Selasa, 15 November 2022

SAMBUTLAH KASIH

Ketika kasih itu hadir mengetuk dipintu hatimu, janganlah membirkan dia pergi. Tetapi sambutlah dia dan simpanlah direlung hatimu. Sebab ada tertulis dengan tinta emas bersinar bagi kau dan aku, yang berkata : "Dari jauh TUHAN menampakan diri kepadanya : "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu." 

Yeremia 31 : 3.


Pdt. Karlos Buburayai

 

KASIH YANG LUAR BIASA



Kasih yang luar biasa ialah menerima seorang yang sangat sederhana dengan cara yang istimewa. Sebab tiada kata sehelai jiwa dan Tiada ucapan selembut sutera. Simpanlah kasih itu direlung hatimu kekal abadi. Sebab ada tertulis : "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih." 

1. Korintus 13 : 13.


Oleh  : Karlos Buburayai, S. Th

Sabtu, 29 Oktober 2022

Pesan Allah Kepada Mereka yang Merasa Seperti Orang yang Gagal



Ada korelasi langsung antara kecenderungan seorang Kristen untuk memakai topeng dan kecenderungan Allah untuk membukanya.

Meskipun ini sulit, ingatlah bahwa itu adalah kasih karunia Allah. Allah adalah Allah yang penuh belas kasihan yang, dengan rahmat-Nya, membuka topeng dan mengalahkan agenda tersembunyi kita.

Pribadi Allah yang baik memungkinkan kita untuk berbuat dosa ... dan kadang-kadang dosa yang besar. Yah, mungkin akan lebih baik untuk mengatakan bahwa Allah yang baik akan secara jelas mengungkapkan dosa Anda kepada Anda atau Dia secara jelas akan mengungkapkannya kepada orang lain. Dia akan mengungkapkan kebesaran dosa Anda kepada Anda atau memungkinkan Anda untuk berbuat dosa besar.

Contoh: Natan memperlihatkan kepada Daud tentang pembunuhan dan perzinahannya dalam 2 Samuel 12. Jika itu tidak membuat Anda tersentak, ada sesuatu yang salah dengan Anda. Kemudian, Daud menulis salah satu pengakuan paling mendalam yang dapat ditemukan di seluruh Alkitab, yaitu Mazmur 51.

Bacalah Mazmur itu dan lihatlah bagaimana Allah merobek topeng Daud. Itu akan memberikan harapan kepada pendosa besar (yaitu Anda dan saya) bahwa Allah adalah Allah yang pengasih dan pemaaf. Dan tidak hanya itu, Anda akan tahu sumber kekuatan Daud, alasan sehingga ia dapat membuat sesuatu seperti menulis Mazmur yang luar biasa dan hidup, dan mengapa ia disebut "seorang pria yang berkenan di hati (Allah)" (1 Sam. 13:14).


Karunia terbesar dari Tuhan untuk orang-orang yang dikasihi-Nya adalah dosa mereka ... saat mereka mengetahuinya. Dan, kutukan terbesar untuk orang Kristen adalah ketaatan Kristen itu... saat mereka mengetahuinya.

Sebagaimana yang saya pahami, Alkitab mengajarkan bahwa orang-orang berdosa karena kita berbuat dosa ... kita semua. Dosa, pemberontakan dan pembangkangan telah menyusup ke dalam serat dari setiap ciptaan Allah dan semua makhluk ciptaan Allah. Itu bukan karena Allah menyukai dosa. Dia membenci dosa karena itu merusak dan berbahaya untuk segala sesuatu yang penting. Itu bukan karena Tuhan tidak menginginkan kita untuk bersenang-senang. Dia bukan "perusak" seperti yang ditunjukkan oleh beberapa pengkhotbah dan orang-orang religius. Hal itu bukan karena Dia mengambil kesenangan dalam menghukum kita saat kita keluar dari jalur. Astaga, Allah malah melakukan hal yang sebaliknya dan melakukan ketidakadilan terbesar dalam sejarah dunia, hukuman dicurahkan pada Anak-Nya sendiri sebagai "pendamaian bagi dosa-dosa kita" (1 Yohanes 2: 2, AYT).

Allah mengizinkan dosa demi kemegahan dan keagungan-Nya (Alkitab menyebut itu "kemuliaan"-Nya) dan untuk kebebasan Anda. Demi Tuhan, jangan buang dosa Anda; akuilah. Jangan menendang untuk menghalaunya. Berhati-hatilah merencanakan agenda perlindungan Anda, atau mengencangkan topeng agar tidak ada orang yang melihat. Selain itu, karena Allah mengasihi Anda, Ia tidak akan membiarkan Anda melakukannya. Kemudian Anda akan bebas.

