja.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan berada dalam pengamatan-Nya. Oleh karena itu, sebagai anak Tuhan, kita semestinya melakukan segala sesuatu untuk memuliakan-Nya. Kalau Anda adalah seorang pekerja, bekerjalah seperti untuk Tuhan.

Jika masih bersekolah, maka belajarlah sesuai dengan prinsip firman Allah. Bahkan jika sedang berolahraga, tidur, makan, atau bermain, tetap lakukanlah dengan kesadaran bahwa kita harus memuliakan Allah dalam segala aspek. Dengan penuh penyerahan, kita mau bersaksi tentang Tuhan lewat profesi, pekerjaan, dan seluruh aspek kehidupan. 

Minggu, 09 Agustus 2020

Pertikaian dalam Pelayanan



Filipi 4:2-9
Pernahkah Anda berdebat, bahkan bertikai dengan rekan satu pelayanan? Akibat pertengkaran itu, akhirnya kita berusaha agar tidak ditempatkan dalam tim pelayanan yang sama dengannya. Perdebatan dalam sebuah komunitas atau gereja adalah lumrah. Seperti Euodia dan Sintikhe, dua orang perempuan jemaat di Filipi yang berdebat karena perkara Hukum Taurat.

Paulus bersedih hati atas pertikaian dua orang itu. Sebab dahulunya, mereka adalah rekannya dalam mengabarkan Injil (3). Euodia dan Sintikhe bertikai perihal: apakah para pengikut Kristus yang baru wajib menjalankan Hukum Taurat? Oleh karena hal ini, Paulus meminta tolong kepada rekan pelayanannya yang lain, Sunsugos, untuk menolong mereka berdua agar berhenti bertikai. Paulus menasihati agar mereka lebih mengutamakan kesatuan dalam Tuhan ketimbang bertikai karena perbedaan pendapat.
Sebagai pengikut Kristus yang baru pada zaman itu, perkara Hukum Taurat memang membingungkan jemaat. Sebelumnya, mereka memahami bahwa Hukum Taurat adalah syarat keselamatan. Akan tetapi, ajaran Kristus seolah menunjukkan bahwa kasih karunia Allah menghapuskan Hukum Taurat.
Dalam menyikapi situasi tersebut, Paulus mengajarkan kepada jemaat di Filipi mengenai hal-hal baik sebagai pengikut Kristus. Misalnya, bersukacita, kebaikan hati, tidak khawatir, berdoa, dan bersyukur (4-6). Bagi Paulus, itu semua lebih penting daripada perdebatan dan pertikaian.
Jika hari ini Anda sedang bertikai dengan rekan di pelayanan, hentikanlah! Allah ingin supaya kita, sebagai rekan sekerja-Nya, mengutamakan tujuan pelayanan, yakni memikirkan apa yang benar dan melakukan ajaran Kristus. Jangan sampai perdebatan kecil merusak tujuan Allah yang mulia ini.

Mari kita memohon ampun jika sempat membenci rekan sepelayanan. Di dalam Tuhan, mari kita melayani-Nya dengan kesungguhan hati supaya damai sejahtera Allah menyertai kita semua. Kita mesti mengedepankan kasih, kepada Tuhan dan sesama. 

Minggu, 02 Agustus 2020

Ibadah Syukuran dan Doa Pelepasan Enam Pemuda GIDI Ke Sekolah Alkitab

 Pemuda yang mengambil keputusan untuk sekolah Alkitab (Dok. BPK GIDI Timika)

Timika Sulhit.Com.  Ungkapan Syukur tak ada batasnya kami panjatkan kepada Tuhan yang maha kuasa, atas rahmatnya sehingga acara Ibadah syukur dan pelepasan  pemuda-pemudi yang mengambil keputusan untuk menempuh pendidikan di sekolah Alkitab/kebenaran, bahasa Indonesia dan bahasa daerah telah terlaksana dengan baik di Jemaat Filadelfia Jile-Yale Timika Minggu, 02 Agustus 2020.

Dalam ibadah syukur dan doa pengutusan khotbah di bawakan  oleh Pdt. Yonewas Wonda, sebagai wakil Klasis GIDI Timika. Dengan Tema : "Sebab banyak yang di panggil tetapi sedikit yang di pilih" diambil dari Injil Matius 22:14.

