Jumat, 13 April 2018

KRISTUS DALAM KEBANGKITANNYA



 
Yesus Telah Bangkit


Kebangkitan Yesus Kristus adalah salah satu kebenaran dasar dari iman Kristen. Murid-murid yang mula-mula didorong untuk bersaksi bagi Kristus sebab mereka percaya bahwa Yesus Kristus telah benar-benar mati dan benar-benar bangkit kembali secara badaniah dari kuburNya. James Orr memberikan komentar, 


Kenyataan pertama yang diucapkan oleh semua saksi ialah bahwa Yesus mati dan dikuburkan. Rasul Paulus mengihtisarkan kepercayaan bulat dari gereja mula-mula itu dalam kata-kata ini : "Bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita sesuai dengan Kitab Suci, dan bahwa la telah dikuburkan." Realitas kematian Kristus, bertentangan dengan teori-teori tak berharga yang telahdibahas sebelumnya, tak perlu diperdebatkan lagi.1 ) 
Perjanjian Lama membentuk suatu latar belakang penting terhadap doktrin Perjanjian Baru tentang kebangkitan. J. Dwight Pentecost menulis, Dari Perjanjian Lama kita dapat rnempelajari fakta-fakta ini. Pertama, ada kebangkitan dari an tara orang mati. Kedua, kebanqkitan bersifat universal,yaitu untuk semua.orang. Ketiga, adadua macam kebangkitan. Ada kebangkitan kepada kehidupan dan ada kebangkitan kepada kebinasaan . Ada kebangkitan bagi orang benar dan kebangkitan bagi orang jahat. Dan dari Perjanjian Lama ini kita memperhatikan suatu fakta lain : bukan hanya orang-orang yang akan dibangkitkan untuk hidup kernbali; tetapi juga Yesus Kristus, Mesias Allah, Anak Allah, akan dibangkitkan dari antara orang mati. 2) 
Dari segi apologetic bagi theologia Kristen, iman kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah, berdiri atau jatuhnva sangat erat hubungannya dengan masalah kebangkitan Kristus secara badaniah.Seperti yang disimpulkan oleh Paulus dalam 1 Korintus 15 : 17, "Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercavaan kamu, dan kamu masih hidup dalam dosarnu." Karena itu kebangkitan patut dianggap sebuah bukti tentang pribadi Kristus, keilahian Nva, kemesiasan Nya, dan kuasaNya untuk menyelamatkan dari dosa. Pada kebangkitan inilah bergantung nilai dan berlakuNya pekerjaanNya di masa lampau, sekarang dan di masa yang akan datang. Kebangkitan Kristus juga bertalian dengan penggenapan wajar dari nubuatan mengenai kebangkitan baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru, dan dituntut oleh konsep bahwa Kitab Suci tak dapat keliru. 

Doktrin tentang kebangkitan Kristus itu merupakan langkah pertama dalam urutan Kemuliaan yang dialarni oleh Kristus : 
1) kebangkitan Nya; 
2) kenaikanNya ke sorga dan kembali kepada kernuliaanNya sebelum berinkarnasi; 
3) peninggianNya dalam didudukkan .di sebelah kanan Bapa dan takhta Bapa: 
4) kedatangan kedua kaliNya ke bumi dalarn kuasa dan kemuliaan; 
5) dudukNya di atas takhta Daud sebagai Pemerintah seribu tahun di bumi; 
6) peninggianNya sebagai Hakim semua orang pada takhta putih yang besar; 
7) pemuliaanNya di bumi dan langit yang baru. 

Dari segi pelayanan Kristus, kebangkitan merupakan permulaan dari tahap baru pekerjaanNya bagi orang-orang kudus .. Kepangkitan adalah persiapan atas kembaliNya ke kemuliaan dan kepada pelayananNya sekarang sebagai Pengantara kita di sebelah kanan Bapa. 
Seluruh pekerjaanNya di rnasa depan berasal dari kedatangan kedua kali Nya dan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kerajaan seribu tahun. Hanya sedikit doktrin lain dalam imanKristen yang lebih penting bagi seluruh struktur dari pada doktrin kebangkitan ini. Itulah sebabnya mengapa rasul-rasul dan orang-orang Kristen yang injili selama abad-abad yang berlalu ini senantiasa menekankan pentingnya doktrin kebangkitan. 