Allah membenci bagaimana rasa malu, rasa takut dan rasa bersalah dari agenda kita yang tersembunyi dan topeng-topeng merampok kita dari kebebasan dan sukacita. Ia begitu membencinya sehingga Ia melewati "kekacauan" dari kesulitan dan penderitaan untuk membebaskan kita.


Setelah Anda sudah cukup menderita, cukup malu, cukup salah, dan cukup berdosa, Ia akan memeluk Anda dan mengundang Anda ke pesta yang Ia selenggarakan bagi orang-orang yang benar-benar bebas, yang tidak begitu peduli pada apa yang dipikirkan orang lain, dan yang memiliki cinta yang sangat mendalam ketika mereka tidak layak mendapatkannya.


Anda akan menjadi lebih baik nanti.

Saya tahu, saya tahu. Saya benci ketika orang mengatakannya kepada saya. Namun, dalam kasus ini, itu benar. Mungkin tidak "lebih baik" tetapi bebas, dan itu benar-benar lebih baik. (t/N. Risanti)


Nama situs : Charisma Mag

Alamat URL : http://www.charismamag.com/life/women/27125-god-s-message-to-those-who-feel-like-a-failure

Judul asli artikel : God's Message to Those Who Feel Like a Failure

Penulis artikel : Steve Brown

Tanggal akses : 28 Juli 2016

Minggu, 23 Oktober 2022

Kebencian Tak Akan Pernah Berakhir

 Kebencian tidak akan pernah berakhir dengan kebencian lagi, melainkan dengan cinta," dan suatu kesalah pahaman tidak pernah bisa diakhiri dengan perdebatan, melainkan dengan taktik, diplomasi penyelesaian, dan hasrat yang simpatik untuk melihat sudut pandang orang lain.

Sabtu, 22 Oktober 2022

CERITA SI BOCAH DAN NENE DARI DESA

Ilustrasi Seorang Nene di Sebuah Gubuk

Seorang nene bersama cucunya tinggal di sebuah rumah yang tak layak huni di  pedesaan. Suatu hari kakeknya jatuh sakit, tak kunjung sembuh sampai dua bulan. Selama nenenya sakit stok makanan di dalam rumahpun   semua  padahabis, karena yang kuat kerja menafkahi hidup mereka  adalah neneknya.

Suatu hari Bocah itu pergi ke tempat jual gorengan, ia berdiri  di samping gerobak gorengan sambil mengamati setiap pembeli.

 Seorang pemuda datang mengunakan sepeda motor, ia memarkir kendaraannya lalu  membeli gorengan di tempat itu juga, setelah beli ia  terima telepon dari rekannya.  

Tanpa sadar pemuda itu meletakkan gorengannya di atas meja kecil di samping gerobak gorengan.

Bocah itu dengan sekejap ambil gorengan  lalu kabur ke pedesaan.  Penjual beritahu pada pemuda itu, mas gorenganmu dibawa kabur oleh si bocah . Si  Pemuda  mengejar dari belakang   sampai Bocah itu tiba di gubuk yang tak layak di huni.

Didalam rumah itu ada  seorang nenek yang sakit  sedang berbaring tanpa makan dan minum selama tiga hari. Pemuda itu  masuk dalam rumah nenek dan  Bocah lalu  dengar suara dari kamarnya, nenek sedang bertanya pada Bocah. Nah,  dapat uang dari mana lalu beli gorengan,? Kau tidak mencuri to, jawab si Bocah, Iya Nenek di belikan teman ku.

Pertanyaan Nenek didengar oleh  pemuda itu. Pemuda itu pergi ke arah pintu kamar lalu mengetuk pintu dengan pelan kemudian masuk di dalam kamar itu, Bocah itu  terdiam karena takut dipukul oleh pemilik gorengan, tetapi pemuda itu menatap ke Nenek lalu katakan pada Nenek " Selamat Makan Nene", Setelah itu ia pun kekuar dari rumah dan pulang melanjutkan perjalanan.

Bocahpun  keluar mengejar pemuda itu sampai di jalan raya, pemuda itu sedang star kendaraanya untuk melanjutkan perjalanan. Bocah berkata kepada Pemuda,  Om minta maaf ya. Pemuda itu memeluk Bocahlalu katakan kepadanya gorengan itu untuk anda dan Nenekmu, jangan merasa bersalah, kalian yang lebih membutuhkan daripada saya, lalu pemuda itu pergi. 

Dari cerita diatas kita  menyimpulkan bahwa, Setiap orang mencuri karena ada niatnya, satu karena punya niat yang jahat untuk merugikan orang lain, kedua karena membalas dendam, ketiga karena ekonomi tidak mendukung, keempat karena memusatkan mata pencaharian disitu tanpa mengenal dosa.

