Kebangkitan Yesus Kristus
adalah salah satu kebenaran dasar dari iman Kristen. Murid-murid yang mula-mula
didorong untuk bersaksi bagi Kristus sebab mereka percaya bahwa Yesus Kristus
telah benar-benar mati dan benar-benar bangkit kembali secara badaniah dari
kuburNya. James Orr memberikan komentar,
Kenyataan pertama yang
diucapkan oleh semua saksi ialah bahwa Yesus mati dan dikuburkan. Rasul Paulus
mengihtisarkan kepercayaan bulat dari gereja mula-mula itu dalam kata-kata ini
: "Bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita sesuai dengan Kitab
Suci, dan bahwa la telah dikuburkan." Realitas kematian Kristus,
bertentangan dengan teori-teori tak berharga yang telahdibahas sebelumnya, tak
perlu diperdebatkan lagi.1 )
Perjanjian Lama membentuk
suatu latar belakang penting terhadap doktrin Perjanjian Baru tentang
kebangkitan. J. Dwight Pentecost menulis, Dari Perjanjian Lama kita dapat
rnempelajari fakta-fakta ini. Pertama, ada kebangkitan dari an tara orang mati.
Kedua, kebanqkitan bersifat universal,yaitu untuk semua.orang. Ketiga, adadua
macam kebangkitan. Ada kebangkitan kepada kehidupan dan ada kebangkitan kepada
kebinasaan . Ada kebangkitan bagi orang benar dan kebangkitan bagi orang jahat.
Dan dari Perjanjian Lama ini kita memperhatikan suatu fakta lain : bukan hanya
orang-orang yang akan dibangkitkan untuk hidup kernbali; tetapi juga Yesus
Kristus, Mesias Allah, Anak Allah, akan dibangkitkan dari antara orang mati. 2)
Dari segi apologetic bagi
theologia Kristen, iman kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah, berdiri atau
jatuhnva sangat erat hubungannya dengan masalah kebangkitan Kristus secara
badaniah.Seperti yang disimpulkan oleh Paulus dalam 1 Korintus 15 : 17, "Jika
Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercavaan kamu, dan kamu masih
hidup dalam dosarnu." Karena itu kebangkitan patut dianggap sebuah bukti
tentang pribadi Kristus, keilahian Nva, kemesiasan Nya, dan kuasaNya untuk
menyelamatkan dari dosa. Pada kebangkitan inilah bergantung nilai dan
berlakuNya pekerjaanNya di masa lampau, sekarang dan di masa yang akan datang.
Kebangkitan Kristus juga bertalian dengan penggenapan wajar dari nubuatan
mengenai kebangkitan baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru, dan
dituntut oleh konsep bahwa Kitab Suci tak dapat keliru.
Doktrin tentang kebangkitan
Kristus itu merupakan langkah pertama dalam urutan Kemuliaan yang dialarni oleh
Kristus :
1) kebangkitan Nya;
2) kenaikanNya ke sorga dan
kembali kepada kernuliaanNya sebelum berinkarnasi;
3) peninggianNya dalam
didudukkan .di sebelah kanan Bapa dan takhta Bapa:
4) kedatangan kedua kaliNya
ke bumi dalarn kuasa dan kemuliaan;
5) dudukNya di atas takhta
Daud sebagai Pemerintah seribu tahun di bumi;
6) peninggianNya sebagai
Hakim semua orang pada takhta putih yang besar;
7) pemuliaanNya di bumi dan
langit yang baru.
Dari segi pelayanan Kristus,
kebangkitan merupakan permulaan dari tahap baru pekerjaanNya bagi orang-orang
kudus .. Kepangkitan adalah persiapan atas kembaliNya ke kemuliaan dan kepada
pelayananNya sekarang sebagai Pengantara kita di sebelah kanan Bapa.
Seluruh pekerjaanNya di
rnasa depan berasal dari kedatangan kedua kali Nya dan peristiwa-peristiwa yang
berkaitan dengan kerajaan seribu tahun. Hanya sedikit doktrin lain dalam
imanKristen yang lebih penting bagi seluruh struktur dari pada doktrin
kebangkitan ini. Itulah sebabnya mengapa rasul-rasul dan orang-orang Kristen
yang injili selama abad-abad yang berlalu ini senantiasa menekankan pentingnya
doktrin kebangkitan.