Sudah  saatnya gereja harus siapkan generasi muda dengan  potensi yang ada untuk Tuhan dalam gereja,  kalian pergi belajar di  Sekolah Alkitab dengan baik lalu bisa datang kembali untuk melayani di Klasis Timika maupun diluar Timika untuk  menjadi penginjil bagi orang lain yang membutuhkan pelayanan.


Pelayanan terbesar yang kita lakukan adalah memenuhi panggilan-Nya untuk melayani di ladangnya.  Tuhan memanggil kita untuk menjadi pelayan di ladang-Nya, tanpa memandang usia, status, golongan, dan latar belakang tetapi Ia melihat kesediaan  hati kita yang benar-benar meyalani di ladang Tuhan.

Marilah kita kembali melihat kisah raja Daud, Saul  pergi mengurapi Daud di antara banyak saudara-saudaranya poster tubuh yang begitu gagah perkasa tetapi Tuhan memilih Daud hanya seorang penjaga Domba. (1 Samuel 16:1-13)

Kita di panggil bukan kerena kebetulan tetapi itu semua dalam rencana Tuhan  sebelum kita  lahir dari kandungan ibu Tuhan sudah punya rencana yang besar dalam hidup saudara dan saya untuk menjadi pelayan di ladang Tuhan.

Dalam ibadah tersebut di hadiri oleh Badan Pekerja Klasis, Tiga Gembala Daerah dan  sepuluh jemaat GIDI Klasis Timika,   kehadiran ini dengan tujuan  memberikan Doa dan sekaligus untuk memberi sumbangan sukarela demi mendukung keenam pemuda  tersebut. 

Mereka yang telah mengambil keputusan untuk  menempuh pendidikan tersebut adalah antara lain 1. Taipen Payokwa akan ke STT-GIDI Sentani,  2. Telly Payokwa ke STT-SAPPI di Bandung, 3.Bertho Wenda ke Sekolah Alkitab Mamit (SAM ) di Mamit Wilayah Toli. 4.Eminus Enambere ke STAID Wolo wilayah Bogo, 5.Maju Kogoya ke STAID wolo wilayah Bogo. 6.Apinas Mirin ke STT Russel Timika. 

Dalam Sambut penasehat Klasis pdt.Pulias Kiwo, memberikan pesan kepada jemaat sepuluh  gereja bahwa  harus mendukung secara finansial dan keenam anak harus belajar sungguh-sungguh serta siapkan diri di bangku sekolah jadi orang yang mau dengar-dengaran, jaga nama klasis yang di utus, dan harus pulang dengan  hasil. (*) 

Minggu, 26 Juli 2020

Keselamatan Hanya Karena Kemurahan Tuhan


Oleh : Jazwan W Yanengga


Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
 (1 Timotius 1:15)

Kasih Tuhan tanpa batas meskipun kita melakukan hal yang tidak sesuai dengan perintah dan hukum Tuhan, namun  kasih-Nya tidak bisa membedakan antara orang yang turut melakukan pada perintah-Nya dan yang tidak  melakukan kedua-duanya sama-sama  terima berkat Tuhan dan menikmati  serta merasakan.
Contohnya adalah, nafas hidup, Waktu, sinar matahari, kesehatan yang kita peroleh dari Tahun hari ini. Orang yang tidak mengenal Tuhan juga terima dan rasakan tetapi ia tidak menyadari bahwa semua yang ia peroleh adalah berkat daripada Tuhan, maka tak pernah mensyukuri apa yang ia terima setiap waktu itu.

Mengapa kasih Tuhan itu tanpa perbedaan antara orang yang tidak mengenal Tuhan dan orang yang   sudah mengenal dan  terima Yesus.? Padahal kita melihat di  zaman dahulu, orang yang melanggar  perintah dan hukum  Allah, Ia langsung  murka kepada mereka dan  memusnahkan dari bumi ini.