Kadang orang curi bukan karena niat jahat tetapi  karena  tutuntan kebutuhan hidup yang  tidak bisa di lewatkan, seperti makan minum. Kita selalu memukul,  seseorang yang mencuri barang milik kita tetapi kita tidak tau alasan yang membuat mereka harus mencuri  barang milik orang lain.  Jika seseorang mengambil barang milik kita, tanyakan pada dirinya, mengapa engkau mencuri barangku? Pasti mereka jawab karena lapar..

Kita tidak pernah marah dan pukul pencuri kelas kakap  yang mencuri hak milik orang lain lalu berfoya-foya menikmati di dalam mobil kaca gelap dan rumah tingkat tetapi kita memukul pencuri gorengan karena hak  mereka sudah dicuri oleh para pemimpin tertinggi di daerah itu.

Pencuri perabotan dan makanan kita pukul sampai mati-matian tetapi pencuri uang rakyat kecil kita di hormat sampai disanjung tinggi, lalu menyiksa rakyat kecil yang curi karena lapar. Kenyataan hidup di Dunia ini memang keras tetapi terbalik.


Selasa, 23 Agustus 2022

PERNIKAHAN

Ilustrasi Pernikahan 




Mengapa orang menikah ?

Karena mereka jatuh cinta.

Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia ?

Apakah karena jatuh cinta ?

Bukan...

Tapi karena mereka terus bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa.

Tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup...

Mengapa jatuh cinta gampang ?

Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita.

Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi.

Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap...

Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta. Jatuh cinta dalam keadaan menyukai.

Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel.

Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan ber-sama2 mencari solusi yang dapat diterima semua pihak. Cinta yang dewasa tak menyimpan uneg2, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah yang sangat pribadi.. Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.

Syarat untuk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tapi neraka.

Apakah kondisi ini bisa diperbaiki ?

Tentu saja bisa, saat masing2 mengingat KOMITMEN awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan ??

Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.

Mau punya teman hidup ?

Jatuh cintalah....

Tetapi sesudah itu.. bangunlah cinta...Jagalah KOMITMEN awal.


1. KETIKA AKAN MENIKAH

Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.

Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.


2. KETIKA MELAMAR

Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tapi meminta kepada TUHAN melalui wali si gadis.


3. KETIKA MENIKAH

Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan TUHAN.


4. KETIKA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA

Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak & duri.


5. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG

Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.


6. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK

Jangan bagi cinta anda kepada suami/isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami Anda 100% & cintai anak2x Anda masing2x 100%.


7.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI

Boleh bermanja2x kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.


8.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI

Tetaplah berjalan dengan gemulai & lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.


9.KETIKA MENDIDIK ANAK

Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.


10.KETIKA ANAK BERMASALAH

Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.


11.KETIKA ADA 'PIL/ Pria Idaman lain.

Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.


12.KETIKA ADA 'WIL/ Wanita Idaman lain.

Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.


13.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA

Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.


14.KETIKA INGIN LANGGENG & HARMONIS

GUNAKANLAH FORMULA 7K


1.Ketakutan akan Tuhan


2.Kasih sayang


3.Kesetiaan


4.Komunikasi dialogis


5.Keterbukaan


6.Kejujuran


7.Kesabaran


Meski kita telah menikah dengan orang yang benar (tepat), tetapi kalau kita memperlakukan orang itu secara keliru, maka kita akhirnya akan mendapatkan orang yang keliru.

Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan.

Pernikahan bukanlah tanaman bunga mekar harum semerbak yang sudah jadi. Pernikahan adalah lahan kosong yang harus kita garap bersama-sama.

Tidak cukup hanya dengan memilih dan menikah dengan orang yang tepat, tetapi jadilah pasangan yang TEPAT, yang memperlakukan pasangan kita dengan TEPAT pula.

Kita juga harus yakin kalau kita tidak salah memilih pasangan hidup. Kalau TUHAN sudah mengizinkan pernikahan itu terjadi, maka itu berarti IA mempercayakan tanggung jawab rumah tangga itu kepada kita dan pasangan kita.

Berbuatlah sesuai dengan apa yang telah engkau janjikan di hadapan TUHAN dan Imam, untuk tetap setia dan saling mengasihi dalam segala keadaan.


MENIKAH DENGAN ORANG YANG BENAR (ATAU SALAH), ITU TERGANTUNG DARI "CARA" KITA MEMPERLAKUKAN PASANGAN.


Manusia cenderung lebih pintar menilai orang lain daripada memeriksa diri sendiri,

Padahal, ketika satu jari menunjuk kepada orang lain, empat jari yang lain mengarah ke diri sendiri.

Jangan suka menghakimi tetapi baiklah kita saling mengasihi.


Pernikahan adalah tiket 1x jalan, jadi pastikan bersama pasangan kita menuju tempat yang lebih baik dari saat ini.

Pernikahan adalah tempat dimana kita dituntut menjadi dewasa & salah satu tanda dewasa adalah SIAP memikul tanggung jawab.