Bukti-Bukti
Kebangkitan Kristus
Kebangkitan Kristus adalah
batu penjuru bagi setiap pembelaan atas iman Kristen. Padanya terletak segal a
sesuatu yang penting bagi theoloqia Kristen. Bukti-bukti kebangkitan Kristus
demikian banyak jumlahnya sehingga menjadi salah satu dari pembelaan iman
Kristen yang terbesar. Bukti-bukti tersebut dapat dibagi dalam beberapa
golongan.
1. Menurut Matius 28 : 2-4,
para pengawal kubur itu m.elihat seorang malaikat menggulingkan batu penutup
kubur, dan mereka menjadi sangat ketakutan. Dengan cara ini Kitab Suci mencatat
tindakan melanggar hukum dalam hal perusakkan terhadap meterai Romawi yang
dipasang pada batu penutup kubur, dan hal tidak berhasilnya para pengawal
mencegah pengambilan tubuh Kristus.Oleh saran imam besar, serdadu-serdadu itu
melaporkan (Matius 28 : 11-15) bahwa seseoranq telah mencuri mayat Kristus
ketika mereka tidur, di mana hal ini merupakan suatu laporan palsu.
Kemungkinan, yang terjadi ialah bahwasanya Kristus telah bangkit dari kubur itu
tidak lama sesudah matahari tenggelam pada malam sebelumnya, dan dibukanya
pintu kubur itu oleh malaikat bukan untuk memungkinkan Kristus keluar dari
kubur melainkan supaya orang-orang dapat masuk kedalamnya dan melihat bahwa
kubur itu telah kosong.
2. Tidak lama setelah batu
itu digulingkan, Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, Salome dan
perempuan-perempuan lain tiba dikubur itu (Matius 28:1,5-7; Markus 16:1-11;
Lukas 24: 1-10; Yohanes 20:1).
3. Mengetahui bahwa batu itu
telah digulingkan dan mendengar pemberitahuan malaikat bahwa Kristus
dibangkitkan dari antara orang mati, Maria Magdalena lari untuk memberitahukan
kepada para rasul dan perempuan-perempuan lain mengikutinya dengan lebih lambat
(Matius 28: 8; Markus 16: 8; Lukas 24' 8-10; Yohanes 20: 2).
4. Sesudah memberitahu
rasul-rasul, Maria Magdalena kembali didahului oleh Petrus dan Yohanes,
danmelihat kubur yang kosong (Yohanes .20 : 2-10). Jelas bahwa pada waktu itu
Maria tidak mengerti bahwa Kristus benar-benar bangkit dari antara orang mati,
bahkan walaupun ia telah diberitahu oleh malaikat.
5. Penampakkan diri Kristus
yang pertama kalinya adalah kepada Maria Magdalena ketika ia tinggal di kuburan
itu setelah Petrus dan Yohanes pergi. Disinilah ia melihatKristus dan mula-mula
mengira Dia adalah tukang kebun tetapi segera mengenali Nya tatkala la
berbicara kepadanya (Yohanes 20: 11-17; bd. Markus 16: 9-11).
6. Sesudah ia melihat Tuhan
yang bangkit, Maria Magdalena kembali untuk melaporkan penampakkan diri Kristus
kepadanya (Markus 16 . 10-11; Yohanes 20: 18 ).
7. Penampakkan diri Kristus
yang kedua kalinya ialah kepada perempuan-perempuan lain yang juga sedang kembali
ke kubur dan melihat Kristus di tengah jalan (Matius 28: 9-10).
8. Catatatan tentang para
penjaga mengenai batu yang digulingkan oleh. malaikat merupakan kesaksian lain
tentang kebangkitan Kristus dari saksi-saksi yang tidak menghendaki hal ini (Matius
28: 11-15).