Bukti-Bukti Kebangkitan Kristus 
Kebangkitan Kristus adalah batu penjuru bagi setiap pembelaan atas iman Kristen. Padanya terletak segal a sesuatu yang penting bagi theoloqia Kristen. Bukti-bukti kebangkitan Kristus demikian banyak jumlahnya sehingga menjadi salah satu dari pembelaan iman Kristen yang terbesar. Bukti-bukti tersebut dapat dibagi dalam beberapa golongan. 


 Penampakkan Diri Kristus Pada Waktu Kebangkitan : Bukti Bersejarah Yang Tiada Taranya 

 Suatu penyelidikan yang seksama dari Kitab Suci akan menunjukkal1 urutan berikut ini mengenai peristiwa-peristiwa yang dibentangkan dalam penampakkan diri Kristus pada waktu kebangkitanNya : 

1. Menurut Matius 28 : 2-4, para pengawal kubur itu m.elihat seorang malaikat menggulingkan batu penutup kubur, dan mereka menjadi sangat ketakutan. Dengan cara ini Kitab Suci mencatat tindakan melanggar hukum dalam hal perusakkan terhadap meterai Romawi yang dipasang pada batu penutup kubur, dan hal tidak berhasilnya para pengawal mencegah pengambilan tubuh Kristus.Oleh saran imam besar, serdadu-serdadu itu melaporkan (Matius 28 : 11-15) bahwa seseoranq telah mencuri mayat Kristus ketika mereka tidur, di mana hal ini merupakan suatu laporan palsu. Kemungkinan, yang terjadi ialah bahwasanya Kristus telah bangkit dari kubur itu tidak lama sesudah matahari tenggelam pada malam sebelumnya, dan dibukanya pintu kubur itu oleh malaikat bukan untuk memungkinkan Kristus keluar dari kubur melainkan supaya orang-orang dapat masuk kedalamnya dan melihat bahwa kubur itu telah kosong. 

2. Tidak lama setelah batu itu digulingkan, Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, Salome dan perempuan-perempuan lain tiba dikubur itu (Matius 28:1,5-7; Markus 16:1-11; Lukas 24: 1-10; Yohanes 20:1). 

3. Mengetahui bahwa batu itu telah digulingkan dan mendengar pemberitahuan malaikat bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, Maria Magdalena lari untuk memberitahukan kepada para rasul dan perempuan-perempuan lain mengikutinya dengan lebih lambat (Matius 28: 8; Markus 16: 8; Lukas 24' 8-10; Yohanes 20: 2). 

4. Sesudah memberitahu rasul-rasul, Maria Magdalena kembali didahului oleh Petrus dan Yohanes, danmelihat kubur yang kosong (Yohanes .20 : 2-10). Jelas bahwa pada waktu itu Maria tidak mengerti bahwa Kristus benar-benar bangkit dari antara orang mati, bahkan walaupun ia telah diberitahu oleh malaikat. 

5. Penampakkan diri Kristus yang pertama kalinya adalah kepada Maria Magdalena ketika ia tinggal di kuburan itu setelah Petrus dan Yohanes pergi. Disinilah ia melihatKristus dan mula-mula mengira Dia adalah tukang kebun tetapi segera mengenali Nya tatkala la berbicara kepadanya (Yohanes 20: 11-17; bd. Markus 16: 9-11). 

6. Sesudah ia melihat Tuhan yang bangkit, Maria Magdalena kembali untuk melaporkan penampakkan diri Kristus kepadanya (Markus 16 . 10-11; Yohanes 20: 18 ). 

7. Penampakkan diri Kristus yang kedua kalinya ialah kepada perempuan-perempuan lain yang juga sedang kembali ke kubur dan melihat Kristus di tengah jalan (Matius 28: 9-10).