Kita harus bersyukur karena sekarang kita ada di zaman anugerah sehingga Tuhan masih memberi kita kesempatan dan waktu untuk  bertobat lalu berbalik kepada Tuhan. Namun sampai saat ini kita tidak merasakan hal itu, masih terus mencintai Dunia.  Kita terus mencintai Dunia atau kembali berbalik kepada Tuhan, jawaban nya ada di tangan saudara dan saya secara pribadi.
Saudaraku yang terkasih, hidup kita di dunia ini hanya singkat dan sementara, selagi kita masih bisa bernafas dan masih bisa berbuat apa-apa tinggalkan Dunia lalu berbalik kepada Tuhan.
Penghalang terbesar hubungan antara Allah dengan kita adalah Dosa,  tetapi ketika mengaku dosa kita Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni semua dosa-dosa kita dengan darahnya. (1 Yohanes 1:9)

Kadang kalah kita merasa malu untuk mengaku dosa kita terhadap hamba Tuhan, teman, Saudara,  atau orang yang lebih tua dari kita untuk di do'akan. Hal ini wajar saja karena sebagai manusia  berpikir bahwa apa yang kita ceritakan  pasti ia akan kembali menceritakan kepada orang lain lagi, kecuali hamba Tuhan, mereka tentu menutupi semua dosa kita,  dengan pemikiran ini membuat kita malu dan  ketakutan  untuk susah mengaku dosa kepada orang lain, terlebih lagi kepada Tuhan. 

Kita tahu  bahwa hubungan pribadi kita dengan Allah itu tidak ada perantara dengan siapapun. Garis komunikasi dan hubungan kita dengan Allah itu secara langsung. Apa yang kita pikirkan dan  lakukan hari ini Tuhan semua mengetahui, maka kita harus mengaku setip dosa kita lalu minta pengampunan kepada  Tuhan secara langsung tanpa perantara.
Sebagaimana seorang anak berkomunikasi dengan ayahnya melalui seluler secara langsung, demikian juga hubungan komunikasi kita dengan Allah. Jika setiap saat kita selalu komunikasi dengan bapak maka Dia sangat mengenal suara kita sehingga Ia akan mengabulkan seruan doa-doa kita.

Pintu pengampunan dosa tetap terbuka untuk semua orang tanpa memandang bulu, asalkan kita mengakui setip kesalahan dan  dosa-dosa   kita di hadapan Tuhan lalu minta pengampunan kepada  Tuhan, maka ia akan  mengampuni setiap salah dan dosa kita. 


Minggu, 19 Juli 2020

PENAMPILAN DAN KEHIDUPAN



Bacaan: 1Samuel 16:1-13
NATS: Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1Samuel 16:7)

Selama beberapa jam pertama acara reuni 30 tahun universitas mereka, Mary Schmich bersama teman-temannya sebagian besar menghabiskan waktu untuk membicarakan paras teman-teman sekelas mereka. Akan tetapi, pada saat acara terus berlangsung, fokus perhatian mereka pun perlahan-lahan mulai berubah. Selanjutnya, di kolom Chicago Tribune, Mary menulis demikian, "Pada saat Anda telah terbiasa dengan fakta bahwa waktu ternyata telah merampas setiap hal dari kepunyaan Anda -- atau menambahkannya di tempat yang salah ... maka berhentilah untuk berpikir tentang penampilan [dan] mulailah berbicara tentang kehidupan." 

Selama ini kita banyak mencurahkan waktu dan perhatian untuk penampilan fisik yang kita anggap sebagai aspek terpenting kehidupan. Akan tetapi, Alkitab telah memberi peringatan kepada kita bahwa Allah menghendaki agar kita memandang diri sendiri dan orang lain dengan cara pandang yang berbeda. 

Ketika Tuhan mengutus Samuel untuk mengurapi seorang raja baru atas bangsa Israel (1Samuel 16:1), Allah mengingatkannya untuk tidak sekadar melihat ciri-ciri fisik, "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi .... Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati" (ayat 7). 

Firman Allah memberi terguran yang keras kepada mereka yang memuja penampilan (Yakobus 2:1,2). Tatkala kita mulai memandang orang lewat cara pandang Allah, fokus kita akan berubah dari penampilan menjadi kehidupan.


CERMIN KITA MEMPERLIHATKAN PENAMPILAN LUAR 

CERMIN ALLAH MEMPERLIHATKAN KONDISI HATI

Minggu, 05 Juli 2020

Mengenal Tuhan Yang Benar


Oleh :Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Maando

Syalom...!!!
Salam sejahtera di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita keluarga Allah. Saudara- saudari ku yang terkasih, marilah saat ini kita patut bersyukur kepada Tuhan karena berkat kasih sayang dan pemeliharaanNya kita masih ada dalam kondisi yang aman dan selamat dari segala serangan covid 19. Pagi hari ini kita diberi kesempatan untuk memuliakan Allah melalui Ibadah Raya Minggu 5 Juli 2020. Karena itu, marilah saudara- saudari ku Keluarga Allah, kita merenungkan Firman Allah yg terambil dari Alkitab:
  • Hosea 6:1-6
  • Ayat Nast 6:3
  • Tema : "MENGENAL TUHAN YANG BENAR"

