Kamis, 04 April 2019

FORUM PEDULI PEMBANGUNAN KABUPATEN TOLIKARA BERSAMA PEMUDA GIDI WILAYAH TOLI MEMUSNAHKAN MIRAS DAN PINANG


(Dok sulhit news. Pemusnahan Miras, Milo dan Pinang di Kabupaten Tolikara)


Karubaga Sulhit News.  Forum Peduli Pembangunan Kabupaten Tolikara  bersama Pemuda Gereja Injili di Indonesia (GIDI)  Wilayah Toli, memusnahkan  Minuman Keras (MIRAS) dan Pinang,   hasil operasi   di sejumlah kios,  pada 02 April 2019,  di karubaga ibu kota kabupaten Tolikara.  Hal   ini dimulai dari 27 februari 2019,  setelah  memperingati HUT GIDI  Ke- 56, dan melihat kondisi kota   karubaga kian memburuk akibat pembuangan ludah pinang dan  pembuangan sampah  dengan sembarangan yang di lakukan oleh warga setempat.

Pemusnahan di lakukan di depan Gereja GIDI Jemaat Jerusalam Karubaga, atau  Jln. Kogome.  Dalam Pemusnahan  barang operasi  ini di hadiri  dan disaksikan oleh  Ketua Umum Forum Peduli Pembangunan Kabupaten Tolikara dan seluruh anggotanya,  ketua Wilayah Toli Pdt. Marthen Jingga, S.Th, Sekda kabupaten Tolikara, Kapolsek Tolikara,Koramil 756,  Kadis Kesehatan Tolikara, Kepala Suku Tolikara, Bpk Teyur Wandik, Tokoh perempuan, tokoh Pemuda,  serta seluruh lapisan masyarakat Tolikara.
Tujuan utama   daripada kegiatan ini adalah  untuk  memulihkan  kota karubaga dari pembuangan  ludah pinang dan sampah dengan sembarangan,  sejak berdirinya kabupaten Tolikara hingga kini tak kunjung berhenti terus meningkat, baik sampah organik maupuan anorganik.
 Kesadaran wargapun kian menghilang jadikan sampah sebagai hal biasa  tanpa berpikir dampak buruk yang ditimbulkan  bagi kesehatan pada tubuh masyarakat  saat ini maupun beberapa tahun akan datang.  ujar ketua FPPKT, dalam telepon selulernya.  
Generasi mudah merupakan agen perubahan daerah, maka kini saatnya untuk kita bangkit dan  memulihkan kembali kota karubaga seperti semula pada zaman missionaris.   Karena karubaga dikenal sebagai kota injil lahirnya Gereja GIDI namun setelah masuknya kabupaten Tolikara, karubaga semakin rusak akibat, pembuangan sampah  dengan sembarangan.  Masyarkat tanpa disadari membuang ludah pinang pada sembarang tempat, maka menjadi tempat menetes nyamuk. Miras dan Pinang bukan saja merusak pemandangan tata kota tetapi  merusak tubuh  sebagai bait Allah.    
Kami mengajak kepada seluruh  pimpinan Gereja, Pemerintah Kabupaten Tolikara Se- Wilayah Toli, serta seluruh masyarakat  Tolikara, untuk  menjaga bersama dan memulihkan kembali Kota karubaga dari   Minuman Keras (MIRAS) dan  sampah.
Kita tidak berhenti sampai disini tetapi kita akan terus melakukan operasi MIRAS, Togel dan Penjulan Pinang hingga  tuntas.  Dan kita akan terus berupaya untuk  menjadikan perda dalam sidang paripurna DPR terpilih  tahun 2019. Karena  karubaga merupakan kota injil. Bukan hanya kota karubaga saja tetapi selururh kabupaten Tolikara kita akan terus mengelilingi untuk memusnahkan barang-barang ini.
Apabilah ada kedapatan penjualan Minuman Keras (MIRAS), Menjual Pinang dan bandar togel kita akan mencabut surat ijin usaha lalu memulangkan ke kota asal nya.  
Dalam waktu dekat  Pemuda Forum Peduli Pembangunan Kabupaten Tolikara akan melengkapi semua kordianator masing-masing bidang  dan merancang anggaran dasar (AD) dan anggaran Rumah Tangga (ART)  organisasi untuk mendaftar ke kesbagpol kabupaten tolikara.
 Kami tidak membedakan siapapun tetapi kami merangkul semua pemuda dan parah intelektual untuk mendukung kami dalam pembentukan organisasi ini.(*)

0 comments:

Posting Komentar