8. Catatatan tentang para penjaga mengenai batu yang digulingkan oleh. malaikat merupakan kesaksian lain tentang kebangkitan Kristus dari saksi-saksi yang tidak menghendaki hal ini (Matius 28: 11-15). 

9. Penampakkan diri Kristus yang ketiga kalinya ialah kepada Petrus pada sore hari itu juga. Mengenal hal ini tidak diberikan seluk-beluknya, . tetapt hal ini sangat berarti karena Kristus ternyata mencari Petrus lebih dahulu, si penyangkal, dari pada kesepuluh rasul-rasul yang lain (Lukas 24 : 23; 1 Korintus 15 : 5 ). 

10. Penampakkan diri Kristus yang keempat kalinya adalah kepada murid.murid ketika mereka berjalan pada jalan ke Emaus. Secara ajaib, tanpadikenali sebelumnya, Kristusmenjelaskan kepeda merekakitab Perjanjian Lama tentang kematian dan kebangkitanNya. la baru dikenali setelah memecahkan roti ( Markus 16 : 12-13; Lukas 24: 13-35). 

11. Penampakkan diri Kristus yang kelima kalinya adalah kepada para murid ( Markus 16:14; Lukas 24:36-43; Yohanes 20:19-23). 

12. Penampakkan keenam adalah kepada kesebelas murid, seminggu sesudah kebangkitanNya. Pada waktu itu Tomas hadir (Yohanes 20 : 26-29). 

13. Penampakkan ketujuh kepada tujuh murid di laut Galilea (Yohanes 21 : 1-23). Pada saat itu la terutama berbicara kepada Simon Petrus sesudah penangkapan ikan secara rnujizat. 

14. Penampakkan kedelapan kepada lima ratus orang sekaligus dan diikuti oleh Paulus sebagai sebuah bukti menyolok dari kebangkitanNya ( 1 Korintus 15 : 6). 

15. Penampakkan kesernbllan kepada Yakobus, saudaraNya sendiri ( 1 Korintus 15 :7 ), Ada bukti bahwa Yakobus bukan orang percaya sebelum kebangkitan Kristus ( Yohanes 7:3-5), tetapi segera sesudah kebangkitan ia terhitung di antara orang yang percaya (Kisah Para Rasul 1:14; Galatia 1:19). Di kemudian hari ia menjadi salah satu pemimpin terkemuka dalam gereja rasuli. 

16. Penampakkan kesepuluh adalah kepada kesebelas rnurid di gunung di Galilea. Pada kesempatan itu la memberikan Perintah Agung untuk memberitakan Injil (Matius 28:16-20). Perintah yang sarna diberikan dalam Markus 16: 15-18 yang bisa merupakan kejadian yang sama ataupun penampakkan sebelumnya. 

17. Penampakkan kesebetas terjadi pada waktu kenaikanNyake sorga dari Bukit Zaitun (Lukas 24 : 44-53; Kisah Para Rasul 1:3-9), Inilah penampakkan terakhir dari Kristus kepada murid-muridNya sebelum Ia dipermuliakan di sorga. 

18. Penampakkan keduabelas dari Kristus yang bangkit adalah ke pada Stefanus tepat sebelum ia mati syahid (Kisah Para Rasul 7 : 55-55). 
Penampakkan-penampakkan selanjutnya, yangberbeda sifatnva, menguatkan fakta tentang kebangkitanNya. 

19. Penampakkan yang ketigabelas ialah kepada rasul Paulus di tengah-jalan ke Damsyik tatkala ia bermaksud menganiaya terus orang-orang Kristen (Kisah Para Rasul 9: 3-6; 22:6-11; 26:13-18 ). Pada saat itulah Paulus bertobat, 

20. Penampakkan keempat-belas rupanya kepada rasul Paulus juga di Arabia (Kisah Para Rasul 20: 24; 26: 17; Galatia 1: 12, 17). Penampakkan ini tidak jelas dinyatakan tetapi bisa disimpulkan dari Galatia 1: 12. Beberapa orang percaya bahwa petunjuk-petunjuk kepada Paulus, yang disebutnya dalam Kisah Para Rasul 26: 17, diberikan oleh Tuhan kepadanya di Arabia, bukan pada penampakkan pertama di jalan ke Damsyik. Tidak ada catatan tentang wahyu yang diberikan kepada Paulus dalam Kisah Para Rasul 9 atau 22. Dalam pasal 22: 10 ia dijanjikan suatu wahyu yang akan memberikan petunjuk-petunjuk yang diperlukannya.