Banyak orang Kristen yang merasa dirinya sudah mengenal Tuhan Allah dengan baik, dibuktikan dengan rajin beribadah, terlibat dalam pelayanan dan memberi persembahan banyak. Pada hal hal-hal tersebut tidak menjamin sepenuhnya bahwa seseorang memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan Allah. Apa yang dimaksud dengan "mengenal" bukanlah sekedar tahu, tetapi lebih dari itu, yaitu "memiliki hati yang melekat pada Tahun Yesus Kristus dan ada persekutuan yang karib dengan Dia yang terjadi terus-menerus. Bila hanya sekedar tahu saja, orang tidak akan mengetahui isi hatiNya dan semua karakterNya. 

Ada beberapa tokoh pahlawan iman Kristen menjadi contoh dalam mengenal Tuhan Allah dan hidup melekat kepadaNya. Hidup yang melekat kepada Tuhan berarti orang percaya tidak pernah melakukan kesalahan atau dosa, tetapi mereka punya hati yang selalu mau dibentuk, ditegur, dan dikoreksi, serta punya kerendahan hati untuk jujur mengakui setiap kesalahan dan kelemahan jatuh dalam dosa.
Ada beberapa berkat yang luar biasa bagi orang yang mengenal Tuhan Yesus dengan benar, yaitu:

1. Tuhan Allah selalu melindungi dan membentengi hidupnya. (Bacalah Mazmur 91:14).

2. Tuhan Allah selalu mendengar dan menjawab doa-doanya. Orang yang mengenal Tuhan Allah dengan benar, doanya pasti dijawab oleh Tuhan, sebagaimana yang Tuhan telah Firman kepada Nabi Yeremia. (Bacalah, Yeremia 29:12-13). 

3. Tuhan memberkati dgn umur panjang (Maz.91:16), meliputi: kesehatan dan damai sejahtera (Amsal 3:2).

4. Memperoleh keselamatan hidup kekal (Maz 91:16; Yos 1:6; Yoh 3:15; I Yoh 5:11,12). Ada jaminan keselamatan dan hidup kekal bagi orang-orang yang mengenal dan menerima Tuhan Yesus Kristus selalu juruselamat pribadinya.

Oleh karena itu, marilah kita selalu dan semakin bersungguh-sunguh memiliki hubungan intim di dalam Tuhan Yesus lebih lagi. Mengenal Tuhan Allah berarti mengerti isi hatiNya, mengerti kehendakNya, mengerti rencanaNya, menyesuaikan setiap langkah hidupNya dan tekun menuruti Firman-Nya serta berusaha untuk tidak menyakiti hati mengecewakan Tuhan dengan ketidaktaatan.
KALAU KITA MENGENAL TUHAN DENGAN BENAR, PASTI KITA DIKASIHINYA!... Amin.

Akhirnya kami gembala jemaat pribadi, Keluarga dan BPH menyampaikan selamat beribadah kepada Tuhan Allah di dalam Roh dan Kebenaran dan Selamat menjaga kesehatan jasmani dan rohani dalam kehidupan pribadi, Keluarga, kelompok di tempat tinggal masing-masing Semoga Doa syafaat kami Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati kita. .

Minggu, 28 Juni 2020

Penderitaan Kristus Menjadi Teladan


Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado


Syalom....!!!!!
Salam sejahtera di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita bagi keluarga Allah. Saudara-saudara ku yang terkasih, marilah saat ini kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena berkat kasih sayang dan pemeliharaanNya kita masih ada dalam kondisi yang aman dan selamat. Pagi hari ini kita telah diberikan kesempatan untuk memuliakan Allah melalui Ibadah Raya Minggu Tanggal 28 Juni 2020.
Oleh karena itu, saudara-saudari ku Keluarga Allah Marilah kita merenungkan Firman Allah yang terambil dari : 
• 1 Petrus 3:18-22
• Ayat Nast 3:18
• Tema: "PENDERITAAN KRISTUS MENJADI TELADAN"

Saudara-saudariku Keluarga Allah yang saya kasihi, renungan Firman Allah saat ini bertolak dari Matius 16: 18,  Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, "Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jeamaatKu". 
Ketika Petrus menulis bagian ini, ia sama sekali tidak mengira bahwa akan dikelompokkan sebagai salah satu bagian yang paling sukar dalam Perjanjian Baru. Para penafsir yang baik dan saleh telah bergumul ayat-ayat ini, berdebat dan saling berbeda pendapat dan tidak selalu memberikan pertolongan rohani yang berarti. Kini kita ingin mendapatkn pertolongan  Allah yang diberikan Petrus untuk mendorong orang-orang Kristen yg sedang mengalami penderitaan. 

