Minggu, 24 Juni 2018

Seminarh Harian dan Lepas Sambut Pemuda GIDI Efesus Jati-Jati Merauke

Ibadah Lepas Sambut


Pemuda/i Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Efesus jati-Jati Merauke, telah melaksanakan kegiatan lepas sambut antara pemuda yang baru bergabung dan pergi menimba ilmu di kota studi lain baik tingkat SMP hingga perguruan tinggi, di pantai bayun sabtu, 23 Juni 2018 pukul 10:00-14:00 Wit, dengan Tema” Dengan Apakah Seorang Mudah Mempertahankan Kelakuan Yang Baik ” ( Maz 119:9)

Dalam kegitan tersebut diawali dengan doa Pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Benur Erelak, selaku gembala Jemaat GIDI Efesus Jati-Jati Merauke. Kemudian dilanjutkan dengan seminar yang di bawakan oleh Bung Yawa W. Yanengga, dengan topik “ Worship Leader” .
Seorang Worship Leader (WL) bukan hanya sekedar berperan sebagai pemimpin pujian dalam sebuah ibadah, namun lebih daripada itu. Seorang Worship Leader seharusnya berperan sebagai penyembah yang benar (taken of role to be a true worshiper) yang senantiasa hidup di dalam doa (Yoh. 4:23), serta berpegang teguh pada kebenaran firman Allah setiap hari (Fil. 2:13-15).
Seorang Worship Leader bertanggung jawab kepada Tuhan dan Gereja-Nya dalam rangka melaksanakan tugas pelayanan yang Tuhan percayakan serta sebagai wujud ucapan syukur atas setiap anugerah yang diberikan-Nya kepada kita, sesuai dengan talenta dan kapasitas rohani masing-masing.
Untuk menjadi seorang Worship Leader yang baik dan berkenan di hadapan Tuhan, maka diperlukan kecakapan khusus secara rohani maupun teknis, agar pelayanan pujian dan penyembahan dapat berlangsung sesuai rencana, sehingga jemaat diberkati secara rohani melalui pelayanan kita tersebut. Ada beberapa hal yang menjadi kriteria khusus bagi seorang WL adalah, harus lahir baru dan memiliki buah-buah roh (II Kor. 5:17, Ef. 4:21-32), (Gal. 5:22-23).serta memiliki karakter Yesus artinya merendahkan diri di hadapan Tuhan maupun Jemaat yang di layani. (Fil. 2:1-5). Ujar Yanengga
Lanjut Yanengga, Penyembahan kepada Tuhan tidak hanya ketika kita hidup di muka bumi ini saja, tetapi sampai kepada kekekalan. Kitab Wahyu menceritakan tentang segala makhluk yang sujud menyembah Tuhan. Mari kita terus memiliki kehidupan sebagai penyembah, yang menyembah Allah dalam roh dan kebenaran, dari kemuliaan kepada kemuliaan, dengan berdisiplin lebih dari waktu-waktu sebelumnya.
Materi seminar kedua yang dibawakan oleh Andreas Kogoya, selaku sekretaris Jemaat GIDI Efesus Jati-Jati, dengan Topik “ Pengembangan Diri”, dalam pembahasannya satu pertanyaan yang dilontorkan oleh pemateri kepada seluruh audiends yaitu apakah kita lahir ini karena kebetulan atau karena rencana Tuhan. ?. Tentu rencana Tuhan. Manusia sebelum lahir Tuhan sudah ditentukan dan direncanakan, saya berdiri di tempat ini bukan karena kebetulan namun karena rencana Allah. Apapun yang kita lakukan itu Tuhan sudah di atur dan direncanakan. Kita Manusia hanya menemukan apa yang Tuhan sudah sediakan itu. Maka pada hari ini saya mengajak kepada seluruh pemuda agar dapat menemukan semua rencana yang sudah diatur oleh Tuhan itu melalui, belajar akan kebenaran Firman serta mengembangkan potensi yang Tuhan sudah berikan kepada setiap anak-anak Tuhan yang ada di permukaan Bumi ini. Ujar andreas .

Akhir dari seminar melanjutkan dengan ibadah syukuran dan Doa peneguhan Pemuda yang baru bergabung di Jemaat GIDI Efesus Jati-Jati Merauke. Dalam ibadah tersebut Firman Tuhan di bawakan Oleh Bapak Ev. Yonas Kogoya, dengan tema kecil “ Rencana Allah Kepada Seseorang “ ( Yeremia 1: 4-7). Pemuda jangan pernah takut salah dan malu untuk bersaksi tentang kebenaran Firman Tuhan , Yeremia adalah seorang muda seperti pemuda-pemudi saat ini hadir, namun Tuhan pakai dia sehingga menjadi orang yang luar biasa di hadapan Manusia. Ketakutan dan kesalahan itu hal biasa semua orang pernah mengalami hal yang sedemikian rupa, tetapi ketika kita meberanikan diri bersaksi tentang kebenaran Firman Tuhan maka hal keragu-raguan itu akan hilang dengan sendirinya. Mari pemuda-pemudi jadilah pelaku Firman.
Semua kegiatan diakhiri dengan sambutan yang dibawakan oleh Meki Kogoya selaku Ketua kordinator pemuda GIDI Efesus Jati-Jati. Mari pemuda/I sebagai tulang pugung Gereja kita tetap memperkokoh Iman serta menjaga kesatuan seluruh pemuda. Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemuda dan orang tua yang telah mendukung kami untuk mendorong kegiatan ini sehingga telah selesai dengan baik. (Jazwan)

0 comments:

Posting Komentar