21. Penampakkan kelimabelas adalah kepada Paulus juga di dalam Bait Allah tatkala Paulus diperingatkan mengenai penqaniavaan yang akan tiba (Kisah 22: 17-21; lihat 9: 26-30 dan Galatia 1: 18 ).

22. Penampakkan keenambelas adalah kepada rasul Paulus tatkala ia ada di penjara Kaisaria, di mana dikatakan Tuhan datang berdiri di sisinva", dan memberitahu Paulus bahwa ia harus menyaksikan Injil di Roma (Kisah 23: 11 ). 

23. Penampakkan yang terakhir atau yang ketujuh belas adalah kepada rasul Yohanes pada permulaan wahyu yangdiberikan kepadanya (Wahyu 1: 12-20). 

Dari keseluruhannya, penampakkan-penampakkan diri dengan berbagai sifat dan kepada begitu banyak orang di bawah begitu banyak keadaan yang berbeda, menunjukkan bahwa bukti kebangkitan Kristus adalah sekuat fakta sejarah yang mana saja yang dapat disebutkan dalam abad pertama. 


Kubur Kosong sebagai Saksi Kebangkitan Kristus 
Seluruh bukti yang ada mengenai kubur itu sesudah kebangkitan Kristus menunjukkan bahwa kubur itu kosong. Inilah kesaksian murid-murid itu yang dengan seksama menyelidiki kubur tersebut ketika mereka menemukan batu penutupnya surJah terguling. Para penjaga yang mengawal kubur itu, menurut tulisan Matius, juga melaporkan bahwa kubur itu kosong. Tentang hal ini hanya ada tiga kemungkinan yang dapat menjelaskannya : 

1. Murid-murid itu telah datang ke kubur yang salah. Tetapi ini ditolak oleh adanya malaikat-malaikat di sana, dan juga para serdadu Romawi itu tak mungkin menjaga kubur yang salah. 
2. Serdadu-serdadu itu sendiri telah mengarang ceritera bahwa seseorang mencuri mayat Kristus ketika mereka tidur Apabila inilah kasusnva, para pengawal itu tentu sudah dihukum mati. Sebaliknya, menurut catatan Matius, mereka disuap dengan uang untukmenyebarkan ceritera bohong bahwa ada orang mencuri mayat Kristus. Ini jelas adalah usaha menutupi kebenaran dengan uang suap, dan dengan senang diterima oleh serdadu-serdadu itu yang juga dijamin keselamatannya dari kemungkinan dijatuhi hukuman oleh penguasa Romawi. 
3. Sangat kurangnya bukti dari penggugat kebangkitan Kristus menjadikan kita menerima catatan kebangkitan itu sebagai satu-satunva penjelasan yang dapat dipercaya. Jikalau kebangkitan itu tidak ajaib dan begitu penting sehingga menjadi dasar yang kokoh bagi seluruh iman Kristen, maka tentulah kebangkitan itu tidak akan pernah dipersoalkan. Ketika bukti dari kubur yang kosong itu ditambahkan kepada banyak argumentasi lain bagi kebangkitan badaniah Kristus, hal ini membentuk bukti tambahan tentang keaslian seluruh ceritera itu. Murid-murid Tuhan tidak mempunyai alasan untuk mencuri mayatNya, dan jika musuh-musuh Tuhan telah mengambil mayat itu tentulah mereka ak an mengeluarkan kembali mayat Kristus tatkala berita-berita kebangkitanNya mulai tersebar. Tidak ada bukti bahwa musuh-musuh Kristus pernah berusaha menemukan mayat Kristusyang katanya dicuri. Kubur kosong itu tinggal membisu tetapi merupakan saksi yang tak dapat disangkal tentang kenyataan kebangkitanNya. 

