Kamis, 07 Mei 2020

MELAWAN PEMERKOSAAN KEADILAN

Ilustrasi ketidak Adilan yang terjadi di Negara ini

   Oleh. Pither P. Karoba

Istilah keadilan berasal dari pokok kata adil, yang berarti memperlakukan dan memberikan sebagai rasa wajib sesuatu hal yang telah menjadi haknya, baik terhadap diri sendiri, sesama manusia maupun terhadap Tuhan.


Carilah yang baik dan jangan yang jahat 
Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik dan Tegakkanlah keadilan di dalam hidup dan kehidupannya. Kira-kira itu yang digaungkan oleh Gereja, Pemerintah dan para Intelektual. 

Tetapi realitas dalam kehidupan masyarakat majemuk belum bahkan tidak merasakan keadilan dan kesejahteraan haknya sebagai warga negara. Para pemangku jabatan telah memperkosa keadilan, mempermainkan nilai dan haknya para kaum yang tak bersuara. 

Membuat bintang kartika dan bintang belantik. Mengubah kekelaman menjadi pagi dan siang gelap seperti malam. Mereka membenci kepada orang yang memberi teguran dan Mereka keji kepada yang berkata tulus ikhlas.
Mereka mengubah keadilan menjadi ipuh dan menghempaskan kebenaran di tanah. 

Hai kamu yang pengambil kebijakan dan pengayom masyarakat... INGAT!!!
Kebenaran, Keadilan, Kejujuran, Ketulusan dan Kasih kepada sesama manusia nilainya jauh lebih besar daripada nilai emua emas, brilian dan kristal. 

Oleh sebab itu, hai kamu yang menginjak injak orang lemah dan mengambil untung dari dan atas nama mereka. Sekalipun anda mendirikan rumah dari batu pahat dan mendapatkan loba dari dan atas nama mereka kehancuran mengikutinya. 

Orang yang berakal budi berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu untuk mereka. 
Untuk segala sesuatu ada waktunya. Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekelaman dalam hati mereka. Tetapi, manusia tidak menyelaminya.

Jangan sampai karena minum melupakan apa yang telah ditetapkan dan membengkokkan hak orang-orang yang tak bersuara. Ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin

0 comments:

Posting Komentar