Sabtu, 30 September 2023

Peran Wanita Dalam Pelayanan

    Ilustrasi Wanita Dalam Pelayanan


Dalam topik ini kita akan mengetahui bagaimana peran wanita di dalam pelayanan, ternyata tidak hanya kaum pria saja yang berhak duduk di dalam pelayanan gereja dan sebagainya. Wanita pun diperlukan di sana, Tuhan begitu spesial memperhatikan wanita yang dianggap lemah, khususnya saat pelayanan Tuhan Yesus waktu itu.

Murid Tuhan Yesus semua pria, namun sebenarnya banyak pelayanan yang Ia lakukan bersama murid-muridnya ditopang oleh pelayanan para wanita.

Mari kita lihat secara spesifik beberapa tokoh Alkitab.

  1. Miriam yang adalah kakak wanita dari Musa.
    Miriam memainkan peranan yang sangat penting, kesuksesan Musa karena andil Miriam yang sangat besar. Seandainya kita tidak menghitung kuasa Tuhan, barangkali kalau tidak ada Miriam, Musa sudah hanyut di sungai. Namun gara-gara ada Miriam Musa hanyut masuk ke dalam istana Firaun.

  2. Debora yang masuk dalam barisan Hakim-hakim.
    Melalui tokoh ini sangat kelihatan bahwa Tuhan tidak melihat jenis kelamin untuk mencari seorang pemimpin. Padahal budaya pada waktu itu mengutamakan pria untuk memegang peranan, tetapi Tuhan pakai Debora untuk menjadi seorang hakim dan nabiah.

  3. Ester yang menjadi ratu.
    Dia bisa menjadi alat atau saluran untuk bisa menghubungi suaminyaitu sang raja, untuk kemudian bisa mengubah berbagai peristiwa yang tadinya direncanakan dengan jahat oleh Haman. Akhirnya karena keberanian Ester ditambah dengan dukungan dari rakyatnya, dia bisa melakukan hal tersebut. Peranan Ester sangat penting sekali hingga satu bangsa terselamatkan. Kalau Ester tidak bertindak kemungkinan besar keadaan bangsa Israel pada saat itu sangat-sangat terancam bahkan bisa punah.

  4. Yang lainnya lagi adalah peranan wanita-wanita seperti Maria Magdalena, Susana, dan Yohana dalam pelayanan Tuhan Yesus.
    Yang menarik buat saya adalah mereka begitu setia melayani Tuhan Yesus, memberikan dukungan keuangan dan sebagainya. Bahkan yang dicatat dalam Alkitab, waktu Tuhan Yesus di kayu salib yang bersama dengan-Nya adalah para wanita tersebut. Yang pertama menjenguk kubur Tuhan Yesus juga adalah mereka para wanita ini. Dan orang pertama yang melihat Tuhan Yesus bangkit adalah Maria Magdalena dan para wanita lainnya. Di sini menunjukkan bahwa Tuhan begitu spesial memperhatikan wanita yang dianggap lemah, yang dianggap tidak ada apa-apanya, khususnya pada zaman itu. Mereka diangkat ke posisi yang begitu tinggi, begitu dihargai, begitu dikenang oleh Tuhan sendiri, saya merasakan itu adalah anugerah semata.

Sebagai kaum wanita yang memang terdesak dan dibatasi (meskipun seharusnya tidak seperti itu), yang perlu dilakukan untuk menghadapi hal ini adalah:

  1. Pakailah kesempatan yang memang sudah ada dengan semaksimal mungkin.

  2. Jangan pasif tapi harus lebih aktif menciptakan kesempatan dan memakai kesempatan.

  3. Jadi bukan mengada-ada tapi tunjukkanlah bahwa apa yang Tuhan berikan dan apa yang Tuhan bebankan dalam hati para wanita direalisasikan menurut kehendakNya.

  4. Bersandarlah pada kekuatan dari Tuhan dan tunjukkan kesetiaan kita di dalam pelayanan, sehingga orang dapat melihat bahwa inilah wanita, mereka dapat melayani dengan bagus dan dengan konsisten.

Dalam Filipi 3:17, Rasul Paulus berkata: "Saudara-saudara ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu." Sebagai wanita kita perlu memberikan suri tauladan yang indah sehingga orang di luar akan melihat kesaksian hidup kita, kesetiaan kita, kesanggupan kita dan mereka akhirnya mau tidak mau harus mengakui sumbangsih yang telah diberikan oleh para wanita dalam pelayanan.


Sumber : Renungan Konseling

Selasa, 01 Agustus 2023

Malala Yousafzay, Aktivis Penerima Nobel Perdamaian

  Malala Yousafzai, Aktivis Penerima Nobel Perdamaian

Malala Yousafzai adalah seorang aktivis perempuan dari Pakistan. Dia lahir pada tanggal 12 Juli 1997 di Mingora, Swat Valley, Pakistan. Malala dikenal karena perjuangannya dalam memperjuangkan hak pendidikan perempuan.

Pada usia 11 tahun, Malala mulai menulis sebuah blog anonim untuk BBC tentang kehidupan di bawah pemerintahan Taliban yang membatasi akses pendidikan bagi perempuan di Swat Valley. Dia menggunakan nama samaran "Gul Makai" dalam tulisannya. Blog-nya mendapatkan perhatian internasional dan dia menjadi juru bicara untuk hak pendidikan perempuan di Pakistan.

Pada tanggal 9 Oktober 2012, Malala menjadi sasaran penembakan oleh kelompok Taliban ketika dia pulang dari sekolah. Dia ditembak di kepala dan lehernya yang mengakibatkan cedera serius. Setelah insiden tragis tersebut, Malala dirawat di rumah sakit dan kemudian dipindahkan ke Inggris untuk perawatan medis lanjutan.

Kejadian penembakan tersebut membuat Malala semakin terkenal dan mendapatkan dukungan luas dari seluruh dunia. Dia menjadi simbol perjuangan untuk hak pendidikan perempuan dan pemerkosaan terhadap anak perempuan di seluruh dunia.

Malala telah menerima banyak penghargaan internasional atas perjuangannya, termasuk Penghargaan Perdamaian Nobel pada tahun 2014. Dia adalah penerima Nobel termuda dalam sejarah, mendapatkan penghargaan tersebut pada usia 17 tahun.

