Kamis, 09 Mei 2019

KLASIS KONDA TELAH MELAKSANAKAN IBADAH GABUNGAN DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI LAHIRNYA GIDI KE- 56



Pdt. Enki Pele, MA dan Pdt. Yermias Wandik. (Jazwanphoto)
     
Karubaga Sulhit Nesw. Gereja injili di indonesia (GIDI) yang lahir, besar dan berkembang  di pendalaman Papua hingga mendunia, kini memasuki usia yang  56, dengan rasa syukur dan sukacita yang mendalam seluruh umat GIDI Klasis Konda, telah menyelengarahkan ibadah gabungan di lapangan terbang karubaga, ibu kota kabupaten Tolikara  pada 12 februari 2019.
 Dalam ibadah tersebut dihadiri oleh utusan Pimpinan Pusat, Pengurus Wilayah Toli, Pengurus Klasis konda, para gembala beserta seluruh Umat GIDI Klasis konda dengan jumlah  kurang lebih 1, 500 seribu  lima ratus jiwa. Ibadah berlangsung  dimulai pada pukul 09: 00 hingga  12:00 WIT.  Diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh ketua klasis konda Pdt. Agus Kogoya, dan Khotbah dipimpin  oleh Pdt. Engki Pele MA, yang diutus dari  Pimpinan Pusat Gereja Injili di Indonesia ( GIDI),  dengan tema umum yang  ditentukan dari pusat yaitu: “ Peginjilan Belum Selesai”. Itu sebabnya pada hari ini mengangkat sub tema: “ Kita Yang Telah  Menerima Yesus Menyampaikan Firman Kepada Mereka Yang Belum Percaya Yesus”  agar supaya mereka bisa percaya dan menerima Yesus bukan mereka saja melainkan bagi umat yang belum terima Yesus  dan mendengarkan Firman Tuhan di seluruh pelosok daerah terpencil.  Sebelum kita masuk dalam mendengarkan firman Tuhan  umat GIDI di karubaga Harus tahu bahwa  injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya ( Roma 1:16). Ujar Pdt. Engk Pele.Karubaga merupakan kota injil. Injil Kristus mendarat di kota karubaga dan menerangi seluruh daerah  pada tahun  lima puluhan, oleh sebab itu, kini karubaga disebut pusat pemberitaan injil Kristus. Maka saat itu juga orang tua kami telah menerima injil dengan keadaan sederhana namun penuh semangat dan sukacita serta mereka memberitakan injil di suluruh daerah terpencil. Pada momen HUT GIDI Ke-56 ini,  para generasi mudah toli, mari kita memegang tongkat stofet orang tua kita lalu meneruskan injil kepada orang lain.Bapak/ibu saudara/i  yang di kasihi Tuhan, Orang tua kita dulu hanya mengunakan koteka dan cawat   lalu  menerima injil sehingga hari ini jangan kita main-main injil karena injil adalah kekuatan Allah. Kemudian yang berikut adalah tujuan  kedatangan injil adalah  untuk mempertahankan dari generasi ke generasi  dan untuk menerima hidup yang kekal dan menghilangkan  dengan dosa . karena injil kita hidup baik, tujuan Dan disingkronkan dengan nats dalam  Injil Yohanes  4 :34-36.kata Yesus kepada mereka makananku ia melakukan kehendak Dia yang mengutus aku dan dan menyelsaikan pekerjaan-Nya.  Bukankah kamu empat bulan lagi tibalah musim menuai ? tetapi aku berkata kepadamu lihatlah sekelilingmu  dan pandanglah landang-ladang sudah menguning  dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk  hidup yang kekal, sehingga penabur  dan penuai sama-sama bersukacita.  Injil datang untuk kita mendaptkan Hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita.Setelah ibadah seluruh umat GIDI mengadakan persembahan untuk menunjang pelayanan pada peginjilan  degan hasil tanaman dan bua-buahan.Pada akhir ibadah mantan ketua klasis konda Pdt. Yeremias Wandik telah mebacakan hasil keputusan sidang konfrensi wilayah Toli ke- 10 di klasis longoboma mengenai aset  dan barang milik badan missi. Yaitu, rumah  dan tanah yang di tinggalkan oleh para missionaris harus ditinggalkan dan semua orang keluar dari tempat milik missi. Ujar Pdt. Yeremias Wandik dengan nada yang tegas. 


 Video : 

Ibadah HUT GIDI Ke- 56

https://youtu.be/L_xDuYPRUVM

Jazwan W. Yanegga

0 comments:

Posting Komentar