Sifat Saksi-Saksi Manusiawi Terhadap Kebangkitan Itu 
Jelas dari catatan-catatan dalam keempat Injil bahwa saksi-saksi kebangkitan Kristusitu sangat sulit mempereayai paneaindera mereka sendiri tentang peristiwa penting ini. Hanya ketika diberi bukti yang luar biasa padaakhirnya mereka menerima fakta kebangkitanNya. Murid-murid itu tentu tidak salah mengenali Kristus, sebab mereka sangat mengetahuiNya. Bagaimanapun juga, mereka sendiri menuntut suatu bukti yang berwujut, misalnya Tomas yang tidak hadir pada waktu penampakkan diri Kristus yang pertama kepada kesebelas murid itu. Juga agaknya murid-murid itu tidak mengharapkan Kristus akan bangkit dari antar aorang mati, bahkan walaupun Ia telah memberitahukan hal ini kepada mereka sebelumnya. Tetapi sekali bukti kebangkitanNya dinyatakan, bahwa Kristus benar-benar bangkit dari antara orang mati, maka tidak ada penganiayaan yang dapat menggoncangkan kesaksian mereka. Berulang kali mereka menunjukkan kesediaan untuk mati dari pada melepaskan iman mereka kepada Kristus sebagai Tuhan mereka yang hidup. Keengganan para serdadu dan larangan-larangan dari para pemimpin Yahudi menambahkan secercah kenyataan akan kesungguhan kebangkitan Kristus. 

Perubahan Dramatis Para Murid Setelah Kebangkitan 
Argumentasi yang mengesankan bagi kesungguhan kebangkitan Kristus adalah sikap paramurid yang sangat menyolok bedanya pada sebelum dan sesudah kebangkitan. Alkitab menunjukkah bahwa murid-murid itu sebelum kebahgkitan Kristus sangat tawar hati, berkumpul deriqan ketakutan di tempat yang tersembunyi, dan kalang-kabut oleh kematian Kristus. Mereka waktu itu tak punva harapan apa-apa. Pada hari kebangkitan itu sendiri, tidak ada tanda-tanda bahwa mereka menerima kesaksian tentang kebangkitan Kristus tanpa meminta bukti yang tertentu. Jelas sulit sekali rneraka mempereayai paneainderanya sendiri ketika mereka benar-benar melihat Kristus bangkit. Sekali mereka yakin, bagai¬manapun juga, murid-murid itu menjadi kegirangan dan berani dan, sebagaimanadigambarkan dalam kasus Petrus, memberikan kesaksian di muka umurn tentang fakta kebangkitan itu, serta menantang parapendengarnya untuk memikirkan bukti itu. Dalam sikap merekasebelum kebangkitan Kristus maupun dalam pengharapan dan iman mereka selanjutnya yang dibaharui, pengalamah mereka mengikuti suatu pola yang wajar, dan tidak ada petunjuk bahwa mereka menerima fakta kebangkitan itu terpisah dari bukti-bukti nyata yang mereka alami sendiri dalam penampakan-penampakan diri Kristus setelah kebangkitan tersebut. 