Pernikahan bukan masalah feeling suka tidak suka, tapi tentang komitmen.

Masalah dalam pernikahan biasanya karena kita tidak memahami perbedaan pria & wanita.

Jangan tuntut pasangan untuk berubah, kitalah yang harus berubah lebih dulu.

Ingat !!

Better me = Better we.


☻ 3 kesalahan umum ☻

yang sering dilakukan suami :

A. Tidak perhatikan perasaan istri.

Laki lebih pakai logika , wanita pakai feeling.

B. Lebih fokus memikirkan solusi daripada mendengar.

Wanita biasanya ingin didengarkan, dia ingin suami merasakan apa yang dia rasakan.

C. Seringkali setelah bicara, suami pergi tanpa beri kepastian / jawaban.


☻ 3 kesalahan umum ☻

yang sering dilakukan istri :

A. Memberi petunjuk tanpa diminta.

Mungkin bagi istri menunjukan perhatian , tapi bagi suami merasa dikontrol.

B. Mengeluhkan suami d¡ hadapan orang lain.

C. Mencoba membenarkan pada saat suami melakukan kesalahan. (istri merasa lebih benar)


Selama berumah tangga,

milikiLah komitmen2x ini :

1. Komitmen untuk tetap berpacaran.

2. Komitmen memiliki sexual intimacy regularly.

3. Komitmen untuk saling membantu (jangan mengkritik pasangan).

4. Komitmen untuk punya romantic get away (liburan berdua)

5. Komitmen berkomunikasi dengan jelas (saling cerita, terbuka, jangan biasakan bilang tidak dapat apa-apa bila ada apa-apa, pasangan kita bukan dukun)

6. Komitmen untuk bicara hal yang baik tentang pasangan (puji pasangan)

7. Komitmen untuk jadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. (Fisik yang sehat adalah kado buat pasangan)

8. Komitmen untuk mudah mengampuni pasangan.

9. Komitmen untuk bergandengan dan berpelukan.

10. Komitmen untuk h¡dυp dalam kebenaran.

10 Hukum Pernikahan Bahagia:


1. Jangan marah pada waktu yang bersamaan. (Efesus 5:1)

2. Jangan berteriak pada waktu yang bersamaan. (Matius 5:3)

3. Jikalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang. (Amsal 16:32)

4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih. (Yohanes 13:34-35)

5. Lupakanlah kesalahan masa lalu. (Yesaya 1:18 ; Amsal 16:6)

6. Boleh lupakan yang lain tapi jangan lupakan Tuhan dan pasangan Anda. (Kidung Agung 3:1-2)

7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam. (Efesus 4:26-27)

8. Seringlah memberi pujian pada pasangan Anda. ( Kidung Agung 4:1-5 ; 5:9-16)

9. Bersedia mengakui kesalahan. ( I Yohanes 1:9)

10. Dalam pertengkaran yang paling banyak bicara,dialah yang salah. ( Matius 5:9)

Pernikahan yang bahagia membutuhkan jatuh cinta berulang-ulang dengan pasangan yang sama.

Kidung Agung 8:7 "Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta. Sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina."

Konfliks dan perselisihan menggerus cinta perlahan-lahan seperti abrasi mengikis pantai.

Waktu atas sebuah pernikahan membuat cinta menjadi pudar, padahal asal muasal cinta begitu kuat tak terpadamkan, cinta sejati tidak bisa dibayar dengan harta benda.

Bangun pagi ini katakan kepada pasangan kita " I LOVE YOU " biarlah ini menjadi pupuk yang akan menyuburkan kembali cinta kepada pasangan kita.

Tujuan pernikahan bukanlah berpikiran sama, tetapi berpikir bersama.

Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Kenapa kita disatukan dengan pasangan kita, agar kita saling melengkapi.

Pasangan yang tepat adalah yang dapat melengkapi kekurangan kita, bukan yang sama seperti kita.

Ketahuilah! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa menemukan pasangan yang memiliki pikiran yang sama.

Ketika kita bangun pagi ini pandang pasangan kita lalu katakan "saya membutuhkan kamu tanpa kamu hidup jadi tidak sempurna"

Lalu mulailah merangkai perbedaan perbedaan dengan pasangan kita agar menjadi satu sehingga menjadi suatu kekuatan yang luar biasa.

Percayalah ! Mulai saat ini keluarga kita menjadi keluarga yang diberkati TUHAN


Tuhan Yesus memberkati 

Sabtu, 27 November 2021

KURAGNYA KEPERCAYAAN ORANG PAPUA TERHADAP VIRUS CORONA DAN VAKSIN.