Setelah pulih dari luka-lukanya, Malala terus memperjuangkan hak pendidikan perempuan dan melanjutkan pendidikannya di Inggris. Dia juga mendirikan yayasan bernama Malala Fund yang bekerja untuk memastikan setiap anak perempuan memiliki akses ke pendidikan yang berkualitas.

Malala Yousafzai adalah sosok inspiratif yang telah berjuang dengan gigih untuk mengubah dunia dan memberikan suara kepada mereka yang terpinggirkan. Dia adalah teladan bagi banyak orang di seluruh dunia dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan pendidikan untuk semua.


Selasa, 25 April 2023

Gua Theopetra di Wilayah Yunani Tengah




Gua Theopetra adalah situs arkeologi yang terletak di Meteora, di wilayah Yunani tengah Thessaly, Yunani.

Bukti radiokarbon menunjukkan keberadaan manusia setidaknya 50.000 tahun yang lalu.

Penggalian dimulai pada tahun 1987 di bawah arahan Ν.  Kyparissi-Apostolika, yang dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan tentang Paleolitik Thessaly, Yunani.

Sebagai hasil penggalian arkeologi yang dilakukan selama bertahun-tahun, terungkap bahwa Gua Theopetra telah ditempati oleh manusia sejak 130.000 tahun yang lalu.

 Selain itu, bukti tempat tinggal manusia di Gua Theopetra dapat ditelusuri tanpa terputus dari Paleolitik Tengah hingga akhir periode Neolitik.

 Ini penting, karena memungkinkan para arkeolog untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang periode prasejarah di Yunani.!!


Sumber : Worid Ancient History


Sabtu, 22 April 2023

BAGAIMANA MUMI MESIR KUNO DIBUAT







 Proses mumifikasi paling rumit.

 Teknik yang digunakan pada bangsawan dan pejabat tinggi dari Kerajaan Baru hingga awal Periode Akhir, sekitar 1550 hingga 664 SM, dianggap sebagai proses mumifikasi terbaik dan paling rumit.

 Menjaga organ.

 Langkah pertama dalam teknik ini melibatkan pengangkatan dan pengawetan sebagian besar organ dalam.  Paru-paru, lambung, hati, dan usus dibalsem secara terpisah dan dimasukkan ke dalam toples kanopi.  Guci ini sering dihiasi dengan salah satu dari empat anak dewa Horus berkepala binatang, dengan masing-masing anak laki-laki melindungi organ tertentu.  Pelestarian organ-organ ini penting karena memungkinkan orang mati untuk bernapas dan makan di akhirat.  Namun, biasanya hanya orang kaya yang mampu membalsem dan menyimpan organ mereka dengan cara ini.  Setelah sekitar 1000 SM praktik berubah.  Organ dalam kemudian umumnya dibungkus dan dimasukkan kembali ke dalam tubuh atau diikat dengannya, atau dimasukkan ke dalam kotak daripada ditempatkan di toples.  Guci kanopik masih ditempatkan di makam orang tersebut tetapi masih padat atau kosong dan memiliki tujuan simbolis.

 rongga diisi dengan linen, kantong natron, herba, serbuk gergaji, pasir atau jerami cincang.  Kulit dan beberapa lapisan perban linen pertama kemudian ditutup dengan lapisan resin.  Sisa tubuh kemudian dibungkus, seringkali dengan memasukkan jimat dan topeng yang diletakkan di atas kepala mumi.  Seluruh proses berlangsung sekitar 70 hari.

 Mereka yang tidak mampu membeli pembalseman biasanya tubuhnya 'diawetkan' melalui pengeringan di pasir gurun yang panas atau dengan menutupinya dengan damar.

 AYO BREAK IT DOWN:

 1. Mulailah dengan menyucikan tubuh dengan campuran arak dan air Nil.  Kemudian, dengan sangat hormat, keluarkan organ dengan hati-hati. Otak diambil melalui hidung dengan kait khusus.

 2. Organ-organ tersebut kemudian disiapkan untuk diawetkan dalam empat toples kanopik, yang dihiasi dengan gambar dewa pelindung.  Hati, yang dianggap sebagai pusat kecerdasan, dikembalikan ke tubuh.

 3. Untuk menghilangkan kelembapan, tubuh diolah dengan natron, garam suci Mesir.  Proses ini membutuhkan waktu sekitar 40 hari untuk menyelesaikannya.

 4. Setelah natron dikeluarkan, badan diisi dengan rempah-rempah, linen, dan bahan lainnya untuk memastikan bentuknya tetap terjaga.

 5. Dengan sangat hati-hati, jenazah dibungkus dengan perban linen halus, disertai jimat keberuntungan dan pembacaan mantra pelindung.

 Menghidupkan orang mati di abad ke-21.

 Kemajuan ilmiah dan teknologi berarti bahwa sekarang dimungkinkan untuk mendapatkan informasi dalam jumlah besar dari mumi tanpa masalah fisik dan etika yang biasa terkait dengan mempelajari sisa-sisa manusia.

 Mumi dapat diperiksa menggunakan teknik seperti CT scan, MRI dan sinar-x atau kamera endoskopi dapat dimasukkan melalui lubang kecil untuk melihat langsung ke dalamnya.  Dalam beberapa kasus, jaringan lunak dapat dikeluarkan dari mumi tanpa menimbulkan banyak kerusakan.

 Informasi yang dipulihkan menghidupkan orang mati dengan cara yang tidak pernah terpikirkan.  Rinciannya meliputi jenis kelamin, usia dan kesehatan seseorang, bagaimana mereka dimumikan dan apakah ada benda yang dimasukkan di bawah bungkusnya.  Selain itu, jika jaringan lunak dapat dihilangkan, informasi biologis tentang DNA, gen, dan penyakit dapat terungkap..

 Permata Fitila

Jumat, 21 April 2023

Kemerdekaan Indonesia-Papua Yang Tidak diketahui, Gerakan Non-Kekerasan Ditekan, Rantai Pertumpahan Darah Baku Tembak di Daerah Pegunungan

 

Jurnalis Fumiaki Yonemoto

Jumat, 21 April 2023

Suara tembakan menembus udara pegunungan yang sejuk. Seorang tentara berusia 27 tahun yang terkena peluru jatuh 15 meter ke jurang dan meninggal. Dia ditinggalkan dengan seorang istri dan seorang putri berusia satu setengah tahun.