Bagian ini ada tiga pelayanan yang berbeda. Jika kita mengalami ada Pelayanan yg berbeda, kita akan lebih mampu mengikuti penderitaan di dalam kehendak Allah dan memuliakan Kristus. Petrus menampilkan Yesus Kristus sebagai teladan yang sempurna telah diperlakukan secara tidak adil, namun Yesus tetap taat kepada Allah melalu:

1). KEMATIAN YESUS KRISTUS (ay 18). 

Dalam ayat 17 Petrus menyebut tentang penderitaan, karena berbuat baik bukan karena berbuat jahat. Petrus menunjukkan Yesus Kristus sebagai teladan. Dan memang Yesus Kristus adalah teladan yang benar (Kis 3:14), tetapi Yesus diperlakukan dengan tidak benar. Mengapa demikian? Karena Yesus mati bagi orang yang benar dan membawa mereka kepada Allah! Yesus mati sebagai pengganti orang berdosa (1 Pet 2:24), Ia mati hanya satu kali (Ibr 9:24-28). Pengertian lain Yesus mati menderita atas perbuatan baik. Ia mati bukan atas dosa-dosa Dia sendiri, karena Dia tidak pernah berbuat dosa (1Pet 2:22). 

Ungkapan "membawa kita kepada Allah" merupakan istilah tehnis yang berarti "memperoleh dukungan di pengadilan". Karena karya Kristus di kayu salib, maka kini kita telah beroleh jalan masuk kepada Allah (Ef. 2:18; 3:12). Kita boleh datang penuh dengan keberanian untuk menghampiri tahtaNya (Ibr 10:19 dst)! 
Kita juga beroleh jalan masuk kepada kasih karunia-Nya yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari (Rum 5:2). Ketika tirai Bait Allah terbelah dua hal itu melambangkan jalan baru dan jalan itu terbuka  bagi manusia kepada Allah hanya melalui Yesus Kristus.

2). PROKLAMASAI YESUS KRISTUS (Ay. 19-20).

Ungkapan "yang telah dibangkitkan menurut Roh" yang telah menimbulkan persoalan bagi manusia. Tetapi Kebenaran bagian  lain bisa menguatkan bahwa: "Dibunuh berkenaan dengan tubuh jasmani tetapi dibangkitkan berkenaan dengan roh." Dalam hal ini yang berlawanan adalah soal daging dan roh, seperti halnya dalam (Mat 26:41 dan Rom 1:3-4) & bukan tubuh manusiawi Kristus dan Roh Kudus.

Tuhan Yesus mempunyai tubuh jasmani (Mat 26:26), jiwa (Yoh 12:27), dan roh (Luk 23:46). Dia bukanlah Allah yang mendiami manusia, tetapi Dialah manusia sekaligus Allah yang sesungguhnya. Saat Ia mati, Ia menyerahkan rohNya kepada Allah Bapa (Luk 23:46; Yak 2:26). Bagaimana pun juga terbukti bahwa jika Ia "telah dibangkitkan menurut Roh", pasti pada suatu saat rohNya pernah mati. Mungkin hal itu terjadi ketika Ia menjadi berdosa krn kita dan ditinggalkan oleh BapaNya (Mar 15:34; 2 Kor 5:21). Ungkapan "yang telah dibangkitkan menurut Roh" bukan berarti kebangkitan Karena kebangkitan itu berhubungan dengan TUBUH.

Jadi, di kayu salib Tuhan Yesus yang telah menderita dan mati. TubuhNya dibunuh, dan rohNya mati ketika Ia dijadikan berdosa karena kita. Walaupun demikian rohNya telah dibangkitkan dan Ia menyerahkannya kepada Allah Bapa. Beberapa saat antara kematianNya dan kebangkitanNya, Yesus telah mengadakan suatu proklamasi secara khusus kepada "roh-roh yang ada dalam penjara". 
Yang mengatakan bahwa 'roh-roh yang di dalam penjara" ini adalah roh-roh orang berdosa yang telah meninggal dunia yg di alam maut (dunia orang mati=Hades), kepada mereka Yesus memberitakan kabar kesukaan tentang keselamatan. Yesus memberitakan suatu deklarasi kemenangan atas Iblis dan para pengikutnya melalui kematian di kayu salib.

