Senin, 27 April 2020
Rabu, 22 April 2020
Mahasiswa dan Pelajar Tolikara Butuh Perhatian Yang Serius Dari Pemda Dalam Situasi Ancaman Covid 19
Timika Sulhit.Com. Maraknya perkembangan Wabah Virus Corona atau Covid 19 melumpuhkan semua aktivitas Manusia, Sehingga Mahasiswa dan Pelajar Tolikara menuntut pemerintah daerah Kabupaten Tolikara segerah memperhatikan secara serius dalam situasi ancaman wabah Covid 19. Selasa, 21/04/2020.
Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara telah membentuk Tim Penanganan Covid 19 dari bulan Maret sebelum Kabupaten lain membentuk Tim Covid. Hal itu kita sangat mendukung dengan langka yang di ambil oleh Pemda.
Kita berikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam hal upaya penanganan Covid 19 ini, pemerintah terus melakukan sosialisasi ke masyarakat di setiap Distrik demi menyelamatkan semua orang Tolikara.
Namun bagaimana perhatian pemerintah terhadap Mahasiswa dan Pelajar asal kabupaten Tolikara yang sedang berstudi di Papua maupun diluar Papua.
Mahasiswa dan pelajar merupakan agen perubahan daerah Maka perlu di perhatikan secara serius oleh pemerintah daerah dalam situasi krisis seperti ini.
Terutama di daerah-daerah yang sudah terjangkit Covid 19 diantaranya adalah Se Jawa-Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan serta lainnya.
Kita sangat prihatin dengan keadaan Mahasiswa dan Pelajar di setiap kota studi dalam situasi di bawa ancaman wabah Covid 19, membuat semua aktivitas Lockdown sehingga mereka sudah isolasi diri dari bulan Maret lalu maka mengalami krisis. Apalagi orang tuanya hanya sebagai petani tidak punya penghasilan tetap.
Jika ada yang keluar rumah mencari makan, maka di kenakan sangsi yaitu hukuman, yang telah diatur oleh pemerintah daerah setempat, sehingga sangat sulit untuk mencari makan.
Jika ada yang keluar rumah mencari makan, maka di kenakan sangsi yaitu hukuman, yang telah diatur oleh pemerintah daerah setempat, sehingga sangat sulit untuk mencari makan.
Dalam situasi seperti ini jangan sampai terjadi hal yang kita tidak diinginkan bersama, maka pemerintah segerah ambil langkah untuk selamatkan mereka dari Covid 19.
Perhatian Pemda hanya pada satu titik saja yaitu Asrama Mahasiswa/i Tolikara di kota studi Jayapura sedangkan yang lainnya belum ada. Pemda perlu melihat mahasiswa dan pelajar secara adil dan merata tanpa membedakan antara satu dengan lainnya karena mereka semua sama-sama anak-anak Tolikara juga. Mereka juga punya hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dari orang tua dalam hal ini pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara.
Mahasiswa dan Pelajar yang sedang studi di Papua, Papua Barat dan di luar Papua, sudah menyampaikan apa yang mereka alami saat ini di kota studi masing-masing melalui media sosial tetapi sayangnya sampai saat ini tidak ada tanggapan serius dari pemerintah daerah.
Kami bingung dengan sikap Pemda Tolikara, dengar lalu pura-pura tuli atau memang di Tolikara tidak ada akses internet untuk mendapatkan informasi.
Perwakilan senior dan Pembina Rohani mahasiswa asal Tolikara di kota studi Malang Kediri dan Bali (MAKEBA). Telos Wunungga menambahkan bahwa Jika memang Pemerintah dan Senioritas tidak respek apa yang kami minta maka itu bukti penyangkalan terhadap Generasi Penerus Gereja dan Kabupaten Tolikara. Melalui pesan elektronik.(*)
Penulis: Admin Sulhit News.
Penulis: Admin Sulhit News.