 Pertempuran yang terjadi di wilayah Papua Indonesia pada tanggal 15. Serangan itu dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), kelompok militan pribumi yang berupaya memisahkan diri di wilayah tersebut. TPNPB mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah membunuh 15 tentara dalam serangkaian serangan terhadap militer Indonesia. TPNPB adalah sayap militer dari Organisasi Gerakan Kemerdekaan Papua Merdeka (OPM).


 Militer membantah klaim TPNPB tentang kematian dan informasi lainnya sebagai "informasi palsu", tetapi pada tanggal 20 mengumumkan bahwa mereka telah menemukan mayat empat tentara. Menurut laporan dari wilayah Papua, satuan militer disergap saat mencari seorang pilot sipil Selandia Baru yang disandera oleh TPNPB sejak Februari. Ada juga informasi bahwa satu tentara hilang. TNI telah menempatkan Satgas Pedesaan Papua dalam "postur tempur" untuk melenyapkan TPNPB. Eskalasi konflik juga menjadi perhatian.


 Dengan populasi 270 juta jiwa, ekonomi yang berkembang pesat, dan hutan pusat perbelanjaan, Indonesia adalah negara adidaya yang produk domestik bruto (PDB)-nya diperkirakan melampaui Jepang. Di wilayah Papua di ujung timur negara itu, perjuangan kemerdekaan yang tidak diketahui telah berlangsung selama lebih dari setengah abad. Serangan sporadis oleh TPNPB bersenjatakan senjata dan busur panah, diikuti dengan operasi pembersihan oleh militer dan polisi, terus menjadi rantai berdarah, dan warga sipil terbunuh, terluka, atau dipaksa mengungsi satu demi satu.

 Artikel ini melihat kembali sejarah integrasi dan aneksasi wilayah tersebut ke dalam wilayah Indonesia, dan menyentuh bagaimana bahkan gerakan kemerdekaan tanpa kekerasan telah diinjak-injak.

Sumber daya yang melimpah, "Kami adalah orang Melanesia"

 Wilayah Papua menempati hampir setengah bagian barat pulau New Guinea. Luasnya 1,1 kali luas Jepang, dan populasinya 5,4 juta. Ini kaya akan sumber daya alam seperti emas, tembaga dan gas alam.

 Banyak penduduk asli Papua yang sangat berbeda dalam keturunan bahasa dan ciri fisik dari orang Austronesia (Melayu-Polinesia) yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia saat ini. Studi genetik terbaru menunjukkan bahwa mereka diturunkan dari manusia modern paling awal (puluhan ribu tahun yang lalu) untuk mencapai New Guinea dan Australia. Di daerah pegunungan, orang hidup dengan cara yang mirip dengan Zaman Batu.

 Ketika saya mewawancarai mahasiswa Papua yang menentang pemerintahan Indonesia, mereka berkata, "Kami orang Melanesia. Kami berbeda dengan orang Indonesia." Melanesia adalah nama wilayah yang terdiri dari Pulau New Guinea dan Kepulauan Solomon. Itu berasal dari kata Yunani yang berarti "pulau hitam (rakyat)".

Aneksasi, pesta di luar kelambu, Bagaimana wilayah Papua, tempat tinggal orang-orang dengan identitas berbeda, menjadi satu dengan Indonesia?

Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1945 setelah mengalami penjajahan oleh pemerintahan militer Belanda dan Jepang. Pada tahun 1949, ia mencapai kemerdekaan dengan sebagian besar kepulauan "Hindia Belanda" sebagai wilayahnya. Papua, bagaimanapun, tetap di bawah kekuasaan Belanda.

Presiden pertama, Sukarno, membayangkan Indonesia sebagai negara kesatuan yang terdiri dari berbagai ras (suku) yang berbagi pengalaman sejarah pemerintahan Belanda dan perjuangan anti-kolonial. Penyatuan Papua adalah keinginan yang telah lama didambakan.

Namun, Belanda mengambil langkah untuk mengakui pemisahan diri dan kemerdekaan orang Papua sebagai "Papua Barat". Pada tahun 1961, Sukarno melancarkan "Perjuangan Pembebasan Irian Barat". Ini adalah operasi aneksasi yang memiliki arti perpanjangan dari Perang Kemerdekaan Indonesia. Soeharto diangkat menjadi panglima.

Selama Perang Dingin, dengan mediasi Amerika Serikat, yang mewaspadai kecenderungan pemerintahan Sukarno ke arah timur, Indonesia dan Belanda mengambil langkah dengan mempercayakan sementara yurisdiksi atas wilayah Papua kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelum menyerahkannya ke Indonesia. Atribusi terakhir diputuskan oleh "pilihan bebas" melalui referendum.

Namun, Indonesia, yang yurisdiksinya dialihkan, menekan kebebasan aktivitas politik orang Papua, dan "tindakan pilihan bebas" yang terjadi pada tahun 1969 menyebabkan musyawarah sekitar 1.000 anggota parlemen diangkat dan dipilih di bawah kepemimpinan Indonesia. , yang memungkinkan mereka menjadi milik negara. Diakui.

Orang Papua mungkin menjadi minoritas karena kebijakan imigrasi penduduk asing

 Pada pertengahan tahun 1960-an, rakyat Papua, yang terlibat langsung dalam perang tetapi tidak dilibatkan, menjadi aktif dalam gerakan kemerdekaan yang menganjurkan penentuan nasib sendiri secara nasional. OPM terbentuk dan pemberontakan dilakukan di berbagai tempat. Namun, banyak yang tewas di depan senjata modern Tentara Nasional Indonesia.

Di bawah kediktatoran Suharto yang menggulingkan Sukarno dan menjadi presiden, Indonesia menjalankan kebijakan pembangunan untuk menarik investasi asing dari Jepang dan negara lain. Pentingnya ekonomi wilayah Papua semakin meningkat karena pengoperasian tambang emas dan tembaga terkemuka dunia oleh perusahaan pertambangan besar AS.

Seiring dengan perkembangan, terjadi serangkaian pelanggaran hak kepemilikan tanah adat Papua dan perusakan lingkungan yang memicu protes. Namun, Indonesia menetapkan wilayah Papua sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) dan menindasnya secara paksa. Kegiatan non-kekerasan kaum intelektual juga ditekan melalui pemenjaraan jangka panjang. Dikatakan bahwa 100.000 orang tewas dalam rangkaian konflik tersebut.