3). KEBANGKITAN YESUS KRISTUS (ay. 21).

Kematian terjadi apa bila roh meninggalkan tubuh (Yak 2:26), maka kebangkitkan mencakup kembalinya roh ke dalam tubuh (Luk 8:55). Allah Bapa membangkitkan Yesus dari antara orang mati (Rom 6:4; 8:11), tetapi Anak Allah juga memiliki wewenang untuk membangkitkan diriNya sendiri (Yoh 10:17-18). Hal ini suatu mujizat! Karena kebangkitkanNya, orang Percaya kepada Yesus Kristus memilki "hidup yang penuh dgn pengharapan" (1Pet 1:3-4). 

Janganlah mengecilkan pentingnya kebangkitkan Yesus Kristus. KebangkitanNya menyatakan bahwa Ia adalah Allah (Rom 1:4), pekerjaan keselamatan telah digenapi dan digenapi Allah Bapa (Rom 4:25), dan bahwa maut telah dikalahkan (1 Tes 4:13-18; Wah 1:17-18). Pekabaran Injil mencakup juga hal kebangkitkan (1Kor 15:1-4) karena seorang Juruselamat yang mati tidak dapat menyelamatkan seorang pun. Hanya Kristus yang bangkitlah yang memberi kita kuasa yang kita perlukan sebagai dasar untuk hidup dan pelayanan sahari-hari kita (Gak 2:29).

4). KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SORGA (ay 22).

Empat puluh hari setelah kebangkitkan Yesus, menampakkan diri kepada para muriNya dalam menguatkan hati dan menyenangkan imannya, Yesus naik ke surga duduk di tahta sebelah kanan Allah Bapa, penuh kemuliaan (Maz 110:1; Kis 2:34-36; Fil 2:5-11). Orang-orang percaya akan mendapat tempat bersama-sama dengan Dia di surga (Efe 2:4-6) dan melalui karyaNya kita bisa hidup dan berkuasa (Rom 5:17). Ia melayani jemaatNya sebagai imam besar Agung (Ibr 7:25; 4:14-16) dan Ia menjadi pengantara kita. Ia juga telah berjanji menyiapkan suatu tempat bagi umatNya (Yoh 14:1-6) dan pada suatu saat Ia akan datang kembali untuk menjemput dan membawa pulang anak-anakNya ke tempatNya.

Pokok utama yang harus ditekankan disini adalah kemenangan Kristus yang sempurna atas segala "malaikat, kuasa, dan kekuatan" (1 Pet 3:22), juga menunjuk kepada roh-roh jahat dan kepada Iblis (Efe 6:10-12; Kol 2:15). Para Malaikat yang tidak berdosa selalu taat kepada Dia. Sebagai orang-orang  percaya atau nak-anak Allah kita tidak berperang untuk memperoleh Kemenhan, tetapi dari kemenangan s/d kemenangan yang luar biasa, yang telah diperoleh Yesus Kristus untuk kita dalam kematianNya, kebangkitkanNya dan kenaikanNya. Amin.

Akhirnya kami gembala jemaat pribadi, Keluarga dan BPH menyampaikan selamat beribadah kepada ALLAH dan selamat menjaga kesehatan rohani dan jasmani secara pribadi, keluarga, dan kelompok di tempat tinggal masing-masing Semoga Doa syafaat kami Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati kita. "IMANUEL "

Minggu, 21 Juni 2020

Pertobatan Sejati


Pertobatan Sejati

Oleh : Pdt. Thomas Wenda, S. Th
Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado


Syalom....!!!!
         Salam sejahtera bagi kita keluarga Allah di dalam Kasih Kristus Yesus Tuhan kita. Marilah saat ini kita patut bersyukur kepada  Tuhan, Karena berkat penyertaanNya kita masih ada dalam kondisi yang aman dan selamat dan pagi hari ini kita boleh ada mengadakan Ibadah Raya Minggu tanggal 21 Juni 2020. 
Oleh karena itu, saudara-saudra ku Keluarga Allah saya mengajak kita merenungkan Firman Allah yg terambil dari Alkitab dari :
✓ Injil Matius 4:12-17
✓ Ayat Nast 4:17
✓ Tema: "PERTOBATAN YANG SEJATI".

