Kamis, 09 Mei 2019

AMARAH YANG MENIMBULKAN DOSA

Ilustrasi Marahi Teebenam

                 (Efesus 4:26)
"Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu."  


Dosa adalah adalah meleset dari sasaran kehendak Allah. Akibat dari dosa itu sendiri adalah mati ( Roma 3:23).
Apa yang kita pikirkan dalam hati, keluar di mulut, maka menimbulkan  perasaan yang tidak enak di dengar oleh orang lain, ketika kita ucapkan kata-kata yang tidak sesuai, dalam arti kata-kata kotor yang keluar dari mulut.  

Amarah merupakan suatu perasaan negatif yang kuat terhadap seseorang atau sesuatu yang telah terjadi. Perasaan marah bukan sesuatu yang mudah dikendalikan. Namun kita bisa memilih cara mengekspresikan kemarahan, apa yang akan kita lakukan dengan kemarahan awal kita, dan seberapa jauh kita mengizinkan kemarahan merusak relasi kita dengan sesama. 

Setiap orang punya prinsip masing-masing, maka  ada yang mudah mengalah dan memaafkan ada pulah  yang tidak bisa memanfaatkan,  menyimpan amarahnya hingga bertahun-tahun. 
Saudara,  ketika setiap kali  dalam benak kita berpikir hal yang tidak logis, maka dengan sendirinya menjadi darah daging dalam kehidupan kita. Apapun yang kita pikirkan dan lakukan semuanya menjadi hal yang tidak di kehendaki oleh Tuhan.
Karena dosa itu sudah berakar dalam diri kita. 
Maka solusi  terbaik menuju kedamaian   adalah saling memaafkan antara satu dengan lainnya, jika kita menyimpan amarahnya hingga lama-lama akan menyiksanya diri kita, oleh sebab itu, marilah kita  membuang amarah dan memaafkan kepada orang lain sebelum berakar dalam diri kita. 



0 comments:

Posting Komentar