Selain itu, promosi kebijakan imigrasi dalam negeri “Transmigrasi” untuk memindahkan penduduk asing seperti Jawa dan Sulawesi ke Papua telah meningkatkan jumlah daerah di mana rasio penduduk pendatang dan penduduk Papua terbalik.

Demokratisasi seharusnya "dibunuh seperti binatang"

Pemerintahan Suharto runtuh pada tahun 1998 selama gerakan demokratisasi, dan titik balik terjadi pada gerakan kemerdekaan Papua. Demonstrasi dan demonstrasi Papua yang bertujuan untuk "memulihkan kemerdekaan" tersebar di seluruh negeri. Timor Timur yang pernah dianeksasi secara militer oleh Indonesia memilih merdeka dalam referendum tahun 1999 yang juga berdampak. Rakyat kini terang-terangan menyerukan referendum pro dan kontra kemerdekaan di Papua.

 Ketika saya pergi ke Papua saat itu, salah satu orang yang saya wawancarai berulang kali adalah Theis Eluai, sesepuh masyarakat adat dan ketua "Dewan Papua Barat". Dia memimpin gerakan tanpa kekerasan untuk mengibarkan bendera "Bintang Kejora", yang merupakan "bendera nasional" orang Papua yang ingin merdeka.

 Namun, dia ditangkap pada tahun 2000 dan dituduh mempersiapkan penggulingan pemerintah. Dibebaskan dengan jaminan, dia dibunuh pada tahun 2001. Tubuhnya ditemukan di hutan setelah diundang ke pesta makan malam oleh militer.

 "Wajahnya hitam dan lidahnya menjulur. Mengapa kamu membunuhnya seperti binatang dan membuangnya?" Diumumkan bahwa komandan pasukan khusus setempat dan lima bawahannya yang dituduh membunuh Tace telah diberhentikan.

Indonesia memperkenalkan otonomi khusus ke wilayah Papua dan menunjukkan perlakuan istimewa dalam distribusi pendapatan dari sumber daya alam. Di sisi lain, gerakan kemerdekaan kembali pada kebijakan menghukum bahkan kegiatan non-kekerasan.

Jika mereka yang menginginkan kemerdekaan bahkan dihukum karena mengungkapkan pikiran mereka dengan cara tanpa kekerasan, dan terkadang bahkan dibunuh, jalan apa yang tersisa?

Salah satunya adalah melepaskan kemerdekaan dan hidup sebagai warga negara Indonesia.

Yang lainnya adalah menyerukan keterlibatan komunitas internasional dan mengejar realisasi referendum kemerdekaan. Beberapa ditangkap karena melakukan demonstrasi tanpa kekerasan di bawah bendera "Bintang Kejora". Di sisi lain, ada kelompok bersenjata yang berperang dengan senjata dan busur serta anak panah dan terus berusaha menarik perhatian internasional.

TPNPB yang menyandera warga Selandia Baru telah merilis video di mana sandera menyatakan pesan: "Kami meminta PBB untuk menengahi antara Papua dan Indonesia menuju kemerdekaan Papua."


Laporan artikel

Fumiaki Yonemoto

wartawan

Seorang reporter yang mengembara di Indonesia dan Jepang. Sebagai koresponden Kyodo News di Beograd, Jakarta, dan Singapura, ia meliput bekas Yugoslavia, Albania, Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Tema yang saya khususkan adalah masalah etnis dan agama. Konflik-konflik seperti konflik kemerdekaan di Kosovo dan Aceh telah saya lalui. Independen untuk fokus pada cakupan Asia. Berfokus pada Indonesia, negara adidaya dalam waktu dekat yang PDB-nya diperkirakan akan melampaui Jepang dalam 20 tahun ke depan, kita akan mengamati negara-negara kepulauan di Asia Tenggara. Saya ingin menyampaikan desas-desus "Asia lain" yang cenderung tidak terlihat oleh orang Jepang.

Sumber : 

https://news.yahoo.co.jp/byline/yonemotofumiaki/20230421-00346306

Kamis, 16 Februari 2023

Pasangan Yang Saling Berpelukan Dalam Pelukan Cinta Selama 3.500 Tahun

Sumber : Ancien Archaeology  Secrect

Ilmu pengetahuan modern membuka rahasia pasangan yang saling berpelukan dalam pelukan cinta selama 3.500 tahun.

 Gambar-gambar menarik ini menunjukkan penguburan kuno di desa Staryi Tartas, di wilayah Novosibirsk, tempat para ilmuwan mempelajari sekitar 600 makam.

Lusinan berisi tulang pasangan, saling berhadapan, beberapa dengan tangan mereka disatukan seolah-olah untuk selama-lamanya.

 Ada teori bahwa pada kematian pria itu, istrinya dikorbankan dan dikuburkan bersamanya untuk anak cucu sebagai tindakan keintiman.

 Atau, seperti yang dikatakan Klein, dapatkah seorang wanita muda dikorbankan untuk tujuan ini, digunakan untuk memenuhi bagian kewanitaan dalam ritual ini?

 Profesor Molodin tidak mengesampingkan versi ini, namun menjelaskan bahwa ini hanyalah sebuah hipotesis.

 Sekali lagi itu adalah sugesti. Sebagai saran, bisa saja. Gagasan tentang Klein ini juga dapat diperluas ke Siberia, karena sebagian besar peneliti berpendapat bahwa orang Andronovo adalah orang Iran.

 'Jadi hipotesis ini dapat diperluas ke mereka. Tapi, saya ulangi, itu hanya hipotesis.'

 Di sana dia mengatakan 'jumlah yang bagus' dari kuburan pasangan ini. 'Jumlahnya mengesankan.

 Lebih dari itu, kita melihat beberapa fakta menarik. Untuk budaya Andronovo, kremasi lebih khas, dan di sini kita bisa melihat kombinasi yang menarik seperti kremasi dan inhumasi dalam satu penguburan. Mengapa demikian?

 'Ada versi bahwa mereka tidak hanya menuangkan abunya ke dalam kuburan, tetapi membuat boneka dan menaruh abunya di dalamnya. Tapi kita tidak bisa mengatakan dengan pasti.

 'Ada juga penguburan dengan hanya beberapa jenazah yang dikremasi. Jadi lebih rumit daripada Mereka saling mencintai dan mati dalam satu hari. 