Saudara-saudara ku Keluarga Allah yang saya kasihi, renungan Firman Allah saat ini seruan untuk 'bertobat'. Karena 'Bertobat' adalah perkataan yang pertama disampaikan oleh Tuhan Yesus pada saat Ia memulaikan Pelayanan dan tema utama dalam PelayananNya di bumi. Berita tentang pertobatan ini juga yang diseru-serukan oleh Yohanes Pembaptis di Padang gurun Yudea, di awal pelayanan & tema utama pelayanannya kepada umat Israel. Jadi sebenarnya hidup dalam pertobatan adalah kehendak Tuhan Allah bagi semua orang, terutama kita yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus, sebab yang menjadi dasar pertobatan sejati adalah mempunyai iman yang benar kepada Tuhan Yesus Kristus.

Untuk menuju kepada  pertobatan yang sejati ada beberapa langkah yang harus kita perhatikan: 

1). Kita harus menyadari bahwa diri kita ini adalah orang berdosa. Ada banyak orang menganggap dirinya orang yang benar dan suci sehingga ia merasa bahwa dirinya tidak perlu bertobat. Pengakuan jujur sbg orang berdosa yang memerlukan pengampunan dosa dari Tahun Yesus adalah langkah awal pertobatan. Pengakuan diri kita orang berdosa secara jujur adalah bukti bahwa kita rela mau merendahkan diri di hadapan Tuhan Yesus Kristus, sebab "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan Kebenaran tidak ada di dalam kita" (1 Yoh 1:8). Apa bila kita mau datang kepada Tuhan Yesus dan mengakui segala dosa kita, "...maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan". (1 Yoh 1:9). 
Bahkan Nabi Yesaya dalam  nubuatannya berkata "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba". (Yes 1:18). Itulah sebabnya, kita harus percaya dan mengakui bahwa Yesus telah mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita, dikuburkan dan bangkit pada hari yang ke tiga, akhirnya telah mengalahkan kuasa maut yaitu Iblis.

2). Kita harus mengaku dengan mulut & percaya Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat.  Sebab Rasul Paulus berkata "... dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan". Jadi kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik kita, tetapi semata-mata karena anugerahNya. Hal tersebut tertulis dalam, "...kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaan mu: jangan ada orang yang membanggakan diri" (Efe. 2:8-9). 
Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus, berarti mau hidup hanya dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak lagi hidup menurut jalan kehendak hati kita sendiri. Dalam Amsal 3:5-6 dikatakan bahwa: percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dlm segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu". Jika kita hidup seturut dengan Firman Allah dan mau hidup ini hanya dipimpin oleh Roh Kudus, perjalanan kita tidak akan tersesat. "Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat" (Amsal 10:17).

3). Kita harus berbalik arah hidup dari segala perilaku yang jahat. 
Berarti kita berbalik dari  kesukaan melakukan segala dosa kepada harus membenci segala perilaku berbuat dosa dan selalu suka hidup dalam kebenaran, yang artinya selalu hidup dalam ketaatan. Ketika hidup dalam ketaatan, kita sedang hidup dalam perjanjian berkat Tuhan; kita akan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan. Dengan kata lain kita menikmati berkat-berkat yang disediakan Tuhan sebagai upah dari ketaatan kita. 

Berbalik dari perilaku yang jahat berarti menanggalkan manusia atau cara hidup yang lama dan menggenakan cara hidup manusia yang baru, seperti ada tertulis: "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2 Kor 5:17). Berbalik dari perilakunya yang jahat juga berarti, sikap hidup yang tegas terhadap dosa-dosa dan tidak kompromi dengan dosa lagi. 
Seperti dorongan Firman Allah, "...barang siapa yang benar, biarlah ia terus berbuat Kebenaran; barang siapa yang Kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya! (Wahyu 22:11). Kasih sayang Tuhan Yesus itu tidak terbatas, dengan penuh kesabaran Ia menunggu anak-anak-Nya berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Karena itu janganlah sia-siakan waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan. 