Pengalaman Murid-Murid Tentang Kuasa Ilahi Dalam Masa Sesudah Kebangkitan Kristus 
Kitab Kisah Para Rasul menyebutkan bukti tentang kuasa ajaib dari Allah dalam pelayanan para rasul. Sebenarnya kitab terse but, dalam satu pengertian, merupakan perbuatan-perbuatanRoh Kudus dan bukannya sekedar perbuatan para rasul itu sendiri. Kuasa Roh yang dinubuatkan akan turun ke atas mereka pada hari Pentakosta, digenapkan dalam pasal 2 dan dalam pengalaman selanjutnya dari gereja itu.Baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi diubah dibawah kuasa Injil ketika mereka percaya kepada Kristus yang telah mati bagi mereka dan yang bangkit kembali. Injil diteguhkan oleh tindakan-tindakan ajaib seperti penyembuhan, penghukuman ilahi terhadap Ananias dan Safira, penampakkan diri Kristus seeara ajaib kepada Saul, dan sejumlah peristiwa lain di dalam mana kuasa Allah tampak dengan nvata. Kitab Kisah Para Rasul akan tidak ada artinya dan takmungkin ada iika Kristus tidak benar-benar dibangkitkan dari antara orang mati. Kuasa yang dapat mengubah orang, kuasa Kristus yang mengubah hidup, yang disaksikan oleh orang-orang Kristen sepanjang masa, tidak dapat dijelaskan jika Kristus tidak sungguh bangkit. Oleh karena itu kitab Kisah Para Rasul dapat dianggap sebuah peneguhan yang kokoh tentang ajaran kebangkitan. 

Bukti Dari Hari Pentakosta 
Yang menyolok dalam kitab Kisah Para Rasul ialah dukungannya terhadap ke,bangkitan Kristus yang dinyatakan dalam peristiwa hari Pentakosta. Peristiwa itu sendiri merupakan demonstrasi dari kuasa Allah. tetapi hanva akan berupa keajaiban manusiawinya yang tak dapat dijelaskan apabila Kristus tidak-bangkit. Hari Pentakosta yang terjadi hanya 50 hari setelah kematian dan kebangkitan Kristus merupakan kesempatan bagi Petrus untuk menyampaikan, khotbah tentang kebangkitan Kristus karena pada waktu itu ribuan orang sedang berkumpul untuk mendengarkan. Orang-orang yang mendengar khotbah Petrus tentulah segera pergi ke kubur Yesus, dan pasti menyelidiki laporan-laporan tentang kebangkitan itu, yang sedang menjadi pembicaraan umum di Yerusalem. Ketika Petrus menyatakan kebangkitan Kristus, tidak ada sanggahan dari orang banyak. Malahan dicatat bahwa sebaliknya dari pada mengadakan penolakan terhadap fakta itu, tiga ribu orang, yang dalam posisi mengetahui fakta-faktanva, percava bahwa Yesus Kristus benar-benar telah bangkit dari antara orang mati. Jelas bahwa pernyataan yang penuh keyakinan dari Petrus bahwa Kristus bangkit dalam menggenapi nubuat-nubuat Perjanjian Lama tentang Daud, seperti yang dicatat dalam Mazmur 16: 10-11, tentulah . berasal tidak hanya dari keyakinannya sendiri bahwa inilah fakta-faktanya, tetapi juga dari keyakinan dan keberanian percaya bahwa tak seorangpun sanggup menyangkalnya. Peristiwa Pentakosta akan lewat begitu saja tanpa penjelasan yang cukup apabila Yesus Kristus tidak bangkit dari antara orang mati. 

Bukti Dalam Kebiasaan Berhimpun Pada Hari Pertama Minggu 
Mula-mula dalam gereja rasuli, terdapat kebiasaan untuk orang-orang percava berhimpun pada hari pertama dalarn minggu (hari Minggu) dan melakukannya sebagai hari khusus untuk menyembah dan memuji. Pada hari Minggu mereka mengadakan Perjamuan Tuhan dan membawa persernbahan mereka (Kisah 20:7; 1 Korintus 15:2). Orr menulis, 
Para saksi memberikan kesaksian yang sijling menyetujui bahwa pada hari Paskah pagi hari, atau, seperti dikatakarl para penulis kitab Injil, "pada hari pertama minggu itu," atau hari ketiga sesudah Penyaliban, pada waktu itulah peristiwa yang disebut Kebangkitan terjadi; dengan perkataan 'lain, bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga. Keempat penulis lnjil, apapun perbedaan mereka, setuju mengenai hal ini. Rasul Paulus, yang telah berbicara dengan saksi-saksi.ivanq sebenarnva, hanya delapan atau sembilan tahun setelah peristiwa itu, meneguhkan pernyataan tersebut, dan menyatakannya sebaqai kepercayaan umum dari Gereja, 
Dari abad pertama, sebagian besar orang Kristen terus melakukan hari pertama dalam minggu sebagai satu hari istimewa yang memiliki makna agama. Satu-satunva penjelasan yang mempunyai landasan sejarah tentang perubahan dari perhentian hari ketujuh kepadahari pertama minggu sebagai satu hari penyembahan ialah bahwasanya Kristus bangkit dari antara orang mati pada hari itu. Kebiasaan sejarah sepenuhnya dikuatkan oleh sejarah gereja bahwa Kristus sungguh bangkit dari antara orang mati, merupakan bukti lain tentang hal itu. 