Sumber : Ancien Archaeology  Secrets


Selasa, 14 Februari 2023

SEJARAH HARI VALENTINE DAN FAKTA YANG PERLU KAMU KETAHUI



Sejarah Hari Valentine dan Fakta yang Perlu Kamu Ketahui
 
Sejarah Hari Valentine – Grameds pasti tahu jika di bulan Februari tepatnya pada tanggal 14, akan terdapat perayaan ala anak muda sebagai peringatan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day. Pada Februari 2022 ini, Hari Valentine jatuh pada hari Senin.
Tidak banyak yang tahu bahwa perayaan akan Hari Kasih Sayang ini sebenarnya muncul justru karena seorang uskup yang dihukum mati karena diam-diam melakukan pernikahan dengan kekasihnya. Selain itu, tepat pada 14 Februari 1929, terjadi pembantaian berdarah!
Meskipun begitu, seluruh muda-mudi di belahan dunia ini tetap merayakan akan Hari Valentine tersebut. Bahkan mereka mempunyai berbagai cara untuk merayakannya sesuai dengan tradisi di negara masing-masing.
Lalu, bagaimana ya sejarah dari Hari Valentine itu? Bagaimana pula kisah pembantaian berdarah yang terjadi 93 tahun lalu? Selain itu, dengan cara apa saja ya para muda-mudi di belahan dunia ini merayakan Hari Valentine?
Sebenarnya, perayaan akan Hari Valentine ini tercipta oleh kematian dari seorang imam dan uskup (pemimpin jemaat lokal untuk agama Katolik Roma) di Terni, Italia, yang bernama Santo Valentine atau Valentinus pada abad 270 M.

Pada kala itu, St. Valentine adalah seorang pendeta yang taat agama dan selalu membantu orang lain. Bahkan dirinya juga kerap membantu orang-orang Kristen yang hendak melarikan diri dari penjara Romawi yang terkenal akan kekejamannya. Bukti kekejaman dari penjara tersebut adalah adanya perlakuan tidak manusiawi dan kerap memukul serta menyiksa para orang-orang.

Sebagai seorang pendeta, St. Valentine mengabdi pada Kaisar Claudius II yang kala itu memerintah di Roma. Namun, tiba-tiba saja, Kaisar Claudius II memberikan keputusan bahwa para pria yang masih lajang tidak boleh menikah dan harus menjadi bala tentara.

Akan keputusan tersebut, tentu saja St. Valentine menentang karena merasa keputusannya tidak adil. Meskipun begitu, St. Valentine masih memberanikan diri untuk melanggar keputusan tersebut dengan menikahkan pasangan muda yang tengah jatuh cinta.
Sayangnya, tindakan tersebut terdengar oleh Kaisar Claudius II dan memberikan St.Valentine hukuman akan pelanggarannya. Hukuman tersebut berupa hukuman mati dengan dipenggal kepalanya.

Sebelum proses hukuman mati tersebut. St. Valentine dimasukkan ke dalam penjara dan berusaha menyembuhkan anak gadis dari kepala sipir penjara yang kala itu buta. Setelah anak gadis tersebut sembuh, kepala sipir penjara hendak membalaskan jasanya dengan menyelundupkan surat. Surat tersebut dituliskan oleh St. Valentine yang jatuh cinta kepada anak gadis tersebut.
Bahkan pada surat terakhirnya, sebelum dieksekusi mati, St. Valentine memberikan frasa penutup berupa “From Your Valentine” atau “Dari Valentine-mu”

Atas ekspresi cinta di surat tersebut yang pertama kali dilakukan pada abad ke-15 membuat orang-orang lain meniru tindakan tersebut untuk menulis surat cinta dan puisi kepada orang terkasih.
Hingga pada abad ke-17, terdapat tradisi untuk merayakan Hari Valentine di seluruh dunia. Perasaan tersebut berupa menulis kartu ucapan dan surat cinta hingga tukar-menukar hadiah.
Namun, di negara-negara yang mayoritas beragama Islam, melarang perayaan Hari Valentine ini. Hal tersebut karena perayaan ini merujuk pada pemuka agama St. Valentine. Selain itu, perayaan Hari Valentine dianggap bukan memperingati hari kasih sayang tetapi justru hanya hura-hura dan pergaulan bebas.
Meskipun begitu, para muda-mudi tetap merayakannya hingga sekarang.

Kisah Pembantaian Darah Pada Hari Valentine
Jika Grameds adalah penggemar komik Detective Conan, pasti sudah tahu bahwa pada perayaan Hari Kasih Sayang ini pernah terdapat pembantaian berdarah, yang diceritakan oleh Ai Haibara di chapter 331 volume 33 dengan judul The Bloody Valentine atau Valentine Berdarah.
Nah, kisah pembantaian tersebut adalah benar adanya dan yang dilakukan oleh dua geng besar ini terjadi di Chicago, Amerika Serikat. Dua geng tersebut adalah geng George “Bugs” Moran yang menguasai Chicago Utara, yang berseteru dengan geng Al Capone yang menguasai di Chicago Setan.
Perseteruan tersebut sebenarnya telah terjadi berturun-turun yang dilakukan oleh pendahulu mereka, yakni Dion O’Banion dan John Torrio. Konflik tersebut diawali akan perebutan jalur perdagangan minuman keras. Sebenarnya, pemerintah AS telah melarang peredaran minuman keras karena dapat menimbulkan keributan. Adanya pelarangan tersebut justru menyebabkan munculnya pasar ilegal yang memperjualbelikan minuman keras.

Puncak dari perseteruan tersebut adalah tepat pada 14 Februari 1929, yakni 93 tahun silam. Al Capone dan anggota gengnya menembak tujuh anggota dari geng Moran dengan senapan mesin di depan garasi. Dari peristiwa tersebut menyebabkan O’Banion tewas mengenaskan dengan peluru yang menyasar pada kepalanya.
Para polisi pun diturunkan untuk menyelidiki kasus berdarah tersebut dan menemukan fakta bahwa para pelaku menembakkan enam hingga sepuluh peluru kepada para korban. Insiden tersebut otomatis menjadi isu nasional. Banyak media dan masyarakat yang mengutuk peristiwa tersebut.


Perayaan Valentine di Berbagai Negara

Denmark
Negara yang terletak di Eropa Utara ini memiliki tradisi akan perayaan Hari Kasih Sayang, yakni berupa bertukar puisi manis kepada orang lain. Tidak hanya puisi manis saja, tetapi juga dapat berupa kartu ucapan yang berisi lelucon dan disebut sebagai gaekkebrev.
Jika orang yang menerima kartu tersebut dapat menebak siapa identitas dari pengirimnya, maka mereka harus mendapatkan telur permen ketika Hari Paskah tiba.