9. Penampakkan diri Kristus
yang ketiga kalinya ialah kepada Petrus pada sore hari itu juga. Mengenal hal
ini tidak diberikan seluk-beluknya, . tetapt hal ini sangat berarti karena
Kristus ternyata mencari Petrus lebih dahulu, si penyangkal, dari pada
kesepuluh rasul-rasul yang lain (Lukas 24 : 23; 1 Korintus 15 : 5 ).
10. Penampakkan diri Kristus
yang keempat kalinya adalah kepada murid.murid ketika mereka berjalan pada
jalan ke Emaus. Secara ajaib, tanpadikenali sebelumnya, Kristusmenjelaskan
kepeda merekakitab Perjanjian Lama tentang kematian dan kebangkitanNya. la baru
dikenali setelah memecahkan roti ( Markus 16 : 12-13; Lukas 24: 13-35).
11. Penampakkan diri Kristus
yang kelima kalinya adalah kepada para murid ( Markus 16:14; Lukas 24:36-43;
Yohanes 20:19-23).
12. Penampakkan keenam
adalah kepada kesebelas murid, seminggu sesudah kebangkitanNya. Pada waktu itu
Tomas hadir (Yohanes 20 : 26-29).
13. Penampakkan ketujuh
kepada tujuh murid di laut Galilea (Yohanes 21 : 1-23). Pada saat itu la
terutama berbicara kepada Simon Petrus sesudah penangkapan ikan secara
rnujizat.
14. Penampakkan kedelapan
kepada lima ratus orang sekaligus dan diikuti oleh Paulus sebagai sebuah bukti
menyolok dari kebangkitanNya ( 1 Korintus 15 : 6).
15. Penampakkan kesernbllan
kepada Yakobus, saudaraNya sendiri ( 1 Korintus 15 :7 ), Ada bukti bahwa
Yakobus bukan orang percaya sebelum kebangkitan Kristus ( Yohanes 7:3-5),
tetapi segera sesudah kebangkitan ia terhitung di antara orang yang percaya (Kisah
Para Rasul 1:14; Galatia 1:19). Di kemudian hari ia menjadi salah satu pemimpin
terkemuka dalam gereja rasuli.
16. Penampakkan kesepuluh
adalah kepada kesebelas rnurid di gunung di Galilea. Pada kesempatan itu la
memberikan Perintah Agung untuk memberitakan Injil (Matius 28:16-20). Perintah
yang sarna diberikan dalam Markus 16: 15-18 yang bisa merupakan kejadian yang
sama ataupun penampakkan sebelumnya.
17. Penampakkan kesebetas
terjadi pada waktu kenaikanNyake sorga dari Bukit Zaitun (Lukas 24 : 44-53;
Kisah Para Rasul 1:3-9), Inilah penampakkan terakhir dari Kristus kepada
murid-muridNya sebelum Ia dipermuliakan di sorga.
18. Penampakkan keduabelas
dari Kristus yang bangkit adalah ke pada Stefanus tepat sebelum ia mati syahid
(Kisah Para Rasul 7 : 55-55).
Penampakkan-penampakkan
selanjutnya, yangberbeda sifatnva, menguatkan fakta tentang
kebangkitanNya.
19. Penampakkan yang
ketigabelas ialah kepada rasul Paulus di tengah-jalan ke Damsyik tatkala ia
bermaksud menganiaya terus orang-orang Kristen (Kisah Para Rasul 9: 3-6;
22:6-11; 26:13-18 ). Pada saat itulah Paulus bertobat,
20. Penampakkan
keempat-belas rupanya kepada rasul Paulus juga di Arabia (Kisah Para Rasul 20:
24; 26: 17; Galatia 1: 12, 17). Penampakkan ini tidak jelas dinyatakan tetapi
bisa disimpulkan dari Galatia 1: 12. Beberapa orang percaya bahwa
petunjuk-petunjuk kepada Paulus, yang disebutnya dalam Kisah Para Rasul 26: 17,
diberikan oleh Tuhan kepadanya di Arabia, bukan pada penampakkan pertama di
jalan ke Damsyik. Tidak ada catatan tentang wahyu yang diberikan kepada Paulus
dalam Kisah Para Rasul 9 atau 22. Dalam pasal 22: 10 ia dijanjikan suatu wahyu
yang akan memberikan petunjuk-petunjuk yang diperlukannya.