Senin, 13 April 2020
Selasa, 07 April 2020
Minggu, 05 April 2020
Surat Untuk Gubernur Papua, Ketua MRP Papua dan Papua Barat
![]() |
| Ilustrasi Surat |
Papua Sulhit News. Sepucuk surat yang di posting oleh Intelektual Papua di dinding Facebooknya, Minggu 05/04/2020. Dengan adanya penyebaran Virus Corona atau Covid 19 di Seluruh Dunia terlebih khusus di Indonesia makin hari makin meningkat maka Intelektual Papua Yemto Tabo, meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat agar memulangkan Mahasiswa/i yang sedang menempuh pendidikan di luar Papua.
Senin, 30 Maret 2020
Minggu, 22 Maret 2020
Jumat, 07 Februari 2020
Seminar Harian Dalam Rangka HUT Gereja Injili Di Indonesia GIDI Ke-57 Tahun Di Klasis Timika Wilayah Pantai Selatan
![]() |
| Pdt. Bert Koireoa (Penasehat GIDI) |
Timika Sulhit.Com. Panitia Pelaksana HUT Gereja Injili Di Indonesia GIDI Ke-57, Klasis Timika Mengadakan seminar Harian Jumat 7-8 Februari 2020 di Gedung Gereja Jemaat Getsemani SP3 Lokal Timika Papua.
Seminar tersebut diawali dengan ibadah singkat yang pimpinan oleh Pdt. Bert Koirewoa, penasehat GIDI di ambil dalam Injil
Kata Yesus kepada murid-muridnya untuk melihat dan memandang ladang yang sudah menguning di sekeliling mereka. Kata lihatlah artinya kita melihat sesuatu yang dekat yang ada di sekitaran kita, yaitu untuk menginjili teman sekolah, atau kuliah, adik, kakak, ayah, ibu dan keluarga yang belum menerima Yesus dan pandanglah artinya kita melihat sesuatu lebih jauh atau yang sangat luas yakni penginjili orang lain. Oleh karena itu kita harus melihat yang dekat dan memandang lebih jauh ke depan, sesuai dengan Visi dan Misi Gereja GIDI yaitu menjangkau yang jauh dan dekat dalam arti penginjilan dalam dan luar.
Tiga Badan Missi yang datang dari negara maju yaitu, RBMU, UFM dan APCM dengan Visi yang sama untuk menjangkau suka lani. Mereka masuk di Bokondini, Karubaga dan Mulia, lalu menginjili orang lani setelah itu mengutus mereka pergi untuk menginjili suku-suku lain di Papua, di antaranya adalah Yahukimo, Pengunungan Bintang, Taive dan daerah-daerah lainya.
Strategi Tuhan ada di sepuluh Jemaat GIDI di Timika ini, Tuhan sudah siapkan orang untuk menjangkau sekeliling kota ini, salah satu bukti bahwa dalam pertandingan Bola bulan lalu saudara/i dari luar bisa membantu kita menjadi wasit dan juga ikut bermain bola meramaikan HUT GIDI ini.
Hal itu tanyanya bahwa Tuhan sedang bekerja di atas tanah amungsa ini untuk perubahan melalui Gereja GIDI.
Marilah kita melihat kekuatan sendiri apakah kita sudah menginjili , keluarga kita atau belum, jika belum maka itu tanggung jawab kita masing-masing yang sudah menjadi anak Tuhan, pastikan setiap pribadi kita dan keluarga harus masuk sorga dan punya harapan kita bertemu di sorga. Tutur pendeta Dalma khotbahnya.
Tanda-tanda akhir zaman sudah Mulai muncul, perang suku, antara negara
, bencana alam, gempah bumi, kejahatan semua terjadi dimana-mana tandaya bahwa Yesus segerah datang. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah terima Yesus atau belum.?
Setelah ibadah pembukaan kegiatan seminar di buka secara resmi oleh Ketua Klasis Timika, Pdt. Sudirman Harianja, S. Th.