 

Ilustrasi Virus Covid19

Covid19  adalah virus biologis yang diciptakan oleh manusia di Cina pada akhir tahun 2019, virus ini berkembang sangat pesat di seluruh Dunia. Penyebarannya sangat drastis sehingga rumit untuk mencegah dan memutuskan mata rantai penularan virus ini.

Covid19 membuat orang di Dunia tertekan dan tidak bisa melakukan aktivitas,  pekerjaan, belajar, jualan serta lainnya semua   dilakukan dari rumah.  Pemerintah berupaya untuk memutuskan mata rantai penularan virus Corona ini tetap sebagian orang tidak percaya  lalu menghiraukan protokol kesehatan yang di keluarkan oleh Kementerian Kesehatandan  sehingga terus melakukan aktivitas tanpa patuhi prokes, dalam kondisi seperti itu penyebaran virus makin meningkat terutama di tempat-tempat umum pasar, mall, caffe, bandara, pelabuhan serta lainnya.

𝑴𝒆𝒏𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍 𝑫𝒖𝒏𝒊𝒂 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒑𝒆𝒏𝒚𝒂𝒌𝒊𝒕 𝑪𝒐𝒓𝒐𝒏𝒂 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒑𝒆𝒏𝒚𝒂𝒌𝒊𝒕 𝒍𝒂𝒊𝒏 𝒊𝒕𝒖  𝒕𝒂𝒌𝒅𝒊𝒓 𝑻𝒖𝒉𝒂𝒏, 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍 𝑫𝒖𝒏𝒊𝒂 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝑬𝒇𝒆𝒌 𝒔𝒖𝒏𝒕𝒊𝒌𝒂𝒏 𝑽𝒂𝒌𝒔𝒊𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒑𝒆𝒎𝒃𝒖𝒏𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒄𝒂𝒓𝒂 𝒑𝒂𝒌𝒔𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒍𝒂𝒌𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑵𝒆𝒈𝒂𝒓𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒉𝒂𝒅𝒂𝒑 𝒓𝒂𝒌𝒚𝒂𝒕𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊. 

Virus Corona ini memang benar adanya sudah mendunia tapi masyarakat Papua sebagian besar sama sekali  tidak percaya bahwa Covid19 ada  dan sedang menyebar di sekitar kita. Aturan ketat bagaimana pun tetap saja keras kepala dan tidak mau tahu dengan virus maupun protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Menkes dan pemerintah daerah setiap kabupaten.

Masyarakat tentu sudah tahu bahwa pemerintah itu pimpinan dan wakil Allah yang harus mereka tunduk kepadanya.

Masyarakat yang baik tentu dengar, taat dan ikuti perintah  pimpinan tertinggi  dalam hal ini pemerintah pusat hingga daerah karena pemerintah itu wakil Allah tetapi masyarakat justru   melawan dengan pemerintah  sebagai wakil Allah, berarti kita harus berpikir  bahwa ada sesuatu yang belum beres di  pemerintah pusat hingga daerah dan rumah sakit. 

Orang di Indonesia dan  dunia lain jenazah sulit untuk dimakamkan, karena meninggal sampai puluhan hingga ratusan orang sehari, namun orang Papua pikir itu hanya tipu doang, pemerintah Team Covid19 dan tenaga medis dibuat-buat supaya dapat dana dari Bank Dunia dan Organisasi WHO. 

Orang Papua tidak percaya karena mereka hanya dengar cerita lalu bicara tidak, pasti punya pengalaman dalam penanganan pasien Covid19 dalam keluarga mereka masing-masing. 

Kita juga punya pengalaman dalam keluarga pada tahun 2020, Ada keluarga kita yang sakit sedang berobat di rumah sakit umum maaf saya tidak bisa sebut nama tempat dan rumah sakit  tapi saya hanya tulis pandangan umum saja.

Saat itu ada keluarga kita yang sakit dengan penyakit lain, kita sebagai keluarga sudah tahu diagnosanya penyakit yang ia derita itu, berobat di salah satu rumah sakit umum daerah tetapi kondisinya semakin parah sehingga keluarga diminta untuk bawa pulang ke kampung halaman,  saat itu mobil juga sangat sulit jadi kita  bayar harga lebih dari biasanya, semua surat lengkap. Sesampai di pintu masuk salah satu kabupaten petugas Tim Covid19 dan tenaga medis ditolak kembali ke kota asal, meskipun pasiennya dalam kondisi kritis. Negosiasi berulang kali tapi mereka tetap bersikap keras. Pada akhirnya kita mengalah dan bawa kembali pasien, setelah  kita urus surat-surat yang diminta  kembali lagi kita bawa pulang  dan mereka ijinkan kita untuk masuk di kota itu.

 Padahal pertama kita sudah urus surat itu sesuai dengan yang diminta atau sudah ditetapkan kementerian kesehatan dan pemerintah daerah untuk surat-surat ijin keluar perjalanan.