21. Penampakkan kelimabelas
adalah kepada Paulus juga di dalam Bait Allah tatkala Paulus diperingatkan
mengenai penqaniavaan yang akan tiba (Kisah 22: 17-21; lihat 9: 26-30 dan
Galatia 1: 18 ).
22. Penampakkan keenambelas
adalah kepada rasul Paulus tatkala ia ada di penjara Kaisaria, di mana
dikatakan Tuhan datang berdiri di sisinva", dan memberitahu Paulus bahwa
ia harus menyaksikan Injil di Roma (Kisah 23: 11 ).
23. Penampakkan yang
terakhir atau yang ketujuh belas adalah kepada rasul Yohanes pada permulaan
wahyu yangdiberikan kepadanya (Wahyu 1: 12-20).
Dari keseluruhannya,
penampakkan-penampakkan diri dengan berbagai sifat dan kepada begitu banyak
orang di bawah begitu banyak keadaan yang berbeda, menunjukkan bahwa bukti
kebangkitan Kristus adalah sekuat fakta sejarah yang mana saja yang dapat
disebutkan dalam abad pertama.
Kubur
Kosong sebagai Saksi Kebangkitan Kristus
Seluruh bukti yang ada
mengenai kubur itu sesudah kebangkitan Kristus menunjukkan bahwa kubur itu
kosong. Inilah kesaksian murid-murid itu yang dengan seksama menyelidiki kubur
tersebut ketika mereka menemukan batu penutupnya surJah terguling. Para penjaga
yang mengawal kubur itu, menurut tulisan Matius, juga melaporkan bahwa kubur
itu kosong. Tentang hal ini hanya ada tiga kemungkinan yang dapat
menjelaskannya :
1. Murid-murid itu telah
datang ke kubur yang salah. Tetapi ini ditolak oleh adanya malaikat-malaikat di
sana, dan juga para serdadu Romawi itu tak mungkin menjaga kubur yang
salah.
2. Serdadu-serdadu itu
sendiri telah mengarang ceritera bahwa seseorang mencuri mayat Kristus ketika
mereka tidur Apabila inilah kasusnva, para pengawal itu tentu sudah dihukum
mati. Sebaliknya, menurut catatan Matius, mereka disuap dengan uang
untukmenyebarkan ceritera bohong bahwa ada orang mencuri mayat Kristus. Ini
jelas adalah usaha menutupi kebenaran dengan uang suap, dan dengan senang
diterima oleh serdadu-serdadu itu yang juga dijamin keselamatannya dari
kemungkinan dijatuhi hukuman oleh penguasa Romawi.
3. Sangat kurangnya bukti
dari penggugat kebangkitan Kristus menjadikan kita menerima catatan kebangkitan
itu sebagai satu-satunva penjelasan yang dapat dipercaya. Jikalau kebangkitan
itu tidak ajaib dan begitu penting sehingga menjadi dasar yang kokoh bagi
seluruh iman Kristen, maka tentulah kebangkitan itu tidak akan pernah
dipersoalkan. Ketika bukti dari kubur yang kosong itu ditambahkan kepada banyak
argumentasi lain bagi kebangkitan badaniah Kristus, hal ini membentuk bukti
tambahan tentang keaslian seluruh ceritera itu. Murid-murid Tuhan tidak
mempunyai alasan untuk mencuri mayatNya, dan jika musuh-musuh Tuhan telah
mengambil mayat itu tentulah mereka ak an mengeluarkan kembali mayat Kristus
tatkala berita-berita kebangkitanNya mulai tersebar. Tidak ada bukti bahwa
musuh-musuh Kristus pernah berusaha menemukan mayat Kristusyang katanya dicuri.
Kubur kosong itu tinggal membisu tetapi merupakan saksi yang tak dapat
disangkal tentang kenyataan kebangkitanNya.