Materi pertama di bawakan oleh Robertus Agustus Tekege, S.Kom, tentang "Perkembangan Teknologi Informasi di Erah Globalisasi". Kita sudah tidak asing lagi dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, banyak manfaat memberikan kepada pengguna namun di sela-sela itu tidak kalah saing juga manfaat buruk bagi penguna media sosial.
Tidak ada manusia yang sempurna dalam pembuatan aplikasi dan situs maka kitalah yang harus jadi bijak dalam pengunaan media sosial agar tidak salah gunakan dan tercandu dengan konten-konten buruk merugikan diri kita dan orang lain.
Manfaat positif bagi penguna adalah berbisnis secara online dalam dunia usaha, menjadi media pembelajaran, media komunikasi, dan banyak hal. Selian itu manfaat baik bagi Gereja adalah memberitakan Injil melalui media sosial serta promosikan semua kegiatan gereja melalui website.
Namun manfaat buruknya adalah kita sengaja membuka konten-konten yang buruk sehingga kita tercandu dengan hal itu, maka bisa merugikan kita sendiri, seperti mengirim gambar-gambar bugil, fornografi, penipuan, hacker serta lainnya. Tutur pria muda itu dalam pemaparan menterinya.
Usai materi pertama, materi kedua dibawakan oleh Jhon Kenedy Murid, SE. Tentang Manajemen Keuangan Gereja. Mendasari dengan Firman Tuhan dalam surat Paulus yang pertama kepada Timotius 6:10" Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Tujuan dari materi manejemen keuangan Gereja ini adalah untuk memaksimalkan Gereja dalam rangka mendukung Visi dan Misi Gereja.
Kita boleh punya uang banyak tetapi jangan kita menjadi hamba-nya. Jaman sekarang banyak hamba Tuhan yang menjadi hamba uang sehingga Gereja tidak berkembang dengan baik, setiap tahun hanya begitu-begitu saja. Untuk mengoptimalkan Gereja, bendahara harus melaporkan keuangan setiap minggu agar supaya semua Badan Pekerja Jemaat dan Seluruh anggota jemaat tahu tentang keuangan Gereja yang ada.
Gereja mau mandiri harus punya Sumber daya manusia yang berkualitas untuk mengelola keuangan Gereja, selain itu Gereja harus berinvestasi agar Gereja tidak meminta-minta bantuan kepada pemerintah dan swasta. Organisasi besar musti adakan pelatihan-pelatihan di setiap gereja tentang pengelolaan keuangan.ujar murid.
Setelah seminar, Panitia pelaksana memberikan piagam penghargaan sebagai ucapan terima kasih kepada kedua pemateri tersebut. (*).
Yohanes 4:35, Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.Dua hal yang menjadi topik utama adalah lihatlah dan pandanglah.
Dengan tema " Pandanglah Sekelilingmu Ladang Sudah Menguning".
Kata Yesus kepada murid-muridnya untuk melihat dan memandang ladang yang sudah menguning di sekeliling mereka. Kata lihatlah artinya kita melihat sesuatu yang dekat yang ada di sekitaran kita, yaitu untuk menginjili teman sekolah, atau kuliah, adik, kakak, ayah, ibu dan keluarga yang belum menerima Yesus dan pandanglah artinya kita melihat sesuatu lebih jauh atau yang sangat luas yakni penginjili orang lain. Oleh karena itu kita harus melihat yang dekat dan memandang lebih jauh ke depan, sesuai dengan Visi dan Misi Gereja GIDI yaitu menjangkau yang jauh dan dekat dalam arti penginjilan dalam dan luar.
Tiga Badan Missi yang datang dari negara maju yaitu, RBMU, UFM dan APCM dengan Visi yang sama untuk menjangkau suka lani. Mereka masuk di Bokondini, Karubaga dan Mulia, lalu menginjili orang lani setelah itu mengutus mereka pergi untuk menginjili suku-suku lain di Papua, di antaranya adalah Yahukimo, Pengunungan Bintang, Taive dan daerah-daerah lainya.
