![]() |
| Ilustrasi Sikap dan Tindakan Orang Indonesia Terhadap Orang Asli Papua |
Oleh : Jazwan W. Yanengga
Pemerintah Indonesia sudah sekian tahun numpang tinggal di pulau Papua bersama Orang Asli Papua, tapi gagal mengambil hati Orang Asli Papua dan Mengindonesiakan orang Papua.
Sebelum pulau Papua aneksasi ke Indonesia, Pulau Papua sudah punya Negera sendiri diproklamasikan pada tanggal 1 Desember tahun 1961.
Soeharto pernah berkata bahwa bubarkan negara boneka pembentukan Belanda, secara tidak sadar beliau mengakui negara West Papua.
Indonesia lebih cenderung melihat kekayaan alam daripada manusianya, pemimpin-pemimpin besar Indonesia dari tahun ke tahun menanam Investasi di tanah Papua tanpa memperdayakan putra-putri asli Papua. Dari Pandangan Orang Indonesia tanah ini tanpa tuan sehingga semua keputusan diputuskan menurut kehendak mereka sendiri tanpa keterlibatan Orang Asli Papua dan tanpa pertimbangan dampak positif dan negatif yang akan terjadi di masa kini, dan akan datang terhadap Orang Asli Papua sebagai ahli waris di atas Tanah ini.
Jika Orang Indonesia datang di Papua ini kerena peduli dengan manusia maka, Papua itu maju dengan cepat seperti daerah-daerah lain di Indonesia. Tetepi mereka punya visi lain-lain sehingga tidak ada perubahan yang signifikan terhadap orang asli Papua. Orang Asli Papua punya bukti bahwa, ketika orang tua kita dulu mengajar dari orang belanda kemajuannya lebih cepat daripada sekarang ini.
Stigma orang Indonesia terhadap Orang Asli Papua, Bodoh, terbelakang, kaki telanjang, ketinggalan zaman masih tertanam dalam pikiran orang Indonesia.
Bukti dari itu tidak ada Orang Asli Papua yang bisa kerja di Indonesia, jangankan pekerjaan besar tukang sapu saja tidak ada, karena stigma itu terus di kembangkan oleh Indonesia dari generasi ke generasi.
Saya pernah ditanya oleh orang Indonesia melalui akun Twitter saya, Abang di Kota Merauke ada lampu atau tidak,? Kemudian saya jawab anda baru bangkit dari kuburan mana, Merauke itu kota tertua sebelum Papua aneksasi ke Indonesia, Merauke sudah ada pelabuhan, bandara, Penerangan, Pertanian sudah dibangun oleh pemerintah Belanda.
Anehnya pada zaman yang sudah canggih seperti sekarang ini stigma itu masih tertanam dalam pemikiran mereka, bisa lihat di Google earth, maps saja masih masih tanya-tanya dengan pertanyaan yang tidak berbobot.
Negara Indonesia punya target untuk menghilangkan nyawa orang Papua satu- persatu secara sistematik dan terstruktur. Maka siapapun anda dan saya, dari Gubernur, Bupati, Camat, ASN, Kepala Kampung, DPR, TNI, Polri, semua tidak pandang bulu, kita semua ada dalam penjara Indonesia ( Dr. Benny Giyai)
Trauma Orang Asli Papua pada tahun 1977 dalam Operasi Militer di Papua itu masih ada sampai sekarang, sehingga orang-orang tua selalu cerita kepada anak-anak maka sampai kapanpun tidak bisa lupa kecuali kalau sudah merebut kembali kemerdekaan Bangsa Papua Barat dari tangan kolonial Indonesia.
Sejarah tidak pernah tipu, yang memputar balikan fakta itu manusia sendiri, maka Ideologi Papua merdeka sejak lahir sudah tertanam dalam tubuh, jiwa dan Roh Orang Papua itu sendiri, ketika melihat terjadi intimidasi, pembunuhan terhadap orang asli Papua yang tak bersalah, komerkosaan, penjarahan karena menuntut keadilan atas hukum, hak hidup, hak berekspresi diatas negeri sendiri maka semangat perlawanan itu terus bertumbuh dan berkobar pada generasi muda Papua.
Pemerintah Indonesia memberikan level TPNPB menjadi KKB dan kini menjadi teroris tapi pelebelan itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah di atas tanah Papua ini, sebelum melihat akar persoalan Papua yang sebenarnya yaitu, Pepera 1962 dibawa tekanan militer dan pelanggaran HAM berat yang terjadi sejak Pepera sampai hari ini.
Alangkah baiknya pemerintah Indonesia melihat beberapa akar persoalan Papua untuk mencari solusi untuk perdamaian di Tanah Papua ini.

0 comments:
Posting Komentar