
Kepala Kasat Polresta Manado Saat Bicara Dengan Ketua KNPB Konsulat Wilayah Nyiur Melambai di Depan Asrama Mahasiswa Papua Cenderawasih V Manado Sulawesi Utara. ( oniphoto)
Manado Sulhit News. Interogasi terhadap Mahasiswa Papua Terus terjadi di setiap Asrama Mahasiswa/i Papua di Manado Sulawesi Utara. Setelah kedatangan polisi di Asrama Mahasiswi Papua Cenderawasih XIV Manado Sulawesi Utara, Pada hari minggu 17 September 2017. Satu hari kemudian polisi kembali datang lagi mengerebekan Asrama Mahasiswa Papua Cenderawasih V Manado Sulawesi Utara.
Pada hari selasa, 19 September 2017, Pukul 10: 30 Witta. Lima orang polisi berpakaian lengkap dengan senjata mendatangi Asrama Mahasiswa Papua Cenderawasih V Manado Sulawesi Utara. Semua penghuni pada akitivitas kampus sehingga dalam asrama hanya beberapa penghuni saja yang tinggal didalam, namun kelima polisi ini tanpa sapa dan salam maupuan mengetok pintu asrama langsung masuk dan menuju ke belakang dapur atau tempat masak.
Kemudiaan mereka melihat gambar bendera Bintang Kejora di tembok dinding pagar asrama dan mulai motret bambar tersebut. Saat pengambilan gambar, tiba beberapa penghuni dari dalam kamar, lalu penghuni asrama menegur mereka sehingga polisi langsung menuju depan asrama.
Setelah mereka keluar bertemu dengan Ketua Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua ( IMIPA) Sulut dengan Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Indonesia Tenggah ( DPW-AMPTPI) dan beberapa penghuni lainnya. Tanya ketua DPW AMPTPI, Apa tujuan kedatangan kelima bapak di tempat ini? Jawaban mereka “ kami datang patroli”. Lalu ketua DPW kembali bertanya lagi tentang surat perintah dan surat ijin dari atasan mereka, namun mereka menjawab kami hanya menjalankan tugas sebagai keamanan untuk menjaga lingkungan di sekitarannya. Setelah perbincangan selesai kelima polisi meningalkan asrama pada pukul 10: 42 Witta. Dengan tujuan untuk melanjutkan tugas patroli.
Tak lama kemudian pada pukul 14: 15 Witta, kepala Kasat Polresta Manado dan Kanit V Polres Malalayang serta Anggotanya kembali datang menggunakan 7 unit mobil avanza dan 6 unit motor., lalu mereka langsung ke belakang dan menemukan salah satu menghuni yang duduk di dapur kemudian mereka interogasi dan disuruh hapus gambar bintang kejora itu dengan cat cair yang mereka bawa. Setelah di cata semua ke depan asrama bertemu dengan kepala kasat Polresta Manado. Setelah berbincang-bincang dengan kepala Kasat di arahkan langsung ke Polsek malalayang unutk menjelaskan tentang gambar dan pelukisnya.
Kepala kasat dan anggota langsung meningalkan asrama lalu menuju ke polsek malalayang bersama Ketua KNPB Kunsulat Wilayah Nyiur Melambay Nelson Wenda. dan penghuni asrama. Jumlah mahasiswa yang yang di angkat oleh pihak kepolisihan berjumlah 25 orang, tiba di polsek malalayang dan mulai tanya. Apa Tujuan gambar bintang kejora itu,? lalu jawab ketua KNPB Konsulat Wilayah Nyiur melambay, tujuan daripada gambar itu adalah untuk mendukung perjuangan Free West Papu, Bapak-bapak sudah tahu perjuangan kita. Perjuangan orang Papua Untuk memisahkan diri dari Negara Kolonialisme Indonesia bukan tersembunyi, tetapi sudah tahu di dunia internasional, oleh sebab itu kami sebagai orang Papua tidak bisa berdiam diri tetapi terus menyuarakan dan menkampanye melalui gambar, dan lain-lain, agar semua masyarakat yang ada bersama kami di lingkungan sekitar itu tahu. Ujar ketua KNPB Konsulat Wilayah Nyiur melambai, apakah atribut-atribut dan gambar-gambar yang berhubungan dengan bintang kejora ada pasal-pasal yang tercantum dalam undang-undang negara ini?. Tetapi pihak kepolisian tidak menjawab dengan pertanyaan tersebut.
Setelah Ketua KNPB Konsulat Wilayah Nyiur Melambai menyelaskan tujuan gamabar Bendera bintang Kejora itu, Ketua bersama seluruh anggota dipulangkan kembali ke Asrma Mahasiswa Cenderawasih V Papua Manado Sulawesi Utara. ( Jy)*
0 comments:
Posting Komentar