Menjadi pertanyaan dalam benak kita saat itu adalah jika pasien tersebut menderita penyakit Corona pasti keluarga yang tinggal sama-sama semua terinfeksi virus Corona  dan meninggal satu-persatu sampai habis.

Namun sampai hari ini kenapa tidak meninggal sudah masuk satu tahun.?

Dalam kejadian-kejadian seperti ini membuktikan kebohongan pemerintah itu terungkap dengan sendirinya sehingga sampai saat dibilang virus Corona masyarakat Papua tidak akan percaya karena tidak ada transparansi dalam penanganan pasien Covid19 dan pasien umum.

 Mereka yang sudah kehilangan keluarga karena Covid19 pasti sakit hati ketika melihat orang lain jalan bebas tanpa mengikuti krotokol kesehatan, selain itu dua kemungkinan yang ada dalam benak mereka yaitu antara percaya dan tidak keluarga yang meninggal itu karena Covid19.

Kita jelaskan secara teoritis apa yang kita dengar dan baca di berita melalui media massa dan media sosial  serta melalui televisi tetapi sebagian besar tetap mempertahankan  argumentasi bahwa Covid19 itu tidak ada di Papua sini, orang Papua beranggapan bahwa Covid19 ini penyakit khusus untuk orang kulit putih, orang kulit hitam tidak bisa terinfeksi Covid19. 

Padahal wabah ini tidak pandang bulu antara putih dan hitam, kaya atau miskin, muda atau tua, pejabat negara atau masyarakat, pelayan Tuhan atau umat semua sapu rata,

Ketika kita bicara tentang Covid 19  pasti orang lain akan  katakan kepada kita bahwa kamu punya iman atau tidak,?

 Setiap orang mempertanyakan iman orang lain tapi kita tidak introspeksi diri, sejauh mana pertumbuhan iman kita setiap hari.  Imam dan percaya kepada Tuhan, Ya memang benar kita sebagai orang percaya punya iman tetapi hikmat yang Tuhan berikan juga kita gunakan untuk  memutuskan mata rantai penularan virus ini  dan  juga kita saling menjaga antara satu sama lain.

Kita yang selalu menggunakan masker dicap sebagai orang yang tidak beriman, boleh saja orang lain angap kita seperti  itu tetapi yang layak untuk mengukur besar dan kecilnya iman kita adalah Tuhan sendiri kita sesama manusia jadi tidak bisa menghakimi antara satu sama lain.

Boleh-boleh saja orang lain   Capkan seperti itu tetapi pertanyaannya adalah apakah kita sendiri sudah terima Yesus atau belum..?

Banyak orang percaya tetapi  iblis juga percaya Yesus, yang masuk surga dan menjadi ahli waris Allah adalah hanya anak-anak Allah yang sudah terima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi. ( Yoh 1:12)

Sebab kematian itu hal biasa siapapun dia harus meninggal dunia lalu menghadap sang pencipta, sehingga kita tidak takut, untuk meninggal Dunia, yang kita harus takuti adalah  belum terima Yesus lalu meninggal.

Kita bicara bukan hanya untuk  diri kita saja tetapi untuk orang lain. Jika ada orang yang meninggal tanpa menerima  Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi,  maka siapa yang tanggung jawab.

Jangan  lagi kita tafsirkan vaksin itu disebut sebagai antkris atau angka Enam Ratus Rnam Puluh Enam (666). Kita bisa bedakan antara chip dan injeksi sebagai cairan, tanda antikris akan menandakan secara otomatis kepada manusia bukan disuntik.

Kata antikristus yang berarti kuasa yang   melawan Allah dan Kristus,   orang-orang yang menyelma seperti Kristus, tanda 666 secara otomatis akan menandakan kepada  mereka. Maka jangan bikin panik masyarakat dengan berita-berita yang tidak benar.

Mau vaksin dan tidak itu Hak pada setiap individu, tidak ada unsur pemaksaan dari siapa.

Ada beberapa alasan orang Papua tidak percaya pada virus Covid19 adalah :

1.Sejak Papua aneksasi ke Indonesia orang Papua tidak percaya sama sekali kepada pemerintah Indonesia.

Terlebih khusus lagi pemerintah  daerah Papua dan pihak keamanan baik TNI maupun Polri. Karena tidak pernah memberitakan informasi yang sebenarnya terjadi di lapangan, selalu memutar balikan fakta.

2. Orang Papua menduga bahwa pihak rumah sakit  memanipulasi data pasien biasa menjadi pasien Covid19. Orang sakit lain lalu meninggal juga dicapkan sebagai pasien Covid19.