Perancis
Berbeda lagi dengan negara Perancis, yang juga mempunyai tradisi untuk merayakan Hari Valentine. Pada zaman dahulu, terdapat kebiasaan antara pasangan muda-mudi. Yakni sang wanita harus masuk ke suatu rumah, sementara sang pria harus pergi ke rumah yang terletak di seberang rumah wanita tersebut.
Nantinya, mereka akan memanggil satu sama lain dari jendela. Namun, jika pria tidak tertarik kepada wanita tersebut, dia dapat meninggalkannya. Nah, pada kemudian hari akan diadakan api unggun dan para wanita yang ditinggalkan oleh para pria tersebut dapat membakar gambar atau foto pria tersebut.

Jepang
Di negara yang kerap dijuluki sebagai Negara Matahari Terbit ini juga mempunyai tradisi dalam perayaan Hari Valentine lho…
Yakni pada tanggal 14 Februari, para wanita harus memberikan cokelat kepada pria, baik itu kekasih, suami, atau teman. Namun, para pria tidak perlu memberikan balasan apapun. Nah, pada bulan berikutnya yakni 14 Maret atau kerap disebut sebagai ‘White Day’, para pria harus membeli cokelat untuk diserahkan kepada kekasih atau istri mereka.



Jerman
Beda negara, berbeda pula tradisi dalam merayakan Hari Valentine ini, terutama di negara Jerman. Di negara ini, pada tanggal 14 Februari, para pria muda akan memberikan buket bunga yang indah dan pesan cinta kepada seseorang yang mereka cintai.
Namun, jumlah bunga dalam buket tersebut harus berjumlah ganjil, misalnya 1, 3, 5, 7, dan seterusnya. Jika jumlah bunga dalam buket tersebut memiliki angka genap misalnya 2, 4, 6, dan seterusnya, mereka akan mendapatkan nasib buruk.

Amerika Serikat
Masyarakat di Amerika Serikat kebanyakan telah merayakan Hari Valentine sebagai Hari Kasih Sayang pada umumnya, yakni dengan mengungkapkan perasaan mereka terhadap orang yang dicintai.
Namun, akhir-akhir ini terdapat tren unik yakni dengan mengirimkan kartu ‘Anti-Valentine’ yang berisikan pesan menghina dan ucapan selamat tinggal. Pesan yang berisi hinaan tersebut biasanya ditujukan kepada musuh, sementara ucapan selamat tinggal ditujukan kepada pasangan untuk mengakhiri hubungan.


China
Para muda-mudi China biasanya akan merayakan Hari Valentine dua kali, yakni pada tanggal 14 Februari dan 7 Juli (berdasarkan kalender lunar Cina). Perayaan tersebut berasal dari dongeng Tiongkok dari zaman dahulu.
Dalam perayaan tersebut ‘menceritakan’ mengenai malam pertemuan dari dua bintang di langit. Dua bintang tersebut masing-masing mewakili seorang anak gembala dan kekasihnya yang merupakan seorang penenun.


Italia
Di negara asal St. Valentine ini terdapat kebiasaan yang kerap dilakukan oleh pasangan muda yang telah bertunangan pada tanggal 14 Februari ini. Kebiasaan tersebut adalah berupa membeli keranjang dan cangkir porselen yang diisi dengan permen, kemudian diikat dengan pita. Ikatan pita tersebut adalah tanda cinta mereka.



Korea
Jika negara Jepang mempunyai tradisi akan ‘White Day’, maka Korea juga mempunyai ‘Black Day’. Biasanya, pada tanggal 14 Februari, para remaja putri akan memberikan cokelat kepada kekasih atau seseorang yang mereka sukai. Nah, pada bulan berikutnya, yakni 14 Maret, kekasih mereka akan berbalik membalas pemberian cokelat tersebut.
Namun, untuk para remaja yang masih jomlo atau belum mempunyai kekasih, dapat merayakan hari mereka sendiri yakni pada tanggal 14 April dengan sebutan ‘Black Day’. Pada ‘Black Day’ ini, para jomblo akan duduk bersama dan makan mie jajang. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap orang memiliki hari untuk dirayakan.

Britania Raya (UK)
Di negara UK ini mempunyai tradisi khusus dalam perayaan Hari Valentine yang melibatkan para muda-mudi. Para wanita biasanya akan menyematkan daun salam di sudut bantal mereka lalu kemudian akan makan telur rebus dengan garam. Mereka percaya bahwa hal tersebut akan membuatnya memimpikan calon suami.
Kebiasaan lainnya adalah dengan menuliskan nama-nama pria yang di sebuah kertas dan menempelkannya pada bola tanah liat. Bola tanah liat tersebut nantinya akan dijatuhkan ke dalam air. Nama pertama yang akan muncul terlebih dahulu dapat diyakini akan menjadi calon suami mereka.
Nah, itulah sejarah terjadinya Hari Valentine dan peristiwa berdarah yang terjadi pada Hari Kasih Sayang tersebut. Selain itu, juga terdapat tradisi dan kebiasaan dalam merayakan Hari Valentine di berbagai negara di dunia.

Minggu, 15 Januari 2023

Jangan Pernah Mencintai Orang Kerena Rupa dan Hartanya

Ilustrasi Harta

Oleh : Pdt. Karlos Buburayai

Jangan pernah mencintai seorang karena rupa dan hartanya tetapi cintailah kesuciannya karena kesucian menjadikan hidupmu bahagia, yang akan membawah hidupmu menuju kekekalan abadi. Damai sejahtera menyertaimu disepanjang masa. Sebab ada tertulis : "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." Yohanes 14 : 27.

Bila Mentari Berubah Merah disaat Sangsurya Mulai Terbenam

Oleh : Pdt. Karlos Buburayai 

Bila mentari berubah merah disaat sangsurya mulai terbenam. Sang jangkrik berbisik kalbu mengantarkan kita memasuki kala terjaga  dilelapnya  malam menyambut indahnya sang rembulan. Bersyukurlah kepada-Nya didalam pujian penyembahan kepada Dia yang layak menerima itu. Sebab ada tertulis : "Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat! Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan cepacap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! " Mazmur 150 : 2 - 6.