Milligan menunjukkan sifat yang meyakinkan dari perubahan ini dalam adat kebiasaan sebagai berikut : 
Kita mempunyai kebiasaan mengenai hari Tuhan, yang asal-mulanya ialah dari minggu Kebangkitan, dan yang tak seorangpun akan bermimpi untuk menolaknya, di mana hari itu dengan tegas direncanakan untuk memperingati peristiwa Kebangkitan tersebut. Pastilah harus ada keyakinan yang dalam maupun kekuatan yang besar,di dalarn kepercayaan yang menimbulkan kebiasaan semacam itu. Kita tidak melihat kehebatan hal ini sebelum kita ingat bahwa di sini dinyatakan faham-faham yang sama sekali berlainan antara hari Sabat (Sabtu) dan hari Tuhan (Minggu). Sabat adalah hari terakhir dalam minggu tatkala manusia sudah letih bekerja, mencari kekuatan baru dari Allah, hari untuk memperingati selesainya penciptaan yang lama, Hari Tuhan adalah perrnulaan dari yang baru -- dipercayai bahwa Yesus bangkit dari kubur pada pagi hari pertama dari minggu itu. Kenyataan inilah yang mengadakan perbedaan, dan tidak mungkin ada suatu kesaksian lain yang lebih kuat tehtang keyakinan orang terhadap kebenaran yang terjadi dalam minggu itu. 3) 


Asal Mula Gereja Kristen. 
Gereja Kristen yang ada sejak abad pertama timbul dari kepercayaan akan kebangkitan Kristus. Hanya bukti nyata semacam itu tentang keilahian Kristus, yang akan memberikan kepada gereja kuasa yang meyakinkan yang diperlukan dalam memberikan kesaksian Injil. Dinamika yang menandai gereja mula-mula hanya bisa diterangkan atas dasar bahwa Kristus benar-benar bangkit dari antara orang mati. Bertahun-tahun kemudian jutaan orang percaya telah memperoleh berkat dan diubah hidupnya oleh iman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan mereka yang bangkit. Jika kebangkitan itu cuma sekedar mitos, maka tidak akan ada penjelasan yang memadai bagi kuasa dari gereja mula-mula untuk bersaksi dan bagi kesediaan pengikut-pengikutnya bahkan untuk mati dari pad a menyangkal iman Kristen rnereka. Kelangsungan hidup gereja selama berabad-abad, walaupun ada ajaran-ajaran yang tak mengacuhkan, tak mempercayainya dan merusaknya pelan-pelan, akan sulit sekali diterangkan apabila tidak ada dasar yang teguh bagi asal mulanya dan kelangsungan hidupnva dalam kebangkitan bersejarah dari Kristus. Orang-orang yang menyelidiki fakta-fakta mengenai kebangkitan Kristus sebagaimana ditulis dalam Kitab Suci pasti akan menemukan bukti yang berlimpah-limpah di atas mana mereka dapat meletakkan imannya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Allah mereka. 


Refernsi


1) James Orr, The Resurrection of Jesus, hal. 92. 
2) Dwight Pentecost, Things Which Become Sound Doctrine, hal. 145. 
3) William Milligan, The Resurrection of Our Lord, hal. 68-69. 

Sumber : John F Walvoord, Yesus Kristus Tuhan Kita, p 179-187


0 comments:

Posting Komentar