3. Pemerintah juga banyak membodohi masyarakat, yaitu Bantuan Tunai Langsung (BLT), dana ini  tidak turun pada sasaran ke masyarakat tetapi dana tersebut digunakan oleh para pejabat lalu buat laporan manipulasi diatas kertas putih. Sehingga sampai kapanpun masyarakat Papua tidak akan pernah percaya sama pemerintah pusat hingga daerah.

4. Orang Papua sangat panik karena  sudah nonton sendiri video-video  orang meninggal karena divaksin yang tersebar.

5. Di kantor, Pasar, Mall dan toko tetap dibuka tetapi mengapa Masjid dan Gereja ditutup secara paksa oleh pemerintah.

Ketika belum ada keterbukaan dari pemerintah terhadap masyarakat Papua maka tidak ada satupun yang percaya kepada pemerintah Republik Indonesia ini, karena dari pandangan masyarakat Papua pemerintah Indonesia  adalah  negara  produk  hoax nomor satu di dunia. 

Jumat, 22 Oktober 2021

Hutang Telah dibayar Lunas

 Yesus Mebayar Utang Dengan Darah-Nya

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:30)

Sebagai seorang ibu tak sanggup untuk Manahan tangisan dan merelahkan  anaknya untuk disalibkan.

Kadang kalah kita  sulit untuk merelakan anak kita untuk  sekolah kebenaran atau Teologi, banyak pertimbangan dalam hidup kita sebagai ayah dan ibu. Hanya sekolah saja tetapi kita pikirkan apalagi kita menyerahkan untuk dibunuh. Saya yakin seratus persen tidak ada yang berani di dunia ini.

Pada perjanjian lama hanya Abraham sendiri yang  berani menyerahkan anaknya yang sulung  yaitu Isak  dipersembahkan sebagai kurban  bakaran  di gunung sinai untuk Tuhan Allah. (Kej 22:1-19)

Pada zaman ini saudara dan saya, berani untuk menyerahkan anak seperti Abraham lakukan.? Tentu tidak.

Hal yang serupa juga dilakukan oleh Allah untuk menyerahkan Yesus kepada musuh untuk  dibunuh dan disalibkan demi menebus dosa saudara dan saya.

Andaikan anda dan  saya ketika melihat saudara atau keluarga diantara kita disalibkan seperti penyaliban  Yesus ini, bagaimana respon saudara.?

Sebagai manusia tentu tidak terima baik atas  tindakan  seperti ini.

Murid-murid-Nya dan saudaranya telah melihat penyaliban Yesus  namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sebab itu waktunya untuk Yesus harus disalibkan  membayar hutang yang telah kita lakukan yaitu Dosa saudara dan saya.

Jikalau Yesus tidak mati dan disalibkan  maka hari ini saudara dan saya tidak bisa menikmati  berkat Tuhan, rohani maupun jasmani. 

Hanya karena kemurahan Tuhan saudara dan saya dapat diselamatkan  terlebih lagi hari ini kita bisa terima nafas hidup secara cuma-cuma tanpa dibayar sepersenpun seperti Yesus lakukan.

Rabu, 20 Oktober 2021

𝗘𝗺𝗮𝘀 𝗺𝘂𝗿𝗻𝗶 𝗱𝗶𝗸𝗲𝗻𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗱𝗶𝘂𝗷𝗶


𝖤𝗆𝖺𝗌 𝗆𝗎𝗋𝗇𝗂 𝖽𝗂𝗄𝖾𝗇𝖺𝗅𝗂 𝗄𝖾𝗍𝗂𝗄𝖺 𝖽𝗂𝗎𝗃𝗂."  (𝖫𝖾𝗈𝗇𝖺𝗋𝖽𝗈 𝖽𝖺 𝖵𝗂𝗇𝖼𝗂).
Demikian sifat keaslian manusia,  orang lain  akan tahu ketika kita diuji oleh orang lain.

𝑷𝒆𝒏𝒄𝒐𝒃𝒂𝒂𝒏-𝒑𝒆𝒏𝒄𝒐𝒃𝒂𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒂𝒍𝒂𝒎𝒊 𝒊𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒑𝒆𝒏𝒄𝒐𝒃𝒂𝒂𝒏-𝒑𝒆𝒏𝒄𝒐𝒃𝒂𝒂𝒏 𝒃𝒊𝒂𝒔𝒂, 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒎𝒆𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉𝒊 𝒌𝒆𝒌𝒖𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒏𝒖𝒔𝒊𝒂. 𝑺𝒆𝒃𝒂𝒃 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒕𝒊𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝑰𝒂 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒊𝒂𝒓𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒅𝒊𝒄𝒐𝒃𝒂𝒊 𝒎𝒆𝒍𝒂𝒎𝒑𝒂𝒖𝒊 𝒌𝒆𝒌𝒖𝒂𝒕𝒂𝒏𝒎𝒖. 𝑷𝒂𝒅𝒂 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒅𝒊𝒄𝒐𝒃𝒂𝒊 𝑰𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂𝒎𝒖 𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏 𝒌𝒆 𝒍𝒖𝒂𝒓, 𝒔𝒆𝒉𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒏𝒈𝒏𝒚𝒂.
 (1 𝑲𝒐𝒓𝒊𝒏𝒕𝒖𝒔 10:13)

Setiap jalan tidak ada yang mulus pasti ada tikungan, ada lubang dan ada gelombang. Jika kita baru pertama kali melewati jalan itu maka tabrak sembarang saja tapi kita akan merasakan ketika ketemu dengan ketiga hal diatas, lama-kelamaan kita melewati jalan itu lalu kita akan tahu dan kuasai jalan itu.