Sifat
Saksi-Saksi Manusiawi Terhadap Kebangkitan Itu
Jelas dari catatan-catatan
dalam keempat Injil bahwa saksi-saksi kebangkitan Kristusitu sangat sulit
mempereayai paneaindera mereka sendiri tentang peristiwa penting ini. Hanya
ketika diberi bukti yang luar biasa padaakhirnya mereka menerima fakta kebangkitanNya.
Murid-murid itu tentu tidak salah mengenali Kristus, sebab mereka sangat
mengetahuiNya. Bagaimanapun juga, mereka sendiri menuntut suatu bukti yang
berwujut, misalnya Tomas yang tidak hadir pada waktu penampakkan diri Kristus
yang pertama kepada kesebelas murid itu. Juga agaknya murid-murid itu tidak
mengharapkan Kristus akan bangkit dari antar aorang mati, bahkan walaupun Ia
telah memberitahukan hal ini kepada mereka sebelumnya. Tetapi sekali bukti
kebangkitanNya dinyatakan, bahwa Kristus benar-benar bangkit dari antara orang
mati, maka tidak ada penganiayaan yang dapat menggoncangkan kesaksian mereka.
Berulang kali mereka menunjukkan kesediaan untuk mati dari pada melepaskan iman
mereka kepada Kristus sebagai Tuhan mereka yang hidup. Keengganan para serdadu
dan larangan-larangan dari para pemimpin Yahudi menambahkan secercah kenyataan
akan kesungguhan kebangkitan Kristus.
Perubahan
Dramatis Para Murid Setelah Kebangkitan
Argumentasi yang mengesankan
bagi kesungguhan kebangkitan Kristus adalah sikap paramurid yang sangat
menyolok bedanya pada sebelum dan sesudah kebangkitan. Alkitab menunjukkah
bahwa murid-murid itu sebelum kebahgkitan Kristus sangat tawar hati, berkumpul
deriqan ketakutan di tempat yang tersembunyi, dan kalang-kabut oleh kematian
Kristus. Mereka waktu itu tak punva harapan apa-apa. Pada hari kebangkitan itu
sendiri, tidak ada tanda-tanda bahwa mereka menerima kesaksian tentang
kebangkitan Kristus tanpa meminta bukti yang tertentu. Jelas sulit sekali
rneraka mempereayai paneainderanya sendiri ketika mereka benar-benar melihat
Kristus bangkit. Sekali mereka yakin, bagai¬manapun juga, murid-murid itu
menjadi kegirangan dan berani dan, sebagaimanadigambarkan dalam kasus Petrus,
memberikan kesaksian di muka umurn tentang fakta kebangkitan itu, serta
menantang parapendengarnya untuk memikirkan bukti itu. Dalam sikap
merekasebelum kebangkitan Kristus maupun dalam pengharapan dan iman mereka
selanjutnya yang dibaharui, pengalamah mereka mengikuti suatu pola yang wajar,
dan tidak ada petunjuk bahwa mereka menerima fakta kebangkitan itu terpisah
dari bukti-bukti nyata yang mereka alami sendiri dalam penampakan-penampakan
diri Kristus setelah kebangkitan tersebut.
Pengalaman
Murid-Murid Tentang Kuasa Ilahi Dalam Masa Sesudah Kebangkitan Kristus
Kitab Kisah Para Rasul
menyebutkan bukti tentang kuasa ajaib dari Allah dalam pelayanan para rasul.