Strategi Tuhan ada di sepuluh Jemaat GIDI di Timika ini, Tuhan sudah siapkan orang untuk menjangkau sekeliling kota ini, salah satu bukti bahwa dalam pertandingan Bola bulan lalu saudara/i dari luar bisa membantu kita menjadi wasit dan juga ikut bermain bola meramaikan HUT GIDI ini.
Hal itu tanyanya bahwa Tuhan sedang bekerja di atas tanah amungsa ini untuk perubahan melalui Gereja GIDI.
Marilah kita melihat kekuatan sendiri apakah kita sudah menginjili , keluarga kita atau belum, jika belum maka itu tanggung jawab kita masing-masing yang sudah menjadi anak Tuhan, pastikan setiap pribadi kita dan keluarga harus masuk sorga dan punya harapan kita bertemu di sorga. Tutur pendeta Dalma khotbahnya.
Tanda-tanda akhir zaman sudah Mulai muncul, perang suku, antara negara
, bencana alam, gempah bumi, kejahatan semua terjadi dimana-mana tandaya bahwa Yesus segerah datang. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah terima Yesus atau belum.?
Setelah ibadah pembukaan kegiatan seminar di buka secara resmi oleh Ketua Klasis Timika, Pdt. Sudirman Harianja, S. Th.
![]() |
| Pemateri Pertama bersama Moderator dan Notulen |
Tidak ada manusia yang sempurna dalam pembuatan aplikasi dan situs maka kitalah yang harus jadi bijak dalam pengunaan media sosial agar tidak salah gunakan dan tercandu dengan konten-konten buruk merugikan diri kita dan orang lain.
Manfaat positif bagi penguna adalah berbisnis secara online dalam dunia usaha, menjadi media pembelajaran, media komunikasi, dan banyak hal. Selian itu manfaat baik bagi Gereja adalah memberitakan Injil melalui media sosial serta promosikan semua kegiatan gereja melalui website.
Namun manfaat buruknya adalah kita sengaja membuka konten-konten yang buruk sehingga kita tercandu dengan hal itu, maka bisa merugikan kita sendiri, seperti mengirim gambar-gambar bugil, fornografi, penipuan, hacker serta lainnya. Tutur pria muda itu dalam pemaparan menterinya.
![]() |
| Pemateri Kedua bersamaModerator dan Notulen |
Tujuan dari materi manejemen keuangan Gereja ini adalah untuk memaksimalkan Gereja dalam rangka mendukung Visi dan Misi Gereja.
Kita boleh punya uang banyak tetapi jangan kita menjadi hamba-nya. Jaman sekarang banyak hamba Tuhan yang menjadi hamba uang sehingga Gereja tidak berkembang dengan baik, setiap tahun hanya begitu-begitu saja. Untuk mengoptimalkan Gereja, bendahara harus melaporkan keuangan setiap minggu agar supaya semua Badan Pekerja Jemaat dan Seluruh anggota jemaat tahu tentang keuangan Gereja yang ada.
Gereja mau mandiri harus punya Sumber daya manusia yang berkualitas untuk mengelola keuangan Gereja, selain itu Gereja harus berinvestasi agar Gereja tidak meminta-minta bantuan kepada pemerintah dan swasta. Organisasi besar musti adakan pelatihan-pelatihan di setiap gereja tentang pengelolaan keuangan.ujar murid.
Setelah seminar, Panitia pelaksana memberikan piagam penghargaan sebagai ucapan terima kasih kepada kedua pemateri tersebut. (*).
![]() |
| Ketua Panitia Piter Karoba Menyerahkan Piagam Kepada Narasuber Pertama |
![]() |
| Omince Weyato Menyerahkan Piagam Kepada Narasuber Kedua |
Minggu, 02 Februari 2020
Jumat, 31 Januari 2020
Langganan:
Postingan (Atom)
