Sabtu, 03 Desember 2022

Pidato 1 Desember Presiden Sementara Benny Wenda di Balai Kota Oxford


Benny Wenda,
Presiden Sementara West Papua


Pidato Presiden Pemerintah Sementara ULMWP, Hon. Benny Wenda di Balai Kota Oxford pada 1 Desember 2022.

Pada hari ini, saat kami mengibarkan Bintang Kejora di atas Balai Kota Oxford, kami mengingat semua orang West Papua yang telah dibunuh, dipenjara, ditangkap karena mengibarkan bendera kami. Kami mengenang Filep Karma, pahlawan perjuangan kami. Filep menghabiskan sebelas tahun di penjara karena mengibarkan bendera kami.

Kita juga ingat Zode Hilapok, salah satu dari delapan mahasiswa Papua yang ditangkap 1 Desember lalu karena mengibarkan bendera Bintang Kejora. Hilapok meninggal pada bulan Oktober 2022.

Saya ingin Anda semua bergabung dengan saya dalam keheningan satu menit untuk semua pengibar bendera dan orang West Papua lainnya yang telah meninggal selama setahun terakhir.

Tanggal 1 Desember adalah hari lahirnya bangsa West Papua.

Pada hari ini di tahun 1961, Dewan Nugini mengibarkan bendera Bintang Kejora untuk pertama kalinya, melambangkan permulaan negara Pasifik baru. Tapi hanya dua tahun kemudian, negara kami dirampas dari kami, saat Indonesia mengumumkan invasi mereka. Apa yang terjadi selanjutnya adalah dalam enam dekade telah terjadi genosida, kolonialisme, pendudukan militer.

Orang West Papua selalu menentang pendudukan Indonesia, mulai dari penciptaan perjuangan kemerdekaan, hingga musim semi Papua pada tahun 1999 dan pemberontakan pada tahun 2019. Dalam semangat perlawanan berkelanjutan terhadap kolonialisme ini, kami memperingati dua tahun pengumuman Pemerintahan Sementara kami.

Di sini, di Oxford, di London, di Belanda, Australia, Papua Nugini, Vanuatu, AS, Selandia Baru, Kepulauan Solomon, Fiji, dan di tujuh wilayah West Papua, Bintang Kejora akan dikibarkan dengan bangga dalam solidaritas dengan orang West Papua.

Saya menyerukan kepada semua orang West Papua untuk bersatu di belakang Pemerintahan Sementara ULMWP. Selama enam puluh tahun, Indonesia telah berjuang untuk memecah belah persatuan kita, menampilkan kita sebagai separatis, sebagai teroris, melakukan apa saja untuk merusak tujuan kita. Tapi saya berdiri di sini – hari ini sebagai Presiden dari Pemerintahan Sementara yang siap memimpin negara kita. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kami siap untuk terlibat dengan komunitas internasional.

Kami membuat kemajuan luar biasa menuju tujuan kami untuk Merdeka – berdiri sendiri. Pada tahun 2020, kami mengumumkan Undang-Undang Dasar dan Pemerintahan Sementara kami, pemerintahan sementara bersatu pertama dalam sejarah perjuangan kami. Pada tahun 2021, kami membentuk Kabinet kami, yang memiliki dua belas departemen. Kepada rakyat West Papua, Anda sekarang memiliki struktur pemerintahan sendiri di tujuh wilayah.

Hari ini, kami mengumumkan struktur kelembagaan pemerintahan kami, termasuk Eksekutif, Yudikatif, dan Legislatif. Kami memiliki tujuh eksekutif daerah [wilayah] (Gubernur) di lapangan di West Papua, mewakili tujuh daerah di negara kami. Kami juga memiliki sayap militer kami, Tentara West Papua. Administrasi kami sudah selesai. Kami siap memerintah. Kami tidak mengakui pendudukan ilegal Indonesia atau pembagian provinsi West Papua. Saya menyerukan kepada rakyat saya untuk merebut kembali kemerdekaan yang telah dicuri dari kami. Ini adalah negara Anda, Pemerintahan Sementara Anda. Kami tidak akan sujud lagi kepada Indonesia. Kami akan membebaskan diri kami sendiri.

Mereka yang berada di West Papua melanjutkan pekerjaan ini membuat pengorbanan besar. Mereka menghadapi bahaya terus-menerus dari negara Indonesia. Kami baru melihat bahaya ini bulan lalu, ketika Buchtar Tabuni, Ketua Dewan West Papua, ditangkap oleh polisi Indonesia setelah mengadakan pertemuan damai ULMWP. Saya ingin berterima kasih kepada Buchtar Tabuni, juga kepada Perdana Menteri Pemerintah Sementara ULMWP, Rev. Edison Waromi, dan seluruh kabinet Menteri ULMWP. Melalui tindakan dan keberanian Anda, Anda membuktikan kepada dunia bahwa kami siap menjalankan urusan kami sendiri.

Saya menyerukan kepada seluruh rakyat West Papua untuk bersatu di belakang “Visi Negara Hijau”. Visi Negara Hijau adalah janji kami kepada dunia: West Papua yang dibebaskan akan melindungi hutan hujan terbesar ketiga di dunia dari kehancuran dan penggundulan hutan di Indonesia. Bagi orang asli West Papua, hutan kami selalu menjadi supermarket kami, kebun kami, lemari obat kami. Semua yang kita butuhkan ada di sana. Tapi sedang dihancurkan dengan cepat oleh perkembangan kolonial Indonesia seperti jalan raya Trans Papua dan Tambang Emas Blok Wabu. Para pemimpin internasional harus mengakui pemerintah kita yang menunggu sebagai satu-satunya solusi untuk masalah ini. Tidak akan ada keadilan iklim tanpa kemerdekaan West Papua.

Gerakan kami terus membuat kemajuan internasional. Pada tahun 2015 kami menjadi Anggota Pengamat dari Melanesia Spearhead Group (MSG), dan Saat ini kami siap menjadi anggota penuh. Kami akan duduk mengelilingi meja dengan Indonesia sebagai sederajat. Pada tahun 2019, 18 negara di Forum Kepulauan Pasifik (PIF) dan 79 negara di Organisasi Negara-negara Afrika, Karibia, dan Pasifik (ACP) mengakui perjuangan kami dan menyerukan agar Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia diizinkan masuk ke West Papua. Saat ini, 84 negara, ditambah Komisi Eropa, telah menyerukan agar PBB diberikan akses sehingga dunia akhirnya dapat melihat apa yang terjadi di West Papua.

