Senin, 04 Mei 2020

BILAMANA ORANG MATI DI BANGKITKAN


Pdt. Thomas Wenda, S. Th | Gembala Jemaat GIDI Anugerah Manado


Syalom...
            Salam sejahtera bagi keluarga Allah, Jemaat Anugerah Manado. Kita bersyukur kepada Tuhan Allah atas kasih karunia dan perlindunganNya, kita telah ditibahkan pada bulan Mei 2020, dan hari ini Minggu untuk kita patut bersyukur dan memuliakan Dia secara pribadi, keluarga dan kelompok di masing- masing tempat tinggal kita dengan  merenungkan Firman Allah lanjutan minngu lalu, dalam surat Paulus kepada jemaat di Korintus. ( I  Kor 15:20-28 ) Tema: "Bilamana Orang Mati Dibangkitkan" utk lebih jelasnya ada tiga gambaran Kebenaran:
1. Yesus Bangkit Buah Sulung.
2. Yesus bangkit sebagai Adam kedua.
3. Yesus bangkit mendirikan kerajaanNya.


Saudara-saudariku  yang terkasih di dalam Kristus, pagi ini marilah kita bersama- sama merenungkan Firman Allah yang terambil dari  I Korintus15:29-34, 49-58. Dengan Tema: MENGAPA ORANG DIBANGKITKAN" 
Ayat hafalan 51-52 ).

51.Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, 52. dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

Saudara- saudariku kebangkitan tubuh manusia yang telah mati merupakan peristiwa masa yang akan datang dan mempunyai implikasi yang menimbulkan dorongan kehidupan pribadi kita. Jika tdk ada kebangkitan, maka kita lupa akan kebangkitkan masa yg akan datang dan hidup sesuka hati saja! Tetapi kebangkitan itu "sungguh ada"! Yesus akan datang kembali, kita akan dibangkitkan pada masa kedatangaNya, dan akan berdiri dihadapanNya dengan tubuh yang telah dimuliakan.

Ada empat bidang dalam pengalaman hidup Kristen yang akan diubah oleh fakta kebangkitan :

I. PEKABARAN INJIL (ay 29).
 Apakah arti "dibaptis bagi orang mati"? Ada orang menafsirkan hal itu sebagai "baptisan yang diwakilkan", seorang percaya dibaptiskan atas nama seorang anak yang telah meninggal dunia. Tetapi kita tahu bahwa ajaran baptisan seperti itu tdk diajarkan dalam perjanjian baru (PB). Jemaat Tuhan pada umumnya tidak pernah mengakui baptisan yang demikian. Pertama-tama karena keselamatan adalah hal yang sangat bersifat pribadi dan setiap orang harus mengambil keputusan bagi dirinya sendiri. dan kedua, tidak ada seorang pun yang dapat  diselamatkan hanya melalui baptisan air.
Ungkapan bagi orang mati yang dimaksud bagian ini mungkin berarti "dibaptis untuk menggantikan mereka yang sudah mati". Dengan kata lain, jika tdk ada kebangkitan, mengapa kita harus memperhatikn tentang bersaksi dan menjangkau orang-orang lain bagi Kristus? Mengapa harus menginjili orang-orang  berdosa lalu dibaptis dan menggantikan mereka yang telah meninggal dunia? Jika kehidupan Kristen hanya merupakan "kehidupan yang berakhir dengan kematian", tidak ada gunanya.
Setiap org percaya di dunia ini harus bertanggung jawab untuk menceritakan kepada orang lain tentang kebangkitan Kristus utk hidup yang kekal dan pergi ke Sorga; atau menceritakan tentang kebangkitan Kristus untuk dihukum dan pergi ke Neraka (Yoh 5:28-29). Biasanya kita menangis orang percaya yang telah meninggal dunia, tetapi sesungguhnya kita juga harus menangisi orang-orang tidaknpercaya yang sekarang masih hidup dan mempunyai kesempatan untuk diselamatkan! Kenyataan tentang adanya keyakinan kebangkitan itu merupakan dorongan yang kuat untuk menginjili org lain.

II. PENDERITAAN DALAM KRISTUS ( ay 30-32 ).
"Tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut", bukan berarti "mati terhadap diri sendiri", seperti (Rom 6:1- .... ) Ungkapan itu berarti adanya bahaya-bahaya secara fisik yang dihadapi oleh Paulus sebagai seorang hamba Kristus (2 Kor 4:8 - 5:10; 11:23-28). Paulus terancam bahaya yang terus-menerus dari musuh-musunya dan lebih dari satu kali ia berada dalam ancaman maut. Mengapa kita harus mengalami penderitaan dan bahaya jika akhirnya harus mengalami maut? Kita sebagai pengikut Kristus hendaknya merenungkan "Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati". (Yes 22:13). 
Apa yang kita perbuat terhadap  tubuh kita dalam hidup ini, akan tersingkap untuk dinyatakan pada tahta pengadilan Kristus (2 Kor 5:10).  Allah melibatkan "seluruh" pribadi, bukan hanya "jiwa". Tubuh pun mendapat bagian dalam keselamatan (Rom 8:18-23). Penderitaan yang dialami oleh tubuh akan berakhir dengan kemuliaan pada waktu kebangkitkan ( 2 Kor 4:7-18). Jika tidak ada masa depan bagi tubuh kita, mengapa kita harus menderita?

III. PEMISAHAN DARI DOSA ( ay 33-34 ). 
Jika tidak ada kebangkitan,  maka apa yang harus kita perbuat dengan tubuh kita tidak akan menghasilkan apa-apa bagi kehidupan kita pada masa yang akan datang. Perbuatan yang amoral (perbuatan tidak bermoral/ahklak) merupakan gaya hidup orang2 Korentus dan banyak orang percaya yang menolak tentang adanya kembangkitan supaya mereka menghalalkan dosa-dosa mereka.  "Pergaulan yang buruk demikian akan dapat merusakkan kebiasaan yang baik". Tubuh orang percaya adalah bait Allah dan harus tetap terpisah dari dosa-dosa dunia ini" (2 Kor 6:14-7:1). Bersekutu dengan orang-orang yang "mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa (Efesus 5:6-17) hanyalah merusak bait Allah.
Sudah tiba saatnya bagi Jemaat di Korintus untuk bangun dan menyucikan diri dari dosa-dosa (1 Tes 4:5-11). Orang percaya yang kompromi dengan dosa tidak memberi hidup untuk kesaksian yang baik kepada orang-orang yang sesat di sekitarnya, yaitu mereka yang "tidak mengenal Allah". Sungguh hal yang memalukan jika kita hanya mementingkan diri sendri dan hidup dalam dosa sementara banyak orang mati tanpa Kristus!

Selamat berhari Minggu saudara-saudariku keluarga Allah dan selamat mengadakan IBADAH RAYA MINGGU 03 MEI 2020. TUHAN YESUS KRISTUS MENYERTAI DAN MEMBERKATI KITA.

0 comments:

Posting Komentar