Saudara-saudari ku yang terkasih, Firman Allah hari ini  telah datang dan kita sudah merenungkan masing-masing, bahkan Firman Allah juga mengarahkan sesuai dengan kondisi kehidupan rohani kita. Pertanyaannya saat ini, kah kita mengalami pertobatan sejati? Karena pertobatan sejati pasti menghasilkan buah-buah Roh dan buah-buahan itu berdampak atau berguna bagi  orang-oranh lain yang ada di sekitar kita.

Percaya kepada Tuhan Yesus Kristus berarti menyerahkan seluruh segenap jiwa dan raga hidup hanya kepada Dia.
Karena itu, dengarlah ajakkan Firman Allah: "Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, Firman Tuhan, dan janganlah menjamah  apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu". (2 Korentus 6:17). Amin.

Akhirnya kami sebagai gembala jemaat; pribadi dan keluarga menyampaikan Selamat Beribadah dan selamat menjaga kesehatan rohani dan jasmani secara; pribadi, Keluarga dan kelompok di tempat tinggal masing-masing,  Semoga Doa syafaat kami, Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati kita. IMANUEL

Minggu, 14 Juni 2020

PEMELIHARAAN TUHAN TANPA BATAS




Oleh : Jazwan W. Yanengga

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 
(I Petrus 5:7)

Pemeliharaan Allah di tengah-tengah kesulitan setiap anak-Nya adalah suatu kebenaran yang ditekankan sepanjang Firman Allah.

Kita pengikut Kristus harus menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan, sebab Tuhan yang memelihara kita.

Badai topan kehidupan akan datang dan pergi dan ketika kita mengalaminya kita sering kuatir dan berusaha menghindarinya tetapi tidak berhasil. Penderitaan terus berlangsung seolah-olah tanpa akhir.

Sangat berat memang dirasakan untuk  menjalani hidup di Dunia ini bagi orang-orang yang hidup tanpa Yesus ada  di dalam  dirinya (di dalam hatinya). 

Orang percaya yang sudah terima Yesus juga mengalami hal yang demikian, karena kita sama-sama masih berada di Dunia ini namun dari pandangan mereka lebih mudah untuk hadapi dan menyelesaikan semua persoalan hidup itu, sebab penunjuk jalan yang benar  dan sumber inspirasi  sudah ada di dalam dirinya sehingga terasa ringan untuk  menghadapi dan menyelesaikan semua persoalan hidup yang dialami oleh setiap pribadi orang percaya.

Kehidupan orang yang hidup  tanpa Yesus Bagaikan kapal   tanpa nakoda, kehilangan arah hanya mengikuti  arah angin kesana-kemari. Tantangan hidup datang bertubi-tubi, dalam kehidupannya. Mencari pertolongan  dari orang-orang yang terdekat dengan mereka tetapi tidak dapat ditemukan. 

Mengapa mereka tidak dapat di temukan.?

Bagaimana mereka mau dapat, segala sesuatu yang dibutuhkan itu sedangkan yang punya segala sumber berkat, dan penunjuk arah hidup mereka belum kenal. Segala sumber kehidupan, nafas hidup, berkat, jasmani maupun rohani semua hanya melalui Yesus tak ada  yang lain selain Dia, anak Allah yang hidup.

Seberat apapun beban hidup, masalah, persoalan kita serahkan kepada Tuhan, maka apapun yang kita butuhkan dan alami akan di penuhi dan beban hidup, persoalan semuanya  menjadi ringan karena pertolongan dan pemeliharaan Tuhan tetap ada pada kita.

Mencari wajah Yesus bukan hanya disaat kita mengalami masalah, persoalan, dan beban kehidupan begitu berat tetapi setiap saat, dimana kita berada di Dunia ini maka  kita akan benar-benar mengenal Dia lebih dalam maksud dan rencana Tuhan kedepan untuk kita. Kita lebih dekat dengan Tuhan maka Tuhan juga lebih dekat dengan kita,  kita bisa sampaikan semua persoalan hidup yang kita alami secara langsung melalui Doa dan permohonan serta ucapan syukur kepada Tuhan. 
"Tetaplah berdoa. 
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu". 
( I Tes 5:17-18).

Saudaraku yang terkasih, ketika Yesus sudah ada dalam hati kita, kita semakin  merendahkan diri dan Yesus mengangkat kita lebih tinggi dari apapun yang ada di Dunia ini. Kekuatan dan kuasa semua di berikan kepada kita maka kita sanggup untuk mengalahkan musuh-musuh kita serta terasa ringan untuk menyelesaikan segala macam persoalan yang kita hadapi di Dunia.