Selasa, 10 September 2019

SABAR DALAM PENDERITAAN MEMIKUL SALIB KRISTUS




(Yakobus 5:7-11)  

"Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi."


Amat mudah kita katakan, saya memikul salib Yesus tapi realita di lapangan kadang tidak seperti ucapan kita, karena disana banyak hal yang kita hadapi baik itu rintangan dan persoalan yang  paling mudah sampai sulit. Bagaimana Yakobus dan kawan-kawannya mempertahankan iman percaya mereka dengan menghadapi tantangan berat seperti itu tanpa mengenal lelah.

Sudara terkasih, menunggu itu hal yang membosankan namun, kesabaran membuahkan hasil yang baik. Ketidakyakinan orang-orang di Yerusalem karena melihat dari latar belakang orang tua Tuhan Yesus sebagai Tukang kayu dan ibunya Maria sebagai wanita yang sederhana, maka orang-orang di Jerusalem selalu mengejek kepada Yakobus saudara-Nya, kedua orang tua serta pengikut Kristus atau murid lainnya yang menjalankan Visi Yesus di kota Yerusalem dan sekitarnya.

Ketika mereka melihat persoalan seperti itu, mereka tidak panik, Iman mereka tetap berdiri Teguh  menanti kedatangan sang raja damai, oleh karena sesuatu yang kita  baru tanam tidak bisa membuahi hasil secara langsung dalam waktu yang singkat, demikian pula kedatangan anak Manusia. Kita terus bersabar dalam menjalankan visinya sampai Ia datang kedua kali untuk panen hasil yang kita tanam. 

Yakobus dan saudara-saudaranya tidak pernah mempersalahkan antara satu sama lain ketika menghadapi tantangan berat di Yerusalem. Apapun yang dilakukan orang lain terhadap mereka, terima dengan iklas, karena mereka punya  Iman dan keyakinan yang Kokoh pada Yesus untuk datang kedua kali.  Mereka tahu bahwa semua pelayanan yang  sedang mereka lakukan di Jerusalem tidak sia-sia akan mendapatkan upah yang di sorga.  

Saudara terkasih, ketika kita menghadapi penderitaan seperti itu apakah kita tetap bertahan untuk menjalankan visi Yesus atau meninggalkan lalu ikut keinginan kita dengan hal-hal duniawi. ? 
Tentu tidak, penderitaan yang kita alami saat ini, tidak melebihi dari kekuatan Allah. Harapan itu pasti ada dalam Yesus asalkan kita taat mengikuti penderitaan dan memikul salib Yesus. 

Ayub adalah seorang nabi yang  Kaya Raya tetapi mengalami penderitaan sangat luar biasa pada tubuhnya tidak hanya sakit penyakit, anak-anaknya juga  semua meninggal serta harta kekayaan lembuh sapi Ayub semua mati hingga habis. Istrinya menghasut Ayub untuk meninggalkan Tuhan tetapi Iman Ayub  tidak pernah goyang tetap teguh pada Allah. Akhirnya Ayub kembali sembuh dari penyakit dan Tuhan mengembalikan harta kekayaan sampai seratus kali lipat. Pada akhirnya Ayub kembali menjadi kaya raya dan tetap bahagia dalam hidupnya.

Marilah kita ikuti jejak Ayub,  hidup yang penuh keyakinan dalam penderitaan. Hasil dari pada penderita kita hari ini akan mendapatkan kebahagiaan pada saat Yesus datang kedua kali untuk menyambut kita sebagai kawan sekerja  Yesus yang sejati, setia dan taat di ladang milik Dia, maka itu  dalam situasi terpuruk apapun kita tetap bertahan memikul salib Yesus.

Kesimpulan
Tak perlu perdulidengan semua ejekan, hinaan yang dilimpahkan kepada kita karena kita kerja di ladang Tuhan tetapi tetaplah bersabar seperti nabi Ayub dan nabi-nabi lain. 

0 comments:

Posting Komentar