Perjalanan hidup kita seperti itu awalnya kita pikir baik-baik saja tetapi kita tidak tahu  persoalan yang kita hadapi di depan sana.

Syukurilah semua yang terjadi dalam hidup kita ini, walau dalam hati  kita sulit untuk menerima kenyataan atas apa yang terjadi dalam hidup dan kehidupan kita.
Pengalaman buruk mengajarkan kita untuk tetap kuat  menghadapi tantangan demi tantangan yang datang pada diri kita.

Tuhan lebih mengerti apa yang kita rasakan saat ini, tetapi tantangan yang kita hadapi adalah kecil daripada kuasa Tuhan.
 Percayalah bahwa Tuhan Yesus sanggup untuk menyelesaikan semua persoalan yang terjadi dalam hidup kita dan sagup memulihkan hati yang terluka karena masa lalu yang buruk.

 Setiap orang pasti punya persoalan hidup seperti yang kita hadapi tetapi mengapa mereka biasa-biasa saja?

Bukan berarti mereka sudah kuat  dan   masalah itu sudah jadi garam dalam kehidupan mereka, tetapi mereka  hanya bersabar dan hadapi dengan hati yang penuh harapan, karena   mereka tau ada jalan keluar dari persoalan hidup, sebab  satu-satunya jalan keluar dan  jawaban persoalan hidup kita adalah Yesus Kristus, sebab Yesus berkata "  "𝘼𝙠𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥. 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙪𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝘽𝙖𝙥𝙖, 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪𝙞 𝘼𝙠𝙪. (𝙔𝙤𝙝𝙖𝙣𝙚𝙨 14:6)

Kita dapat menanggung segala pencobaan dan menemukan jalan keluar jika kita benar-benar menginginkannya dan bergantung kepada kuasa dan kesetiaan Allah.

Selamat pagi dan selamat beraktivitas semuanya, Tuhan Yesus memberkati setiap langkah kita hari ini dan selamanya.


By. Jazwan W. Yanengga
Agamua, 20 Oktober 2021



Senin, 30 Agustus 2021

PENGANIAYAAN YANG BERBALIK


Ilustrasi-penganiayaan-terhadap-seorang-pria



Bacaan: 1Petrus 2:18-25
NATS: Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya (1Petrus 2:21)

Pada tahun 64 M, Roma dibakar. Beberapa hari kemudian, dua per tiga dari kota itu tinggal puing-puing yang membara. Desas-desus yang tersebar mengatakan bahwa Kaisar Nero yang telah membakar kota itu sebab ia ingin membangunnya kembali dan menamai kota itu dengan namanya sendiri. Karena ia memerlukan kambing hitam untuk melepaskan diri dari kursi panas yang terkenal itu, ia memilih menyalahkan minoritas yang tak berdaya dan tak disukai orang, yaitu orang-orang kristiani. Kemudian, ia memulai penganiayaan yang begitu dahsyat sehingga ia disebut sebagai antikristus yang pertama. Orang-orang meyakini bahwa Petrus dan Paulus mati sebagai martir pada waktu itu. 

Karena kekristenan merupakan hal baru dan pengikutnya relatif sedikit, perlakuan sadis yang dilancarkan Nero kepada orang-orang beriman, termasuk memakai mereka sebagai obor-obor hidup untuk menerangi taman istananya, berlangsung tanpa perlawanan yang berarti. 

Meskipun demikian, penganiayaan tersebut akhirnya berbalik arah. Bukannya menjadi semakin lemah, kepercayaan yang baru itu malah semakin kuat. Sejarah mengisahkan kepada kita bahwa beberapa abad kemudian kekristenan menjadi begitu berpengaruh sehingga Kaisar Konstantin menjadikannya agama resmi Kekaisaran Roma. 

Allah selalu mempunyai maksud dalam setiap penganiayaan. Dia akan memakainya untuk kebaikan apabila kita mau mengikuti teladan Kristus, "ketika Ia menderita ... menyerahkan diri-Nya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil" (1Petrus 2:23).


LEBIH BAIK MENDERITA KARENA KRISTUS DARIPADA KRISTUS MENDERITA KARENA KITA