Sebenarnya kitab terse but, dalam satu pengertian, merupakan
perbuatan-perbuatanRoh Kudus dan bukannya sekedar perbuatan para rasul itu
sendiri. Kuasa Roh yang dinubuatkan akan turun ke atas mereka pada hari
Pentakosta, digenapkan dalam pasal 2 dan dalam pengalaman selanjutnya dari
gereja itu.Baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi diubah dibawah kuasa Injil
ketika mereka percaya kepada Kristus yang telah mati bagi mereka dan yang
bangkit kembali. Injil diteguhkan oleh tindakan-tindakan ajaib seperti
penyembuhan, penghukuman ilahi terhadap Ananias dan Safira, penampakkan diri
Kristus seeara ajaib kepada Saul, dan sejumlah peristiwa lain di dalam mana
kuasa Allah tampak dengan nvata. Kitab Kisah Para Rasul akan tidak ada artinya
dan takmungkin ada iika Kristus tidak benar-benar dibangkitkan dari antara
orang mati. Kuasa yang dapat mengubah orang, kuasa Kristus yang mengubah hidup,
yang disaksikan oleh orang-orang Kristen sepanjang masa, tidak dapat dijelaskan
jika Kristus tidak sungguh bangkit. Oleh karena itu kitab Kisah Para Rasul
dapat dianggap sebuah peneguhan yang kokoh tentang ajaran kebangkitan.
Bukti
Dari Hari Pentakosta
Yang menyolok dalam kitab
Kisah Para Rasul ialah dukungannya terhadap ke,bangkitan Kristus yang
dinyatakan dalam peristiwa hari Pentakosta. Peristiwa itu sendiri merupakan
demonstrasi dari kuasa Allah. tetapi hanva akan berupa keajaiban manusiawinya
yang tak dapat dijelaskan apabila Kristus tidak-bangkit. Hari Pentakosta yang
terjadi hanya 50 hari setelah kematian dan kebangkitan Kristus merupakan
kesempatan bagi Petrus untuk menyampaikan, khotbah tentang kebangkitan Kristus
karena pada waktu itu ribuan orang sedang berkumpul untuk mendengarkan.
Orang-orang yang mendengar khotbah Petrus tentulah segera pergi ke kubur Yesus,
dan pasti menyelidiki laporan-laporan tentang kebangkitan itu, yang sedang
menjadi pembicaraan umum di Yerusalem. Ketika Petrus menyatakan kebangkitan
Kristus, tidak ada sanggahan dari orang banyak. Malahan dicatat bahwa
sebaliknya dari pada mengadakan penolakan terhadap fakta itu, tiga ribu orang,
yang dalam posisi mengetahui fakta-faktanva, percava bahwa Yesus Kristus
benar-benar telah bangkit dari antara orang mati. Jelas bahwa pernyataan yang
penuh keyakinan dari Petrus bahwa Kristus bangkit dalam menggenapi
nubuat-nubuat Perjanjian Lama tentang Daud, seperti yang dicatat dalam Mazmur
16: 10-11, tentulah . berasal tidak hanya dari keyakinannya sendiri bahwa
inilah fakta-faktanya, tetapi juga dari keyakinan dan keberanian percaya bahwa
tak seorangpun sanggup menyangkalnya. Peristiwa Pentakosta akan lewat begitu
saja tanpa penjelasan yang cukup apabila Yesus Kristus tidak bangkit dari antara
orang mati.
Bukti
Dalam Kebiasaan Berhimpun Pada Hari Pertama Minggu
Mula-mula dalam gereja
rasuli, terdapat kebiasaan untuk orang-orang percava berhimpun pada hari
pertama dalarn minggu (hari Minggu) dan melakukannya sebagai hari khusus untuk
menyembah dan memuji. Pada hari Minggu mereka mengadakan Perjamuan Tuhan dan
membawa persernbahan mereka (Kisah 20:7; 1 Korintus 15:2). Orr menulis,
Para saksi memberikan
kesaksian yang sijling menyetujui bahwa pada hari Paskah pagi hari, atau, seperti
dikatakarl para penulis kitab Injil, "pada hari pertama minggu itu,"
atau hari ketiga sesudah Penyaliban, pada waktu itulah peristiwa yang disebut
Kebangkitan terjadi; dengan perkataan 'lain, bahwa Yesus bangkit dari antara
orang mati pada hari ketiga. Keempat penulis lnjil, apapun perbedaan mereka,
setuju mengenai hal ini. Rasul Paulus, yang telah berbicara dengan
saksi-saksi.ivanq sebenarnva, hanya delapan atau sembilan tahun setelah
peristiwa itu, meneguhkan pernyataan tersebut, dan menyatakannya sebaqai
kepercayaan umum dari Gereja,
Dari abad pertama, sebagian
besar orang Kristen terus melakukan hari pertama dalam minggu sebagai satu hari
istimewa yang memiliki makna agama. Satu-satunva penjelasan yang mempunyai
landasan sejarah tentang perubahan dari perhentian hari ketujuh kepadahari
pertama minggu sebagai satu hari penyembahan ialah bahwasanya Kristus bangkit
dari antara orang mati pada hari itu. Kebiasaan sejarah sepenuhnya dikuatkan
oleh sejarah gereja bahwa Kristus sungguh bangkit dari antara orang mati,
merupakan bukti lain tentang hal itu.