Kita dapat melihat bahwa kesuksesan kita sedang membangun. Pada Majelis Umum PBB tahun ini, Kepulauan Marshall menyerukan agar West Papua diberikan hak penentuan nasib sendiri. Ini adalah permintaan yang sama yang kami buat. Semakin banyak negara yang mengakui bahwa tidak ada tempat untuk kolonialisme di dunia saat ini. Itu perlu diakhiri.

Krisis kemanusiaan yang dimulai pada 2019 belum berhenti. Kami sangat bersimpati dengan rakyat Ukraina, yang diduduki dan dibunuh oleh pasukan Rusia. Tapi dimana simpati dunia untuk West Papua? Kami telah menderita 60 tahun atas pendudukan Indonesia, dengan aneksasi, dan genosida. Lebih dari 500.000 orang West Papua telah meninggal sejak tahun 1960-an. Saat ini, masih ada puluhan ribu orang tengah mengungsi di Nduga, Puncak Jaya, Intan Jaya, Oksibil, dan Maybrat. Mereka hidup sebagai pengungsi di tanah mereka sendiri, mereka kelaparan, kekurangan air dan fasilitas kesehatan. Ratusan orang telah meninggal. Ratusan lainnya juga telah melarikan diri melintasi perbatasan ke Papua Nugini. Rakyat West Papua sangat menantikan kunjungan Komisariat Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

Pada saat yang sama, kita telah melihat kekerasan yang brutal dan tidak manusiawi yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Indonesia. Pada bulan Agustus, empat warga sipil West Papua disiksa, dibunuh, dan dimutilasi oleh tentara Indonesia. Pria lain, Bruno Kimko, disiksa sampai mati segera setelah itu. Para prajurit yang melakukan kejahatan ini jarang dihukum – bahkan mereka sering disambut sebagai pahlawan oleh militer. Di Indonesia, mengibarkan bendera Bintang Kejora secara damai adalah kejahatan yang lebih buruk daripada membunuh orang West Papua dengan darah dingin.

Saya telah meminta semua kelompok solidaritas kita, di Pasifik, di Eropa, di Amerika Utara, dan di Indonesia, untuk mengibarkan bendera hari ini untuk menghormati semua orang yang telah mengorbankan diri untuk perjuangan. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua kelompok di seluruh dunia yang mendukung perjuangan kami. Terima kasih kepada Pemerintah Vanuatu dan Kepulauan Marshall, yang terus mengadvokasi tujuan kami. Terima kasih kepada Catalonia dan Negara Basque, Senator Gorka dan Presiden Puigdemont, yang telah memberi kami dukungan penting tahun ini. Terima kasih kepada Anggota Parlemen Belanda dan Christian Union, dan kelompok Parlemen Semua Partai untuk West Papua di Parlemen Inggris. Terima kasih kepada Pengacara Internasional untuk West Papua (ILWP), dan kepada Alex Sobel, ketua Parlemen Internasional untuk West Papua (IPWP). Terima kasih kepada semua pemimpin Pasifik dan Melanesia, Dewan Gereja Pasifik (PCC), dan Dewan Gereja West Papua (DGP) atas dukungan Anda yang tak tergoyahkan. Juga, terima kasih khusus kepada anggota dewan Free West Papua, dan keluarga serta teman-teman kami yang mendukung perjuangan kami.

Saat kita memenangkan kemerdekaan kita, Bintang Kejora akan terbang bebas bersama tetangga Pasifik. Sampai saat itu, kami membutuhkan teman-teman kami di seluruh dunia untuk menerbangkannya, untuk menunjukkan kepada Indonesia bahwa mereka mendukung West Papua dan hak kami untuk menentukan nasib sendiri.

Saya ingin mengucapkan terima kasih khusus kepada orang-orang Oxford, tempat saya berada. Sejak saya tiba di sini pada tahun 2003, kami telah berubah dari membentuk Kampanye Free West Papua hingga meluncurkan Pemerintahan Sementara. Orang-orang Oxford, Walikota, Partai Hijau, Konservatif, dan Partai Buruh telah berdiri di belakang untuk misi kami sepenuhnya. Saya bangga telah diberi kebebasan Oxford. Orang West Papua tahu mereka akan selalu punya teman di kota ini.

Semua orang West Papua, baik di kota, di pengasingan, di kamp pengungsian, atau di hutan, harus bersatu di belakang ULMWP dan Pemerintahan Sementara kita. Simbol nasional kita mengatakan ‘Satu Orang Satu Jiwa – One People One Soul’. Kita harus melanjutkan semangat persatuan ini jika kita ingin berhasil dalam perjuangan panjang kita untuk kemerdekaan.

Sekarang saatnya Indonesia mengakui hak kita untuk menentukan nasib sendiri. Di bawah hukum internasional kami memiliki hak untuk referendum, hak untuk membebaskan tanah air kami, seperti halnya Indonesia membebaskan diri dari kekuasaan Belanda. Misi kami damai – kami tidak menggunakan peluru atau bom, kami menuntut secara damai hak-hak nasional kami. Saya meminta sekali lagi kepada Presiden Indonesia Joko Widodo untuk duduk bersama saya dan membahas referendum kemerdekaan yang dimediasi secara internasional untuk menyelesaikan masalah ini untuk selamanya. Indonesia tahu bahwa ini adalah satu-satunya solusi damai untuk masalah West Papua. Kami tidak akan pernah berhenti berjuang untuk kemerdekaan kami.

Bintang Kejora adalah simbol tanah air kita, mewakili impian kemerdekaan kita yang bersatu. [Bintang] Ini adalah cahaya terakhir yang kita lihat di langit malam sebelum matahari terbit. Sama seperti itu telah membimbing orang ke pantai kita, Bintang Kejora akan membimbing orang West Papua menuju kemerdekaan. Suatu hari nanti kita akan merawat kebun kita dan berjalan di hutan kita dengan damai. Kita akan memiliki kemerdekaan kita.


Tuhan memberkati. Papua Merdeka!


Benny Wenda

Presiden 

Pemerintahan Sementara ULMWP


Sumber :

(https://www.ulmwp.org/interim-president-benny-wendas-december-1-speech-at-oxford-town-hall)