Minggu, 10 Januari 2021

Pentingnya Menjaga Alam Tolikara

Kondisi Sampah di Kubupaga hingga andugumpaga

Pentingnya menjaga lingkungan wajib harus kita tanamkan sejak dini. Penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan, polusi udara, dan masalah mengenai rusaknya lingkungan kita di Papua khususnya di puncak Kubu Baga hingga andugum baga, hal ini merupakan masalah yang serius di tangani oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tolikara. Bagaimana tidak, masalah ini tidak luput dari peran pemerintah dan masyarakat yang harus berdampingan menjaga lingkungan kita ini.
Lingkungan yang merupakan tempat tinggal semua makhluk hidup yang ada di muka bumi, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan harus kita jaga kelestariannya. Lingkungan sangat penting bagi kelangsungan hidup bagi makhluk hidup. Karena apabila lingkungan tidak ada maka manusia, hewan, dan tumbuhan tidak dapat bertahan hidup. Sebab lingkungan merupakan kandungan Ibu yang harus kita rawat dengan baik namun, sekarang lingkungan mengalami kerusakan. Itu semua akibat ulah dari manusia yang tidak bertanggung jawab. Contohnya saja seperti menebang pohon secara liar yang tidak diselingi dengan penanaman pohon kembali sehingga hutan menjadi gundul dan tanah tidak dapat menyerap air bahkan pohon tidak dapat menghirup karbondioksida diudara,  serta membuang sampah sembarangan yang berdampak buruk pada kehidupan makhluk hidup. Ulah manusia tersebut dapat berakibat fatal, mereka berani mengatasnamakan bisnis dan mengesampingkan lingkungan tanpa memikirkan anak cucu mereka kelak. Mungkin berbuat itu sangat mudah tapi kalau mengembalikannya seperti semula sangat sulit.
Oleh sebab itu, agar bencana alam tidak terulang terus-menerus, kita sebagai manusia yang hidup dimuka bumi yang telah diberikan kekayaan alam yang melimpah, seharusnya kita berterima kasih kepada Tuhan dengan cara menjaga dan melestarikan lingkungan ini. Mulai dari sekarang marilah kita membenahi lingkungan kita.
Pemerintah kabupaten Tolikara dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup telah  berupaya menanam papan nama untuk menjaga lingkungan di setiap mata jalan dari kota hingga ke distrik namun hingga saat ini belum ada kesadaran manusia sehingga membuang sampah dengan sembarang.
 Terutama di puncak gunung kubu Baga hingga andugum baga, kini dijuluki dengan puncak Mega Tolikara.
Dari pantauan kami selama tiga kali melalui motor kebanyakan sampah adalah sampah barang-barang kios yang sudah kadaluarsa atau masa explayernya habis, kemudian sampah rumah tangga dan besi-besi tua maupun botol-botol oli dari bengkel. Berdasarkan  pantauan kami sampah tersebut dibuang oleh para pedagang dan sopir-sopir angkutan umum maupun pribadi serta mobil-mobil dinas.
Masyarakat tidak mungkin datang dari jauh untuk membuang sampah pada tempat tersebut diatas. Oleh sebab itu setiap orang perlu punya kesadaran masing-masing untuk tidak membuang sampah dengan sembarang.  Jika kita tidak menjaga alam, maka siapa lagi yang datang untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam yang ada di daerah kita, tentu tidak !. Hanya kita sendiri yang harus menjaga dan melestarikan agar bisa menarik perhatian publik terutama para turis nasional maupun mancanegara.
Kita punya kekayaan alam yang begitu luar biasa, sebab alam yang kita miliki orang lain di tidak memiliki maka kita sama-sama menjaga dan melestarikan.
 Apa gunanya pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi tetapi tidak bisa baca papan nama yang sudah tempel oleh di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tolikara. Tidak cukup ilmu yang diterima di bangku studi atau memang tidak tahu membaca buta huruf lalu membuang sampah dengan sembarang.
Setiap tempat pasti ada penghuninya sehingga kita saling menghormati antara satu sama lain. Puncak Kubu Baga hingga andugum baga bukan tempat kosong pasti ada penjaga alam juga sehingga kita harus menyadari untuk tidak membuang sampah dengan sembarang tempat. 
Sampah yang tidak bisa terurai kembali seperti sampah plastik, botol, kaleng, serta besi-besi tua akan merusak alam sampai bertahun-tahun. Akibat dari pada itu akan akan mengamuk. Sebab Tuhan menciptakan semesta alam untuk manusia menjaga dan memelihara, alam akan memberikan dampak baik kepada manusia dan hewan tanpa alam semua makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Sehingga sebelum merusak kita perlu menjaga mulai dari sekarang supaya anak cucu kita kedepan tidak mengalami kesusahan untuk mengelola alam di lingkungan mereka masing-masing.


Oleh : Jazwan W. Yanengga
Photographer


0 comments:

Posting Komentar