Selasa, 09 Juni 2020

Papuan Lives Matter

Penolakan Rasisme (Foto: Novian Arbi/ Antara News Jakarta)

Rasisme adalah itu suatu sistem Kepercayaan atau doktrin sistem yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada Ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.

Rasisme telah menjadi faktor pendorong  diskriminasi sosial,  segregasi dan kekerasan rasial termasuk juga genosida, dan menurut catatan sejarah istila rasis ini sudah digunakan sejak 1940an sebagai konotasi yang buruk, isu-isu rasial juga digunakan untuk memenangkan suara. 

Dari dulu Papua selalu dibiarkan tertutup, sehingga tidak banyak Masyarakat Indonesia mengetahui apa yang terjadi diatas tanah Papua. 

Stigma Sosial yang dibangun selama ini adalah OAP itu bodok, hidup di hutan, tidak bisa apa-apa,  suka hambur-hambar uang, pejabat banyak korupsi, mabuk-mabukan dan lain sebagainya. Stigma itu cap atau  presepsi yang dibangun  bahwa memang begitu. Dari jaman orde baru dan masih terbawa sampai saat ini. 

Tentu apa yang terjadi hari ini, tentu tidak terkepas dari apa yang terjadi di masa lalu, sebagai kesadaran Kolektif bersama semoga bacaan ini dapat membuka cakrawala berpikir kita 

(https://suarapapua.com/2020/06/07/dekolonisasi-yang-gagal-akar-rasisme-terhadap-orang-papua/). Dibaca yaaa masih banyak referensi lain silahkan dicari. 

Menurut Aristoteles yang mewakili dunia barat. 
"Manusia berbeda dari semua binatang karena ia mempunyai rasio"

Menurut Mensius yang mewakili dunia Timur,  yang menjadi titik pangkal perbedaan manusia dari binatang adalah karena ia mempunyai hati nurani.

Menurut kitab suci saya, Alkitab Manusia adalah ciptaan Allah yang diciptakan menurut gambar dan rupa kita.

Terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari " Kejadian 1:26a "Sekarang Kita akan membuat manusia yang akan menjadi seperti Kita dan menyerupai Kita. 

Terjemahan lain seperti KJV bilang " God said, “Let us make man in our image, after our likeness (kej 1:26a). 

Jadi Menurut hemat saya kita manusia mempunyai rasio, moral, dan sifat hukum.

Jadi rasio adalah salah satu hal yang sangat penting yang diberikan Tuhan, yang membedakan kita dari semua binatang.

Lantas kita bertanya apa itu Rasio? 
Rasio menurut KBBI adalah pemikiran menurut akal sehat, akal budi, nalar. 

Saudara Ku...!!! 
Waktu ini berjalan sangat cepat, setiap detik yang kita lewati pun tidak akan terulang lagi, sehingga kita di tuntut untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan yang ada. 

Bersyukur karena sampai detik ini kita masih diberi kesempatan, untuk dapat melakukan pekerjaan kita. 

Semangat tetap berusaha lakukan yang terbaik sesalalu ada  jalan  keluar  jika  tetap  tersenyum. Senyum  mu  meluluh lantakan  tembok  yang  tinggi  yang  ada  didepan  mu. 

Milikilah  optimisme  yang  tinggi  untuk  mengatakan  kepada  mereka  bahab  kami tidak  seperti  yang  kalian  pikirkan. 
Harapan  itu  selalu  ada  selagi  kamu  meyakini  bahwa  itu  akan  terjadi.

Lakukanlah  apa  yang  bisa  kamu  lakukan  untuk  orang  lain. Karena  sesungguhnya  kita  terlahir  untuk  kepentingan  orang  lain. Kita di cipta untuk kepentingan orang lain. 

Orang mengatakan sejarah itu tidak akan terulang,  ada juga yang bilang sejarah  harus dijadikan rujukan dan juga sebagai bahan pembelajaran generasi selanjutnya. 

Didalam sejarah kehidupan khususnya orang Kristen,  Tuhan memakai orang biasa sama seperti kita untuk melakukan hal-hal besar. 
Salah satunya Daud.  Pasti kita sdh pernah membaca ataupun mendegar kisah Daud yang mengalahkan Goliat. 

Mari belajar dari cerita ini, apapun tafsirannya yang jelas sejarah mencatatkan,  bahkan kitab suci mencatatkan Daud berhasil mengalahkan Orang Gat itu.  Setinggi apapun lawan mu, mungkin kita dapat memakai cara Daud. Kita semua guru dan murid dalam kehidupan,  kita semua harus belajar sesuatu dan semua yang kita pelajari dapat kita bagikan .

Saat BOS BESAR diatas melihatmu berusaha hidup dengan damai,  DIA tersenyum untuk sesaat, lalu  DIA mengirimkan api dan belerang kepada kita, mungkin itu sebua pesan kau adalah senjata yang ditempat  api,  kamu mungkin satu-satunya yang dapat menghentikan penderitaan yang terjadi.

Mungkin sebaiknya kau melakukan tugas Tuhan dengan cara yang paling baik yang kau  sukai.

Saya pikir hidup dalam stigma itu sama dengan hidup dalam penjara  Stigma bisa juga menjadi percikan semangat untuk menunjukkan bahwa Orang Asli Papua (OAP)  tidak seperti yang mereka pikirkan.

Pengalaman mengajarkan saya bahwa kita  punya nilai jual itu kita yang tentukan.

'Saya percaya bahwa kebenaran itu akan membuka dirinya sendiri, jika sudah KAIROS"

Pada akhirnya sepintas kata ini muncul di benak saya "Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga".

Kapanpun, dimanapun ketika umat manusia di tindas karena perbedaan suku, ras, agama dan pandangan politik maka saat itu batas-batas wilaya, suku, agama dan ras sudah tidak relevan lagi.(*)

_Salam Damai_
_CatatanManual_
Ilaga 9/6/2020

Penulis : dr. Etinus W. Kogoya ( admin Catatan Manual)
Editor : Jazwan W. Yanengga.


0 comments:

Posting Komentar