Milligan
menunjukkan sifat yang meyakinkan dari perubahan ini dalam adat kebiasaan
sebagai berikut :
Kita mempunyai kebiasaan
mengenai hari Tuhan, yang asal-mulanya ialah dari minggu Kebangkitan, dan yang
tak seorangpun akan bermimpi untuk menolaknya, di mana hari itu dengan tegas
direncanakan untuk memperingati peristiwa Kebangkitan tersebut. Pastilah harus
ada keyakinan yang dalam maupun kekuatan yang besar,di dalarn kepercayaan yang
menimbulkan kebiasaan semacam itu. Kita tidak melihat kehebatan hal ini sebelum
kita ingat bahwa di sini dinyatakan faham-faham yang sama sekali berlainan
antara hari Sabat (Sabtu) dan hari Tuhan (Minggu). Sabat adalah hari terakhir
dalam minggu tatkala manusia sudah letih bekerja, mencari kekuatan baru dari
Allah, hari untuk memperingati selesainya penciptaan yang lama, Hari Tuhan
adalah perrnulaan dari yang baru -- dipercayai bahwa Yesus bangkit dari kubur
pada pagi hari pertama dari minggu itu. Kenyataan inilah yang mengadakan
perbedaan, dan tidak mungkin ada suatu kesaksian lain yang lebih kuat tehtang
keyakinan orang terhadap kebenaran yang terjadi dalam minggu itu. 3)
Asal
Mula Gereja Kristen.
Gereja Kristen yang ada
sejak abad pertama timbul dari kepercayaan akan kebangkitan Kristus. Hanya bukti
nyata semacam itu tentang keilahian Kristus, yang akan memberikan kepada gereja
kuasa yang meyakinkan yang diperlukan dalam memberikan kesaksian Injil.
Dinamika yang menandai gereja mula-mula hanya bisa diterangkan atas dasar bahwa
Kristus benar-benar bangkit dari antara orang mati. Bertahun-tahun kemudian
jutaan orang percaya telah memperoleh berkat dan diubah hidupnya oleh iman
kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan mereka yang bangkit. Jika
kebangkitan itu cuma sekedar mitos, maka tidak akan ada penjelasan yang memadai
bagi kuasa dari gereja mula-mula untuk bersaksi dan bagi kesediaan
pengikut-pengikutnya bahkan untuk mati dari pad a menyangkal iman Kristen
rnereka. Kelangsungan hidup gereja selama berabad-abad, walaupun ada
ajaran-ajaran yang tak mengacuhkan, tak mempercayainya dan merusaknya
pelan-pelan, akan sulit sekali diterangkan apabila tidak ada dasar yang teguh
bagi asal mulanya dan kelangsungan hidupnva dalam kebangkitan bersejarah dari
Kristus. Orang-orang yang menyelidiki fakta-fakta mengenai kebangkitan Kristus
sebagaimana ditulis dalam Kitab Suci pasti akan menemukan bukti yang
berlimpah-limpah di atas mana mereka dapat meletakkan imannya kepada Yesus
Kristus sebagai Juruselamat dan Allah mereka.
Refernsi
1) James Orr, The
Resurrection of Jesus, hal. 92.
2) Dwight Pentecost, Things
Which Become Sound Doctrine, hal. 145.
3) William Milligan, The
Resurrection of Our Lord, hal. 68-69.
Sumber : John F
Walvoord, Yesus Kristus Tuhan Kita, p 179-187

0 comments:
Posting Komentar