![]() |
| (Dok sulhit news. Pemusnahan Miras, Milo dan Pinang di Kabupaten Tolikara) |
Karubaga Sulhit News. Forum Peduli Pembangunan Kabupaten Tolikara bersama Pemuda Gereja Injili di Indonesia
(GIDI) Wilayah Toli, memusnahkan Minuman Keras (MIRAS) dan Pinang, hasil operasi
di sejumlah kios, pada 02 April 2019, di karubaga ibu kota kabupaten Tolikara. Hal ini dimulai dari 27 februari 2019, setelah memperingati HUT GIDI Ke- 56, dan melihat kondisi kota karubaga kian memburuk akibat pembuangan
ludah pinang dan pembuangan sampah dengan sembarangan yang di lakukan oleh warga
setempat.
Pemusnahan di lakukan di depan Gereja GIDI Jemaat Jerusalam
Karubaga, atau Jln. Kogome. Dalam Pemusnahan barang operasi ini di hadiri dan disaksikan oleh Ketua Umum Forum Peduli Pembangunan Kabupaten Tolikara
dan seluruh anggotanya, ketua Wilayah
Toli Pdt. Marthen Jingga, S.Th, Sekda kabupaten Tolikara, Kapolsek Tolikara,Koramil
756, Kadis Kesehatan Tolikara, Kepala
Suku Tolikara, Bpk Teyur Wandik, Tokoh perempuan, tokoh Pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat Tolikara.
Tujuan utama daripada
kegiatan ini adalah untuk memulihkan
kota karubaga dari pembuangan ludah
pinang dan sampah dengan sembarangan, sejak
berdirinya kabupaten Tolikara hingga kini tak kunjung berhenti terus meningkat,
baik sampah organik maupuan anorganik.
Kesadaran wargapun
kian menghilang jadikan sampah sebagai hal biasa tanpa berpikir dampak buruk yang ditimbulkan bagi kesehatan pada tubuh masyarakat saat ini maupun beberapa tahun akan datang. ujar ketua FPPKT, dalam telepon selulernya.
Generasi mudah merupakan agen perubahan daerah, maka
kini saatnya untuk kita bangkit dan memulihkan kembali kota karubaga seperti
semula pada zaman missionaris. Karena karubaga
dikenal sebagai kota injil lahirnya Gereja GIDI namun setelah masuknya
kabupaten Tolikara, karubaga semakin rusak akibat, pembuangan sampah dengan sembarangan. Masyarkat tanpa disadari membuang ludah pinang
pada sembarang tempat, maka menjadi tempat menetes nyamuk. Miras dan Pinang bukan
saja merusak pemandangan tata kota tetapi merusak tubuh
sebagai bait Allah.
Kami mengajak kepada seluruh pimpinan Gereja, Pemerintah Kabupaten Tolikara
Se- Wilayah Toli, serta seluruh masyarakat Tolikara, untuk menjaga bersama dan memulihkan kembali Kota
karubaga dari Minuman Keras (MIRAS) dan
sampah.
Kita tidak berhenti sampai disini tetapi kita akan
terus melakukan operasi MIRAS, Togel dan Penjulan Pinang hingga tuntas. Dan kita akan terus berupaya untuk menjadikan perda dalam sidang paripurna DPR
terpilih tahun 2019. Karena karubaga merupakan kota injil. Bukan hanya
kota karubaga saja tetapi selururh kabupaten Tolikara kita akan terus mengelilingi
untuk memusnahkan barang-barang ini.
Apabilah ada kedapatan penjualan Minuman Keras (MIRAS),
Menjual Pinang dan bandar togel kita akan mencabut surat ijin usaha lalu
memulangkan ke kota asal nya.
Dalam waktu dekat
Pemuda Forum Peduli Pembangunan Kabupaten Tolikara akan melengkapi semua
kordianator masing-masing bidang dan
merancang anggaran dasar (AD) dan anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi untuk mendaftar ke kesbagpol
kabupaten tolikara.
Kami tidak membedakan
siapapun tetapi kami merangkul semua pemuda dan parah intelektual untuk
mendukung kami dalam pembentukan organisasi ini.(*)

0 comments:
Posting Komentar