Rabu, 23 Desember 2020

Natal Yang Penuh Tangisan


Selamat Natal  Saudara/i ku di Tanah Papua.
Terlebih khusus yang ada di Nduga, Tembagapura, Puncak Papua dan Intan Jaya.

Salam  teriring dengan Doa untuk saudara/i ku yang di balik gunung.
Bagaimana kabar kalian di sana..???
Di hutan rimba, di Goa, dibawa pohon serta di  hutan belantara.
Apakah kalian bisa makan dan minum dengan tenang disana..??
Apakah kalian bisa merayakan Natal dengan tenang disana..?
Tentu tidak,  
Saya sangat kawatir dengan keadaan kalian disana tetapi saya berharap kalian baik-baik saja dibawa perlindungan Tuhan pencipta orang Papua.

Pada momentum Natal ini saya sangat rindu kalian semua, harapan saya kita bisa natal bersama, Ibadah, Makan, minum, berbagi cerita dan merasakan kebahagiaan bersama seperti saudara-saudari kita di luar sana.

Namun semua harapan itu dibawa kabur  oleh bunyi tembakan  pada Bapa, mama, kakak, adik, om, anak, serta saudara-saudariku.

Sehingga saya hanya bisa mengukir 

Sebetulnya.
Kita bukan pemberontak..
Kita bukan teroris...
Kita bukan seperatis....
Kita bukan pendatang...

Kita adalah Manusia Papua yang punya harkat dan martabat  seperti kalian, kita  punya hak sepenuhnya untuk hidup dan berkembang di atas tanah kita sendiri.

Kita hanya menuntut keadilan dan kebenaran diatas negeri kita.

Emas kita dikerup habis....
Hutang kita di babat habis...
Minyak kita di kuras habis...

Bukan hanya alam saja Tetapi Manusiapun dibunuh habis tak pandang bulu, entah itu Pastor, Kotokis, Gembala, majelis, Guru, PNS, Mahasiswa, Pelajar, Tenaga Medis, nelayan dan  petani.

Kemana lagi kita akan pergi untuk mencari perlindungan...
Kita dibunuh dalam rumah kita sendiri...
Kita dibunuh di Jalanan kita sendiri....
Kita dibunuh di kebun kita sendiri...
Kita dibunuh di sekolah kita sendiri...
Kita di bunuh di Gereja kita sendiri...
Kita dibunuh di kantor kita sendiri....

Rumah, sekolah, Gereja kita semua dikuasai oleh singa dan di bakar habis...

Andaikan manusia Indonesia ini punya hati dan mengenal Dosa pasti mereka akan sadar dan bertobat tetapi  mereka tidak punya hati dan mengenal Dosa sehingga tetap menjajah Orang Papua dibawa kekuasaan militer dan moncong senjata.


0 comments:

Posting Komentar